Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Kajian Kualitas Air pada Berbagai Penggunaan Lahan di Sub DAS Jagir Kota Surabaya Nabila Putri Wiandari; Maroeto Maroeto; Wanti Mindari
Agroteknika Vol 7 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i3.276

Abstract

Berdasarkan masalah yang ada dalam air sungai, maka analisis kualitas air pada Sub DAS Kali Jagir ditelaah sesuai pedoman yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, metode survei dan Indeks Pencemaran (IP) yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kualitas air pada Sub DAS Kali Jagir Kota Surabaya ditinjau dari penggunaan lahan sekitar sungai serta tingkat potensi pencemaran yang ada pada aliran sungai wilayah Sub DAS Jagir, Surabaya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: pH, nitrat, fosfat, BOD, COD, DHL, TDS, dan DO. Hasil indeks pencemaran dan pengharkatan disetiap parameter, kualitas air Sub DAS Jagir yang diukur dari sungai jagir kecamatan wonokromo (Hulu) menuju muara Sub DAS Jagir yang berada di Sungai Avuur (Hilir) mengalami peningkatan di segmen tengah dan penurunan di penggunaan lahan tambak dan Mangrove serta mengalami peningkatan kembali di Muara Sungai. Sungai jagir yang merupakan inlet mempunyai kualitas air yang baik berdasarkan baku mutu air kelas IV. Hasil analisa menunjukkan nilai yang masih diambang baku mutu kelas III dan Kelas IV. Penurunan kualitas air pada segmen tengah yaitu pada penggunaan lahan Pemukiman dan tegalan disebabkan oleh banyaknya limbah pertanian akibat perubahan lahan sawah irigasi menjadi tegalan dan adanya limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai. Akibatnya nilai BOD dan COD pada lahan tersebut meningkat. Hal tersebut berpengaruh pada nilai DO yang rendah. Jumlah oksigen terlarut berkurang karena proses dekomposisi yang diindikasikan oleh tingginya nilai BOD dan COD.
Efisiensi Aplikasi Asam Humat dan Silika Terhadap Kadar Nitrogen (N) Tanah dan Tanaman Padi di Lahan Sawah Sekitar Industri Andahrino, Berliana Putri; Mindari, Wanti; Sasongko, Purnomo Edi; Chakim, M. Ghufron
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.533

Abstract

Permasalahan global terkait lahan tercemar akibat aktivitas industri berdampak terhadap penurunan produksi tanaman padi di Sidoarjo. Endapan logam dari limbah industri dapat mengontaminasi lahan tersebut. Maka dari itu solusi yang dapat dilakukan untuk perbaikan lahan sawah dengan pemberian pembenah tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji efisiensi asam humat dan silika untuk meningkatkan N dalam tanah dan serapan nitrogen tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Penelitian ini disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama dari dosis asam humat dan silika sebanyak 0 kg.ha-1, 10 kg.ha-1, 20 kg.ha-1, dan 30 kg.ha-1 . faktor kedua terdiri dari 3 lokasi yang terindikasi tercemar. Parameter pengamatan dibagi menjadi 3 yaitu analisa sub-sampel tanah, pengamatan pertumbuhan tanaman padi dan serapan nitrogen tanaman padi. Analisi data dianalisis dengan menggunakan keragaman (ANOVA) terhadap sifat kimia tanah dengan uji lanjut BNJ 95%. Hasil dari penelitian menunjukkan aplikasi asam humat silika berpengaruh nyata terhadap kadar nitrogen di dalam tanah dan serapan tanaman padi, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan padi. Dosis terbaik pemberian asam humat silika pada lahan sawah dekat industri farmasi (L1) dan lahan sawah dekat industri kertas (L3) adalah 30 kg.ha-1 (P3) dengan nilai N sebesar 0,16%, sementara pada lahan sawah dekat industri pakan ternak (L2) dosis terbaik adalah 20 kg.ha-1 (P2) dengan nilai N sebesar 0,19%. Efisiensi serapan tanaman tertinggi yaitu terdapat pada perlakuan pada lahan sawah dekat industri pakan ternak dengan dosis 30 kg.ha-1 yang menghasilkan efisiensi serapan sebesar 52% pada bagian akar, sedangkan efisiensi tertinggi pada bagian daun menghasilkan efisiensi sebesar 64,62% dengan dosis 10 kg.ha-1.
Identifikasi Salinitas Tanah dan Produktivitas Lahan Sawah di Hilir Kabupaten Lamongan dan Tuban Hamidah, Nilna Murobbiyah; Sasongko, Purnomo Edi; Mindari, Wanti
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.538

Abstract

Salah satu permasalahan lahan pertanian adalah terjadinya salinisasi tanah yang biasa terjadi pada lahan yang berdekatan dengan garis pantai. Kabupaten Lamongan dan Tuban merupakan dua daerah yang berdampingan dan berbatasan dengan garis pantai utara. Kedua daerah merupakan dua daerah yang berkontribusi dalam produksi padi tertinggi di Jawa Timur. Keduanya memiliki bagian pesisir yang dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya sehingga memerlukan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi salinitas tanah dan dampaknya terhadap hasil produksi padi di hilir Kabupaten Lamongan dan Tuban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dan kegiatan pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan metode cluster sampling berdasarkan pada jarak titik pengambilan sampel dengan garis pantai. Titik pertama ditetapkan pada jarak sekitar 2 km dari garis pantai, lalu berjarak 1 km ke titik berikutnya. Lahan T1 memiliki nilai EC tertinggi yaitu 0,65 dS.m-1 dan kurang dari 2 dS.m-1 sehingga dikategorikan sebagai lahan non salin dan pengaruhnya terhadap tanaman dapat diabaikan. Penggunaan pupuk anorganik (Urea dan Phonska) yang melebihi dosis tidak meningkatkan hasil produksi, melainkan pengaruh positif dan signifikan berasal dari masukan pupuk kandang yang diberikan di lahan. Penambahan bahan organik berupa pupuk kandang ke lahan dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kestabilan sifat fisik dan kimia tanah serta hasil produksi.
Status Kerusakan Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang A, Argananta Sakha; Purwadi, Purwadi; Mindari, Wanti
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.578

Abstract

Kajian status kerusakan tanah untuk produksi biomassa penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan faktor pembatas pada lahan dengan dinamika penggunaan yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang mengalami banyak perubahan penggunaan lahan sehingga berpotensi menurunkan kualitas tanah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-eksploratif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil dari lima jenis penggunaan lahan, yaitu sawah, tegalan, kebun, semak belukar, dan hutan. Parameter yang diamati meliputi ketebalan solum, batuan permukaan, fraksi pasir, berat isi, porositas, permeabilitas, pH, EC, redoks, dan jumlah mikroba tanah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 07 Tahun 2006. Status kerusakan tanah ditentukan menggunakan metode matching terhadap ambang batas kritis serta perhitungan skor frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh jenis penggunaan lahan di Kecamatan Ngantang tergolong mengalami kerusakan ringan, dengan redoks sebagai faktor pembatas utama, diikuti berat isi dan porositas pada beberapa titik. Temuan ini menegaskan bahwa kerusakan tanah di wilayah tersebut masih dapat diperbaiki dan menjadi dasar bagi upaya konservasi tanah serta perbaikan lahan untuk menjaga keberlanjutan produktivitas dan fungsi ekologis.