Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG KULIT BUAH KARET (Hevea brasilliensis) Vinsiah, Rananda; Suharman, Andi; Desi, D
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dan daya serap karbon aktif yang dibuat dari cangkang buah karet. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan dengan menggunakan alat furnace dengan variasi suhu yaitu 300°C, 400°C, 500°C dan 600°C.  Kemudian direndam selama ± 24 jam dengan larutan H3PO4 dengan konsentrasi 7 %. Adapun hasil karakterisasi yang didapat adalah kadar air dan volatite matter terendah dimiliki sample dengan suhu furnace 600°C sebesar 1,584694 % dan 20,31735 %. Lalu untuk kadar abu terendah dimiliki oleh sampel suhu furnace 300°C  yakni sebesar 1,793984%. Kemudian untuk daya serap maksimum terhadap metilen blue dan iodin adalah sampel suhu furnace 500°C dan 600°C yakni 592,8590 mg/g dan 14,1301 mg/g. Kondisi optimum pembuatan karbon aktif dalam penelitian ini adalah karbon aktif yang dibuat pada suhu 600°C, dimana karbon pada suhu ini memiliki kadar air sebesar 1,584694 % ; kadar abu 4,530752 % ; volatile matter 20,31735 % ; daya serap iodium 500,6268 mg/g ; dan daya serap metilen biru sebesar 14,1301 mg/g.
PENGARUH VARIASI SUHU KARBONISASI TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF CANGKANG KULIT BUAH KARET (Hevea brasilliensis) Andi Suharman, Rananda Vinsiah, Desi,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.766 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu karbonisasi terhadap daya serap karbon aktif yang dibuat dari cangkang kulit buah karet. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan pada variasi suhu yaitu 300°C, 400°C, 500°C dan 600°C dan diaktivasi dengan menggunakan larutan H3PO4 7%. Selanjutnya dilakukan pengujian daya serap karbon aktif terhadap larutan iodium dan methylene blue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang dikarbonisasi pada suhu 500oC memiliki daya serap tertinggi terhadap larutan iodium yaitu sebesar 592,8590  mg/g sedangkan yang terendah sebesar 302,9864 mg/g pada suhu 300oC. Hal ini berbeda dengan pengujian daya serap karbon aktif terhadap larutan methylene blue yang menunjukkan nilai tertinggi pada suhu 600oC yaitu sebesar 14,1301mg/g dan terendah sebesar 3,3915 mg/g pada suhu 300oC. Berdasarkan data Standar Nasional Indonesia, daya serap minimum karbon aktif terhadap iodium sebesar 750 mg/g dan menurut SII daya serap terhadap methylene blue sebesar 120 mg/g, hal ini menunjukkan bahwa data hasil penelitian belum memenuhi kualitas SNI ataupun SII sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan. Kata kunci:  Karbon Aktif, Suhu Karbonisasi, Daya Serap
HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MODUL LARUTAN ELEKTROLIT DAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BERBASIS STEM-PROBLEM BASED LEARNING PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA Zakia Winda; Tatang Suhery; D Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v6i1.8483

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa antara pembelajaran modul larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan berbasis STEM-Problem Based Learning dengan pembelajaran konvensional di FKIP Universitas Sriwijaya. Teknik pengumpulan data menggunakan pra tes, pos tes dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 7,389 dan nilai ttabel sebesar 1,671. Berdasarkan hasil uji-t dapat disimpulkan thitung> ttabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar mahasiswa antara pembelajaran modul larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan berbasis STEM-Problem Based Learning dengan pembelajaran konvensional di FKIP Universitas Sriwijaya.
PENGEMBANGAN MODUL PERHITUNGAN KIMIA BERBASIS KONSTRUKTIVISME DI KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNG BATU Restu Marsri; A Ibrahim; FNU Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i2.2899

Abstract

Penelitian ini menghasilkan modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme yang memiliki kriteria valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Development Research) melalui lima tahap, yakni self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, angket dan tes hasil belajar siswa. Lembar validasi digunakan untuk mengetahui gambaran tentang kevalidan modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme yang telah dikembangkan, pemberian angket bertujuan untuk mengetahui kepraktisan modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme, dan tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui efektivitas modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme. Kevalidan materi, pedagogik dan desain dikategorikan baik. Kepraktisan dikategorikan sangat baik, dan efektivitas ketuntasan belajar sebesar 79,48%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme yang dikembangkan di kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Batu telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan guru dapat memanfaatkan modul perhitungan kimia berbasis konstruktivisme sebagai alternatif bahan ajar yang dapat membantu siswa belajar secara mandiri.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DIKELAS X MIA 5 SMA NEGERI 5 PALEMBANG Isti Dwi Anggraini; Desi Desi; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i1.8393

Abstract

Abstrak:  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  hasil  belajar  kimia  siswa dengan menerapkan model pembelajaran Inkuiri di kelas X MIA 5 SMA Negeri 5 Palembang.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  tindakan  kelas  yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Siklus I dan II terdiri dari dua kali pertemuan, sedangkan siklus III satu kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa pada T0 69,09 dengan ketuntasan 36,36% meningkat menjadi 73,93 dengan ketuntasan 45,45% pada siklus I. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,21 dengan ketuntasan 75,75%, meningkat menjadi 87,57 dengan ketuntasan belajar 87,87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses perbaikan dalam pembelajaran dengan Model Pembelajaran Inkuiri dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa, sehingga guru yang memiliki permasalahan yang sama dapat menerapkan model pembelajaran Inkuiri
HASIL BELAJAR, SIKAP, PERSEPSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MODUL LAJU REAKSI BERBASIS KONSTRUKTIVISME LIMA FASA NEEDHAM DI SMA NEGERI 3 PALEMBANG Afaf Lauditta; Iceng Hidayat; D Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar, sikap, dan persepsi siswa dalam pembelajaran modul laju reaksi berbasis konstruktivisme lima fasa Needham dengan pembelajaran konvensional di SMA Negeri 3 Palembang. Sampel pada penelitian ini ada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 36 siswa. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain penelitian non equivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, angket, dan dokumentasi. Diperoleh hasil uji-t untuk hasil belajar siswa t (hitung) 2,786 > t (tabel) 1,994 , sikap siswa t (hitung) 2,964 > t (tabel) 1,994, dan persepsi siswa t (hitung) 3,898 > t (tabel) 1,994. Dengan demikian hasil uji-t pada hasil belajar, sikap, dan persepsi siswa hasil uji-t menunjukkan t(hitung) lebih besar daripada t(tabel) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar, sikap, dan persepsi siswa antara pembelajaran modul laju dengan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KINERJA TOPIK ELEKTROKIMIA BERBASIS GREEN CHEMISTRY PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR Tysa Dwinta; Bety Lesmini; D Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v5i2.8448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen kinerja topik elektrokimia berbasis green chemistry yang memenuhi kriteria valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembanga dengan desain ADDIE. Pada tahap Expert review ini dinilai oleh para ahli yang terdiri dari ahli isi dan ahli konstruk. Hasil yang diperoleh pada tahap expert review didapatkan Skor akhir validasi aspek isi yaitu 22 (sangat baik) dan aspek konstruk yaitu 23 (sangat baik) merujuk pada kriteria Depdiknas. Validitas pada percobaan elektrokimia subtopik daya gerak listrik (DGL) terdapat 9 butir pernyataan yang valid, subtopik potensial sel pada sel volta terdapat 13 butir pernyataan yang valid, subtopik elektrolisis larutan tawas (penjernih air) terdapat 11 butir pernyataan yang valid dan subtopik elektrolisis larutan garam dapur terdapat 13 butir pernyataan yang valid. Berdasarkan hasil uji reliabilitas diperoleh dari ke 4 subtopik, korelasinya diatas 0.60 dengan melihat nilai Cronbach’s Alpha bahwa semua percobaan telah reliabel. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, diperoleh instrumen yang valid dan reliabel perbutir. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen kinerja tergolong valid dan reliabel untuk digunakan dalam penilaian keterampilan pada praktikum kimia dasar Topik Elektrokimia.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI KELAS XI IPA MADRASAH ALIYAH NEGERI SAKATIGA Tina Jayanti; Tatang Suhery; Desi Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2881

Abstract

Penelitian pengembangan (Development Reseach) yang dilakukan di MAN Sakatigaini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbentuk modul berbasis berpikir kritis yangmemiliki kriteria valid, praktis dan efektif dalam pembelajaran kelarutan dan hasil kalikelarutan. Dalam proses pegembangannya melalui tahap self evaluation, expert review, one toone, small group dan field evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan lembarvalidasi, angket, dan tes hasil belajar. Lembar validasi digunakan untuk mengetahui gambarantentang kevalidan modul berbasis berpikir kritis yang telah dikembangkan, pemberian angketbertujuan untuk mengetahui kepraktisan modul berbasis berpikir kritis, dan tes hasil belajarbertujuan untuk mengetahui efektivitas modul berbasis berpikir kritis. Validitas materi sebesar44 dikategorikan baik, validitas pedagogik sebesar 49 dikategorikan baik, validitas desainmodul sebesar 21 dikategorikan sangat baik, praktikalitas sebesar 81%, dan efektivitasketuntasan belajar sebesar 82%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis berpikirkritis yang dikembangkan untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XIIPA MAN Sakatiga telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 PALEMBANG Risa Wardani; S. Sanjaya; D. Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v4i1.8197

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri 13 Palembang.Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 13 Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Sampel yang digunakan siswa kelas kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 7 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 13 Palembang..Hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji t dengan program SPSS 18. Diperoleh nilai t hitung sebesar 2,278 t tabel sebesar 1,991, dengan  = 0,05. Disarankan bagi guru, agar dapat memilih model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI ASAM BASA DI SMAN 1 INDERALAYA UTARA Zainal Zainal; S Sanjaya; D Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8159

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Group to Group Exchange Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Materi Asam Basa di SMAN 1 Inderalaya Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group to Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi Asam Basa kelas XI SMAN 1 Inderalaya Utara. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (quasy experimental) dengan desain penelitian non equivalent (pretest and posttest) control group design. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest untuk 2 pertemuan pada masing- masing kelas yaitu, kelas eksperimen adalah 76.968 dan kelas kontrol adalah 72.656. Nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol berdistribusi normal dan kedua varians tergolong homogen. Teknik analisis menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5%, diperoleh bahwa t(hitung) >t(tabel), yakni (3,023) > (1,671). Hasil analisis data observasi menunjukkan rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 70.25% dan kelas kontrol 61,60%. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan Model pembelajaran GGE dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan uji statistik, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran GGE berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi Asam Basa kelas XI SMAN 1 Inderalaya Utara oleh karena itu dapat dijadikan model pembelajaran alternatif bagi Guru khususnya dalam pembelajaran kimia pada materi asam basa.