Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN UNPLEASANT SYMPTOMS PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KANKER SERVIKS Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.867 KB)

Abstract

Peran perawat maternitas secara umum meliputi pemberian pelayanan keperawatan, konsultan, pendidik dan peneliti pada perempuan dengan permasalahan reproduksi. Perawat maternitas membantu pasien memperoleh kembali kesehatan dan kehidupan mandiri yang optimal melalui proses pemulihan secara fisik, emosional, spiritual dan sosial . Salah satu permasalahan reproduksi adalah kanker serviks yang disebabkan oleh HPV serta menimbulkan 4,030 kasus kematian. Pasien kanker serviks sering mengeluhkan lebih dari satu gejala fisik, psikologis dan situasional pada waktu tertentu cenderung bersamaan. Teori keperawatan yang diaplikasikan pada klien kanker serviks untuk mengatasi keluhan fisik, psikologis dan situasionalnya adalah unpleasant sympthom. Teori keperawatan tersebut tidak hanya membantu klien mengatasi permasalahan dari aspek fisik saja, namun juga mengatasi ketidaknyamanan dari aspek psikologis dan situasional sehingga asuhan keperawatan secara komprehensif dapat diberikan. Laporan akhir residen juga memaparkan capaian 100% untuk target kompetensi pada tiga tempat praktik dan berusaha memodifikasi hambatan yang dihadapi selama praktik.Kata kunci: kanker serviks, residensi keperawatan maternitas, unpleasant sympto
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN APLIKASI PENAPISAN KLIEN PALIATIF DAN APLIKASI KUALITAS HIDUP TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA PSIK TINGKAT AKHIR Jaji Jaji; Jum Natosba; Karolin Adhisty
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.768 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini teknologi konsumen yang memakai telepon genggam dan alat kebugaran yang dipakaisehari-hari dapat mengumpulkan berbagai data secara detil tentang kesehatan dan status kebugaranseseorang. Data seperti ini berpotensial untuk mentransformasi, tidak hanya kesehatan individualdan keperluan medisnya, namun juga untuk penelitian kesehatan. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh penkes aplikasi penapisan klien paliatif dan aplikasi kualitas hidup terhadappengetahuan mahasiswa PSIK tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpakelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalampenelitian ini adalah semua mahasiswa PSIK yang sedang mengambil mata kuliah pilihan komunitaslanjut, dan tingkat akhir berjumlah 32 mahasiswa, sampel pada penelitian ini menggunakan total samlingyaitu sebanyak 32 responden. Hasil uji analisis didapat p value 0,000, yang berarti ada perbedaanbermakna Pengetahuan penapisan klien paliatif sebelum dan sesudah diberi penkes aplikasi penapisanklien paliatif. Sedangkan variable kualitas hidup hasil uji analisis didapat p value 0,000 berarti adaperbedaan bermakna Pengetahuan kualitas hidup sebelum dan sesudah diberi penkes aplikasi pengetahuankualitas hidup. Diharapkan bagi para praktisi kesehatan dapat memanfaatkan aplikasi yang ada dismartphone android, untuk kemajuan pengetahuan yang dapat dengan mudah di akses oleh khalayakmasyarakat umum. Untuk penelitian selanjutnya, dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi yang lainnya.Kata kunci: pengetahuan, penkes, aplikasi pada android.AbstractCurrently, consumer technology that uses mobile phones and fitness equipment that is used everyday cancollect a variety of detailed data about a person's health and fitness status. Data like this has the potentialto transform, not only individual health and medical needs, but also for health research. The purpose ofthis study was to determine the effect of health education palliative client screening applications andquality of life applications on the knowledge of final year PSIK students. This study used a PreExperimental Design without a control group with the One Group Pretest-Posttest Design approach. Thepopulation in this study were all PSIK students who were taking advanced community elective courses,and the final level amounted to 32 students, the sample in this study used a total sample of 32respondents. The analysis test results obtained p value 0,000, which means there is a significantdifference in the knowledge of palliative screening client before and after being given a health educationpalliative client screening application. While the quality of life variable analysis results obtained p valueof 0,000 means there is a significant difference in the knowledge of quality of life before and after beinggiven the health education the application of quality of life knowledge. It is expected that healthpractitioners can take advantage of applications on Android smartphones, to advance knowledge that canbe easily accessed by the general public. For further research, can develop other applications.Keywords: knowledge, health education, application on android.
PENGARUH PSIKOEDUKASI SEKSUALITAS TERHADAP MASALAH DISFUNGSI SEKSUAL PADA PASIEN GINEKOLOGI ONKOLOGI Adelia Pradita; Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaah literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi seksualitas terhadap disfungsi seksual pada permasalahan onkologi ginekologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review dengan metode pencarian menggunakan electronic data base. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu jurnal intervensi untuk mengatasi masalah disfungsi seksual dengan permasalahan ginekologi onkologi yang dapat diakses full text. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi 2006 – 2018. Berdasarkan telaah literatur pada 10 jurnal, didapatkan bahwa psikoedukasi dapat diberikan dalam bentuk pemberian informasi dengan menggunakan booklet atau flipchart, pemberian konseling dan diskusi tentang respon seksual dan disfungsi seksual, dan mengajarkan beberapa latihan yang dapat mengurangi keluhan disfungsi seksual misalnya latihan kegel. Psikoedukasi dapat diberikan dalam 3-4 sesi. Setiap sesi dapat dilakukan selama 1 jam dan jarak antar sesi yaitu 1-2 minggu. Penilaian fungsi seksual dapat menggunakan instrumen Female Sexual Function Index (FSFI) yang terdiri dari penilaian sexual desire, aurosal, vaginal lubrication, dyspareunia, orgasme, dan sexual satisfication. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa psikoedukasi seksualitas dapat menurunkan masalah disfungsi seksual pada permasalahan onkologi ginekologi. Diharapkan perawat dapat lebih memperhatikan aspek seksual penderita kanker ginekologi dan mengaplikasikan psikoeduksi seksualitas sehingga tercapai asuhan keperawatan yang bersifat holistik. Kata Kunci: psikoseksual, psikoedukasi seksualitas, disfungsi seksual, kanker serviks, ginekologi onkologi
STUDI DESKRIPTIF: PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN HYPNOTHERAPY TERHADAP NYERI DAN KECEMASAN PASIEN KANKER SERVIKS Jum Natosba; Eka Nadya Rahmania; Siti Army Lestari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.898 KB)

Abstract

AbstrakKanker serviks merupakan salah satu penyakit yang saat ini menjadi perhatian dunia. Terbukti dariprevalensi data penderita penyakit kanker serviks yang terus meningkat setiap tahunnya. Penderita kankerserviks umumnya mengalami keluhan nyeri dan kecemasan yang dapat mempengaruhi kualitashidup.Salah satu bentuk penerapan perawatan paliatif secara non farmakologi untuk meningkatkankualitas hidup sebagai prioritas pengobatan penyakit kronis adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR)danHypnotherapy. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengaruh Progressive MuscleRelaxation (PMR) dan Hypnotherapy terhadap tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks.Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kuantitatif.Sampel penelitian berjumlah 33 orang respondenkanker yang dibagi menjadi 3 kelompok.Hasil penelitian didapatkan karakteristik respon paling banyakpada rentang usia 35-55 tahun, pada stadium IIB, menjalani kemoterapi, berstatus menikah,berpendidikan SD dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Perbedaan skala nyeri pasien kanker servikssebelum dan setelah diberikan intervensi PMR sebesar 2,69 sedangkan hypnotherapy dan kontrol 1. Skorkecemasan pasien kanker serviks sebelum dan setelah diberikan intervensi PMR sebesar 16 sedangkanhypnotherapy 21 dan kontrol 8. Sugesti dari pemberian Hypnotherapy dan latihan PMR mempengaruhineurotransmitter yang mengantarkan ke sistem saraf pusat. Stimulus tersebut dapat memacu pelepasanhormon endorphin yang menimbulkan kesan relaks pada otot tubuh dan energi positif dalam menjalanipengobatan. Penelitian ini menunjukan terapi komplementer PMR dan Hypnotherapy perlu dilakukansebagai terapi non farmakologi yang terbukti dapat menurunkan nyeri dan kecemasan pada pasien kankerserviks.Kata kunci: Progressive Muscle Relaxation, Hypnotherapy, Nyeri, Kecemasan, Kanker ServiksAbstractCervical cancer is a disease that is currently a global concern. Evidenced by the prevalence of data ofpatients with cervical cancer that continues to increase every year. Cervical cancer patients generallyexperience complaints of pain and anxiety that can affect quality of life. One form of application ofpalliative care in non-pharmacological ways to improve quality of life as a priority for chronic diseasetreatment is Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Hypnotherapy. The purpose of this study was todetermine the effect of Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Hypnotherapy on the level of pain andanxiety in cervical cancer patients. This type of research is a quantitative descriptive study. The sample ofthe study was 33 cancer respondents who were divided into 3 groups. The results of the study obtainedthe most response characteristics in the age range of 35-55 years, at stage IIB, undergoingchemotherapy, married status, elementary school education and work as a housewife. Difference in painscale of cervical cancer patients before and after PMR intervention was 2.69 while hypnotherapy andcontrol 1. The anxiety score of cervical cancer patients before and after PMR intervention was 16 whilehypnotherapy 21 and control 8. Suggestion from Hypnotherapy and PMR exercise affectneurotransmitters that deliver to the central nervous system. The stimulus can stimulate the release of thehormone endorphin which gives the impression of relaxing in the body's muscles and positive energy inundergoing treatment. This study shows that complementary PMR therapy and hypnotherapy need to bedone as non-pharmacological therapies which are proven to reduce pain and anxiety in cervical cancerpatients.Keywords: Progressive Muscle Relaxation, Hypnotherapy, Pain, Anxiety, Cervical Cancer
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PERAWATAN PALIATIF PERAWAT Eka Yulia Fitri Y; Jum Natosba; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.284 KB)

Abstract

Perawatan paliatif adalah bentuk pelayanan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga dari penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan dengan cara identifikasi dini, penilaian yang tertib, penanganan nyeri dan masalah-masalah lain yaitu fisik, psikososial dan spiritual. Perawatan paliatif tidak hanya diberikan ketika pasien berada di rumah, tetapi dapat dilakukan di rumah sakit dimulai ketika pasien terdiagnosa penyakit terminal sampai perawatan menjelang ajal dan berduka bagi keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan perawatan paliatif yang dilakukan oleh perawat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang perawat di RS Bhayangkara Palembang. Hasil penelitian menunjukkan 62% perawat mempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan paliatif, 58% perawat mempunyai sikap yang baik terhadap perawatan paliatif, dan 66% perawat melakukan perawatan paliatif kepada pasien dan keluarga. Pendidikan dan pelatihan tentang perawatan paliatif sangat diperlukan bagi perawat dalam memahami dan menjadi dasar praktik pemberian asuhan keperawatan paliatif kepada pasien dan keluarga.
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA APLIKASI SISTEM INFORMASI TENTANG COVID19 TERHADAP PENGETAHUAN WARGA Jaji Jaji; Jum Natosba; Khoirul Latifin
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular mirip influenza yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV-2), virus ini termasuk dalam ordo Nidovariles, keluarga Coronavidae, Orthocoronavirus. Diameter virus ini adalah 60-140 nm.Virus ini merupakan keluarga virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan baik pada manusia maupun hewan. Infeksi COVID- 19 dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia yang dapat menunjukkan gejala maupun tanpa gejala. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media aplikasi sistem informasi tentang covid19, terhadap pengetahuan warga. Desain Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu penelitian yang melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test), uji statistik yang digunakan adalah paired t test. Populasi penelitian ini adalah semua warga yang ada di rt 17 rw 05 kelurahan 26 ilir bukit kecil. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 35 responden. Hasil penelitian analisis bivariat di dapatkan nilai p value 0.000, maka ada perbedaan bermakna Pengetahuan sebelum dan sesudah diberi perlakuan didapat p value 0,000 lebih kecil dari nilai alpa 0,005. Saran dari peneliti ini diharapkan bagi para praktisi kesehatan dapat tetap memberikan penyuluhan kepada warga, supaya warga tidak lupa dengan kondisi saat ini masih ada pada masa pendemik, yang harus tetap menjalankan protokol kesehatan.Kata kunci: Aplikasi sistem informasi, Covid19, Media, Pengetahuan, Penyuluhan
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS BERBASIS ANDROID Dea Sucita Levia; Jum Natosba; Hikayati Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Terdapat empat pilar pengobatan DM, salah satu pilar berupa pembatasan diet makanan pada penderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat ukur kebutuhan nutrisi pada pasien DM berbasis Android, sehingga diharapkan dapat membantu pasien dalam mengontrol kadar gula darah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau yang biasa dikenal dengan Research and Development). Hasil penelitian ini berupa alat ukur kebutuhan nutrisi pada pasien diabetes mellitus berbasis android. Berdasarkan hasil coba alat ukur ini didapat perbedaan rata-rataperhitungan manual dan perhitungan android pada kebutuhan kalori didapatkan yaitu 0,124, karbohidrat 0,084, protein 0,038, dan perbedaan rata-rata lemak 0,14. Diharapkan adanya alat ini pasien DM mampu menggunakan alat ini untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mematuhi diet. Kata Kunci: Nutrisi, diabetes mellitus, android, kebutuhan nutrisi
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MELALUKAN DETEKSI IVA Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.814 KB)

Abstract

Kanker servik dinegara berkembang mengalami peningkatan dikarenakan diantaranya belum adanya sistem pelayanan yang terorganisasi mulai dari deteksi dini sampai penanganan Kanker Serviks stadium lanjut. Penyebab lain dikarenakan responden takut berbahaya karena pemeriksaannya dilakukan di daerah dalam dan merasa malu jika nanti positif terkena kanker serviks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross sectional. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Ogan ilir. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang berusia 15 sampai 49 tahun, berstatus menikah dan menggunakan salah satu metode kontrasepsi. Besar sampel yang digunakan sebanyak 121 sampel. Sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria perempuan usia berisiko 25 - 54 tahun, Perempuan yang telah menikah, Perempuaan yang belum pernah periksa IVA, Perempuan yang bersedia menjadi responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan karakteristik sosiodemografi, sebagian besar responden merupakan kelompok umur tidak berisiko (58,7%), tingkat pendidikan rendah (81,8%), tidak bekerja (95%) dan erpendapatan rendah (62,9%). Analisis terhadap dukungan keluarga, teman dan petugas kesehatan terkait partisipasi pemeriksaan IVA diperoleh bahwa mayoritas responden menyatakan dukungan keluarga baik (57%), dukungan teman kurang (51,2%) dan baik untuk dukungan petugas kesehatan (66,9%). Berdasarkan gambaran pengetahuan diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (66,1%), sikap yanng kurang (56,2%), perilaku yang kurang (91,7%) serta bersedia dilakukan pemeriksaan IVA (71,9%). Tinggi rendahnya partisipasi pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker servik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang memperkuat partisipasi adalah pengetahuan dan sikap yang baik, usia yang beresiko dan keseharian yang tidak bekerja, dukungan yang baik dari keluarga dan petugas kesehatan. Faktor yang melemahkan partisipasi responden adalah perilakunya yang kurang, pendapatan dan pendidikan yang rendah serta pengaruh teman yang kurang baik terhadap partisipasi pemeriksaan IVA
PENGARUH TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK) KETAWA TERHADAP SKALA NYERI SENDI (REUMATHOID ARTHRITIS) PADA LANSIA Jaji Jaji; Jum Natosba; M. Zainal Fikri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.929 KB)

Abstract

Proses menua mengakibatkan penurunan fungsi fisiologis. Data Riskesdas 2007, prevalensi nasional penyakit sendi adalah 30,3%. Perawatan palliative bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dengan nyeri dan masalah-masalah lain. Terapi nonfarmakologi dalam mengurangi nyeri rheumatoid yaitu terapi tertawa. Terapi tertawa merangsang tubuh menghasilkan hormon endorpin sebagai zat pembunuh nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktifitas kelompok ketawa terhadap skala nyeri sendi (reumathoid arthritis) pada lansia. Penelitian ini menggunakan pre experimental design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pretest-posttest design. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat variable jenis kelamin terbanyak perempuan yaitu 11 lansia (52,4%). Variable usia, terbanyak kategori Elderly/lanjut usia (60-74 tahun) yaitu 12 lansia (57,1%). Skala nyeri sendi sebelum TAK ketawa yaitu 14 (66,7%) skala nyeri sedang. Skala nyeri sendi setelah TAK ketawa yaitu Ringan 15 (71.4%). Hasil uji analisis didapat p value 0,001 lebih kecil dari nilai alpa 0,005, artinya ada perbedaan bermakna skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya TAK ketawa. Saran untuk panti, menerapkan therapy komplementer ketawa secara rutin, sebulan maupun seminggu sekali. Bagi penelitian selanjutnya, output penelitiannya berbasis lab. Bagi institusi pendidikan, dapat dijadikan modul bahan ajar keperawatan komunitas, terapi komplementer paliatif care.Kata kunci: Nyeri sendi, reumathoid arthritis, TAK ketawa, lansia.
PENGARUH REWARD TERHADAP PERUBAHAN PRILAKU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH Jaji Jaji; Jum Natosba; Fuji Rahmawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.919 KB)

Abstract

Anak usia dini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Nutrisi dan menu seimbang merupakan komponen utama untuk pemeliharaan kesehatan, pertumbuhan fisik, perkembangan psikomotor, dan melakukan aktivitas sehari- hari. Salah satu masalah yang ada pada anak adalah sulit makan, dan cara mengatasinya dengan pemberian reward. Reward merupakan aplikasi dari teori behavioristik classical conditioning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahaui pengaruh reward terhadap perubahan perilaku makan pada anak.Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah siswa PAUD TK Arwana sebanyak 26 orang. Sampel yang diambil adalah total populasi. Analisa bivariat dengan uji – t dependent, yaitu untuk mendapatkan data sejauh mana pengaruh reward terhadap perilaku makan anak dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hasil penelitian variable jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 16 (61,5 %) siswa, frekuensi mengkonsumsi nutrisi yang di sajikan pada anak sebelum di beri perlakuan reword terbanyak yaitu nutrisi habis setengah 13 (50%), frekuensi mengkonsumsi nutrisi yang di sajikan pada anak dengan reword terbanyak yaitu nutrisi habis semua 15 (57,7%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara konsumsi nutrisi awal dengan konsumsi nutrisi dengan reword. Saran kepada ibu-ibu yang mempunyai kasus anak sulit makan dapat menggunakan metode perubahan perilaku yaitu reward sampai anak berperilaku seperti yang di harapkan. Begitupun pada institusi sekolah, dengan melihat kondisi anak yang kurang nutrisi, maka praktik perubahan perilaku dengan menggunakan reward dapat di terapkan.