Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERBEDAAN MEDIA KOMIK DAN DREALL HEALTHY TERHADAP PENGETAHUAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Iim Nur Fatimah; Antarini Idriansari; Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.086 KB)

Abstract

AbstrakAnak sekolah dasar merupakan anak dengan usia sekolah 6-12 tahun yang pada masa ini anak masihrawan terhadap masalah kesehatan. Anak usia sekolah dasar mengalami masalah kesehatan salah satunyadiakibatkan oleh kurangnya pengetahuan anak dalam mengkonsumsi jajanan sehat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat adalah dengan memberikanpendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendidikan kesehatan denganmedia komik dan dreall healthy terhadap pengetahuan jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pretest dan post test group. Sampel penelitian terdiridari 2 kelompok yaitu kelompok media komik 54 sampel dan kelompok dreall healthy 54 sampel yangdiambil menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dengancluster sampling. Penelitian ini menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil analisismenggunakan Uji t berpasangan pada kelompok media komik dan dreall healthy menunjukkan bahwaterdapat perbedaan skor pengetahuan anak tentang jajanan sehat sebelum dan setelah diberikanpendidikan kesehatan dibuktikan dengan nilai p value pada kelompok media komik 0.000 (p <0.05) dannilai p value pada kelompok dreall healthy 0.000 (p <0.05). Hasil analisis menggunakan Uji t tidakberpasangan pada kelompok media komik dan dreall healthy didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaanyang bermakna terhadap pengetahuan anak tentang jajanan sehat setelah diberikan pendidikan kesehatandengan nilai p value 0.840(p >0,05). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media komik dan dreallhealthy dapat meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar.Kata kunci: Media Komik, Dreall Healthy, Pengetahuan, Jajanan Sehat.AbstractElementary school are children with 6-12 years of school age who at this age are prone to healthproblems. Primary school-age children experience health problems, one of which is caused by lack ofknowledge about healthy snacks. One effort that can be done in increasing children’s knowledge abouthealthy snacks is to provide health education. This study aimed to find out the difference in healtheducation with comic media and dreall healthy against healthy snack knowledge in elementary schoolage children. This study was quasy experimental with pretest and post test group. The research sampleconsisted of 2 groups, comic media groups totaling 54 samples and dreall healthy groups totaling 54samples taken using non probability sampling techniques with a purposive sampling approach withcluster sampling. This study used paired t test and independent t test. Results of the analysis usingpaired t test in the comics media group and dreall healthy showed that there were differences inchildren’s knowledge score about healthy snacks and after being given health education the comic mediagroup obtainted the p value of 0.000 (p >0.05) and the dreall healthy group got p value of 0.000 (>0.05).The results of the analysis using independent t test on comic media and about dreall healthy groupsshowed thet there was no significant difference in childrend’s knowledge about healthy snacks after beinggiven health education with a p value of 0.840 (p > 0.05). Health education by using comic media anddreall healthy can increase knowledge about healthy snacks in elementary school-aged children.Keywords : Comics Media, Dreall Healthy, Knowledge, Healthy Snacks
Utilization of the SIMPACA Application to improve the quality of nursing care documentation for nurses Jum Natosba; Jaji Jaji; Nurna Ningsih; Herliawati Herliawati; Fuji Rahmawati; Karolin Adhisty
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6837

Abstract

The phenomenon of nurses in hospitals being preoccupied with recording documentation activities manually compared to providing independent nursing care to patients. One of the reasons for improving the behavior of nurses in documenting nursing care is increasing the ability of nurses to do documentation using application assistance to facilitate the work of nurses. This community service activity aims to improve the ability of nurses to document effectively and efficiently. The activity was carried out for two days through a zoom meeting. Previously, at the beginning of the activity, a nurse's ability pre-test was conducted and at the end of the session, another measurement was made for the nurse's ability. Community service activities were carried out with 45 nurses in South Sumatra. During the activity, the participants were very enthusiastic in listening, discussing with resource persons, and doing simulations well. There is an increase in documentation ability before and after the documentation training using SIMPACA is carried out. SIMPACA is proven to be effective in improving nurses' documentation skills and reducing nurses' time in documenting their nursing care to patients. There is a need for further development of SIMPACA because it must adapt to the needs of the hospital.
Pengaruh Discharge Planning Model LIMA terhadap Kesiapan Pulang pada Pasien dengan Diabetes Melitus Eka Yulia Fitri; Dhona Andini; Jum Natosba
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.424 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.443

Abstract

Discharge planning atau perencanaan pulang bertujuan untuk mempertahankan kontinuitas perawatan lanjutan di rumah setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit. Discharge planning yang efektif mampu menjamin pasien dan keluarga melakukan tindakan perawatan paliatif lanjutan yang aman dan realistis setelah meninggalkan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan discharge planningmodel LIMA terhadap kesiapan pasien dengan penyakit diabetes melitus dan keluarga dalam menghadapi pemulangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan quasi eksperimental yang dilakukan di dua ruang rawat inap pada RS X Palembang. Sebanyak 31 pasien diabetes melitus dinilai skor kesiapan pulang sebelum dan setelah intervensi discharge planning model LIMA dengan menggunakan kuesioner RHDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata kesiapan pulang pre-test dan post-test, yang berarti bahwa ada pengaruh discharge planningmodel LIMA terhadap kesiapan pulang di antara pasien dengan diabetes melitus. 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Orang Tua dalam Toilet Training Toddler Arie Kusumaningrum; Jum Natosba; Erlina Lina Julia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.434 KB)

Abstract

Latar Belakang: Individu harus mampu melakukan perawatan mandiri (self care) untuk memenuhi kebutuhannya. Orang tua berperan penting dalam aktivitas self care, terutama terhadap toilet training toddler. Untuk menjalankan aktivitas self care, orang tua perlu dibekali perilaku untuk bertanggungjawab dalam kemandirian anak, pembentukan kepribadian, dan memberikan pendidikan, maka diperlukan usaha-usaha dalam menerapkan toilet training toddler yaitu dengan memberikan suatu pendidikan kesehatan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku orang tua dalam memandirikan toddler melakukan toilet training.Metode : Metode penelitian adalah pre eksperiment dengan desain One group pre-post test design dengan quota sampling. Penelitian dilakukan dari Pebruari sampai dengan Juli 2011. Responden dalam penelitian ini berjumlah 22 orang tua toddler yang berada di PAUD Kelurahan Plaju Ulu. Pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan toilet training toddler. Uji statistik yang digunakan adalah Mc nemar dengan tingkat kemaknaan =0,05.Hasil Penelitian: Diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan (p value = 1,00 > = 0,05), sikap ( p value = 1,00 > = 0,05), dan tindakan (p value = 0,12 > = 0,05) orang tua sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan toilet training toddler. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan perilaku orang tua terhadap toilet training setelah diberikan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, pelatihan atau pendidikan kesehatan toilet training toddler supaya sering dilakukan agar perilaku orang tua menjadi lebih baik. Kata kunci : Pendidikan kesehatan, perilaku, Toddler, Toilet Training, Self Care (Orem),
Pengaruh Posisi Ergonomis terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penenun Songket di Kampung BNI 46 Jum Natosba; Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit akibat kerja disebabkan oleh pekerjaan dan sikap kerja. Salah satu penyakit akibat kerja pada tulang belakang adalah nyeri punggung bawah, yang timbul karena posisi statis dalam bekerja dan bersifat continue. Setiap tahun 15%–45% orang dewasa menderita nyeri punggung bawah dan umumnya terjadi pada usia 35-55 tahun. Penerapan ergonomi merupakan aktivitas rancang bangun (disain) ataupun rancang ulang yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan juga anatomy, psysiology, industrialmedicine. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi ergonomis terhadap kejadian low back painpada penenun songket, di kampung BNI 46.Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pre test - post test design. Populasinya adalah penenun songket berjumlah 30 orang.Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka semua objek diteliti, sehingga penelitiannya merupakan total populasi.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.001, yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sakit pinggang sebelum dan sesudah di beri posisi ergonomis yaitu kursi sandaran dalam menenun songket.Simpulan: Seyogyanya para penenun menggunakan posisi ergonomis yaitu kursi sandaran, karena tidak hanya akan menambah jadi produktif dalam menenun, tetapi resiko terjadi masalah kesehatan, terutama nyeri pinggang dapat di hindari.
Skrining Diabetes Mellitus Gestasional dan Faktor Risiko yang mempengaruhinya Fuji Rahmawati; Jum Natosba; Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Diabetes Mellitus (DM) Gestasional dapat mengancam keadaan ibu karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada saat kehamilan, pada saat melahirkan, dan setelah melahirkan. DM Gestasional pun dapat mengancam keadaan bayi bahkan sampai menyebabkan kematian. Selama ini pemeriksaan antenatal pada ibu hamil hanya berfokus pada penyakit hipertensi dan anemia. Pemeriksaan dini (skrining) untuk menegakkan diagnosa DM Gestasional pada ibu hamil masih belum dilakukan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi kejadian DM Gestasional dan faktor risiko yang mempengaruhinya (umur, riwayat DM dalam keluarga dan BMI) di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Ogan Ilir.Metode: Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik purpossive samplingberjumlah 18 responden dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan 24-28 minggu selama periode penelitian dan bersedia menjadi responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis univariat menggunakan aplikasi komputer untuk statistik dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Prevalensi angka kejadian DM Gestasional di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 sebanyak 5,6%. Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,02), ada hubungan yang bermakna antara riwayat DM dalam keluarga dengan kejadian DM Gestasional (p value ≤0,05 yakni 0,002), tidak ada hubungan yang bermakna antara BMI dengan kejadian DM Gestasional (p value >0,05 yakni 0,387).Simpulan: Dengan adanya skrining DM Gestasional pada ibu hamil sejak dini dapat menjadi salah satu cara untuk dapat meningkatkan kesehatan ibu terutama pada kehamilan dan mencegah penyulit-penyulit yang dapat terjadi pada saat persalinan
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG Hafiza Khoradiyah; Jum Natosba; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan suatu gangguan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (baik melalui vagina, oral maupun anus) dengan berganti-ganti pasangan. Penelitiaan ini dalah pendidikan kesehatan salah satunya dengan metode peer education untuk meminimalisir penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer education terhadap pengetahuan tentang infeksi menuar seksual pada wanita pekerja seks tidak langsung.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre dan post tests one groups. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks tidak langsung di panti pijat kota Palembang yang berjumlah 44 orang.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa peer education berpengaruh terhadap pengetahuan WPS tidak langsung dengan p value = 0,001 baik pada peer educator maupun pada anggota.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa peer education dapat dijadikan sebagai salah satu metode mempengaruhi pengetahuan WPS tidak langsung terhadap penyakit IMS dan diharapkan penerapan peer education dapat lebih sering diterapkan dan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk mencegah penyebaran dan komplikasi penyakit IMS.
ANALISIS PERBEDAAN PENGKAJIAN SKRINING PENGABAIAN PADA LANSIA MENGGUNAKAN MANUAL DENGAN APLIKASI HP ANDROID Jaji; Jum Natosba; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15261

Abstract

Tujuan: Setiap lansia akan mengalami proses penuaan yang berbeda pada setiap individu, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor herediter, lingkungan, kondisi fisik dan psikologi. Penuaan merupakan proses perubahan biologik, psikologik, dan sosial yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang atau disebut juga dengan lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk menilai sejauhmana pengkajian screening pengabaian kepada lansia menggunakan manual kertas dengan pengkajian screening pengabaian pada lansia dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone android. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu penelitian yang melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test). Pengukuran pengkajian pengabaian dilakukan 2 kali yaitu evaluasi pengkajian secara manual dan evaluasi pengkajian menggunakan aplikasi. Responden berjumlah 27 mahasiswa, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan google foam. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara Pengkajian manual dengan lembaran kertas dengan pengkajian dengan aplikasi Hp android.Saran: Saran dari penelitian ini, pengkajian screening pengabaian menggunakan aplikasi, sebagai bentuk kemajuan tekhnologi dapat dilakukan oleh petugas kesehatan. Pengkajian skrining pengabaian pada lansia juga dapat di lakukan oleh masyarakat umum.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DI SMA Jaji Jaji; Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 9, No 1 (2023): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2023
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Remaja merupakan kelompok agregat yang tahap perkembangannya dinamis dalam kehidupan seseorang. Proses mencari jatipada remaja, tidak selalu berjalan mulus, sehingga para ahli menyebutnya sebagai periode strom and stress. Salah satu masalah yang terjadi pada remaja putri yaitu anemia. Kebutuhan zat besi remaja harus dipastikanterpenuhi pada saat ini untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Kekurangan zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Pendidikan kesehatan sendiri adalah upaya untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, baik di tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat. Media yang dapat dipakai dalam pemberian pendidikan kesehatan diantaranya video animasi. Tujuan penelitian ini unetuk mengetahui pengaruh media video animasi sebagai media meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam pencegahan anemia. Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif bersifat analitik dengandesain penelitaian yang digunakan adalah uji beda mean. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p=0.000, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan remaja sebelum diberi pendidikan kesehatan menggunkan media video animasi dengan pengetahuan remaja setelah diberi pendidikan kesehatan menggunkan video animasi. Simpulan: Perlu inovasi dalam memberikan pendidikan kesehatan dengan harapan terjadi peningkatan pengetahuan. Kata kunci: anemia, pengetahuan, remaja putri, video animasi
Psikoseksual terhadap Fungsi Seksual Perempuan Menopause Mentari Mentari; Jum Natosba; Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.182 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.3373

Abstract

This study aims to determine the influence of psychosexuality on the sexual function of postmenopausal women in Timbangan Indralaya Utara Village. This quantitative research method has a quasi-experimental pretest-posttest research design with a control group. The results showed that the mean sexual function score before the intervention was 18.365, with a standard deviation of 6.2999. After the intervention, the mean value was 21.950, with a standard deviation of 7.2103. In the control group, the mean score of sexual function in the second measurement was 16.615 with a standard deviation of 6.1748, while the mean value in the second measurement was 16.425 with a standard deviation of 6.1482. The statistical analysis results using the t-test obtained a p-value of 0.000 or <0.05. In conclusion, psychosexuality influences the sexual function of postmenopausal women in Timbangan Indralaya Utara Village Keywords: Sexual Function, Menopause, Sexual Psychoeducation, Psychosexual