Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Faktor Repurchase Intention Pada Nazumi Japanese Food Garut Exca Eliagra Shahira; Tatang Mulyana; Kurnaeli Kurnaeli
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 2 No. 01 (2023): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v2i01.178

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran Repurchase Intention pada Nazumi Japanese food Garut, Mengetahui Faktor yang membentuk Repurchase Intention di Nazumi Japanese Food dan juga Untuk mengetahui faktor dominan yang membentuk Repurchase intention di Nazumi Japanese Food. Pada penelitian ini mengunakan metode metode eksplanasi dengan menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif dan mengunakan pendekatan analisis data faktor konfirmatori survey dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen Nazumi Japanese food Garut dimana yang sudah melakukan pembelian lebih dari satu kali ke Nazumi Japanese food Garut. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini teknik Non Probability Sampling dengan perhitungan Unknown Population adapun sampel yang ditetapkan yaitu sebanyak 97 responden. Metode pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis deskriptif, uji validitas dan uji reliabilitas dan selanjutnya di analisis dengan analisis faktor. Hasil menunjukan pada gambaran repurchase intention di Nazumi dimana varibel X7 dengan pernyataan Selalu menjadi pilihan petama dimana memiliki skor 313 itu dalam artian mendapatkan hasil kriteria “Kurang Baik” Dan bahwa pada varibel X13 dengan pernyataan Jaminan (Assurance) dengan perolehan skor paling tinggi dari variabel yang lainya dimana skornya 398 dengan kriteria “Baik”. Dan hasil faktor menunjukan bahwa yang terbentuk 5 faktor yaitu faktor kualitas pelayanan, faktor persepsi harga, faktor kepuasan konsumen, faktor promosi, faktor experiental marketing dan dengan faktor dominan yaitu faktor kualitas pelayanan.
Pengaruh Electronic Word of Mouth di Media Sosial Instagram Terhadap Keputusan Berkunjung Ke Pemandian Air Panas Tirtagangga Cipanas Garut Ahmad Syarif Munawi; Syahril Maulana Yusup; Tatang Mulyana; Deri Alan Kurniawan
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 2 No. 02 (2023): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v2i02.242

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah supaya mengetahui bagaimana pengaruh Electronic Word of Mouth di Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Berkunjung ke Pemandian Air Panas Tirtagangga Cipanas Garut. Metode ini digunakan dengan penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan verifikatif, metode deskriptif digunakan supaya menggambarkan variabel Electronic Word of Mouth dan Keputusan Berkunjung, untuk metode verifikatif yaitu menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat sampel sebanyak 100 orang. Alat analisis ini menggunakan Analisis Regresi Sederhana dan hipotesis serta memakai uji signifikansi. Hasil dari penelitian tersebut menampilkan bahwa adanya pengaruh variabel Electronic Word of Mouth di Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Berkunjung ke Pemandian Air Panas Tirtagangga Cipanas Garut.
Pengaruh Experiential Marketing Terhadap Minat Pembelian Ulang Serta Dampaknya pada Loyalitas Pelanggan di PD. Sinar Berkah Arip Rismawan; Tatang Mulyana; Soviyan Munawar
Journal of Knowledge Management Vol 15, No 2 (2021): Journal Of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkm.v15i2.3133

Abstract

Tinjauan ini bermaksud untuk mengklarifikasi dampak Experiential Marketing terhadap Minat Pembelian Kembali dan Pengaruhnya terhadap Loyalitas Pelanggan di PD. Sinar Berkah. Jumlah pengujian yang dilakukan adalah 96 responden yang pernah membeli barang dari PD Sinar Berkah dengan menggunakan strategi Non Probability Sampling melalui pendekatan Accidental Sampling. Sinar Berkah, berbagai informasi diakhiri dengan menyebarluaskan survei. Strategi penelusuran informasi yang digunakan adalah pemeriksaan jalan dengan menggunakan program SPSS form 22 yang mengakumulasikan diagram jalan. Hasil dari review ini menunjukkan bahwa variabel Experiential Marketing berpengaruh signifikan terhadap Repurchase Interest, kemudian variabel Repurchase Interest secara signifikan mempengaruhi Customer Loyalty sedangkan Experiential Marketing terhadap Repurchase Interest dan pengaruhnya terhadap Customer Loyalty menunjukkan bahwa Experiential Marketing berimplikasi melalui Repurchase Minat berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas.
Analisis Usahatani Padi Organik Kelompok Tani Ciawitali Cilawu Garut Tatang Mulyana; Mutia Salsabila; Asep Permadi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.625

Abstract

Organik Pady is a superior food crop commodity in Cilawu District, Garut Regency. This study aims to analyze Organik Pady farming based on land tenure status. This research was conducted in Mangkurayat Village, Cilawu District, Garut Regency from October to November 2021. The types of data used in this study were primary data and secondary data. Sampling in this study using purposive sampling method. In order to obtain a sample of 20 people owner farmer, and 10 people of share tenant. Data analysis used in this research is descriptive quantitative by analizing farm production costs, revenue, income, and farming feasibility. The results showed that the average total production cost incurred by the owner farmer were Rp. 13.793486 /Ha/Planting Season, while the share tenant are Rp. 9.299.249 /Ha/Planting Season. The profit-sharing system for shelled corn farming in the research area for share tenant is 50% of the total yield of production. The shelled corn farming which is run by the owner farmers and share tenant is feasible to be cultivated with an average r/c ratio of 1,7 for the owner farmers, and the r/c ratio value of 1,2 for the share tenant.  
ANALISIS INTEGRASI PASAR KOPI DI KABUPATEN GARUT Tatang Mulyana
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v4i1.1284

Abstract

Dalam perdagangan komoditas pertanian yang efisien maka harga yang terjadi di kota kabupaten maupun antar kota  kecamatan bahkan sampai desa akan terintegrasi, dan pergerakan harga akan bersifat simetri. Pada kenyataannya dalam dunia agribisnis ada kekuatan pasar oligopoli  (pedagang besar propinsi) yang mengendalikan harga.  Kekuatan pasar  dapat pula ditentukan oleh  kekuatan monopsoni ataupun oligopsoni (para pedagang besar kabupaten) karena memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perubahan harga di tingkat eceran di kota kabupaten terintegrasi dengan perubahan harga di tingkat petani di desa.  Metoda penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu analisis integrasi pasar dan transmisi harga. Elastisitas transmisi menghitung apakah laju perubahan harga di tingkat eceran  akan ditransmisikan ke tingkat petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan elastisitas transmisi, laju perubahan harga di tingkat petani lebih kecil daripada laju perubahan harga di tingkat pengecer, baik untuk pasar local kecamatan  maupun pasar pusat kabupaten. Berdasarkan nilai IMC (index of market conection), nilainya lebih besar dari satu artinya pasar di tingkat petani  pada kecamatan contoh kurang terintegrasi dengan pasar lokal kecamatan dan pasar pusat di kabupaten.Â