Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

PENINGKATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM SUPERVISI MELALUI PEMBINAAN BERKELANJUTAN DIGUGUS I TARAM,II BATU BALANG, DAN IV LUBUK BATINGKOK KECAMATAN HARAU Ramadani Ramadani
Menara Ilmu Vol 13, No 10 (2019): Vol. XIII No. 10 Oktober 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v13i10.1622

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilatar belakangi masih banyak kepala sekolah yang tidak punya program supervisi kalau ada hanya berbentuk jadwal yang dibuat pada sebuah buku. Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan dari pengawas, karena selama ini kepala sekolah tidak dituntut harus ada program supervisi, dan karena kurangnya informasi bagaimana cara membuat program supervisi yang sesuai ketentuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang sabjek penelitiannya adalah kepala taman kanak-kanak (TK) digugus I Taram, gugus II Batu Balang, dan gugus IV Lubuk Batingkok Kecamtan Harau yang berjumlah 12 orang kepala TK. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dengan tabel. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program supervisi di gugus I Taram, gugus II Batu Balang, dan gugus IV Lubuk Batingkok Kecamatan Harau. Berdasarkan penelitian tindakan sekolah kemampuan kepala TK dalam menyusun program supervisi dilakukan dua siklus dari 12 orang kepala TK mengalami peningkatan dengan jumlah persentase 91%. Dengan angka kenaikan antara siklus I yang persentasenya 43,2% menjadi 91% pada siklus II, berarti naik sebesar 47,8%. Hasil tersebut merupakan peningkatan kemampuan kepala TK yang cukup tinggi sehingga peranan pembinaan berkelanjutan sangat diperlukan oleh kepala TK. Hal ini disimpulkan bahwa dengan adanya pembinaan berkelanjutan kemampuan kepala sekolah jadi meningkat untuk itu perlu dilakukan pembinaan pada kemampuan kepala sekolah yang lainnya. Kata Kunci : Program Supervisi, Kepala Sekolah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU TAMAN KANAK-KANAK DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) MELALUIPENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) DIGUGUS IV LUBUK BATINGKOK KECAMATAN HARAU Ramadani Ramadani
Menara Ilmu Vol 13, No 2 (2019): Vol. XIII No. 2 Januari 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i2.1196

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan dengan latarbelakang masih banyakguru taman kanak-kanak yang tidak mempunyai rencana pelakasanaan pembelajaranharian( RPPH), masih ada guru taman kanak-kanak sudah membuat RPPH tapi belumlengkap komponennya, seperti tujuan pembelajaran, indikator, dan penilaian, sertalangkah-langkah kegiatan masih dangkal. Guru jarang sekali mendapat pelatihan caramembuat RPPH sehingga menyebabkan guru belum memahami cara penyusunan RPPHsecara lengkap.Sabjek Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah guru taman kanak-kanak di gugusIV Lubuk Batingkok kecamatan Harau pada tahun 2016 yang berjumlah 8 orang.Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan teknik analisis data yangdigunakan adalah persentase dengan tabel serta penelitian ini dilakukan dua siklus.Hasil penelitian terjadi peningkatan kemampuan profesional guru taman kanakkanakdalam menyusun RPPH melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan digugusIV Lubuk Batingkok kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional gurutaman kanak-kanak dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Padasiklus satu dari 8 orang guru terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusunrencana pelaksanaan pembelajaran harian sebesar 37,5% dan pada siklus dua sebesar87,5% itu berarti terjadi peningkatan kemampuan guru dari siklus satu ke siklus duasebanyak 50%. Ini membuktikan bahwa pengembangan profesi berkelanjutan dapatmeningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPPH. Pembinaan dilanjutkan padakemampuan guru yang lainnya sehingga guru semakin kompeten dalam menyusunadministrasinya.