Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL LITERASI SAINS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEVELS OF INQUIRY Ni Putu Anggi Putri Mijaya; Anak Agung Istri Agung Rai Sudiatmika; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 2 No. 2 (2019): JPPSI, Oktober 2019
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v2i2.19385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan literasi sains siswa SMP setelah diterapkan model pembelajaran Levels of Inquiry. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif-deskriptif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh sejumlah 31 siswa kelas VIII B3. Data penelitian adalah data peningkatan literasi sains siswa yang dikumpulkan dengan pemberian instrumen tes literasi sains sejumlah 20 butir soal tes pilihan ganda diperluas. Data peningkatan literasi sains dan peningkatan setiap aspek kompetensi literasi sains dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan berdasarkan kualifikasi N-gain score ternormalisasi. Adapun data pengetahuan awal (pretest) dan literasi sains (posttest) dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan berdasarkan kualifikasi penilaian acuan patokan (PAP). Kesimpulan hasil penelitian yaitu (1) peningkatan literasi sains memperoleh kualifikasi sedang (<g>=0,33), (2) ditinjau dari peningkatan setiap aspek kompetensi literasi sains yaitu aspek menjelaskan fenomena ilmiah memperoleh kualifikasi rendah (<g>=0,23), aspek mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah memperoleh kualifikasi rendah (<g>=0,17) dan aspek menginterpretasikan data dan bukti secara ilmiah memperoleh kualifikasi sedang (<g>= 0,39).
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP PADA PEMBELAJARAN IPA I Luh Via Vanellia Dharma; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 1 No. 1 (2018): JPPSI, April 2018
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v1i1.21916

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model problem based learning (PBL) dan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 304 orang yang tersebar ke dalam 11 kelas. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas VIIB 3 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model PBL dan siswa kelas VIIB 4 sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan model kooperatif tipe STAD. Objek penelitian adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh dengan metode tes dan dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis ANAKOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model PBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut sebesar 73,73 dan 68,93.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SMP Ni Kadek Dewi Septiari; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 1 No. 1 (2018): JPPSI, April 2018
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v1i1.21917

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan rancangan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 106 orang yang tersebar ke dalam empat kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII B yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Siswa kelas VIII A dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sedangkan kelas VIII B dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data tes pemahaman konsep dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan uji ANCOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung dengan skor rata-rata posttest secara berturut-turut sebesar 76,4 dan 58,3.
PENGARUH PETA KONSEP DALAM MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP Kadek Dian Mulya Dewi; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24617

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yangdibelajarkan menggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E dan siswayang dibelajarkan tanpa menggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design . Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Mengwi tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 395 siswa yang terseba r ke dalam 12 kelas. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas yaitu siswa kelas VIIID sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E dan siswa kelas VIIIE sebagai kelas k ontrol yang dibelajarkan tanpa menggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E . Data penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa yang dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar IPA berupa pilihan ganda sebanyak 25 butir. Data hasil belajar IPA siswa dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan perolehan gain score ternormalisasi hasil belajar IPA siswa, sedangkan statistik inferensial digunakan untuk menguj i hipotesis penelitian menggunakan uji t independent sample t test ) dengan taraf signifikan 0,05. Kesimpulan hasil penelitian yaitu, terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan petakonsep dalam model Learning Cycle 5E dan sis wa yang dibelajarkan tanpamenggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E . Perolehan gain scoreternormalisasi pada siswa yang dibelajarkan menggunakan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E sebesar 0,65 dan siswa yang dibelajarkan tanpa mengguna kan peta konsep dalam model Learning Cycle 5E sebesar 0,54
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG I Gusti Ayu Agung Mas Purohita; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 1 (2020): JPPSI, April 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24618

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan perangkat pembelajaran discovery learning pada pokok bahasan getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap validasi ahli dan praktisi serta uji keterbacaan. Data hasil penelitian ini meliputi karakteristik perangkat pembelajaran, data hasil validitas perangkat pembelajaran dan tingkat keterbacaan. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Karakteristik perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut. (1) Pembelajaran dimulai dengan memberikan stimulasi atau memberikan rangsangan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui pengamatan pada fenomena yang disajikan dan siswa diminta untuk menguraikan fenomena tersebut, (2) merumuskan masalah terkait informasi awal atau fenomena yang telah disajikan, (3) mengumpulkan informasi untuk menjawab rumusan masalah, (4) melakukan kegiatan mengolah data atau analisis data, (5) menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil yang didapatkan. Perangkat pembelajaran yang kembangkan ditinjau dari aspek kevalidan termasuk kategori sangat valid dapat dilihat dari nilai rata-rata angket validasi ahli dan validasi praktisi pada setiap komponen perangkat yang dikembangkan yaitu pada silabus dan RPP didapatkan rata-rata dengan skor 3,93 sedangkan untuk LKS mendapat skor rata-rata 3,95 dan instrumen penilaian mendapatkan skor rata-rata 3,96. Tingkat keterbacaan perangkat pembelajaran discovery learning tergolong dalam kategori sangat baik, dapat dilihat dari nilai rata-rata keterbacaan yaitu, 75% siswa menyatakan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan sangat baik dan 25% baik sedangkan pada instrumen penilaian siswa menyatakan 72% sangat baik dan 28% baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran discovery learning yang telah dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan.
PENGELOLAAN LABORATORIUM ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SMP NEGERI 2 SINGARAJA Nahdiya turrahmah; Ni Made Pujani; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 3 No. 2 (2020): JPPSI, Oktober 2020
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i2.29592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pengelolaan laboratorium IPA yang meliputi (1) perencanaan (2) pengorganisasian (3) pelaksanaan (4) pengawasan dan evaluasi di SMPN 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus karena pengelolaan laboratorium IPA merupakan satu kesatuan sistem. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, dokumentasi, angket dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, wakasek bidang sarana dan prasarana, ketua laboratorium, laboran dan guru IPA. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan pnyusunan program kerja laboratorium IPA belum dilaksanakan dengan baik; (2) pengorganisasian yang dilakukan masih belum diperbaharui; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih sangat jarang dilakukan; (4) pengawasan dan evaluasi dilakukan secara intern; (5) faktor-faktor yang berkontribusi dalam pengelolaan laboratorium IPA SMPN 2 Singaraja yaitu laboran, siswa, waktu, serta keterbatasan alat dan bahan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD IPA SMP MATERI TATA SURYA Anil Yusuf; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 1 (2021): JPPSI, April 2021
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i1.33181

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik, menganalisis validitas dan keterbacaan media pembelajaran flashcard IPA SMP materi tata surya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengembangan yang dilakukan dibatasi sampai tahap Development. Pengujian validitas media pembelajaran flashcard IPA SMP materi tata surya diuji oleh dua orang ahli isi, dua orang ahli media, dan dua orang praktisi dengan menggunakan instrumen lembar validasi ahli. Pengujian keterbacaan media pembelajaran flashcard IPA SMP materi tata surya diuji secara terbatas dengan melibatkan enam belas peserta didik kelas VIII di MTs Negeri 1 Buleleng dengan menggunakan instrumen angket. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi diperoleh kategori sangat valid dengan skor 4,4, validitas media diperoleh kategori sangat valid dengan skor 4,4, dan validitas praktisi diperoleh kategori sangat valid dengan skor 4,7, serta keterbacaan produk diperoleh kategori sangat terbaca dengan skor 4,7. Berdasarkan hasil uji validitas dan keterbacaan media pembelajaran flashcard IPA SMP materi tata surya maka media pembelajaran ini layak diuji coba lebih lanjut di lapangan.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI 4 SINGARAJA Marisa Amaliyah; I Nyoman Suardana; Kompyang Selamet
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 1 (2021): JPPSI, April 2021
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i1.33868

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kesulitan belajar serta faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar IPA siswa pada materi tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah penelitian mix methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Subjek pada penelitian ini adalah 275 siswa dari seluruh kelas IX SMP Negeri 4 Singaraja, 2 guru IPA, 1 waka sarana prasarana dan 1 laboran IPA. Objek penelitian ini adalah kesulitan belajar dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Data yang diperoleh berupa profil kesulitan belajar serta faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, kuesioner dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif untuk menganalisis kesulitan belajar siswa, sedangkan analisis data faktor penyebab kesulitan belajar dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat kesulitan belajar siswa berkisar antara tinggi sampai dengan rendah. Tingkat kesulitan belajar tinggi sebesar 68,00%, sedang sebesar 26,55% dan rendah 5,45%; (2) faktor internal yang menyebabkan kesulitan belajar siswa terdiri atas lima aspek antara lain aspek kondisi fisik, intelegensi, minat, bakat dan motivasi. Aspek kondisi fisik dan minat menjadi aspek yang memiliki pengaruh lebih besar dari pada aspek-aspek yang lain pada faktor internal; (3) faktor eksternal yang menyebabkan kesulitan belajar siswa terdiri atas tiga aspek yaitu aspek lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial. Pada faktor eksternal aspek lingkungan sosial menjadi aspek yang memiliki pengaruh paling tinggi.
Studi Pelaksanaan Pembelajaran Daring di SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2020/2021 M Nur Rizal Kurnia; Kompyang Selamet; Putu Prima Juniartina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 4 No. 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.39979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran daring dan kesesuaian pelaksananaan pembelajaran daring di SMP Negeri 1 Singaraja dengan Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Daring yang diterbitkan pemerintah melalui SE Sesjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomonologi. Data yang dikumpulkan berupa data deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah guru IPA yang berjumlah 5 (lima) orang dan peserta didik kelas 7-9 yang masing-masing jenjang terdiri dari 2 (dua) orang peserta didik SMP Negeri 1 Singarja semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, kuisioner/angket, dan dokumentasi. Tenik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Hubermen (1992) yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMP Negeri 1 Singaraja berjalan dengan baik dan sesuai dengan pedoman pelaksanaan pembelajaran daring dari pemerintah. Sekolah, guru dan peserta didik telah memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanaan pembelajan daring. Guru dan peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran daring dengan baik dan nyaman. Guru tetap membuat perencanaan pembelajaran secara daring, menyampaikan materi dengan baik secara daring, dan melakukan penilaian/evaluasi pembelajaran secara daring, sedangkan peserta didik tetap dapat memahami materi pembelajaran, menjawab soal-soal dan menyimpulkan pembelajaran secara daring dengan baik. Kesesusaian dilihat dari hasil angket dengan persentase kesesuaian sebesar 73.40% untuk guru dan 72.41% untuk peserta didik dengan kategori kesesuaian pelaksanaan pembelajaran adalah BAIK.
Analisis Pengelolaan E-Learning pada Pembelajaran IPA Di MTsN Karangasem Tahun Ajaran 2020/2021 Iqlima Wulandari; Kompyang Selamet; I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 1 (2022): JPPSI, April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i1.45677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan e-learning, hasil belajar siswa setelah diterapkannya e-learning serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengelolaan e-learning pada pembelajaran IPA di MTsN Karangasem tahun ajaran 2020/2021. Pendekatan penelitian ini adalah mix methods. Strategi penelitian adalah sequential explanatory. Sumber data dalam penelitian ini adalah 2 guru  IPA kelas VIII dan 166 siswa kelas VIII. Objek dalam penelitian ini adalah pengelolaan e-learning, hasil belajar, serta faktor pendukung dan penghambat pengelolaan e-learning pada pembelajaran IPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, kuesioner dan wawancara. Metode analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan e-learning pada pembelajaran IPA diperoleh sesuai dengan standar pengelolaan pembelajaran yang terdiri dari tiga aspek yaitu; perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran, (2) Hasil yang diperoleh dari hasil belajar siswa setelah diterapkannya e-learning pada pembelajaran IPA untuk materi cahaya dan alat optik menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas 81,3 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal 86,7% dengan kriteria tuntas. Berdasarkan nilai rata-rata kelas dan ketuntatasan klasikal tersebut maka, dapat disimpulkan hasil belajar setelah diterapkannya e-learning    pada pembelajaran IPA dikategorikan sangat baik. (3) Hasil yang diperoleh dari faktor pendukung dan penghambat pengelolaan e-learning    pada pembelajaran IPA yaitu: (a) faktor pendukung terdiri dari sarana dan prasarana, pengetahuan guru dan siswa terhadap IT, media pembelajaran; (b) faktor penghambat terdiri dari biaya, kesulitan materi, sinyal internet, terjadinya miskonsepsi dan miskomunikasi, kurangnya motivasi dan minat belajar siswa.