Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Elemen

PENGARUH PANJANG PIPA KATALIS PADA HCS (HYDROCARBON CRACKING SYSTEM) TERHADAP PERFORMA MOTOR BAKAR 4-LANGKAH Danang Yudistiro; Nasrul Ilminnafik; Masruri Wardhana
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.559 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.51

Abstract

HCS (Hydrocarbon Cracking System) merupakan suatu inovasi untuk meningkatkan torsi dan daya bakar. dengan pipa katalis tembaga yang digunakan sebagai alat untuk mempercepat proses cracking bahan bakar yang masuk pada ruang bakar. Penelitian ini bertujuan u ntuk memperoleh data perbandingan unjuk kerja motor bakar 4 langkah dengan variasi panjang pipa katalis dengan kondisi standarts sebagai pembanding.dalam penelitian dilakukan dengan pengujian yaitu torsi. Dari hasil penelitian yang dilakukan Daya maksimal motor terjadi pada kondisi tanpa katalis dengan nilai 11.9 Hp pada putaran mesin 9552 rpm, sedangkan dengan penambahan daya mengalami penurunan karena bahan bakar yang masuk pada ruang bahan tidak sepenuhnya berbentuk cair sehingga penurunan efisiensi vo lumetrik juga disebabkan karena volume bahan bakar yang dibutuhkan lebih besar dalam campuran asupan. Nilai torsi mengalami peningkatan dengan penggunaan pipa katalis, torsi teringgi terjadi pada kondisi pipa katalis dengan panjang 200 mm dengan torsi sebesar 9,32 Nm pada RPM 3040. Untuk katalis dengan panjang 150 mm dan 100 mm nilai torsi yang didapat adalah 9,23 Nm dan 9,16 Nm, sedangakan pada kondisi standart torsi hanya 9,13 Nm. Proses cracking akan terjadi pemecahan molekul - molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul - molekul senyawa yang lebih kecil, sehingga adanya proses craking tersebut membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih ideal dan mudah terbakar pada ruang bakar. Dengan komposisi bahan bakar yang ideal akan meningkatkan pembakaran dan nilai torsi maksimum
PENGARUH PARAMETER BARREL TEMPERATURE, BLOWING TIME DAN BLOWING PRESSURE TERHADAP VOLUME PRODUK BOTOL Muhammad Bagus Amirullah; Danang Yudistiro
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.722 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i2.108

Abstract

Plastik mulai banyak diminati di kalangan masyarakat. Penyebabnya adalah faktor kebutuhan akan penggunaan plastik, serta adanya kemajuan teknologi manufaktur dari material itu sendiri. Dalam hal ini industri plastik harus terus meningkatkan produksinya baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Untuk menghasilkan produk plastik yang berkualitas ada beberapa mesin yang digunakan. Pada penelitian ini mesin yang digunakan adalah mesin blow molding BM 01, yang bertujuan untuk menghasilkan produk botol 215 ml. Selain itu untuk menghasilkan produk botol 215 ml, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana setting parameter barrel temperature, blowing time dan blowing pressure untuk menghasilkan volume yang optimum yaitu sesuai target. Tahap pengolahan data menggunakan metode respon permukaan, dengan tujuan mempermudah mendapatkan nilai optimal dari masing-masing parameter yang diduga berpengaruh dalam hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang sangat berpengaruh terhadap volume botol adalah barrel temperature dengan koefisien regresi penduga bernilai positif sebesar 5,000, Sedangkan pengaruh terkecil adalah pada blowing time dengan koefisien regresi penduga sebesar 0,167. Untuk mencapai volume sesuai target yaitu 215 ml, dibutuhkan parameter blowing pressure sebesar 6,0 bar, blowing time sebesar 6,0 s dan barrel temperature sebesar 206oC.