Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengaruh Biomassa Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) pada Proses Co-firing di PLTU ADE ARTA, MOCHAMAD ZAINUDIN; WIDAYAT, WIDAYAT; MUCHAMMAD, MUCHAMMAD
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 4: Published October 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i4.995

Abstract

ABSTRAKUntuk mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Pemerintah Indonesia mengajukan kebijakan untuk mengaplikasikan teknologi berbasis Energi Terbarukan (EBT) di PT PLN (Persero) dengan menerapkan co-firing di PLTU batubara. Untuk mengevaluasi karakteristik co-firing biomassa BBJP dilakukan pengujian dengan metode direct co-firing dan uji laboratorium untuk mendapatkan komposisi biomassa BBJP melalui Analisis Proksimat dan Analisis Ultimate. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Gross Caloric Value (as received) dan Hardgrove Grindability Index (as received) biomassa BBJP 2646 Kcal/kg dan 20. Hasil uji arus pulverizer, pulverizer outlet temperature, AFR pulverizer mengalami peningkatan seiring kenaikan persentase biomassa BBJP dan sebaliknya untuk coal flow mengalami penurunan. Hasil uji Specific Fuel Consumption (SFC) co-firing biomassa BBJP 5% sebesar 0,58 dan NPHR 2.687 kcal/kWh.Kata kunci: co-firing, SFC, biomassa, pulverizer, Hardgrove Grindability Index ABSTRACTTo reduce greenhouse gas (GHG) emissions, the Government of Indonesia has proposed a policy to apply Renewable Energy-based technology (EBT) at PT PLN (Persero) by implementing co-firing in coal-fired power plants. To evaluate the co-firing characteristics of BBJP biomass, tests were conducted using the direct co-firing method and laboratory tests to obtain the composition of BBJP biomass through Proximate Analysis and Ultimate Analysis. The test results showed that the Gross Caloric Value (as received) and Hardgrove Grindability Index (as received) of BBJP biomass were 2,646 Kcal/kg and 20. The test results of pulverizer flow, pulverizer outlet temperature, AFR pulverizer increased as the percentage of BBJP biomass increased and vice versa for coal flow decreased. Specific Fuel Consumption (SFC) test results of co-firing 5% BBJP biomass amounted to 0.58 and NPHR of 2,687 kcal/kWh.Keywords: co-firing, SFC, biomass, pulverizer, Hardgrove Grindability Index
STUDI EKSPERIMEN KEAUSAN PIN BESI COR BERPELUMAS SAE 90 DENGAN VARIASI PEMBEBANAN MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC Syafa’at, Imam; Muchammad, Muchammad; Triyanto, Ifin; Darmanto, Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i2.3739

Abstract

Ilmu studi mekanika antara elemen mesin sangat diperlukan untuk sistem gerak mesin. Fenomena kegagalan dalam mekanisme perkontakan komponen salah satunya ditandai dengan berkurangnya umur pemakaian yang disebabkan oleh keausan. Penelitian keausan ini dilakukan untuk mengetahui volume dan tinggi keausan antara dua benda yang saling kontak pada jarak sliding tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian Pin-on-Disc, dimana pin dari material besi cor FCD 50 dan FCD 60 digesekkan dengan piringan dari AISI 52100. Kondisi gesekan ini berpelumas SAE 90 dengan menerapkan variasi pembebanan pada pin sebesar 10 N dan 20 N. Lebar keausan pada pin diukur dengan bantuan mikroskop metalografi kemudian hasil ini dimasukkan dalam sebuah persamaan untuk menghitung volume dan tinggi keausan. Keausan yang terjadi pada piringan diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume keausan dengan beban 10 N pada FCD 50 sebesar 1,1135E-05 mm3 pada jarak 300 m. Pada jarak sebelumnya tidak nampak adanya keausan pada foto mikro karena pengaruh pelumasan. Semakin lebar keausan yang terjadi pada hasil foto mikro, maka volume keausan dan tinggi keausan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jarak sliding. Kata kunci: Keausan, Pelumasan, Pin-on-Disc, FCD.
PENGARUH PENGGUNAAN PELUMAS SAE 40 TERHADAP KEAUSAN PIN BESI COR FCD PADA PENGUJIAN TRIBOTESTER PIN ON DISC DENGAN VARIASI BEBAN Syafa’at, Imam; Muchammad, Muchammad; Zidni, Muhammad Irfan; Darmanto, Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i1.4409

Abstract

Keausan pada sebuah part dapat dicegah dengan menggunakan pelumas yang tepat, sehingga usia pakai part akan lebih lama. Pelumas SAE 40 biasa digunakan untuk pelumasan engine. Pelumas ini tergolong berviskositas sedang sehingga cocok untuk putaran engine mesin otomotif. Salah satu metode untuk melakukan pengujian terhadap keausan adalah metode pin on disc. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelumas SAE 40 terhadap keausan besi cor FCD yang bergesekan dengan material bearing dengan pengujian Tribotester Pin-on-Disc. Penelitian ini dilakukan pada material besi cor grafit bulat FCD 50 dan FCD 60 dengan pelumas SAE 40 pada beban 10 N dan 20 N. Pin terbuat dari besi cor digesekkan pada piringan material AISI 52100 yang berputar dalam periode waktu tertentu. Keausan yang terjadi pada pin kemudian diukur lebar keausannya. Dari lebar ini dapat dicari tinggi aus dan volume aus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume keausan terkecil terjadi pada material pin FCD 60 dengan beban 10 N dan nilai volume keausan terbesar terjadi pada material pin FCD 50 dengan beban 20 N. Dengan membandingkan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai viskositas pelumas maka nilai koefisien keausan material akan semakin kecil. Kata kunci: Besi Cor FCD, Keausan, Pelumas, Pin on Disc.
Korelasi Konsentrasi Etanol 5% Pada Bahan Bakar Gasolin Terhadap Performa, dan Emisi Gas Buang Mesin Bensin 150cc Syarifudin, Syarifudin; Yohana, Eflita; Muchammad, Muchammad; Suhartana, Suhartana; Fatkhurrozak, Faqih; Lukman Sanjaya, Firman; Qurohman, M. Taufik
Infotekmesin Vol 14 No 1 (2023): Infotekmesin: Januari, 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v14i1.1737

Abstract

Ethanol has higher octane and oxygen properties than fossil-fuel gasoline. Along with the increase in gasoline dependency and exhaust emissions, the use of ethanol as a fuel is urgently studied. This study aimed to observe the concentration of 5% ethanol in gasoline on the performance and exhaust emissions of a 150cc gasoline engine that was operated at 1000, 2000, and 3000rpm. The observation results show that the concentration of 5% ethanol in gasoline correlates with an increase in performance with indications of an increase in EGT, Brake power, BTE, and a decrease in SFC. On the emission side, it is also correlated with an increase in the quality of exhaust emissions with indications of increased CO2 emissions and reduced CO and HC emissions. The best correlation of 5% ethanol concentration was obtained at an operating speed of 2000rpm with an increase in EGT of 10.70%, an increase in Brake power of 9.49%, an increase in BTE of 38.62%, an increase in CO2 emissions of 23.06%, a decrease in SFC of 26 .49%, CO emission reduction of 16.67%, and HC emission reduction of 4.24%.
Optimization of Off-Grid Solar Lighting Systems Using OEMOF Integrated with IoT Field Data — Case Study: Bukit Kunci, Indonesia Eva Hertnacahyani Herraprastanti; Berkah Fajar Tamtomo Kiono; Ismoyo Haryanto; Muchammad Muchammad; Muhammad Safar Korai
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): November - January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i1.2672

Abstract

The growing need for efficient night lighting in natural tourist destinations highlights the importance of reliable and sustainable energy solutions. This study analyzes the optimization of solar-based lighting at Bukit Kunci, Indonesia, using the Open Energy Modelling Framework (OEMOF) combined with real-time monitoring via the IoT ThingSpeak platform. Photovoltaic (PV) panel data recorded at 15-second intervals during February–July 2025, yielding 532,520 records, were cleaned and aggregated as input to model the interaction of PV, batteries, LED lights, inverters, and backup generators, to minimize lifecycle cost and energy loss. Results indicate that the current PV capacity (0.4 kWp) supplies less than 50% of lighting demand, with a high levelized cost of energy (≈9.2 USD/kWh) and low reliability (self-sufficiency 3–22%). Optimization through capacity expansion (≈224 modules, ≈1.25 kWh storage) eliminated load loss probability and reduced LCOE to ≈0.05 USD/kWh. This approach demonstrates OEMOF’s potential to enhance system efficiency, ensure reliable night lighting, and support eco-tourism while offering replicability for rural destinations.