Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Green Campus and Ecological Citizenship: The Mediating Role of Energy Citizenship Nugroho Dwi Saputra; Edi Suhartono
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v4i4.3100

Abstract

This study aims to analyze the influence of the implementation of UM Green Campus program on students’ ecological citizenship awareness at Universitas Negeri Malang, with energy citizenship as a mediating variable. The research uses a quantitative approach with a descriptive-explanatory design. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed to 415 respondents selected through proportional random sampling. Data analysis employed a path analysis model using SEM-PLS method. The results show that the direct effect of Green Campus implementation on ecological citizenship awareness is not statistically significant, with a T-statistic value of 1.308 and a P-value of 0.191 (> 0.05). However, the effect of energy citizenship on ecological citizenship is significant, as indicated by a T-statistic of 17.224 and a P-value of 0.000. Furthermore, the indirect influence of Green Campus implementation on ecological citizenship through energy citizenship is also significant (T-statistic of 15.347; P-value of 0.000). These findings suggest that the success of Green Campus implementation in increasing ecological citizenship depends on how well energy citizenship values are internalized. This research highlights the importance of participatory and educational efforts in promoting energy citizenship to encourage students’ active involvement in sustainable environmental transformation.
Development of a pocketbook for the prevention of bullying in school Sarah Kartini Izach; Nur Wahyu Rochmadi; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71504

Abstract

The phenomenon of bullying in schools is often overlooked despite its significant negative impacts on victims, such as low self-esteem and risk of depression. This study aims to develop a pocketbook as a bullying prevention medium at SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Using the ADDIE model, the study involves five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The school's need for bullying prevention materials was identified in the analysis stage. The pocketbook design was developed using Canva, encompassing relevant and engaging content. The pocketbook was then implemented through socialization in the school. Evaluation was conducted through expert validation and feedback from teachers and students. Validation results indicated that the pocketbook is highly rated and suitable for use. Feedback from teachers and students showed very high scores, indicating that the pocketbook effectively enhances understanding of the importance of preventing bullying behavior. The pocketbook uses colored images and structured content to enhance student engagement and comprehension. With this pocketbook, a safe and comfortable learning environment is hoped to be created, fostering a culture of mutual respect in schools. The pocketbook can serve as a tool in socialization and strengthening material on bullying prevention in schools.   Abstrak Perundungan adalah fenomena yang marak terjadi di lingkungan sekolah dan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi korban, seperti ketidakpercayaan diri, rendahnya harga diri, dan bahkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku saku yang efektif untuk mencegah perilaku perundungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, kebutuhan sekolah akan materi pencegahan perundungan diidentifikasi. Pada tahap desain, materi buku saku dirancang dengan mempertimbangkan aspek visual dan konten yang relevan. Tahap pengembangan melibatkan pembuatan buku saku menggunakan aplikasi Canva, sementara tahap implementasi dilakukan melalui sosialisasi kepada guru dan siswa. Tahap evaluasi melibatkan validasi oleh ahli dan pengumpulan tanggapan dari guru serta siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku saku ini dinilai sangat baik dan layak digunakan. Tanggapan guru dan siswa juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi, menandakan bahwa buku saku ini efektif dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya mencegah perilaku perundungan. Penggunaan gambar berwarna dan konten yang terstruktur dalam buku saku membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Dengan adanya buku saku ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta mendorong budaya saling menghargai di sekolah. Buku saku ini dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam sosialisasi dan penguatan materi tentang pencegahan perundungan di sekolah. Kata Kunci: perundungan; pencegehan perundungan; buku saku
Applying problem-based learning in Civic education podcasts boosts critical thinking and student outcomes at Community Learning Center (CLC) Al’fi Nasikin; Sri Untari; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80979

Abstract

This classroom action research aimed to enhance Civics learning outcomes for CLC Pasir Putih class IX students of SMP Keningau Bingkor in Sabah, Malaysia, using the Problem-Based Learning (PBL) method supported by podcast media. During the 2023/2024 academic year, the study involved 21 students and addressed unsatisfactory learning conditions while improving instructional quality. In Cycle I, only 12 students met the minimum completion criteria (KKM) of 75, with nine falling short. By Cycle II, significant improvement was observed: 19 students achieved the KKM, and the class average rose to 80. This exceeded the school's classical target completion. The podcast-based PBL model fostered interactive and engaging lessons, countering the monotony of conventional methods. Students reported increased motivation as podcasts made materials more accessible and flexible for repeated learning. The innovative approach allowed them to learn anytime, anywhere, enhancing comprehension. Overall, students expressed enthusiasm for continuing this method, citing its effectiveness and enjoyment. Their positive responses underscored how combining PBL with podcast media improved academic performance and created a dynamic, student-centered learning environment.   Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik Kelas IX CLC Pasir Putih SMP Keningau Bingkor di Sabah, Malaysia, menggunakan metode Problem-Based Learning (PBL) berbasis podcast. Penelitian dilaksanakan pada tahun akademik 2023/2024 dengan melibatkan 21 peserta didik, dengan tujuan memperbaiki kondisi pembelajaran yang kurang memuaskan dan meningkatkan kualitas pengajaran. Pada Siklus I, hanya 12 peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, sementara 9 peserta didik belum mencapainya. Pada Siklus II, terjadi peningkatan signifikan: 19 peserta didik berhasil mencapai KKM, dengan rata-rata nilai kelas mencapai 80, melebihi target klasikal sekolah. Model PBL berbasis podcast menciptakan pembelajaran interaktif dan menarik, menghilangkan kebosanan metode konvensional. Peserta didik melaporkan motivasi belajar meningkat karena materi disajikan secara menarik dan fleksibel. Podcast memungkinkan peserta didik belajar kapan saja dan di mana saja, sehingga mereka dapat mengulang materi sesuai kebutuhan. Secara keseluruhan, peserta didik antusias melanjutkan metode ini karena dinilai efektif dan menyenangkan. Tanggapan positif peserta didik menunjukkan bahwa kombinasi PBL dan podcast tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berpusat pada peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; podcast; problem-based learning