Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani wortel pada pola tanam monokultur dan tumpangsari di Desa Sumber, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel secara stratified sampling. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 60 petani wortel yang terdiri dari 41 petani monokultur dan 19 petani tumpangsari. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, uji Independent Sample T-Test dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani dengan pola tanam tumpangsari sebesar Rp 39.452.361/ha, lebih tinggi dibandingkan pola tanam monokultur sebesar Rp 18.167.467/ha per musim tanam. Hasil uji T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua sistem tanam. Analisis jalur menunjukkan bahwa pada sistem monokultur, variabel produksi luas lahan, biya benih wortel, biya herbisida produksi wortel memiliki koefisien jalur positif terhadap pendapatan. Sebaliknya, biaya tenaga kerja, biaya pupuk dan harga wortel memberikan koefisien jalur negatif. Sementara itu, pada sistem tumpangsari, luas lahan, biaya benih wortel, biaya insektisida, produksi wortel, produksi daun bawang prei koefisien positif terhadap pendapatan sebaliknya biaya benih daun bawang prei, tenaga kerja, biaya pupuk, biaya herbisida, harga wortel dan harga daun bawang prei koefisien jalur negative terhadap pendapatan.