Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMBUBUTAN KERING BAJA KARBON EMS 45 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA BERLAPIS TiAIN Fauzan Ahmad Hadi Nasution; Abdul Haris Nasution; Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukan merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menilai kualitas hasil permesinan.Kekasaran benda kerja termesin merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam pemesinan logam, karna hal ini beraitan dengan gesekan, keausan, sistem pelumasan dan lainnya setiap benda kerja. Pada penulisan ini akan dilakukan pengukuran kekasaran permukaan akibat kecepatan potong yang berbeda-beda, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan hasil pemesinan baja EMS 45 menggunakan pahat karbida berlapis TiAIN. Dari hasil pengukuran diperoleh hasil kekasaran permukaan terhalus = 1.892 µm pada Cs = 50 m/menit dan permukaan terkasar = 2.428 µm pada Cs 10 m/menit.
PENGARUH KUAT ARUS PADA KEKUATAN TARIK ALUMINIUM 6061 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS (TIG) Muhammad Bashoruddin; Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

      Arus las juga akan berdampak pada masukan panas yang terjadi, kekuatan tarik bisa didapatkan secara maksimal jika masukan panas tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah. Masukan panas yang cukup akan membuat weld metal dan base metal berdifusi dengan baik dan diharapkan tidak menyebabkan cacat pada hasil las-lasan. Rentang arus las yang tepat ditentukan berdasarkan ketebalan logam induk, diameter elektroda las, macam-macam sambungan dan posisi pengelasan. Oleh karena itu, pengaturan kuat arus sangat penting sebelum memulai proses pengelasan. Arus yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kawat inti elektroda las mengalami kelebihan panas selama proses pengelasan menyebabkan takikan dan tampilan rigi-rigi las yang buruk. Sebaliknya arus las yang terlalu rendah cenderung menyebabkan penumpukan memungkinkan terjadinya cacat-cacat las seperti kurang penembusan dan pemasukan terak sehingga mengakibatkan menurunya sifat fisis dan mekanis pada hasil lasan.Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kuat arus pada pengelasan TIG terhadap kualitas kekuatan tarik alumunium 6061. Pada hasil penelitian ini didapat Nilai tegangan tarik (s) rata-rata pada arus 130 amper adalah 148,57 N/mm2 160 amper adalah 169,85 N/mm2 dan 190 amper. Nilai regangan (e) rata-rata pada arus pengelasan 130 amper adalah 11.39%, 160 amper adalah 12,42 % dan 190 amper adalah 13,31%. Nilai modulus elastisitas (E) rata-rata arus pengelasan 130 amper adalah 13.95 N/mm2, 160 amper adalah 14,92 N/mm2 dan 190 amper adalah 13,16 N/mm2. Hasil pengujian kekuatan tarik menunjukan bahwa nilai tegangan tarik dan regangan sambungan las TIG pada aluminium 6061 dipengaruhi oleh arus las, semakin besar daerah leleh dan arus pengelasan maka semakin besar kekuatan tarik dan regangan tarik.
PENGARUH LAMA PEMESINAN TERHADAP MUTU PEMESINAN STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN PAHAT KERAMIK Abdul Haris Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 1 (2017): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat potong keramik telah dikembangkan sebagai alternatif teknologi untuk karbida sementit dalam rangka meningkatkan kecepatan potong dan produktivitas. Struktur keramik ditandai dengan ketahanan panas tinggi dan stabilitas kimia yang unggul. Salah satu perkembangan penting dalam dekade terakhir telah menjadikan pahat berbahan keramik semakin banyak digunakan dalam operasi mesin. Pahat berbahan keramik saat ini digunakan dalam pemotongan logam pada  alumina (Al2O3) atau silikon nitrida (Si3N4), SiAlON. Fokus  penelitian untuk menemukan karakteristik pahat  potong berbahan keramik pada pemesinan stainless steel. Benda kerja material stainless steel bar (austenitik 304) dan komposit keramik (Al2O3 TiC) adalah pahat yang digunakan untuk memotong.  Dua parameter digunakan percobaan ini, pertama kecepatan potong adalah konstan dan waktu mesin perubahan. Kedua tingkat pakan adalah perubahan. Eksperimental ini adalah untuk menemukan kinerja alat pemotong pada kekasaran permukaan dalam stainless steel mesin. Dari percobaan itu menemukan bahwa jika peningkatan waktu mesin akan memberikan peningkatan keausan pahat  dan memberikan efek kekasaran permukaan material benda kerja.
EFEK PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN TERMESIN DARI BAHAN BAJA KARBON PADA PROSES SEKRAP Suhardi Napid; Abdul Haris Nasution; Muksin R. Harahap
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengkaji pemakanan terhadap kekasaran permukan hasil pemesinan dari baja karbon. Pengujian dilakukan dengan variasi pemakanan (feeding) 0,18 mm/s, 0,38 mm/s dan 0,58 mm/s dengan kecepatan potong dan kedalaman potong konstan yang mana memiliki 18 spesimen terdiri dari 9 spesimen untuk karbon rendah dan kemudian 9 spesimen karbon tinggi. Data yang dihasilkan dari eksperimen dianalisa dengan menggunakan statistik. Hasil pemesinan dari eksperimen menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan rata-rata diperoleh pada kondisi pemotongan optimum pada baja karbon rendah adalah 5,45 mm, 5,93 mm, 6,93 mm dan kemudian dengan kondisi pemotongan optimum pada baja karbon tinggi 6.20 mm, 7,30 mm, 7,50 mm. Oleh karena itu, Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi pemotongan yang optimum untuk baja karbon rendah memberikan kualitas permukaan hasil pemesinan lebih baik dibandingkan dengan  kondisi pemotongan optimum untuk baja karbon tinggi dan  juga dibuktikan secara statistik.
PENGARUH CUTTING SPEED TERHADAP KEAUSAN MATA PAHAT KARBIDA CVD BERLAPIS PADA PEMBUBUTAN BAJA AISI 1045 Ikhsan Ikhtiardi; Muksin R. Harahap; Abdul Haris Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan pahat merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan proses pemesinan. Keausan terjadi akibat adanya gesekan antara pahat dan benda kerja maupun antara pahat dengan geram. Keausan mata pahat  adalah hal yang harus diperhatikan dalam proses. Pada pembubutaan ini benda kerja yang digunakan adalah Baja AISI 1045 dengan pahat bubut karbida CVD berlapis dengan panjang pemotongan 145 mm pada setiap pemotongan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan 5 kecepatan potong yng berbeda yaitu 100 m/min, 125 m/min, 150 m/min, 175 m/min, dan 200 m/min, kedalaman potong tetap 1 mm dengan feeding 0,2 mm/rev. dan pengukuran keausan mata pahat menggunakan mikroskop dino lite. Hasil analisa data menyatakan bahwa semakin lambat kecepatan potong maka semakin tinggi tingkat keausan mata pahat, sebaliknya jika semakin cepat potong maka semakin rendah tingkat keausan mata pahat.
BANTUAN MESIN PEMBUATAN TERASI UNTUK PENGUSAHA UMKM DI DESA PULAU KAMPAI KECAMATAN PANGKALAN SUSU KABUPATEN LANGKAT Luthfi Parinduri; Abdul Haris Nasution; Muksin R. Harahap; Bonar Harahap; Ahmad Bakhori; Mahrani Arfah; Satria Yudha Prayogi
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v2i1.6011

Abstract

Economic growth in Indonesia is influenced by various factors, one of which is the involvement of UMKM. In accordance with the 1945 Constitution article 33 paragraph 4, UMKM are part of the national economy with an independent perspective and have great potential to improve people's welfare. The parties responsible for developing and fostering UMKM are the Government, Business Entities and the community, including Universities. Empowerment of UMKM through the provision of mentoring facilities and strengthening assistance aims to grow and improve the capabilities and competitiveness of these UMKM. One of the Terasi entrepreneurs in Pulau Kampai Village who has been producing terasi for more than 10 years, has marketed his products to various regions in North Sumatra and Aceh as well as other areas. The large demand for terasi  produced makes it unable to supply. This is because the existing machines are used today are small capacity. Therefore, the UISU Faculty of Engineering has provided assistance in the form of terasi processing machine with a larger capacity. It is hoped that with the use of this assistance machine, its production capacity will increase while at the same time being able to meet the ever-increasing demand.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TERNAK DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENCACAH RUMPUT ALTERNATIF UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING DI DESA KOLAM KEC. PERCUT SEI TUAN Suhardi Napid; Rahmad Setia Budi; Abdul Haris Nasution; Rachmat Rizaldi; Fikriansyah Fikriansyah
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v2i2.6749

Abstract

One of the potential livestock commodities to be developed is goats. A number of problems faced by goat breeders include seed quality, feed supply, disease prevention, market expansion to increase production. However, the main problem of discussion is the availability of animal feed. Currently goat breeders are still experiencing a problem in the supply of animal feed as a source of protein. Breeders must provide grass in sufficient quantities to be chopped as livestock feed. Most breeders still use the conventional grass chopping process. Farmers in the Pond Village area still use sickles to get grass which has to provide large amounts of grass as the number of goats also increases, therefore it takes more time and effort. The solution to solving the problems faced is to approach partners so that alternative grass chopping technology can be accepted and implemented. With the application of alternative grass chopping machines, smaller pieces of grass are obtained to be given as animal feed so that it is easier for livestock to digest the food. As the prime mover of this grass chopper is an electric motor and a gasoline engine. If the location is available a source of electric current can use an electric motor dynamo. If the conditions where the livestock is far from the reach of electricity can use a gasoline engine. Alternative grass chopper with consequences can increase livestock feed production capacity. Transferring the function of using a scythe as a grass chopping tool to chopping grass using a machine will ensure a quick time and an increase in production capacity which has been proven to work in the Kesuma cattle farming group. The grass chopper application is well supported/welcomed by the farmer group members, it is hoped that the farmer group residents will continue to use this chopper application.