Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Winni Trinita Maulandhiyani; Elih Mulyana; Dewi Nur Azizah
Edusentris Vol 5, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.551 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v5i2.298

Abstract

Model pembelajaran yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran adalah model konvensional dengan metode ceramah. Model pembelajaran ini menjadikan kegiatan pembelajaran bersifat satu arah dan kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran. Keberhasilan proses belajar didukung oleh kemampuan pengajar dalam membangkitkan minat peserta didik dengan melakukan berbagai strategi pembelajaran yang efektif. Salah satu model yang dapat menjadi referensi guru adalah model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi pasca panen pada standar kompetensi menentukan teknik penanganan pasca panen tanaman sayur-sayuran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe make a match. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI ATPH SMK PPN Tanjungsari sebanyak 61 orang siswa dan menggunakan desain nonequivalent control group. Peneliti membandingkan kemampuan kognitif siswa dengan pre-test dan post-test pada dua kelas dengan perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN PRODUK HASIL SAMPING KULIT MELINJO DI DESA KARANGTAWANG KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT Dewi Lestari Rahayu; Sri Handayani; Dewi Nur Azizah; Gilang Garnadi Suryadi
Lentera Karya Edukasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.318 KB)

Abstract

Pemanfaatan kulit melinjo untuk produk pangan dan proses produksinya telah dikenalkan pada pelaku usaha UMKM di Desa Karangtawang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada tahun 2020. Namun UMKM produk hasil samping kulit melinjo belum berkembang dan masih memerlukan penguatan kemampuan kewirausahaan. Tujuan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan pelaku UMKM pengolah melinjo desa Karangtawang melalui kegiatan pelatihan. Program pengabdian pada masyarakat dilaksanakan dalam empat tahap yakni penentuan materi pelatihan, penyiapan alat dan bahan pelatihan, pelaksanaan kegiatan pelatihan dan evaluasi kegiatan. Angket yang ditujukan pada peserta pelatihan digunakan sebagai alat untuk memperoleh hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan. Terdapat tiga materi pelatihan yang dipilih dari hasil penentuan materi pelatihan yakni penerapan keamanan pangan sebagai salah satu syarat dalam memperoleh legalitas usaha berupa sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT); model bisnis canvas untuk pengembangan usaha hasil samping kulit melinjo; dan pemasaran digital untuk UMKM. Pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 di aula Desa Karangtawang. Berdasarkan hasil pengisian angket, mayoritas peserta berada pada kategori cukup memahami untuk ketiga materi yang dipelajari. Mayoritas warga peserta pelatihan menilai kegiatan pelatihan sangat bermanfaat dan mengharapkan agar memperoleh pendampingan lanjutan dan pelatihan tambahan terkait disain label dan kemasan produk, penentuan umur simpan produk, dan aspek teknis operasional usaha agar menghasilkan keuntungan optimal.
MEMPELAJARI KONSENTRASI PURE BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) TERHADAP KARAKTERISTIK ES KRIM Efriliani Sekartini; Dewi Nur Azizah
EDUFORTECH Vol 5, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i2.28816

Abstract

Es krim merupakan produk olahan susu yang banyak digemari oleh masyarakat terutama anak-anak karena rasanya yang manis, teksturnya lembut, dan mempunyai nilai gizi tinggi. Es krim termasuk golongan pangan fungsional. Sejauh ini buah semangka jarang dimanfaatkan selain hanya dikonsumsi dalam bentuk segar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pangan fungsional, yaitu es krim pure buah semangka. Semangka memiliki warna daging buah yang merah karena adanya zat likopen dan berfungsi sebagai pewarna alami makanan serta memiliki manfaat bagi kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui karakteristik es krim buah semangka dan konsentrasi pure buah semangka yang tepat untuk menghasilkan es krim dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan secara deskriptif dengan satu faktor, yaitu konsentrasi pure buah semangka yang terdiri dari 8 perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%. 40%. 50%, 60%, 70%, dan 80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik es krim pure buah semangka yang dihasilkan memiliki warna merah muda, aroma semangka, tekstur kasar, dan rasa manis khas semangka serta es krim dengan penambahan pure buah semangka 60% adalah yang paling diterima oleh panelis.
PENGEMBANGAN VIDEO EXPLAINER BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN PRODUKSI PENGOLAHAN HASIL HEWANI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Anggi Mutiara Sandi; Yani Achdiani; Dewi Nur Azizah
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44978

Abstract

Produksi Pengolahan Hasil Hewani merupakan mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa SMKN 2 Cilaku Cianjur. Penggunaan Google Classroomdan grup Whatsappbelum dapat memberikan hasil belajar yang diharapkan, dimana nilai rata-rata peserta didik (65,19) di bawah kriteria ketuntasan minimal (80). Video powtoondapat menjadi salah satu inovasi media pembelajaran yang dikemas secara utuh, efektif, menarik, dan interaktif untuk membantu peserta didik dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui kelayakan video explainerberbasis powtoon2) Mengetahui hasil belajar peserta didik setelah menggunakan video explainer3)Mengetahui hasil belajar peserta didik menggunakan power point 4)Mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan video explainer berbasis powtoondan power point. Pengembangan video explainerberbasis powtoonmenggunakan model ADDIE dan diimplementasikan dengan desain Quasi Eksperimen – nonequivalent control groupdesign. Hasil penelitian menunjukan bahwa video explainerberbasis powtoondinyatakan “Sangat Layak” oleh ahli media, ahli materi, peserta didik, dan dinyatakan “Layak” oleh ahli bahasa. Terdapat peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain 0,72 berada pada kategori “Tinggi” sedangkan pada kelas kontrol dengan nilai N-Gain 0,42 berada pada kategori “Sedang”. Selain itu, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas yang menggunakan power point dan video sebagai media pembelajaran. 
Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang Subang Melalui Produk Olahan Tomat dan Mentimun Dwi Lestari Rahayu
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdpm.v3i2.32587

Abstract

Keuntungan ekonomi dari penjualan hasil pertanian ketika panen melimpah seringkali tidak dirasakan petani karena turunnya harga pasar. Nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panen melimpah dapat diperoleh petani bila memiliki pengetahuan tentang penciptaan nilai tambah. Oleh karena itu, penyuluhan pada program pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Desa Cicadas dalam hal pembuatan produk pangan yang berasal dari tomat dan mentimun serta wawasan tentang nilai ekonomis yang dapat diperoleh dari produk olahan hasil pertanian. Peserta penyuluhan difokuskan pada ibu rumah tangga Kampung Panaruban Desa Cicadas yang berusia antara 20 hingga 50 tahun. Peserta penyuluhan memperoleh pemaparan manfaat pembuatan produk olahan hasil pertanian dilihat dari nilai ekonomi yang dihasilkannya kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan demonstrasi pembuatan produk. Produk yang diperkenalkan pada peserta penyuluhan adalah  torakur (tomat rasa kurma), millymun (minuman jelly mentimun) dan satomdas (sambal tomat mentimun pedas). Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dengan antusias. Berdasarkan respon pada tanya jawab menunjukkan kegiatan penyuluhan memberikan inspirasi bagi peserta pelatihan untuk mencoba membuat produk pangan yang telah dipelajari serta produk olahan serupa dari sayur dan buah lainnya.
PENGARUH JUMLAH PENCUCIAN AMPAS KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK ROTI TAWAR SUBSTITUSI BUBUK AMPAS KELAPA Syifa Izati Fauzia; Dewi Nur Azizah
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains) Vol 9, No 1/Mei (2023): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v9i1/Mei.11380

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu produk makanan yang hampir semua orang mengonsumsinya. Bahan baku utama pada roti tawar adalah tepung terigu yang merupakan produk impor. Untuk menurunkan impor tepung terigu yang terus meningkat diperlukan upaya alternatif yaitu dengan mensubstitusinya menggunakan bubuk ampas kelapa. Faktor yang diteliti adalah jumlah pencucian ampas kelapa sebelum dibuat bubuk yaitu 1x, 2x, 3x, dan 4x pencucian. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis fisik, yaitu tekstur, warna, dan volume pengembangan; uji organoleptik dengan atribut kenampakan keseluruhan, warna kulit luar, warna bagian dalam, aroma, keseragaman pori-pori, keremahan, dan rasa; dan analisis kimia, yaitu kadar air, lemak, protein dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pencucian ampas kelapa memberikan pengaruh yang nyata terhadap karakteristik roti tawar meliputi tekstur, warna, volume pengembangan, kenampakan keseluruhan, warna kulit luar, warna bagian dalam, aroma, keremahan, dan rasa. Jumlah pencucian ampas kelapa yang tepat digunakan pada pembuatan roti tawar dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis adalah 1x pencucian yang memiliki rata-rata penilaian tingkat kesukaan tertinggi terhadap kenampakkan keseluruhan, warna kulit luar, warna bagian dalam, aroma, keseragaman pori-pori, keremahan, dan rasa. Roti tawar substitusi bubuk ampas kelapa dengan 1x pencucian mengandung 34.22% air, 10.09% lemak, 3.68% protein dan 6.54% serat kasar.
KAJIAN PENAMBAHAN PATI KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP KARAKTERISTIK SOSIS DAGING SAPI Macicha Elvira Yuniar; Dewi Nur Azizah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 3: July 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.03.1

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang memiliki nilai gizi tinggi. Pada pembuatan sosis diperlukan bahan tambahan lain sebagai pengisinya. Pati kentang memiliki kadar amilopektin sebesar 78.96% yang baik dalam pembentukan tekstur apabila digunakan sebagai bahan pengisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosis daging sapi dengan penambahan pati kentang dan mengetahui konsentrasi pati kentang yang tepat untuk menghasilkan produk dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Desain penelitian yang digunakan terdiri dari satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi pati kentang dengan 4 perlakuan (10%; 20%; 30%; 40%) dan 1 ulangan. Secara keseluruhan, karakteristik sosis daging sapi dengan penambahan pati kentang memiliki warna merah dan berbintik, aroma daging dan rempah, tekstur kenyal, dan rasa gurih. Sosis daging sapi dengan konsentrasi pati kentang 30% memperoleh nilai rata-rata tertinggi terhadap kesukaan panelis pada seluruh atribut yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa.
DEVELOPMENT OF WEBSITE-BASED LEARNING MEDIA ON BASIC COMPETENCIES OF TUBER PROCESSING Firda Fadilah; Sri Handayani; Dewi Nur Azizah
Journal of Development and Integrated Engineering Vol 2, No 1 (2022): Journal of Development and Integrated Engineering, v2i1 June 2022
Publisher : Program Studi Arsitektur S-2 Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning that takes place online during a pandemic makes the learning process more challenging because of the difficulty of conditioning the learning process. The role of learning media is important to make learning more interesting which is expected to improve student learning outcomes. This study aims to determine the feasibility of website-based learning media on the basic competence of tubers processing. The development of this website-based learning media uses the ADDIE method which consists of five stages, namely: (1) Analysis; (2) Design (Design); (3) Development (Development); (4) Implementation, and (5) Evaluation. Keywords: ADDIE, learning media, website.
Addition of Carrot Paste (Daucus carota L.) to the Physical Characteristics of Mochi Siti Afina Sabrina; Dewi Nur Azizah; Ana Nadiya Afinatul Fishi
Indonesian Journal of Food Technology Vol 2 No 2 (2023): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijft.2023.2.2.9934

Abstract

Mochi is a cake with a chewy and soft texture made from glutinous rice flour and contains peanuts. This sticky rice flour causes the color of the mochi to turn milky white. This can be corrected by adding natural dyes to make the appearance of mochi more attractive. Carrots can be used as natural dyes in making mochi, indirectly the mochi produced becomes healthier and more nutritious. This study aims to determine the physical characteristics of mochi with the addition of carrot paste and find out the right formulation in adding carrot paste to mochi that is liked by the panelists. This research method used an experimental method with a randomized block design (RBD) 1 factorial, namely the addition of carrot paste concentrations of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. The results showed that the mochi produced had an overall appearance that was quite flour-coated and the shape was less uniform, pale orange in color, typical flour aroma, chewy, and sweet in taste. The best results most preferred by the panelists in this study were obtained through analysis of physical characteristics, namely the treatment of adding 25% carrot paste concentration with an overall appearance value of 4.00, color 3.87, aroma 3.80, elasticity 3.67, and taste 3 ,93.
Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Pembuatan Coffee Bun Berbasis SKKNI pada Teaching Factory APHP SMKN 2 Cilaku Cianjur Sofiana, Alifah Rosya; Handayani, Sri; Azizah, Dewi Nur
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v18i2.92701

Abstract

Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) pembuatan coffee bun perlu dilaksanakan karena diperlukannya panduan pelaksanaan produksi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan teaching factory di SMKN 2 Cilaku Cianjur. Pelaksanaan teaching factory masih menggunakan lembar kerja yang belum memiliki rincian bahan dan langkah kerja yang lengkap sehingga dokumen SOP diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pelaksanaan teaching factory. Tujuan penelitian ini yaitu, mengetahui kelayakan dokumen SOP yang dikembangkan, mengetahui kemampuan membuat coffee bun dan sikap kerja peserta didik, serta mengetahui mutu coffee bun yang dihasilkan. Pelaksanaan penerapan SOP dalam penelitian ini menggunakan model quasi experimental-non equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan SOP dinyatakan "layak" oleh ahli bahasa dan "sangat layak" oleh ahli media, ahli materi, dan ahli teaching factory. Hasil kemampuan membuat coffee bun pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mendapatkan kategori "sangat baik", sedangkan hasil penilaian sikap kerja kelompok kontrol mendapatkan kategori "baik" dan kelompok eksperimen mendapat kategori "sangat baik". Produk coffee bun yang dihasilkan oleh kelompok eksperimen memiliki karakteristik organoleptik yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol berdasarkan hasil penilaian organoleptik oleh observer.