Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbandingan Penambahan Ekstrak Teh pada Karakteristik Kimia Caspian Sea Yoghurt maharani, shinta; Rahayu, Anita; Azizah, Dewi Nur; Rahayu, Dwi Lestari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v3i2.5072

Abstract

Yoghurt merupakan susu fermentasi yang manfaat yang baik untuk tubuh. Adanya penambahan antioksidan seperti senyawa polifenol dari berbagai variasi air seduhan teh dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi tubuh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakteristik kimia Caspian Sea Yoghurt yang ditambah dengan air seduhan teh hijau, hitam dan putih. Penelitian ini dilakukan dengan 7 perlakuan terhadap variasi teh yang ditambahkan pada yoghurt yaitu 10% air seduhan teh hijau (10g teh/100ml air), 50% air seduhan teh hijau (5g teh/100ml air), 10% air seduhan teh hitam, 50% air seduhan teh hitam, 10% air seduhan teh putih, 50% air seduhan teh putih dan yoghurt tanpa penambahan teh. Fermentasi dilakukan pada suhu ± 30oC selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air seduhan teh dan lama waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar asam laktat, nilai pH dan kadar polifenol pada yoghurt teh. Makin banyak penambahan air seduhan teh maka kadar asam laktat dan pH yoghurt akan semakin rendah, namun kadar polifenol akan semakin tinggi. Sedangkan untuk waktu fermentasi, makin lama waktu fermentasi maka pH yoghurt akan semakin rendah sedangkan kadar asam laktat semakin tinggi. Kadar polifenol tertinggi terdapat pada yoghurt dengan penambahan air seduhan teh hijau sedangkan kadar polifenol terendah terdapat pada yogurt dengan penambahan air seduhan teh putih.
Pelatihan Pembuatan Bolu Biji Hanjeli Kepada Masyarakat Kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi Nurcahyani, Puji Rahmawati; Azizah, Dewi Nur; Suryadi, Gilang Garnadi; Maharani , Shinta
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.88

Abstract

Latar belakang: Kawasan geopark Ciletuh memiliki potensi pangan lokal yang dikenal sebagai hanjeli. Hanjeli memiliki kadar pati dan karbohidrat yang tinggi, protein yang rendah dan komponen kalsium, maka hanjeli dinilai sangat baik untuk diolah menjadi bahan pangan. Penggunaan tepung bebas gluten untuk bahan pembuatan bolu sangat baik untuk penderita celiac dan intoleransi gluten. Tujuan: Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi hanjeli dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk olahan hanjeli. Metode: Tim pengabdian masyarakat Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Rumah Hanjeli Indonesia telah membuat formulasi produksi bolu berbahan tepung hanjeli. Tim pengabdian memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat di sekitar Kawasan Geopark Ciletuh tentang pemanfaatan biji hanjeli dan potensi pengolahannya menjadi produk pangan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari biji hanjeli. Hasil: Pembuatan bolu dengan tepung hanjeli dihadiri 12 peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama pelatihan berlangsung. Kesimpulan: Transfer pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan bolu dengan tepung hanjeli dapat dilakukan dengan baik.  Ketrampilan yang diperoleh dapat dikembangkan lebih lanjut jika produksi akan ditingkatkan pada skala komersial. Kata Kunci: bolu, hanjeli, kawasan geopark, pengabdian masyarakat, rumah hanjeli indonesia __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The Ciletuh Geopark area has a local food known as hanjeli. Hanjeli has high levels of starch and carbohydrates, low proteins, and calcium components, therefore, hanjeli is considered for food ingredient. The gluten-free flour for cake-making is beneficial for people with celiac and gluten intolerance. Objective: This training activity is to improve the community's knowledge of processed hanjeli products, the economic value of hanjeli flour, and the surrounding community's economy. Method: The community service team of the Agro-industrial Technology Education Study Program, Faculty of Technology and Vocational Education, Universitas Pendidikan Indonesia had created a formulation of cake production made from hanjeli flour. The community service team in collaboration with Rumah Hanjeli Indonesia provided education and training to the community around the Ciletuh Geopark Area about the utilization of hanjeli seeds and the food product processing that it can increase the economic value of hanjeli sources. Result: The training for making cakes with hanjeli flour was attended by 12 participants who actively asked questions and discussed. Conclusion: The transfer of knowledge and skills in making cakes with hanjeli flour has been done successfully. The skills acquired have to be further developed when the production is scaled up commercially. Keywords: cake, hanjeli, geopark area, community service, rumah hanjeli indonesia
Pemanfaatan Limbah Sayuran menjadi Kaldu Sayuran: Pelatihan dan Evaluasi Penerimaan Produk di Kampung Buleud, Garut, Jawa Barat Dewi Nur Azizah; Farhan Ilham Wira Rohmat; Puji Rahmawati Nurcahyani; Sri Handayani; Shinta Maharani; Dewi Cakrawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPMI - Oktober 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4209

Abstract

Limbah makanan masih memiliki nutrisi sehingga dapat dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah. Pengolahan sisa makanan juga dapat membantu mengurangi dampak limbah sisa makanan bagi lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait kandungan nutrisi pada limbah makanan serta cara pengolahan limbah makanan agar memiliki nilai tambah. Kegiatan ini terdiri dari 2 tahap, tahap pertama yaitu uji coba pembuatan produk kaldu sayuran dari limbah sayuran yang dilakukan dalam 2 bentuk yaitu caur dan padat. Hasil kegiatan tahap pertama diperoleh formulasi yang menjadi bahan untuk membuat prosedur operasional baku untuk membuat kaldu sayuran. Tahap kedua yaitu pemberian materi terkait limbah sayuran, manfaat dan cara pengolahan yang dapat memberikan nilai tambah lalu diikuti dengan demonstrasi pembuatan kaldu sayuran. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan melalui penyebaran angket kepada peserta pelatihan sebagai responden. Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan pelatihan adalah kesesuaian waktu dari peserta mengingat peserta pelatihan kebanyakan ibu rumah tangga sehingga waktu perlu disesuaikan dengan kegiatan mengurus anak.  Adapun tindak lanjut dari penelitian ini adalah perancangan pengemasan dan label yang sesuai dengan peraturan, analisis umur simpan dan analisis kandungan gizi.
Utilization of Melinjo Skin Waste into Flakes and Stock: Training and Evaluation of Product Acceptance in Karangtawang Village, Kuningan, West Java Farhan Ilham Wira Rohmat; Mohammad Fitra Chefario; Natasya Nurhaliza; Deswita Kartika Putri; Krisna Aldi Nugraha; Yatti Sugiarti; Sri Handayani; Dewi Nur Azizah; Nita Nur Rezkia; Maulana Noor Fajri Al Hajar
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2096

Abstract

This community service activity aims to address the issue of melinjo peel and leaf waste in Karangtawang Village, Kuningan Regency, through the application of zero waste food processing technology. The target partner for this activity is the Mujursari Farmer Group. The implementation methods include surveys, counseling, technical training on product manufacturing, and mentoring. The products developed are based on optimization research for broth formulations based on melinjo waste (peels and leaves) as well as gnemon flakes. The results indicate effective technology transfer, where the community is capable of producing broth variants with the best formulation (90% melinjo peel : 10% leaves) which received high sensory acceptance. This program is expected to increase the economic value of the waste by up to IDR 15-20 million per month and support sustainable agriculture.
Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Pembuatan Coffee Bun Berbasis SKKNI pada Teaching Factory APHP SMKN 2 Cilaku Cianjur Alifah Rosya Sofiana; Sri Handayani; Dewi Nur Azizah
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v18i2.92701

Abstract

Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) pembuatan coffee bun perlu dilaksanakan karena diperlukannya panduan pelaksanaan produksi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan teaching factory di SMKN 2 Cilaku Cianjur. Pelaksanaan teaching factory masih menggunakan lembar kerja yang belum memiliki rincian bahan dan langkah kerja yang lengkap sehingga dokumen SOP diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pelaksanaan teaching factory. Tujuan penelitian ini yaitu, mengetahui kelayakan dokumen SOP yang dikembangkan, mengetahui kemampuan membuat coffee bun dan sikap kerja peserta didik, serta mengetahui mutu coffee bun yang dihasilkan. Pelaksanaan penerapan SOP dalam penelitian ini menggunakan model quasi experimental-non equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan SOP dinyatakan "layak" oleh ahli bahasa dan "sangat layak" oleh ahli media, ahli materi, dan ahli teaching factory. Hasil kemampuan membuat coffee bun pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mendapatkan kategori "sangat baik", sedangkan hasil penilaian sikap kerja kelompok kontrol mendapatkan kategori "baik" dan kelompok eksperimen mendapat kategori "sangat baik". Produk coffee bun yang dihasilkan oleh kelompok eksperimen memiliki karakteristik organoleptik yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol berdasarkan hasil penilaian organoleptik oleh observer.
Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Pembuatan Coffee Bun Berbasis SKKNI pada Teaching Factory APHP SMKN 2 Cilaku Cianjur Alifah Rosya Sofiana; Sri Handayani; Dewi Nur Azizah
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v18i2.92701

Abstract

Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) pembuatan coffee bun perlu dilaksanakan karena diperlukannya panduan pelaksanaan produksi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan teaching factory di SMKN 2 Cilaku Cianjur. Pelaksanaan teaching factory masih menggunakan lembar kerja yang belum memiliki rincian bahan dan langkah kerja yang lengkap sehingga dokumen SOP diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pelaksanaan teaching factory. Tujuan penelitian ini yaitu, mengetahui kelayakan dokumen SOP yang dikembangkan, mengetahui kemampuan membuat coffee bun dan sikap kerja peserta didik, serta mengetahui mutu coffee bun yang dihasilkan. Pelaksanaan penerapan SOP dalam penelitian ini menggunakan model quasi experimental-non equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan SOP dinyatakan "layak" oleh ahli bahasa dan "sangat layak" oleh ahli media, ahli materi, dan ahli teaching factory. Hasil kemampuan membuat coffee bun pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mendapatkan kategori "sangat baik", sedangkan hasil penilaian sikap kerja kelompok kontrol mendapatkan kategori "baik" dan kelompok eksperimen mendapat kategori "sangat baik". Produk coffee bun yang dihasilkan oleh kelompok eksperimen memiliki karakteristik organoleptik yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol berdasarkan hasil penilaian organoleptik oleh observer.