Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Learning to Make Hydroponic-Based Animal Feed Emay Mastiani; Farhan Ilham Wira Rohmat; Dadang Solikhin; Mega Mentari Rahayu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.4212

Abstract

Mild intellectually disabled is an individual who has intelligence far below the average individual in general. Although the intellectually disabled have intelligence that is far below the average, their abilities can be optimized and empowered through learning simple skills that do not require complex thinking or semi-skills. Hydroponic-based animal feed production is an activity in the semi-skills category that has the potential to be used as a medium for learning and empowering the intellectually disabled. This study aims to evaluate the potential of hydroponic-based animal feed production activities as a medium of learning and empowerment to improve the ability and physical suitability of the intellectually disabled. The research method used is field testing and Research and Development (R&D), and data is obtained through observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). We found that the intellectually disabled can perform stages of work in the manufacture of hydroponic-based animal feed, the introduction of tools and materials, the manufacture of animal feed, the maintenance of tools and materials, and the maintenance of results. The results showed that every step in hydroponic-based animal feed production activities had been implemented and could be used as a medium of learning and empowerment to optimize and empower the intellectually disabled.
Pengembangan Standard Operating Procedure (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Unit Produksi SMKN 63 Jakarta Achtia, Evelyn Chairunnisa; Sugiarti, Yatti; Rohmat, Farhan Ilham Wira
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v18i2.93444

Abstract

SMK Negeri 63 Jakarta belum memiliki Standard Operating Procedure yang berfungsi sebagai panduan keselamatan kerja dalam kegiatan di unit produksi. SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dibutuhkan agar peserta didik dapat melaksanakan produksi dengan aman dan kondusif. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui kelayakan SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Unit Produksi SMKN 63 Jakarta, 2) mengetahui peningkatan pengetahuan K3 peserta didik setelah menggunakan SOP K3 di Unit Produksi SMKN 63 Jakarta, 3) mengetahui tindakan K3 peserta didik dalam pelaksanaan produksi minuman sari jeruk kunci setelah menerapkan SOP K3 Unit Produksi SMKN 63. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE pada pengembangan SOP dan menggunakan pre-experimental design dengan metode one group pretest-posttest design pada penerapan SOP. Berdasarkan hasil penelitian, SOP yang dirancang dinyatakan “Sangat Layak” oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. SOP K3 meningkatkan pengetahuan K3 peserta didik dengan kategori “sedang”. Tindakan K3 peserta didik setelah menerapkan SOP K3 mendapat kategori “Sangat Baik”. Penerapan SOP K3 mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya K3, serta membentuk kebiasaan bekerja yang aman dan bertanggung jawab.
Penerapan Project Based Learning dengan Pendekatan Design Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis serta Skill Barista Siswa SMKN 4 Garut Al Hartawan, Destia Mega; Handayani, Sri; Wira Rohmat, Farhan Ilham
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 18, No 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v18i2.93446

Abstract

Model pembelajaran PjBL merupakan model yang berfokus pada melibatkan peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah. Design thinking (DT) merupakan salah satu konsep pembelajaran yang dapat menjadi pendekatan inovatif karena melibatkan pemikiran berbasis desain yang melibatkan masalah sehari-hari di mana dapat meningkatkan kreativitas serta inovasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran yang dilakukan, kemampuan berpikir kritis serta skill barista. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas XI APHP 1 SMKN 4 Garut dengan jumlah 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes serta lembar penilaian skill barista. Penerapan model pembelajaran PjBL dengan pendekatan design thinking berdasarkan hasil observasi pada siklus I dan II termasuk dalam kategori “sangat baik”. Hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik berdasarkan hasil tes menunjukkan adanya penigkatan dengan uji N-Gain termasuk dalam kategori “sedang”. Hasil nilai rata-rata dari kemampuan skill barista peserta didik termasuk ke dalam kategori “baik”. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model pembelajaran PjBL dengan pendekatan design thinking dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta skill barista peserta didik.
Determination of Potential in Pratama Taro (Colocasia esculenta (L). Schott var. Pratama) in Sumedang District, Bandung Regency, Indonesia Gunawan, Wawan; Putra, Ramadhani Eka; Pujo, Pujo; Rohmat, Farhan Ilham Wira; Hanifah, Dini Siti; Awaliyah, Fitri; Anggraeni, Raden Dewi; Nuradzkia, Nida
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v6i1.12592

Abstract

Bandung Regency has several types of cultivated taro, with the largest production center in the Sumedang District. Semir Taro (TS0) is one of the native commodities in this region, and the other types are from the crossbreeding process between Semir Taro and Thai Silk Taro, which is named Pratama Taro (TS1 & TS2). Although it has been widely marketed and consumed by the public, the nutrient content value of this type of taro is still unknown. In addition, TS1 and TS2 have the potential to be developed into products that have higher economic value if processed optimally. This study contributes to determining the nutritious content of three taro varieties and identifies the most appropriate raw materials for the production of taro-derived products. The methods used were chemical analysis and affective organoleptic tests with paired comparison. Organoleptic tests were carried out on TS1 and TS2, and they were steamed to determine whether there was a difference between the two taros. The results of the test showed that there was no difference in the colour, aroma, and texture parameters of the two taros, but there was a difference in taste between them. While the results of the chemical analysis show that the three types of taros have a reasonably good nutrient content, because the water content is relatively high, there need to be post-harvest management efforts so that taro can be a more durable product for storage.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Melinjo untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan bagi Masyarakat Desa Karangtawang, Kuningan Sugiarti, Yatti; Rezkia, Nita Nur; Rohmat, Farhan Ilham Wira; Handayani, Sri; Azizah, Dewi Nur; Hajar, Maulana Noor Fajri Al
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20792

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pelatihan partisipatif berbasis potensi lokal, khususnya melalui pemanfaatan limbah kulit melinjo menjadi pupuk organik cair (POC) dapat membangun kesadaran awal dan mendorong keterlibatan masyarakat Desa Karangtawang dalam praktik pertanian berkelanjutan. Program dilaksanakan dengan pendekatan participatory action research melalui empat tahapan utama: perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap keseluruhan kegiatan. Mereka merasa pelatihan ini memberikan wawasan baru dan inspiratif terkait pengolahan daun dan limbah kulit melinjo, serta menyatakan ketertarikan untuk mengikuti kegiatan serupa di masa depan. Kebaruan dari program ini terletak pada pemanfaatan limbah lokal yang selama ini terabaikan, melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan potensi desa dan keterlibatan teknis masyarakat secara langsung. Selain memperkuat nilai lingkungan, pendekatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis limbah organik. Untuk mendukung keberlanjutan program, disarankan pelatihan lanjutan yang mencakup aspek mutu, pengemasan, dan sertifikasi produk agar hasil olahan dapat diterapkan dan dipasarkan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Efektivitas Starter EM4 dan DLH Dalam Pembuatan Pupuk Padat dari Limbah Sayuran, Daun, Kulit Kopi, dan Sampah Rumah Tangga Rohmat, Farhan Ilham Wira; Sugiarti, Yatti; Rozak, Muhammad Fathur; Novianti, Iseu; Firman Gani, Abdullah; Azizah, Nazwa; Rahmawanty, Aqila; Septiani, Delia; Yusriah, Nuri; Sukma Putri, Tiara Cahyaning; Rismayani Fadillah, Agis; Hidayah, Dinda Nur; Karnadi, Grady; Nurul Adha, Mawar; Iqomul Haq, Muhammad Rosyad; Nawareeza, Zheeva; Agatha Athallah, Nizma
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.89420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas starter organik dalam pembuatan pupuk organik padat dari limbah sayur, daun, kulit kopi, dan limbah rumah tangga. Tiga perlakuan yang diuji adalah tanpa starter, starter DLH, dan starter EM4, untuk memantau perubahan pH, suhu, dekomposisi, serta kualitas fisik dan kimia pupuk. Proses berlangsung selama 21 hari dengan pengukuran setiap 3 hari menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan EM4 menghasilkan pH dan suhu yang lebih stabil, tekstur halus, aroma tanah yang khas, serta volume pupuk yang lebih stabil dibandingkan perlakuan lainnya. Starter DLH mempercepat dekomposisi namun menunjukkan fluktuasi pH yang lebih signifikan, sementara perlakuan tanpa starter menunjukkan perubahan yang kurang konsisten. Efektivitas starter organik bergantung pada karakteristik bahan organik yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan starter EM4 direkomendasikan untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
E-Modul Produksi Pupuk Organik Berbasis SMS dengan Variasi Amandemen Organik untuk Sekolah Menengah Kejuruan Ramdhani, Muhammad Jabbar; Sugiarti, Yatti; Rohmat, Farhan Ilham Wira
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v8i1.318

Abstract

This study aims to develop an e-module on organic fertilizer production based on Spent Mushroom Substrate (SMS) with various organic amendments for vocational high school students majoring in agriculture, to support green skills and sustainable waste management. The research began with the process of producing organic fertilizer based on SMS, followed by testing its biological characteristics using Total Plate Count (TPC) test and chemical characteristics using Nitrogen, Phosphorus, Potassium (NPK) tests, followed by the development of an e-module using ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which was followed by expert validation involving subject matter, media, and language experts, as well as trials on 32 tenth-grade students majoring in Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. The results showed that the addition of organic amendments could significantly increase microbial population with TPC test results showing that combination of SMS+floral compost had the most optimal results, namely 20 Cfu/gr×10⁶ on day 7 to 100 Cfu/gr×10⁶ on day 21. The NPK content of SMS-based organic fertilizer was also proven to meet SNI requirements, i.e., 6%/0.06, with SMS+CHMC sample showing the most optimal results in chemical parameters with the highest NPK content. Meanwhile, the results of implementation and paired t-test proved that e-module was considered very feasible, receiving a score of 86.6-96.6% from the validators and effectively improving student understanding, as seen from an increase in the spread of values seen in the boxplot diagram and significance value of the paired sample t-test, which was ≤0.05, taken from the results of students pre-test and post-test.
Performance analysis of solar panel energy utilization in coffee drying applications Qori Zulia Rahma; Ariyano Ariyano; Farhan Ilham Wira Rohmat; Muhamad Husen; Danishwara Ardyansyach Riyadi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.92020

Abstract

Coffee farmers in Cimenyan Village face significant challenges in the post-harvest drying process due to high rainfall, which reduces quality and lowers income. This research aims to evaluate the performance of an IoT-based coffee-drying system powered by photovoltaic energy, using global solar atlas data. The designed system is a 2 kWp coffee dryer house, which was simulated to assess energy performance, drying efficiency, economic aspects, and environmental impact. The simulation results indicate that the photovoltaic system achieves conversion efficiencies of 80-88% under high irradiance. Drying efficiency reached 54% at an optimal temperature of 50°C, with a specific energy consumption of 0.4-0.6 kWh/kg of water evaporated, which is lower than conventional electric dryers that reach approximately 1.0 kWh/kg. From an economic standpoint, the investment payback period is estimated to be 1.5-3 years with a benefit-cost ratio of 1.4-1.5. Additionally, this system has the potential to reduce CO₂ emissions by 0.5-1.5 tons per year per unit. The system's ability to reduce operational costs, improve product quality, and support sustainable energy transitions in rural Indonesia. Although initial costs and limited technical skills may constrain farmer adoption, cooperative-level implementation, hybrid energy integration, and ongoing training offer promising avenues for future development.   Abstrak Petani kopi di Desa Cimenyan menghadapi tantangan besar dalam proses pengeringan pascapanen akibat tingginya curah hujan, yang menyebabkan penurunan kualitas dan berkurangnya pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem pengeringan kopi berbasis IoT yang didukung energi fotovltaik dengan memanfaatkan data global solar atlas. Sistem yang dirancang berupa rumah pengering kopi berkapasitas 2 kWp dan disimulasikan untuk menilai kinerja energi, efisiensi pengeringan, aspek ekonomi, serta dampak lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem fotovoltaik memiliki efisiensi konversi sebesar 80-88 % pada kondisi iradiasi tinggi. Efisiensi pengeringan mencapai 54 % pada suhu optimal 50 °C, dengan konsumsi energi spesifik sebesar 0,4-0,6 kWh/kg air yang diuapkan, lebih rendah dibandingkan pengering listrik konvensional yang mencapai sekitar 1,0 kWh/kg. Dari sisi ekonomi, periode pengembalian investasi diperkirakan 1,5-3 tahun dengan rasio manfaat-biaya sebesar 1,4-1,5. Selain itu, sistem ini berpotensi mengurangi emisi CO₂ sebesar 0,5-1,5 ton per tahun per unit. Kemampuan sistem dalam menekan biaya operasional ini, meningkatkan kualitas produk, serta mendukung transisi energi berkelanjutan di pedesaan Indonesia. Meskipun adopsi oleh petani dapat terkendala biaya awal dan keterampilan teknis, penerapan pada skala koperasi, integrasi energi hibrida, serta pelatihan berkelanjutan menawarkan potensi pengembangan yang menjanjikan di masa depan. Kata Kunci: energi bersih terjangkau; fotovoltaik; Internet of Things; ketahanan ekonomi; pertanian berkelanjutan