Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Physical, Chemical, and Biological Pretreatment of Lignocellulose in Oil Palm Empty Fruit Bunches (OPEFB) Devi, Devi; Ratnasari, Ika Fitriana Dyah; Astutik, Dwi; Widodo, Hery; Ismoyojati, Roni; Sajjad, Nimra
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v5i2.12008

Abstract

Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) constitutes a solid waste generated by the palm oil industry. Empty palm oil bunches contain cellulose or fiber. This component is the primary source for generating valuable products, including fermented sugar, chemicals, liquid fuel, carbon sources, and energy. This research contributed to determine the lignin, hemicellulose, and cellulose content of empty palm oil fruit bunches during biological, physical and chemical Pretreatment, as well as to determine the degradation of lignin, hemicellulose and cellulose. Physical treatment uses steam explosion, chemical treatment uses NaOH and biological treatment uses Trichoderma reesei FNCC 6012. Pretreatment using steam explosion has temperature levels ranging from 120 ℃, 140 ℃, and 160 ℃. Treatments using NaOH consisted of concentrations of 2%, 4%, and 6%, while treatments using Trichoderma reesei were based on fermentation times of 5 days, 10 days, 15 days. This preliminary treatment functions to reduce the lignin levels in empty palm oil fruit bunches. The parameters observed in this research were lignin, hemicellulose and cellulose content. The research results showed that treatment using Steam explosion at temperatures of 140 ℃ and 160℃ was able to reduce lignin levels by 16.03% and 15.90%. Treatment using steam explosion at a temperature of 160 ℃ and Trichoderma reesei for 15 days was able to increase Hemicellulose levels by 35.84% and 36.21%. Treatment using Steam explosion at a temperature of 160℃ gave the best effect on cellulose of 51.09%.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Interval Penyiraman Terhadap Laju Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta Ismoyojati, Roni; Devi, Devi
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v5i2.744

Abstract

Various mixtures of planting media and watering with predetermined intervals are used to support the growth process of Robusta coffee seedlings in the early stages of plant cultivation. The aim of this research is to determine how various planting media compositions and watering intervals influence the growth rate of Robusta coffee seedlings. This study used a Randomized Block Design (RBD) with three replication blocks and a 3x3 factorial pattern as an experimental design. The two aspects studied were watering interval (I) and plant media (M). The planting media factor (M) consists of three levels: M0 is top soil media, M1 is top soil and 2:1 TKKS media, and M2 is top soil and 2:1 manure media. The watering interval factor (I) has three levels: I0 indicates a one-day watering interval, I1 indicates a two-day watering interval, and I2 indicates a three-day watering interval. The variables observed included growth rate, dry weight, number of leaves, root length, and plant height. Based on the research findings, there was no interaction between the combination of watering intervals and planting media treatments. However, at the age of 60 HST, 90 HST, and 120 HST there was a significant difference in the variable of plant height between the treatment intervals of watering once every two days (I1), watering once a day (I0), and watering treatment once every three days (I2). At the age of 60 HST there was also a difference in the variable of root length between the planting media treatments. There was a significant difference between the treatment of watering once a day (I0) and the treatment of watering once every two days (I1) in the variable of dry weight at 120 HST. The results of the slope analysis of the line on the logistic pattern growth curve in all treatments showed no significant difference and interaction between the combinations of treatments tested on the variables of plant height and root length. Berbagai campuran media tanam dan pemberian air dengan interval tertentu diuji untuk mendukung proses pembibitan kopi robusta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana laju pertumbuhan bibit kopi Robusta dipengaruhi oleh berbagai komposisi media tanam dan interval penyiraman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga blok ulangan dan pola faktorial 3x3 sebagai rancangan percobaan. Dua faktor yang diteliti adalah interval penyiraman (I) dan media tanaman (M). Faktor media tanam (M) terdiri dari tiga taraf: M0 adalah media top soil, M1 adalah top soil dan media TKKS 2:1, dan M2 adalah top soil dan media pupuk kandang 2:1. Selain itu, Faktor interval penyiraman (I) yang diuji mencakup tiga taraf: I0 menunjukkan interval penyiraman satu hari, I1 menunjukkan interval penyiraman dua hari, dan I2 menunjukkan interval penyiraman tiga hari. Variabel yang diamati meliputi laju pertumbuhan, berat kering, jumlah daun, panjang akar, dan tinggi tanaman. Berdasarkan temuan penelitian, tidak terdapat interaksi antara kombinasi interval penyiraman dan perlakuan media tanam. Namun pada umur 60 HST, 90 HST, dan 120 HST terdapat perbedaan nyata variabel tinggi tanaman antara interval perlakuan penyiraman dua hari sekali (I1), penyiraman sehari sekali (I0), dan perlakuan penyiraman tiga hari sekali (I2). Pada umur 60 HST juga terdapat perbedaan variabel panjang akar antar perlakuan media tanam. Terdapat perbedaan nyata antara perlakuan penyiraman satu kali sehari (I0) dengan perlakuan penyiraman dua hari sekali (I1) pada variabel berat kering 120 HST. Hasil analisis kemiringan garis pada kurva pertumbuhan pola logistik di semua perlakuan menunjukkan tidak ada perbedaan nyata dan interaksi antar kombinasi perlakuan yang diujicobakan pada variabel tinggi tanaman dan panjang akar.
Pelatihan Pembuatan Media Tanam Campuran Untuk Penyemaian Benih Kopi di Kalangan Pelajar Kabupaten Lamandau Ismoyojati, Roni; Devi, Devi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.11502

Abstract

Media tanam merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman. Tanaman kopi akan tumbuh optimal dengan ketersediaan media tanam yang baik. Pembuatan media tanam dapat menggunakan campuran yang berasal dari limbah industri kelapa sawit. Ketersediaan perusahaan kelapa sawit yang banyak di Kabupaten Lamandau menghasilkan potensi limbah yang dapat dimanfaatkan. Pelajar atau siswa sebagai agen perubahan di masa depan perlu diberikan wawasan tambahan bagaiman caranya membuat media tanam dengan memanfaatkan potensi limbah daerah. Serta memberikan alternatif tanaman yang dapat dibudidayakan selain kelapa sawit. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan wawasan tambahan dan keterampilan bagi siswa dalam membuat media tanam campuran untuk tanaman kopi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu ceramah dan praktik. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat bagi pelajar dibuktikan dengan keterampilan pelajar dalam mempersiapkan media tanam campuran relatif singkat dan berhasil dengan sangat baik.
Pengenalan Ilmu Tanah Untuk Kegiatan Pertanian Sedini Mungkin Kepada Siswa SMP Islam Terpadu Mutiara Ilmu Kabupaten Lamandau Ismoyojati, Roni; Ratnasari, Ika Fitriana Dyah; Devi, Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i2.2213

Abstract

Ilmu tanah adalah ilmu yang sangat dinamis penggunaannya khususnya di bidang pertanian. Wawasan mengenai ilmu tanah penting diberikan pada remaja untuk menumbuhkan minat. Dan rasa keingin tahuan PkM ini dilaksanakan oleh tim Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan Politeknik Lamandau pada bulan April 2025 dengan peserta guru dan siswa siswi SMP Islam Terpadu Mutiara Ilmu Kabupaten Lamandau. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini yaitu ceramah, diskusi dan evaluasi. Tahapan PkM melalui 3 tahap yaitu 1). Tahap Persiapan, 2). Tahap pelaksanaan dan 3). Tahap evaluasi. Hasil yang dicapai dari PkM ini yaitu guru dan siswa siswi merasa kegiatan ini memberikan informasi yang jelas dan materi mudah untuk dimengerti dan diterima oleh peserta. Peserta PkM merasakan dampak yang luar biasa dengan bertambahnya ilmu pengetahuan mengenai ilmu tanah.
Sosialisasi Best Management Practice (BMP) Kelapa Sawit di BUMDes Berkah Mulya Jaya Kabupaten Lamandau Ikhsan, Nur; Ismoyojati, Roni; Tinduh, Yulio Kristian; Setiawan, Ihda Andrey Yanuar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i2.2215

Abstract

Best Management Practice (BMP) kelapa sawit sangat berperan penting dalam keberlanjutan sistem budidaya yang berkitan erat dengan dampak lingkungan. Kegiatan budidaya kelapa sawit yang baik akan menghasilkan hasil yang selaras tanpa merusak lingkungan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di BUMDes Berkah Mulya Jaya pada bulan April 2025. Metode yang digunakan yaitu: 1). Tahap Persiapan dengan mempersiapkan kelengkapan selama kegiatan berlangsung; 2). Tahap Pelaksanaan dengan ceramah dan diskusi oleh pemateri dan peserta; 3). Tahap Evaluasi setelah acara selesai dilaksanakan dengan memberikan formulir pertanyaan. Hasil kegiatan ini dapat dikatakan berjalan dengan baik dan peserta meminta untuk di tahun-tahun yang akan datang tetap dilaksanakan kegiatan PkM semacam ini. Peserta PkM merasakan dampak yang luar biasa dengan bertambahnya ilmu pengetahuan sehingga menambah literasi bagi para petani.
PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PANJANG HIPOKOTIL KOPI ROBUSTA (Coffea robusta. L) Ismoyojati, Roni; Ratnasari, Ika Fitriana Dyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18794

Abstract

The intensity of sunlight is an environmental factor that plays a very important role as a key to success in cultivating plants, especially robusta coffee plants. During the growth and development period, coffee, which is a C3 plant, does not really need maximum sunlight intensity, but it is necessary to know the optimum light intensity to get the best hypocotyl length growth. This research was conducted in the experimental field of Lamandau Polytechnic from March to May 2024. The field experiment was arranged using a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments, each treatment was N0 = Treatment without using Paranet as a shade; N1 = Treatment using 1 layer of paranet; N2 = Treatment using 2 layers of paranet; N3 = Treatment using 3 layers of paranet; N4 = Treatment using 4 layers of paranet. Observations were made by observing the intensity of sunlight, the time of emergence of seedlings, germination power and hypocotyl length. Data analysis using ANOVA and if there is a significant difference, it will be continued using the 5% DMRT test. Regression analysis was used to determine the relationship between sunlight intensity and coffee hypocotyl length. The results of the study showed that shade treatment using 3 layers of paranet (N3) and 4 layers (N4) with an average light intensity below 30% was able to optimally increase the length of the hypocotyl from observations 50, 60 and 70 days after sowing compared to other treatments.
Sosialisasi Pentingnya Penggunaan Pembenah Tanah Orgnaik Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kelompok Tani Bangun Bersama Ismoyojati, Roni
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i2.5277

Abstract

Organic soil conditioners are important to be given to the land to maintain good soil quality. In oil palm cultivation, many farmers still only apply fertilization using inorganic fertilizers without being balanced with the use of organic materials. The purpose of this community service is to provide insight into the importance of using organic soil conditioners in oil palm cultivation and as an effective means of communication between academics and the community directly in disseminating knowledge and technology. The community service method is carried out in three stages, namely: 1). Preparation stage by preparing the necessary tools and coordinating with the local village government and the Bangun Bersama farmer group; 2) The implementation stage of the activity is carried out with lectures and discussions; 3) Evaluation stage by providing feedback in the form of filling out a questionnaire form by participants. The results of this community service can be said to have gone well and participants asked that in the coming years this kind of community service activity be carried out in the Bangun Bersama farmer group. Community service participants felt an extraordinary impact with the increase in knowledge about organic soil conditioners, thereby increasing literacy for farmers.
Pelatihan Pembuatan Instalasi Irigasi Tetes Untuk Budidaya Sayuran di Desa Mekar Mulya Kabupaten Lamandau ismoyojati, Roni; Ikhsan, Nur
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/prioritas.v6i02.949

Abstract

Keadaan musim kemarau yang semakin panjang akhir-akhir ini menyebabkan ketersediaan air untuk mencukupi kebutuhan tanaman sayur semakin sedikt. Hal tersebut secara langsung akan berdampak terhadap produktivitas panen sayuran yang dihasilkan nantinya. Tujuan dilaksanakan kegiatan PkM ini yaitu untuk membantu petani sayur yang ada di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengatasi kelangkaan air untuk penyiraman tanaman sayurannya dengan pelatihan pembuatan instalasi irigasi tetes. Metode pelatihan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dengan ceramah mengenai seluk beluk irigasi tetes dan demonstrasi kerja pembuatan instalasi irigasi tetes, serta monitoring dan evaluasi penerapan irigasi tetes. Hasil dari kegiatan ini berhasil menambah keterampilan petani sayur dalam mengantisipasi kekurangan air untuk penyiraman tanaman sayurannya dengan membuat instalasi irigasi tetes sederhana menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan. Selain itu dengan teknik irigasi tetes tidak memerlukan tenaga yang sangat besar untuk melakukan penyiraman karena tidak dilakukan setiap hari.
Pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dengan metode benam (pocket system) pada komoditas kelapa sawit dalam program pendampingan perkebunan masyarakat Ika Fitriana Dyah Ratnasari; Roni Ismoyojati; Ilham Febriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25468

Abstract

Abstrak Gulma pakis kawat merupakan salah satu jenis gulma berbahaya yang ada di areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini dikarenakan gulma tersebut menjadi kompetitor bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, selain itu pertumbuhan gulma pakis kawat yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Pengolahan gulma pakis kawat menjadi biochar merupakan solusi yang tepat untuk pengendalian gulma sekaligus memberikan nilai guna gulma pakis kawat untuk dijadikan sebagai bahan pembenah tanah maupun media pelapis urea. Biochar pakis kawat yang dijadikan sebagai media pelapis urea merupakan suatu teknologi slow release fertilizer (SRF) yang saat ini banyak dikembangkan untuk mengurangi laju penguapan pupuk urea, sehingga biaya pemupukan dapat diminimalkan dan pertumbuhan kelapa sawit menjadi lebih optimal. Teknologi pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dapat dikombinasikan dengan metode benam guna menambah efektifitas penyerapan urea oleh tanaman kelapa sawit. Metode benam juga dapat mengurangi hilangnya urea akibat aliran permukaan (run off) sehingga pemupukan menjadi lebih optimal. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani perkebunan kelapa sawit. Hasil dari kegiatan ini yaitu petani perkebunan kelapa sawit dapat mengetahui pengendalian gulma pakis kawat dan memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai bahan baku biochar. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian diterapkan dan dikombinasikan dengan metode pemupukan yakni benam guna meningkatkan efisiensi pemupukan urea pada kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit; gulma; pakis kawat; biochar; benam Abstract Wire fern weed is one of the dangerous weeds in oil palm plantations. This is because the weed is a competitor for oil palm plants in obtaining nutrients, besides the growth of wire fern weeds which are very fast and difficult to control. Processing wire fern weeds into biochar is the right solution for weed control while providing the use value of wire fern weeds to be used as soil improver and urea coating media. Wire fern biochar used as urea coating media is a slow release fertilizer (SRF) technology that is currently being developed to reduce the evaporation rate of urea fertilizer, so that fertilization costs can be minimized and oil palm growth becomes more optimal. Wire fern weed biochar-coated urea fertilization technology can be combined with the benam method to increase the effectiveness of urea absorption by oil palm plants. The benam method can also reduce the loss of urea due to run off so that fertilization becomes more optimal. The result of this activity is that oil palm plantation farmers can know how to control wire fern weeds and utilize them as raw materials for biochar. The products produced from this activity are then applied and combined with the fertilization method, namely benam, to increase the efficiency of urea fertilization in oil palm. Keywords: oil palm; weeds;  wire fern; biochar; pocket system
Analisis Risiko Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau Roni Ismoyojati; Nur Ikhsan
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i3.1269

Abstract

Oil palm plants, as a leading commodity in the plantation sector in Indonesia, play a significant role in economic growth. Risks in running an oil palm farming business are very likely to occur and can cause losses if not managed properly and correctly. This research activity was conducted in Sematu Jaya District, Lamandau Regency, Central Kalimantan Province, in March-May 2024. This research aimed to determine how much risk is posed by oil palm farming carried out by farmers in Sematu Jaya District. Research locations were randomly selected (Purposive Sampling), and three villages were selected from 8 existing villages. The number of respondents was determined using a simple random sampling method, with 42 farmers as respondents. The data obtained from this research comes from secondary and primary data. Primary data was analyzed using income analysis, coefficient of variation (CV), and descriptive analysis. The research results show that the production variation coefficient (CV) is 0.141 and the income variation coefficient (CV) is 0.0001371, which means that the risk of oil palm farming on production factors and income factors is low (<0.5). The lower limit value for production is 10.49 Tons/Ha/season/year, and the lower limit value for income is IDR15,576,180 Ha/season/year, which means avoiding losses (lower limit value >0). The advice for oil palm farmers in Sematu Jaya Regency is to minimize the risks posed by production factors by minimizing the purchase of unnecessary tools or materials with fixed costs and variable costs to reduce income risks.