Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Techno

Analisa Quality Of Service Layanan Video Call Berbasis Internet Protocol Multi Media Subsystem Pada Jaringan Ip Versi 6 Bongga Arifwidodo; Syariful Ikhwan
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 2 (2019): Techno Volume 20 No.2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v20i2.4301

Abstract

Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, khususnya perkembangan teknologi dibidang telekomunikasi. Sehingga  semakin memberikan layanan kemudahan untuk melakukan aktivitas komunikasi. Salah satu layanan yang sedang berkembang Video Call. Layanan Video Call menjadi pilihan dalam melakukan komunikasi jarak jauh. Teknologi komunikasi Video Call menggunakan IP Multimedia Subsystem (IMS). IMS adalah sebuah sebuah arsitektur framework untuk mengirimkan layanan internet protokol multimedia. Arsitektur Framework dirancang agar mampu menyediakan layanan multimedia yang lebih kompetitif dengan tingkat mobilitas yang lebih tinggi dengan desain agar mampu dijalankan tanpa adanya batasan area maupun domain. Oleh karena itu seiring waktu berkurangnya alamat IP versi 4 IPv4) maka dikembangkanlah alamat IP versi 6 (IPv6). Pada penelitian ini melakukan pengujian dengan melakukan video call menggunakan Open IMS Core dan client pada jaringan backbone IP versi 4 dan IP versi 6. Untuk jaringan backbone IP versi 6 menerapkan sistem tunneling pada topologinya. Dari hasil skenario pengujian, sesuai standar Tiphon didapatkan kehandalanan komunikasi bernilai baik saat diuji pada beban trafik 0 Mbps, 5 Mbps, 10 Mbps dan 15 Mbps. Kemudian saat penambahan beban trafik 15 Mbps, nilai delay yang didapat mencapai 16,17031693 ms, nilai throughput 0,115 Mbps, nilai jitter 5,18897E-06 ms, dan nilai packet loss sebesar 15,51%. Dapat disimpulkan sesuai standar Tiphon, kualitas layanan video call, mencakup nilai delay, throughput, jitter dan packet loss termasuk kategori baik, akan tetapi pada packet loss masuk kategori cukup baik.
Video Conference Pada Openstack Menggunakan Openmeeting Sebagai Infrastructure As A Service (Iaas) Bongga Arifwidodo; Wasis Rezki Baskoro; Jafaruddin Gusti Amri Ginting
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 21, No 2 (2020): Techno Volume 21 No.2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v21i2.8451

Abstract

Era Pandemi menyebabkan peningkatan penggunaan aplikasi konferensi video yang tiba-tiba dan siginifikan. Bagi perusahaan harus segera beradaptasi dalam hal aplikasi komunikasi. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan yaitu openmeetings. Openmeetings adalah aplikasi yang digunakan sebagai pengatur konferensi yang terinstal pada server. Umumnya server dibangun menggunakan komponen fisik, namun memiliki keterbatasan sehingga seringkali mengalami penurunan performa dalam segi kecepatan server dalam menjalankan layanan. Salah satu upaya meningkatkan performa server harus menambah atau mengganti perangkat keras sehingga kurang menguntungkan pada biaya operasional. Konsep Cloud selain dapat mengefisienkan biaya operasional server juga handal dalam hal ketersedian layanan. Cloud merupakan sebuah model Client-server, dapat diakses oleh pengguna dimana saja dan kapan saja. Membangun Cloud salah satunya dapat menggunakan openstack, merupakan software open source untuk membangun cloud. Penelitian dilakukan perbandingan harga cloud dengan komponen fisik serta pengujian Video Conference yang di jalankan dalam Cloud untuk mengetahui kinerja Cloud dari sisi Quality of Service (QoS) meliputi delay, packetloss, jitter dan throughput. Hasilnya disimpulkan menggunakan cloud lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan server fisik. nilai rata-rata terbesar pada sisi upload adakah throughput sebesar 639.85kbps, delay sebesar 30.22ms, jitter sebesar 10.35ms dan packetloss sebesar 0.94%, untuk nilai rata-rata terbesar pada sisi download adalah throughput sebesar 1,856.55kbps, delay sebesar 10.19ms, jitter sebesar 6.18ms dan packetloss sebesar 0.87%.
Pengaruh Client Request Pada Web Server Apache dan Nginx Dengan Ipv6 Menggunakan Apache Benchmark Yulina Nur Khamidah; Bongga Arifwidodo; Muntaqo Alfin Amanaf
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 25, No 1 (2024): Techno Volume 25 NO.1 April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v25i1.14056

Abstract

A number of studies show that Hypertext Transfer Protocol (HTTP) data dominates the data path through the internet network by more than 75%. Based on the results of the netcraft web server survey, which is based on the open source apache and nginx web servers, every year the number of users has increased. With the rapid development of the internet, the availability of IPv4 is increasingly limited, to overcome this problem, IPv6 allocation is used on the web server because it has a larger number of addresses and better security. In this study, the web server performance is tested with the test parameters, namely Time Taken for Tests, Request Per Second, Transfer Rate (Kb/s), Time per Request (ms), and Memory Usage. Testing with Apache Bench is done by providing client requests with varying amounts, with the number of requests from 500 to 500000 requests. The results of this study using Apache Benchmark testing that Nginx is superior to Apache in terms of 4 seconds faster in completing client requests and less memory usage.