Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JKMM

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI KABUPATEN JENEPONTO Wina Kurnia S; Veni Hadju; Masyitha Muis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8701

Abstract

Berat badan lahir merupakan dampak dari kondisi kesehatan ibu selama kehamilan dan masih menjadi masalah kesehatan dunia khususnya di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik pada ibu hamil dengan berat badan lahir.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan desain kohort prospektif. Pengambilan sampel sebanyak 102 ibu hamil yang telah diintervensi dengan kapsul tepung dan ekstrak daun kelor serta kapsul besi-asam folat selama tiga bulan dilakukan melalui Teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner aktivitas fisik dari IPAQ dan timbangan berat badan bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dalam penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berusia 20 – 35 tahun (78%), tingkat pendidikan SD/MI (27%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan petani (58.8% dan 25.5%) serta penghasilan perbulan yang rendah (70.6%). Pada analisis bivariat, memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan berat badan lahir bayi (p = 0.561). Berdasarkan intervensi juga tidak terlihat hubungan antara aktivitas fisik dengan berat badan lahir dengan p value masing-masing p = 0.391, p = 0.840, p = 0.644. Setelah dikontrol dengan tingkat stres maka terlihat perbedaan yang signifikan antara stres ringan dengan aktivitas ringan dan stres berat dengan aktivitas berat (p = 0.034). Disimpulkan bahwa hubungan aktivitas fisik dengan berat badan lahir diperberat oleh kejadian stres.
Hubungan Stres Kerja Dan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di RSUDTenriawaru Kelas B Kabupaten Bone Tahun 2018 Dewi Mulfiyanti; Masyitha Muis; Fridawaty Rivai
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.9420

Abstract

Selama dua tahun terakhir ini RSUD Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone mengalami peningkatan jumlah pasien yang dibuktikan dengan Bed Occupancy Rate (BOR), hal ini membuat beban kerja para perawat semakin bertambah, semakin bertambahnya beban para perawat semakin bertambah tingkat kelelahan yang dirasakan perawat dan jika hal ini terus berlanjut akan terjadi penurunan produktivitas kerja dan dapat memicu terjadinya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat RSUD Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional, dan mengambil 65 perawat untuk menjadi responden dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik dengan tujuan atau pertimbangan tertentu yang memenuhi kriteria inklusi hasil kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Uji statistik yang di gunakan yaitu uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang merasakan kelelahan tinggi sebanyak 43,1%. Perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 61,5%. Perawat yang mengalami stres sedang sebanyak 95,4%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001) dan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001).
Persepsi dan Dampak Penggunaan Alat Bantu Ergonomis terhadap Kesehatan dan Produktivitas Petani Rumput Laut di Kabupaten Maros Thamrin, Yahya; Muis, Masyitha; Sudarmin, Ria Rezki
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani rumput laut di wilayah pesisir Kabupaten Maros umumnya melakukan proses pengikatan bibit dan penjemuran hasil panen dengan posisi kerja jongkok atau duduk di lantai dalam waktu lama. Kondisi kerja tersebut berpotensi menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) dan menurunkan produktivitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan alat bantu kerja ergonomis berupa meja dan kursi yang dirancang sesuai dengan karakteristik pekerjaan petani rumput laut, serta untuk menilai persepsi dan dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 12 petani dari satu kelompok tani pengguna tiga set meja dan kursi ergonomis yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian. Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh partisipan merasakan perubahan positif setelah menggunakan alat bantu ergonomis. Tema utama yang muncul meliputi: peningkatan kenyamanan dan perubahan postur kerja, penurunan rasa pegal dan nyeri tubuh, efisiensi waktu kerja yang lebih baik, dan peningkatan kualitas hasil rumput laut karena lebih bersih dari pasir. Petani juga menunjukkan penerimaan dan persepsi positif terhadap inovasi ini karena dirasakan mempermudah pekerjaan harian mereka. Secara keseluruhan, penggunaan alat bantu ergonomis memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan kerja dan produktivitas petani rumput laut. Inovasi sederhana berbasis ergonomi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas pada sektor informal pesisir sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan kerja dan peningkatan efisiensi produksi.