Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL

Pengaruh Penggunaan Ground Control Point dalam Pengolahan Foto Udara Pada PT Internasional Prima Coal Sub PT Coalindo Adhi Perkasa Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Reonaldo Purba; Harjuni Hasan; Koeshadi Sasmito
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7432

Abstract

Kemajuan teknologi dalam dunia survey mengalami kemajuan yang sangat pesat, dimana penggunaan foto udara atau orthophoto sudah mulai digunakan, hanya saja tingkat ketelitian dari foto udara saat ini masih dianggap belum cukup baik. Penggunaan Ground Control Point (GCP) diharapkan dapat meningkatkan ketelitian dari foto udara. GCP adalah titik di tanah yang diketahui koordinatnya dan digunakan sebagai acuan dalam bundle block adjustmen. GCP menjadi faktor penentu ketelitian geometri hasil olah foto (ortofoto, DSM, DTM), semakin teliti GCP maka semakin baik pula ketelitian geometri. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penggunaan GCP pada ketelitian geometri foto udara. Untuk mengetahui pengaruh tersebut maka dilakukan pengumpulan data berupa data primer. Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lapangan yaitu berupa foto udara dan koordinat ground control point (GCP) dan independent check point (ICP). Data-data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan software. Pengolahan foto udara diolah dengan software Agisoft Metashape Professional versi 1.6.1 dan pengujian ketelitian geometri diolah dengan bantuan software Microsoft Excel.Dari hasil pengelolahan dan analisis data, dapat diketahui penggunaan GCP dapat meningkatkan ketelitian geometri hasil foto udara. Dari 3 variasi penggunaan GCP yang digunakan, variasi penggunaan 7 GCP memberikan nilai RMSE yang lebih kecil dari penggunaan 3 dan 5 GCP. Dari uji ketelitian geometri yang dilakukan, penggunaan 7 GCP memberikan ketelitian yang lebih baik dari pada penggunaan 3 dan 5 GCP.Kata Kunci: foto udara, ground control point (GCP), ketelitian geometri, survey
KARAKTERISTIK BATUBARA SEAM B DAERAH BANGUN REJO, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Koeshadi Sasmito; Puspa Indah Rindawati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5193

Abstract

Indonesia memiliki cadangan sumberdaya alam yang sangat melimpah, salah satunya adalah batubara. Batubara merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial untuk dikelola dan dimanfaatkan. Desa Bangun Rejo merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumberdaya batubara yang melimpah. Desa ini terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Maka dari itu, sangat menarik untuk dipelajari terkait dengan karakteristik batubara. Tujuan dari penelitian ini ada Mengetahui karakteristik fisik secara megaskopis dari lapisan batubara dan mengetahui bentuk geometri dari batubara. Proses dalam kegiatan penelitian ini dengan melakukan pengamatan dilapangan. Kemudian dilanjutkan pada analisis batubara secara megaskopis dan penarikan korelasi batuan. Dari hasil data lapangan dan analisis didapat bahwa Seam B memiliki warna hitam, cerat coklat, pecahan blocky, rekahan tegak lurus lapisan, rekahan sebagian terisi lempung, mengkilap dengan lapisan buram, komposisi karbon, terdapat lapisan shalycoal 20-30 cm. Lapisan seam batubara memiliki tebal 3,1-3, 38  meter masuk kedalam kategori ketebalan sedang. Kemenerusan dari seam ini secara horizontal berarah timur laut ke barat daya dari konsesi dengan besaran arah azimuth N 189o E - N 191o E. Sedangkan mengikuti arah dip batubara berarah barat laut dari konsesi dengan besaran sudut     23-29o masuk dalam katagori lapisan miring. Untuk kemenerusan lapisan batubara berdasarkan data outcrop dengan mengikuti arah strike batubara anatara singkapan OC-03 dan OC-04 berjarak 430 meter bisa dikategorikan menerus ratusan meter.
Analisis Kestabilan Longsoran Baji Pada Lereng Batupasir, Daerah Kecamatan Loa Janan Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Muhammad Ilham; Tommy Trides; Koeshadi Sasmito; Revia Oktaviani; Sakdillah S; Henny Magdalena; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i2.6962

Abstract

Pengaruh bidang kekar sangat mempengaruhi kestabilan pada suatu lereng batuan. Keberadaan bidang-bidang kekar tersebut dapat menjadi bidang gelincir pada suatu jenis longsoran sehingga lereng batuan dapat mengalami pergerakan. Pada penelitian ini analisis longsoran baji dilakukan pada lereng batupasir dengan tinggi 20,57 meter dengan sudut kemiringan lereng 66˚ dan terdapat 33 bidang kekar yang saling memotong.Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni dengan melakukan pengukuran dilapangan dengan menggunakan metode scanline untuk mengukur bidang-bidang kekar pada sepanjang pita ukur. Analisis stereografis dilakukan pada penelitian ini untuk menentukan jumlah set orientasi bidang kekar dan analisis faktor keamanan dilakukan dengan menggunakan metode analitik.Hasil analisis yang dilakukan pada lokasi penelitian terdapat 33 bidang kekar dengan jumlah 3 set kekar. Analisis kinematika dengan metode stereografis menunjukkan bahwa potensi longsoran yang dapat terjadi adalah longsoran baji. Analisis kestabilan pada lereng batupasir menunjukkan bawah faktor keamanan longsoran baji sebesar 15,79 dalam hal ini lereng batupasir dapat dinyatakan dalam keadaan stabil.
Analisis Perbandingan Batubara Formasi Balikpapan dan Batuserpih Formasi Pamaluan sebagai Potensi Sumber Batuan Penghasil Hidrokarbon di Cekungan Kutai Sasmito, Koeshadi; Andika, Bukit; Rindawati, Puspa Indah
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17545

Abstract

Secara administrasi daerah Penelitian terbagi menjadi dua daerah, Kecamatan Tenggarong Seberang yang terletak di Kabupaten Kutai Kartenegara dan Kecamatan Sepaku yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakterikstik, tipe, jenis dan geokimia batuan induk berdasarkan data Total Organic Carbon (TOC) dan Rock-Eval Pyrolisis (REP) batuan Formasi Pamaluan dan Formasi Balikpapan pada daerah penelitian. Daerah Sepaku termasuk kedalam Formasi Pamaluan yang mana terdiri dari litologi serpih merupakan batuan sumber penghasil hidrokarbon terbaik. Memiliki rentan TOC 0.49-0.6 wt% dan dapat dikategorikan kedalam nilai Buruk-Cukup (Poor-Fair) untuk sebuah batuan sumber. Formasi Pamaluan daerah Sepaku menunjukan jenis kerogen tipe IV yang menunjukan jenis Innert Carbon, dan nilai Tmax menunjukan bahwa batuserpih pada Formasi Pamaluan menghasilkan dry gas dengan tingkat kematangan postmature. Batubara Formasi Balikpapan daerah Separi memiliki rentan TOC 50.39-51.12 wt% yang menunjukan nilai sempurna (excellent) untuk sebuah batuan sumber. Batubara pada Formasi Balikpapan daerah Separi menunjukan jenis kerogen tipe III yang menunjukan jenis gas-prone, yang berarti batubara merupakan batuan sumber hidrokarbon yang berpotensi menghasilkan gas dengan tingkat kematangan immature - mature.