Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Program "Bandung Menjawab" Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkot Bandung: Studi Kasus mengenai Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada 330 Sekolah di Kota Bandung Melalui Media Online Google Meeting Bersama Wartawan Lokal dan Nasional Novia Mustika; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.417 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.4367

Abstract

Abstract. The Bandung city government plants to implement a regulation regarding Limited Face-to-Face Learning (PTMT), which is based on the Regulation of the Minister of Home Affairs No. 35, SKB 4 Ministers and Regulation of the Mayor of Bandung No. 83. This regulation raises the pros and cons among the people of Bandung City. Therefore, the operation team of Bandung Menjawab (BM) program held a discussion session with the theme of PTMT Preparation to answer public doubts. The event, attended by local and national journalists, was held by the Bandung City Education Office through a Google Meeting on Thursday, September 2, 2021, due to the high number of COVID-19 cases. This study aims to determine the process as well as the obstacles faced in conducting the discussions sessions on PTMT regulations. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods used are interviews, observation, documentation and literature study. The results of this study indicate that: 1) The event management uses a public relations process that implements good coordination in order to create a positive image of the Bandung City Government. 2) There are technical barriers and time constraints occured before the activity starts. 3) The preparation of PTMT is socialized in the Bandung Menjawab (BM) program because this program is a superior program that is trusted by the Bandung City Regional Apparatus Organization (OPD) and journalists to socialize the Bandung City Government program. This is done because the Bandung City Government Public Relations, have to create a positive image of the Bandung City Government, especially regarding the issue of Limited Face-to-Face Learning (PTMT) preparation. Abstrak. Pemerintah kota Bandung merencanakan aturan mengenai Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas, berlandaskan dari peraturan Inmendagri No.35, SKB 4 Menteri dan Peraturan Wali Kota Bandung No.83. Akibatnya, menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat kota Bandung. Maka, tim pelaksana Program Bandung Menjawab mengangkat tema pembahasan mengenai Persiapan PTMT untuk menjawab keraguan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui google meeting pada Kamis, 2 September 2021 oleh Dinas Pendidikan kota Bandung kepada para wartawan lokal dan nasional, karena kondisi covid-19 yang tinggi tidak memungkinkan melaksanakan secara tatap muka. Adapun tujuan peneliti adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi, hambatan dari pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Proses Implementasi menjalankan proses PR dengan menerapkan koordinasi yang apik agar menciptakan citra positif Pemkot Bandung. 2) Terdapat hambatan teknis dan hambatan waktu sebelum kegiatan dimulai. 3) Persiapan PTMT disosialisasikan pada program BM karena Bandung Menjawab adalah program unggulan dan dipercayai oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kota Bandung dan wartawan untuk mensosialisasikan program Pemkot Bandung, karena Humas Pemkot Bandung, harus senantiasa menciptakan citra positif Pemkot Bandung khususnya mengenai adanya isu Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Strategi Marketing Public Relation Brand Lokal Hijab Bandung: (Studi Kasus pada Kisera Indonesia Melalui Event Inacraft 2022 untuk Meningkatkan Brand Image Perusahaan) Nadhia Syafiyyah Setiady; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5432

Abstract

Abstract The Muslim fashion business competition in getting consumers affects the way a company carries out its promotion and marketing through public relations. The MPR strategy is one of the ways that can contribute to improving the company's brand image. Kisera uses the MPR strategy in facing the fashion business competition to increase the number of products sold in the market. One way to do this is by participating in events in Indonesia.This study aims to identify the planning process, implementation, and obstacles in applying the MPR strategy carried out by Kisera in the 2022 Inacraft Event to improve the brand image. This study uses a qualitative method with a case study approach based on the Three Ways Strategy theory by Rosady Ruslan. Data were collected by conducting interviews, non-participant observations, taking documentation and literature studies. Interviews were conducted by taking the Owner, PIC and one of the visitors of Kisera booth as the resources. The results showed that at the planning stage, Kisera used a pull strategy to encourage the public to visit the Kisera booth stage. At the implementation stage, Kisera carried out a strategy according to the plan, namely uploading posters on social media Instagram and broadcast chat to its customers via WhatsApp. As for the obstacle faced by Kisera is the limited number of human resources at the stage booth so that customers are not served quickly. However, this can be overcome with the presence of a storekeeper. Through optimizing the MPR strategy, Kisera proved to be able to run the event effectively and efficiently. Abstrak Persaingan bisnis fashion muslim dalam memperebutkan konsumen berkaitan dengan cara perusahaan untuk melakukan promosi dan pemasarannya melalui public relations. Strategi MPR dapat berkontribusi dalam meningkatkan brand image perusahaan. Kisera menggunakan strategi MPR dalam menghadapi persaingan bisnis fashion untuk meningkatkan jumlah produk yang terjual di pasaran, salah satu cara yang dilakukannya dengan mengikuti event di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses perencanaan, implementasi dan hambatan dalam strategi MPR Kisera melalui Event Inacraft 2022 untuk meningkatkan brand image. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Three Ways Strategy oleh Rosady Ruslan. Dengan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus, penulis mengumpulkan data berupa wawancara, observasi non-partisipan, dokumentasi dan studi pustaka. Penulis mewawancarai narasumber yaitu Owner, PIC dan salah satu pengunjung stage booth Kisera. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan perencanaannya Kisera menggunakan pull strategy dengan tujuan mendorong public untuk mengunjugi stage booth Kisera, implementasinya Kisera melakukan strategi sesuai dengan rencana yaitu menggunggah poster di media social Instagram dan broadcast chat kepada customernya melalui whatsapp, hambatan yang terjadi ialah keterbatasan SDM di stage booth sehingga customer tidak terlayani secara cepat, akan tetapi storekeeper dapat mengatasinya secara baik. Melalui optimalisasi strategi MPR Kisera terbukti bahwa Kisera mampu menjalankan event secara efektif dan efisien.
Promosi Industri Fashion Clothing: Studi Deskriptif Kualitatif Promosi dalam Bentuk Web Series “Tracing Forward” pada Instagram TV @Screamous_55 Aulia Ramadhan; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5651

Abstract

Abstract. Screamous clothing has been established since 2004 and is able to maintain its existence ntil now. To assist its promotional activities, Screamous utilizes the Instagram TV feature by making web series titled “Tracing Forward”. The series consist of 8 episodes and air on Instagram TV. This web series is specially made for followers or viewers who are 17-34 years old on average. The purpose of this research is to find out how the concept, implementation, obstacles and evaluation of the promotional activities. This study employs a qualitative method with a descriptive study approach. The data were collected through interviews, observations, documentations and literature review. The results of this study describe the implementation of promotions carried out by Screamous clothing on Instagram by utilizing the Instagram TV feature through the web series "Tracing Forward". This research discusses about; 1) The concept of promotion of Screamous clothing in the form of a web series “Tracing Forward”. 2) The process of implementing Screamous clothing promotions in the “Tracing Forward” web series. 3) The internal and external obstacles during the creation and delivery of the web series. 4) Evaluation carried out after the activity took place. The promotion through the web series “Tracing Forward” on Instagram @Screamous_55 went well and achieved the goals expected by the company. Abstrak. Screamous merupakan sebuah clothing yang sudah berdiri sejak tahun 2004 dan mampu mempertahankan eksistensinya hingga hari ini. Dengan media sosial Instagram, clothing Screamous memanfaatkan fitur Instagram TV untuk membantu kegiatan promosinya melalui konten web series berjudul “Tracing Forward” dalam 8 episode yang tayang di Instagram TV dan dibuat oleh clothing Screamous. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep, implementasi, hambatan serta evaluasi dari pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Metode yang digunakan pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menggambarkan pelaksanaan promosi yang dilakukan oleh clothing Screamous di Instagram dengan memanfaatkan fitur Instagram TV melalui web series “Tracing Forward”. Web series ini dibuat secara khusus untuk para followers atau viewers yang rata-rata berusia 17-34 tahun. Peneltian ini membahas mengenai; 1) Konsep promosi clothing Screamous dalam bentuk web series”Tracing Forward”; 2) Proses implementasi promosi clothing Screamous pada web series “Tracing Forward”; 3) Terdapat hambatan internal dan eksternal pada saat pembuatan dan penayangan web series; 4) Evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Pelaksanaan promosi melalui web series “Tracing Forward” di Instagram @Screamous_55 berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.
Strategi Komunikasi Petugas Korps Protokoler Mahasiswa di Bandung: (Studi Kasus dalam Menjaga Harmonisasi di lingkup internal) Rafi Haikal Suhendar Suhendar; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9586

Abstract

Abstract. The existence of protocol in every institution is now an important role to maintain the image of the institution, including the University. Conflict management and communication strategies are needed to be able to manage all the problems that occur when an event is held. Based on this, the researcher intends to find out the communication strategy of Student Protocol Corps officers in Bandung in maintaining harmonization in the internal sphere. This research uses a qualitative method with a case study approach, and data collection techniques are carried out by observation, interview, and documentation. The results of this study are the protocol preparation process is relevant to the management function, the coordination carried out is divided into two, namely with internal and external, how to identify conflicts by understanding the indicators that cause conflicts, how to resolve conflicts is done by changing personnel and procedures, and the importance of conflict management can maintain harmonization and kinship. Abstrak. Keberadaan protokoler pada setiap instansi kini menjadi peran penting untuk menjaga citra dari instansi tersebut, termasuk Universitas. Perlu adanya manajemen konflik dan strategi komunikasi untuk bisa mengatur segala permasalahan yang terjadi ketika suatu acara diselenggarakan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud untuk mengetahui strategi komunikasi petugas Korps Protokoler Mahasiswa di Bandung dalam menjaga harmonisasi di lingkup internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah proses persiapan protokoler relevan dengan fungsi manajemen, koordinasi yang dilakukan terbagi menjadi dua yaitu dengan internal dan eksternal, cara mengidentifikasi konflik dengan memahami indikator penyebab konflik, cara mengatasi konflik dilakukan dengan perubahan personel dan prosedur, dan pentingnya manajemen konflik dapat menjaga harmonisasi dan kekeluargaan.
Analisis Program Z-Talks sebagai Program Unggulan Jabar Bergerak Zillenial Deden Gunawan; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12852

Abstract

Abstract. Non-governmental organizations are located in a competitive session due to the rapid growth and development, both in terms of number and diversity of roles. Jabar Bergerak Zillenial is one of the NGOs that accommodates young people in West Java to collaborate in various actions in the fields of humanity and education. MPR strategies can contribute to organizational goals and image building. Based on this, the researcher intends to find out the implementation of marketing public relations strategies carried out by Jabar Bergerak Zillenial through the Z-talks program. This research uses a qualitative method with a case study approach, and data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation. The results of this study are MPR Strategy Planning carried out is to identify problems and opportunities, determine targets, limits and forms of strategy. The implementation process includes communication management, determining publication strategies, and ends with evaluation every three months. Abstrak. Non-govermental Organization terletak pada sesi kompetitif yang disebabkan adanya pertumbuhan dan perkembangan yang kian semakin pesat, baik dari sisi jumlah maupun keberagaman peran. Jabar Bergerak Zillenial merupakan salah satu NGO yang mewadahi anak muda Jawa Barat untuk berkolaborasi dalam berbagai aksi di bidang kemanusiaan dan Pendidikan. Strategi MPR dapat berkontribusi terhadap tujuan dan pembentukan citra organisasi. Berdasarkan hal tersebut peneliti bermaksud untuk mengetahui implementasi strategi marketing public relations yang dilakukan Jabar Bergerak Zillenial melalui program Z-talks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Perencanaan Strategi MPR yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah dan peluang, menentukan target, batasan serta bentuk strategi. Proses Pelaksanaan meliputi pengelolaan komunikasi, menentukan strategi publikasi, serta diakhiri dengan Pengevaluasian setiap tiga bulan sekali.
Analisis Marketing Digital Merek Skincare Npure di Instagram Fatiha Aizza Adzra; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13054

Abstract

Abstract. Skincare NPure has many fans in Indonesia. One way for NPure to market its products is through the digital platform Instagram. NPure uses the reels service to sell its products. One of their Instagram upload is titled "Grebek Skincare" which describes the benefits of each NPure product. Unfortunately, this content was not very successful due to public lack of trust in NPure products. The purpose of this research is to find out how NPure did digital marketing, to find out the impact of digital marketing, and to find out how to increase NPure's digital marketing. This research is a qualitative research using case study method. The subject of this study is the members of the NPure community called Pure Mates who hold a position in the form of a content creator or KOL (Leader of Opinion). Based on the results of the digital marketing analysis of the Npure skincare brand, it is found that Npure uses and maximizes Instagram features to promote and educate consumers, includes consumers with activities organized by Npure and collaborates with communities that have the same mission as Npure. Npure also posts its content to TikTok to expand its reach and optimize the use of social media. Npure also conducts research before creating content according to audience preferences and tailors followers' interests in order to create interesting and relevant content. This has proven to be effective in increasing public trust in Npure's products. Abstrak. Skincare NPure memiliki banyak peminat di Indonesia. Salah satu cara NPure untuk memasarkan produknya adalah menggunakan platform digital Instagram. NPure menggunakan fitur reels untuk memasarkan produknya. Salah satu unggahan instagramnya yang berjudul “Grebek Skincare” yang menjelaskan manfaat dari tiap produk NPure. Sayangnya konten tersebut kurang berhasil karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk NPure. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui cara yang sudah dilakukan NPure dalam marketing digital, mengetahui dampak digital marketing dan mengetahui cara memaksimalkan digital marketing NPure. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini yaitu anggota komunitas NPure yang bernama Pure Mates yang memiliki jabatan berupa content creator atau KOL (Key Opinion Leader). Berdasarkan dari hasil penelitian analisis marketing digital merek skincare Npure ditemukan bahwa, Npure memakai dan memaksimalkan fitur-fitur Instagram untuk mempromosikan dan mengedukasi konsumen, menyertakan konsumen dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Npure serta bekerjasama dengan komunitas yang memiliki misi yang sama dengan Npure. Npure pun memposting kontennya ke TikTok untuk memperluas jangkauan dan mengoptimalkan penggunaan media sosial. Npure juga melakukan riset sebelum membuat konten sesuai dengan preferensi audiens dan menyesuaikan minat followers agar dapat menciptakan konten yang menarik dan relevan. Hal ini terbukti efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Npure.
Kolaborasi Kampanye Rangkoel Care Indonesia dengan Blishful Lipcare tentang Kesehatan Mental Daffa Aprillian; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14168

Abstract

Abstract. According to the Indonesian National Health Research (RISKESDAS, 2013), approximately 9 million people, out of a population of 250 million, are affected by depression. Additionally, about 14 million individuals aged 15 years and older experience temperament disorders such as depression and anxiety. Yayasan Rangkoel Care Indonesia aims to assist the younger generation in raising awareness about mental health by employing a strategy that involves transforming one's mental or emotional unrest into a work of art. In collaboration with Blishful Lipcare, Yayasan Rangkoel Care Indonesia engages in the distribution of artwork through the Self Love campaign. This campaign serves as an encouragement for individuals to prioritize self-love and mental health. The research adopts a constructivist paradigm, utilizing qualitative methods and a case study approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. Key informants include the chairman of Yayasan Rangkoel Care Indonesia and the Marketing Department of Yayasan Rangkoel Care Indonesia, while on the Blishful Lipcare side, the subject is Research and Development. Data analysis employs techniques of data reduction, presentation, and verification. Source triangulation is employed as a method to ensure data validity by comparing and re-examining information across different times and tools in qualitative methods. There are findings that. 1).The collaboration of Rangkoel Care Indonesia together with Blishful Lipcare occurs in the fusion of two vision and mission between institutions, namely profit and non-profit. 2).Yayasan Rangkoel Care Indonesia made a collaboration innovation in the form of a Self Love campaign to Blishful Lipcare legally sending Offering Partnership, until the execution of the Self Love campaign was carried out based on the tasks that had been shared between Yayasan Rangkoel Care Indonesia and Blishful Lipcare and closed by evaluating the campaign by both parties. 3) Vision & mission are in line with having attention to Indonesia's mental health, the popularity of Blishful Lipcare is felt to be able to provide high exposure to the Rangkoel Care Indonesia Foundation, and the beauty field is able to become a medium of art and lifting confidence so that it can lift each other's Brand Image. Abstrak. Prevalensi Masalah Kesehatan Mental Menurut Riset Kesehatan Nasional Indonesia (RISKESDAS,2013), sekitar 9 juta orang menderita depresi, dari populasi 250 juta orang. Sekitar 14 juta orang berusia 15 tahun ke atas menderita gangguan temperament seperti depresi dan kecemasan. Yayasan Rangkoel Care Indonesia hadir berupaya untuk membantu para generasi muda agar meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dengan strategi yang digunakan adalah berusaha mengkonversi keresahan mental atau emosi seseorang menjadi sebuah karya seni. Dalam hal ini, Yayasan Rangkoel Care Indonesia berkolaborasi dengan Blishful Lipcare sebagai distribusi karya seni dengan kampanye Self Love. Kampanye ini sebagai bentuk dorongan terhadap seseorang agar lebih mencitai dirinya sendiri dan lebih memperhatikan kesehatan mental. Paradigma yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan paradigma konstruktivistik, dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dipilih sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara mendalam dilakukan kepada informan seperti, ketua dari Yayasan Rangkoel Care Indonesia, Marketing Departement Yayasan Rangkoel Care Indonesia sedangkan di pihak Blishful Lipcare terdapat subjek yaitu Research and Development. Reduksi, penyajian dan verifikasi data dipilih sebagai teknik analisi data peneltian. Begitu pula dengan trigulasi sumber, dipilih sebagai cara uji keabsahan data melalui membandingkan dan memeriksa kembali keadaan informasi pada waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Tedapat temuan bahwa. 1).Kolaborasi Rangkoel Care Indonesia bersama dengan Blishful Lipcare terjadi pada peleburan dua visi misi antar Lembaga yaitu profit dan non profit. 2).Yayasan Rangkoel Care Indonesia membuat inovasi kerjasama berupa kampanye Self Love kepada Blishful Lipcare secara legal mengirim Offering Partnership, hingga eksekusi kampanye Self Love pun dilakukan berpatok kepada tugas yang sudah dibagikan antara Yayasan Rangkoel Care Indonesia bersama Blishful Lipcare dan ditutup oleh evaluasi kampanye oleh kedua belah pihak. 3) Visi & misi sejalan memiliki atensi terhadap kesehatan mental Indonesia, popularitas Blishful Lipcare dirasa mampu memberikan Exposure tinggi kepada Yayasan Rangkoel Care Indonesia, serta bidang kecantikan mampu menjadi medium seni dan pengangkatan kepercayaan diri sehingga mampu mengangkat Brand Image satu sama lain.
Peran Media Televisi dalam Edukasi Politik bagi Generasi Z 10080021019, Fatia Nabila Wida Wijaya; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18868

Abstract

Abstract. The phenomenon of low political participation among Generation Z has raised serious concerns as it has the potential to affect the quality of democracy in Indonesia. As digital natives with fast-paced, social media–driven information consumption patterns, Generation Z requires a political communication approach that is both relevant and interactive. In response to this challenge, tvOne, through its Kabar Pemilukada program, delivers political education tailored to the communication style of younger audiences by implementing a media-based Public Relations strategy. This study aims to analyze the role of television media in enhancing political literacy among Generation Z through PR strategies applied in the Kabar Pemilukada program. The research employs a qualitative method with a case study approach to explore tvOne’s PR strategy implementation in depth. Data were collected through content observation of Kabar Pemilukada, analysis of tvOne’s official social media platforms, and interviews with the tvOne Public Relations team as well as several Generation Z informants. The findings reveal that the Kabar Pemilukada program effectively raises political awareness among Generation Z through communication strategies that leverage television as owned media combined with digital platforms. This approach proves effective as it aligns political information delivery with Generation Z’s preferences by incorporating engaging visuals, simplified language, and interactive educational content. Keywords: Political Education, Generation Z, Public Relations Abstrak. Fenomena rendahnya partisipasi politik Generasi Z menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia. Sebagai generasi digital native dengan karakteristik konsumsi informasi yang cepat dan berbasis media sosial, Generasi Z membutuhkan pendekatan komunikasi politik yang relevan dan interaktif. Untuk menjawab tantangan tersebut, tvOne melalui program Kabar Pemilukada menghadirkan edukasi politik yang dikemas sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda dengan menerapkan strategi Public Relations berbasis media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media televisi dalam meningkatkan literasi politik Generasi Z melalui strategi PR yang diterapkan pada program Kabar Pemilukada. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali implementasi strategi PR tvOne secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten Kabar Pemilukada, analisis media sosial resmi tvOne, serta wawancara dengan tim Public Relations tvOne dan beberapa informan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kabar Pemilukada mampu meningkatkan kesadaran politik Generasi Z melalui strategi komunikasi yang menekankan pemanfaatan media televisi sebagai owned media yang dipadukan dengan platform digital. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan penyajian informasi politik dengan preferensi Generasi Z melalui visual yang menarik, bahasa yang sederhana, dan konten edukatif yang interaktif. Kata Kunci: Edukasi Politik, Generasi Z, Public Relations