Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengajaran MIPA

MODEL PENGEMBANGAN DESAIN DIDAKTIS SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY BIDANG MATEMATIKA MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU Mulyana, Endang; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 19, No 2 (2014): JPMIPA: Volume 19, Issue 2, 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.36173

Abstract

ABSTRAKSalah satu kompetensi inti sebagai guru matematika adalah kompetensi pedagogi yaitu mengembangkan kurikulum (enacted curriculum) dalam mata pelajaran matematika. Dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Matematika di Universitas Pendidikan Bandung (UPI), kemampuan pedagogi ini dilatih melalui workshop yang disebut subject specific pedagogy (SSP). Tujuan dari kajian ini adalah mengembangkan suatu model/prosedur workshop yang efektif dalam mendorong peserta PPG untuk meningkatkan kompetensi pedagoginya. Model ini dikembangkan atas dasar teori segitiga didaktik antara siswa, guru dan materi yang meliputi Hubungan Didaktik (HD), Hubungan Pedagogik (HP) dan Antisipasi Didaktik-Pedagogik (ADP). Dengan mengikuti prosedur workshop yang telah ditetapkan ini, diperoleh desain pembelajaran matematika yang baru dan efektif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik para peserta PPG. Kelemahan peserta akan penguasaan materi dapat diatasi melalui pendalaman kembali (repersonalisasi) sebagai tugas mandiri, sedangkan kelemahan dalam memprediksi respon siswa dapat diatasi dengan memberikan para peserta pengalaman dalam mengobservasi dan refleksi.ABSTRACTOne of the core competencies as a mathematics teacher is pedagogy competency, i.e competency to develops curriculum competencies (enacted curriculum) in mathematics. In Mathematics Professional Teacher Education (PPG) in UPI Bandung, this pedagogy ability are trained through the workshop called the Subject-Specific Pedagogy (SSP). The purpose of this study was to develop a workshop model that are expected to be effective in encouraging PPG participants to improve pedagogic competence. This model was developed based on the theory of didactic triangle between students, teachers and course material that covers the didactic relationship (HD), the pedagogy relationship (HP) and didactic-pedagogic anticipation (ADP). By following the established procedure of this workshop, some new math learning designs produced were more effective. This shows an increase in pedagogical competence of the PPG participants. Participants weakness in terms of their material mastery can be overcome through repersonalization as an independent task, while weakness concerning their ability to predict student response can be overcome by giving participants experience in observing and reflecting.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA Aditya, Yudi; Mulyana, Endang; Kustiawan, Cece
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 17, No 1 (2012): JPMIPA: Volume 17, Issue 1, 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.36047

Abstract

ABSTRAKKemampuan penalaran matematis siswa perlu secara terus-menerus untuk ditingkatkan, melalui berbagai model pembelajaran yang sejalan dengan standar proses pembelajaran yang ditetapkan pemerintah, salah satunya adalah Model Pembelajaran Matematika Knisley(MPMK). Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Matematika Knisley, dan (2) mengetahui sikap siswa terhadap proses pembelajaran menurut model pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan subyek penelitian siswa kelas X-3 di SMA Negeri 1 Bandung. Penelitian ini terdiri dar tiga siklus pembelajaran dengan jumlah siswa 36 orang. Berdasarkan data yang diperoleh melalui instrumen tes tertulis, skala sikap, lembar observasi dan wawancara, diperoleh kesimpulan, (1) MPMK dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Bandung, dan (2) siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran dengan MPMK. Peningkatan penalaran siswa melalui MPMK mengembangkan kebiasaaan belajarnya berdasarkan model pembelajaran ini.ABSTRACTMathematical reasoning skills students need to continually enhanced through a variety of learning models in line with the learning standards set by the government, one of which is a Mathematics Learning Model Knisley (MPMK). The purpose of this research is, (1) the increase in students 'mathematical reasoning skills using Knisley Mathematics Learning Model, and (2) determine students' attitudes to learning in the learning model. The research method used was action research (PTK). With research subjects class X-3 in SMA Negeri 1 Bandung. The study consisted of three cycles dar number of students learning with 36 people. Based on the data obtained through a written test instruments, attitude scales, observation and interview sheet, the conclusion, (1) MPMK can enhance mathematical reasoning class X-3 SMA Negeri 1 Bandung, and (2) students responded positively to the learning process with MPMK. Improved reasoning MPMK develop habits of students through learning based model of learning.
PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI SISWA SMP DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Mulyana, Endang
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 6, No 1 (2005): JPMIPA: Volume 6, Issue 1, 2005
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i1.34976

Abstract

Proses belajar yang dikembangkan menurut KBK diarahkan untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang gagasan-gagasan matematika dan dapat mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, grafik, diagram dalam rangka memecahkan masalah yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses belajar menurut KBK  dan tingkat pemahaman serta komunikasi siswa.Hasil tes terhadap dua kelompok siswa kelas 1 masing-masing satu kelas dari  SMPN yang telah melaksanakan KBK  dan satu kelas dari SMPN yang masih menggunakan kurikulim 1994; diperoleh bahwa pemahaman siswa dalam merefleksikan dan menjelaskan berpikir tentang gagasan matematika, siswa kelas KBK lebih baik dibandingkan dengan kelas Non-KBK. Sedangkan dalam memecahkan masalah (rutin), siswa Non KBK lebih baik dari pada siswa KBK. Sedangkan  pemahaman tentang menghubungkan (koneksi) gagasan dengan gagasan matematika, maupun mengembangkan penalaran, kedua kelompok memiliki kemampuan yang serupa. Dalam mengkomunikasikan pemahaman matematika siswa KBK memiliki cara yang lebih beragam dibandingkan dengan siswa non-KBK. (3)  Ketiadaan sumber (pakar atau buku) yang mengarahkan proses pembelajaran, dan tiadanya bahan ajar yang sudah dikembangkan untuk keperluan KBK, menjadi kendala utama dalam melaksanakan KBK yang sebenarnya. Sebagai implikasi dari kesimpulan di atas, perlu dikembangkan buku dikembangkan suatu bahan ajar yang sesuai dengan KBK lebih dari satu versi, serta pedoman pembelajarannya yang sesuai dengan karakteristik KBK. Kolaborasi antara dosen dari Jurusan Pendidikan Matematika dengan guru-guru matematika perlu ditingkatkan untuk mendorong terlaksananya proses belajar- mengajar yang tepat sesuai dengan KBK.