Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Tropical Animal Science

PENGARUH VARIASI DOSIS MA-11 DALAM FERMENTASI ONGGOK TERHADAP KUALITAS FISIK DAN BOBOT KERING Nugroho, Rendy Wahyu; Mulyono, Ali Mursyid Wahyu; Sariri, Ahimsa Kandi
Tropical Animal Science Vol. 6 No. 2 (2024): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v6i2.1646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis fermentasi onggok menggunakan MA- 11 terhadap suhu fermentasi, pH dan bobot kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan pada perlakuan ini adalah 4 macam dosis fermentasi yaitu, P0 : 0 ml/400g onggok (tidak fermentasi), P1 : 0,4 ml/400g onggok, P2 : 0,8 ml/400g onggok dan P3 : 1,2 ml/400g onggok, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi berupa siapkan onggok dan MA-11, Campurkan onggok sebanyak 400 gram dengan MA-11 dengan ml yang berbeda sesuai perlakuan yang sudah dicampurkan aquades sebanyak 700 ml untuk pembuatan setiap unitnya yang sesuai dengan perlakuan yang diatas. Onggok yang telah dicampur dengan MA-11 dimasukan kedalam toples fermentasi ukuran 500 ml yang bersifat anaerob. Variable yang diamati berupa suhu fermentasi, pH dan bobot panen kering. Hasil penelitian menunjukkanbahwa suhu mengalami kenaikan yang tidak signifikan (P>0,05), pH (keasaman) dan bobot kering panen mengalami penurunan yang signifikan (P<0,05)
PENGARUH LAMA FERMENTASI ONGGOK MENGGUNAKAN MA-11 TERHADAP KUALITAS FISIK DAN BERAT KERING Wahid, Ahmad Wahid Subagyo; Mulyono, Ali Mursyid Wahyu; Sukaryani, Sri
Tropical Animal Science Vol. 6 No. 2 (2024): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v6i2.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi onggok menggunakan MA-11 terhadap pH, suhu fermentasi, dan berat kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah 4 macam lama fermentasi yaitu, P0: Fermentasi onggok menggunakan MA-11 selama 0 hari, P1: Fermentasi onggok menggunakan MA-11 selama 2 hari, P2: Fermentasi onggok menggunakan MA-11 selama 4 hari, P3: Fermentasi onggok menggunakan MA-11 selama 6 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi bersifat anaerob, Variabel yang di amati berupa suhu fermentasi, pH (keasaman), berat kering panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mengalami kenaikan yang signifikan (P<0,05), pH (keasaman) mengalami penurunan yang signifikan (P<0,05), dan berat kering panen mengalami kenaikan yang sangat signifikan (P<0,01).
KINERJA PRODUKSI DAN INCOME OVER FEED COST PEMELIHARAAN AYAM BROILER PADA KANDANG CLOSED HOUSE (STUDI KASUS SUYATNO FARM DESA BANDARDAWUNG, KECAMATAN TAWANGMANGU): PRODUCTION PERFORMANCE AND INCOME OVER FEED COST OF BROILER CHICKEN REARING IN CLOSED HOUSE SYSTEM (CASE STUDY AT SUYATNO FARM, BANDARDAWUNG, TAWANGMANGU) Penggalih, Ratna Latip; Mulyono, Ali Mursyid Wahyu; Husein, Muhammad
Tropical Animal Science Vol. 7 No. 1 (2025): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v7i1.1822

Abstract

This study aims to determine the differences in broiler chicken performance across five rearing periods by analyzing the variables of average body weight, depletion rate, feed conversion ratio (FCR), performance index (IP), and Income Over Feed Cost (IOFC). Data collection techniques used in this research include observation and questionnaires, with the subject being the close house system at Suyatno Farm. The study produced the following: averages over five rearing periods: an average pololation 19,800 chickens, an average body weight of 1.98 kg per bird, a depletion rate of 385 birds or 1.94%, a feed conversion ratio of 1.437, a performance index (IP) is 441, and IOFC IDR 14,005. The results indicate that Period 1 had the best overall performance in terms of average final body weight 2.1 kg per bird, performance index 473, and IOFC IDR 14,660. Period 2 showed the best result in depletion rate, with 348 birds lost 1.65%. Meanwhile, the best feed conversion ratio was recorded in Period 3 with a value of 1.410.