Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penggunaan Metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Dalam Penentuan Konsentrasi Parasetamol Dalam Sirup Obat Novia Laila Rahmawati; Akhmad Al-Bari; Abdul Basith
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Bulan November 2022 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obat didefinisikan sebagai substansi yang dapat menyembuhkan suatu penyakit. Untuk memastikan keefektifan suatu obat, penting untuk menentukan kadar zat aktif dalam obat tersebut sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia. Dalam penetapan kadar obat, diperlukan metode yang dapat menghasilkan data yang akurat dan presisi. Metode HPLC dipilih karena memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi, serta waktu analisa yang cepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar parasetamol dalam sediaan sirup obat sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi VI. Uji identifikasi menggunakan KLT dilakukan untuk memastikan adanya parasetamol dalam sediaan sirup obat, sedangkan metode HPLC digunakan untuk penetapan kadar zat aktif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kadar parasetamol dalam sirup obat adalah 94,29%. Simpulan: bahwa kadar parasetamol dalam sediaan sirup sampel telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi VI yaitu tidak kurang dari 90,00% dan tidak lebih dari 110,0%.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharantus roseus L.) Menggunakan Metode BSLT Dengan Variasi Perbedaan Pelarut Ekstraksi Vera Dewi; Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Bulan November 2022 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tanaman Catharantus roseus L, yang juga dikenal sebagai tapak dara, diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Namun, meskipun telah diakui, dosis yang efektif dan aman belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, dalam penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati karena kandungan alkaloid dalam tanaman ini dapat menyebabkan efek toksik. Meskipun alkaloid bertindak sebagai penangkal racun dalam tubuh, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat menjadi beracun. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan tingkat toksisitas antara ekstrak daun tapak dara yang diperoleh menggunakan pelarut etanol dan n-heksan. Metode: Uji toksisitas akut dilakukan pada larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Potensi toksisitas suatu senyawa dapat diukur berdasarkan jumlah total kematian hewan uji dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode probit dalam software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak etanol dan ekstrak n-heksan daun tapak dara adalah 154,886 ppm dan 66,949 ppm, masing-masing. Simpulan: Ekstrak n-heksan daun tapak dara lebih toksik daripada ekstrak etanol daun tapak dara
Potensi Ekstrak Daun Jelatang (Urtica Dioica L)  Sebagai Krim Terapi Luka Bakar Derajat I Terhadap Kulit Mencit (Mus musculus) Nurin Chasanah; Akhmad Albari; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.520

Abstract

Daun jelatang (Urtica dioica L) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama berkhasiat untuk mengobati luka bakar. Daun jelatang memiliki kandungan tanin yang memiliki aktivitas terhadap proses penyembuhan pada luka bakar. Tujuan untuk penelitian ini adalah mengetahui keefektifan formulasi krim ekstrak daun jelatang untuk menyembuhkan luka bakar dan mengetahui jumlah ekstrak yang baik untuk krim ekstrak etanol daun jelatang terhadap laju penyembuhan luka bakar pada mencit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi kemudian skrining fitokimia. Ekstrak daun jelatang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim terhadap penyembuhan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif dengan basis krim dan kontrol positif dengan bioplacenton, serta kelompok formulasi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati yaitu diameter luka bakar pada hari ke-1 sampai hari ke-14 yang diukur dengan menggunakan penggaris. Analisis statistika penurunan diameter luka menggunakan uji One Way Anova yang menunjukan nilai siginifikan < 0,05 kemudian dilakukan uji LSD (Least Significant Different). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap kelompok uji krim terutama pada konsentrasi 15% jadi dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun jelatang memiliki efektivitas untuk mempercepat laju penyembuhan luka bakar.
KARAKTERISTIK DAN UJI ANTIOKSIDAN SABUN TRANSPARAN EKSTRAK KULIT SALAK WEDI Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari
FORTE JOURNAL Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i2.652

Abstract

Salak Wedi merupakan salak yang mempunyai ukuran besar, tekstur sedikit berair, rasa manis sepat dan buah yang lebih masir dibandingkan dengan salak lain. Kulit salak memiliki kandungan metabolit sekunder yang berperan aktif sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan kulit seperti penuaan dini. Sediaan topikal yang memiliki nilai inovasi dan kandungan antioksidan yang dapat dikembangkan antara lain sabun transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun padat transparan ekstrak kulit salak Wedi dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit salak Wedi. Serbuk kulit salak selanjutnya dimaseriasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 hari dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 55°C. Karakteristik sabun dinilai dengan pengujian organoleptik melalui penilaian warna, aroma dan bentuk, uji pH dengan menggunakan pH meter, uji homogenitas dengan melihat adanya butiran-butiran kasar ataupun partikel pada permukaan sabun transparan, uji daya bersih sabun dievaluasi secara organoleptik terhadap kekesatan sabun dengan rentang nilai 1-5. Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit salak Wedi menggunakan metode DPPH. Uji organoleptik menunjukkan bentuk sabun padat, transparan, warna putih kekuningan dan aroma khas fragrance oil, pH berkisar 9,6-10,1, homogen dan rata-rata evaluasi daya bersih sabun adalah 4-4,44. Nilai IC50 ekstrak kulit salak wedi adalah 44,73 µg/ml. Karakteristik sabun padat transparan ekstrak kulit salak Wedi baik dan sesuai SNI untuk parameter pH dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit salak Wedi dalam kategori sangat kuat.
Pendampingan Pengolahan Nugget Tempe dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Desa Bareng di Masa pandemi Covid-19 Akhmad Al-Bari; Fahru Rozi; Ahmad Manshur; Astrid Chandra Sari; Fahrul Isna Arsyada
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.1787

Abstract

ABSTRACTThe Covid-19 pandemic until 2021 has a major impact on the Indonesian economic, that due to the implementation of health protocols in social distancing and the imposition of a curfew. Economic activities in the community are not come free, which is not only experienced in urban areas but also in villages. Bareng is one of the villages in Sugihwaras District, Bojonegoro, with a distinctive in the agricultural sector and several creative home industries. The prolonged pandemic has burdened the Bareng village business, including the tempe industry. Although the government has issued a number of policies to mitigate the impact of the pandemic, businessman also need to make independent efforts to mitigate the impact. The purpose of this community dedication is to help the economic of business community in Covid-19 can be overcome through an asset-owned approach. The results of Assisted Based Community Assisted Community Development (ABCD) in community service gave rise to an idea in an effort to increase sales results, namely processing tempe into nuggets. Through mentoring in a community of PKK women and businessman in idea was then realized. To maintain product sustainability, business branding and market place training are carried out. The results of the assistance in processing tempe nuggets are expected so that the economy of the Bareng village can improve in especially during the Covid-19 pandemic.Keywords: tempe nuggets, Bareng village economy, Covid-19 pandemic ABSTRAKPandemi Covid-19 hingga tahun 2021 berdampak besar dalam sektor perekonomian Indonesia akibat diterapkan protokol kesehatan pembatasan sosial dan pemberlakuan jam malam. Kegiatan ekonomi di masyarakat menjadi tidak bebas yang tidak hanya dialami di perkotaan namun sampai juga ke pelosok desa. Desa Bareng merupakan salah satu desa di Kecamatan Sugihwaras Bojonegoro, dengan kekayaan khas di sektor pertanian dan beberapa home industri kreatif. Pandemi berkepanjangan memperberat usaha desa Bareng diantaranya dalam industri tempe. Walaupun pemerintah telah menerbitkan sejumlah kebijakan dalam meringankan dampak pandemi, namun pelaku usaha juga perlu melakukan usaha mandiri untuk meringankan dampaknya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberi pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar beban ekonomi akibat Covid-19 mampu diatasi melalui pendekatan aset yang dimiliki masyarakat. Hasil penerapan Asissted based comunity Assisted Based Community Development (ABCD) dalam pengabdian memunculkan sebuah gagasan dalam upaya meningkatkan hasil penjualan yakni mengolahan tempe menjadi bentuk nugget. Melalui pendampingan dalam sebuah komunitas ibu – ibu PKK beserta para pelaku usaha, gagasan ini kemudian direalisasikan. Untuk menjaga keberlangsungan produk, branding usaha dan pelatihan market place dilakukan. Hasil pendampingan pengolahan nugget tempe diharapkan agar perekonomian masyarakat desa Bareng dapat meningkat terlebih di masa pandemi Covid-19Kata Kunci: nugget tempe, ekonomi desa Bareng, pandemi Covid-19
Pendampingan Pelaksanaan Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Akhmad Al-Bari; Abdul Basith; Romadhiyana Kisno Saputri
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.8967

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) penyakit yang menyebar dan berkembang sangat cepat di beberapa negara bahkan sampai ke indonesia. Upaya pencegahan COVID-19 dapat dilakukan oleh manyarakat yakni dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, memakai masker dan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme pengaktifan sel imun dan pelepasan mediator proinflamasi dan anti inflamasi sehingga dapat menurunkan risiko tertular penyakit menular seperti COVID-19. Program pengabdian kepada masyaraat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aktivitas fisik, sistem kekebalan tubuh dan pelaksanaan aktivitas fisik untuk sistem kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan COVID-19. Edukasi pelaksanaan aktivitas fisik untuk meningkatkan daya tahan tubuh menunjukkan peningkatan pengetahuan target sebesar 16,67%, kegiatan pendampingan menunjukkan 86,67% target telah melakukan aktivitas fisik dan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan program berhasil karena program target telah melakukan aktivitas fisik setiap ahrinya 30 menit atau salam seminggu minimal 3-5 aktivitas.
Training on Making Sunscreen Cream from Tapak Dara Leaf Extract in Banjarsari Bojonegoro Village Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12507

Abstract

Background: Penggunaan bahan alam terutama tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pengobatan, belum banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Padahal, tanaman tapak dara memiliki manfaat diantaranya antihiperglikemi, antidiabetes, antibakteri, dan agen penurun stress oksidatif dan efek tabir surya yang dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA terutama tapak dara, sehingga dapat melestarikan dan mengolahnya sebagai krim tabir surya. Metode: Pelatihan ini menggunakan metode dengan menyajikan materi dalam bentuk video pelatihan dan slide penjelasan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Kelurahan Banjarsari dengan metode menyajikan materi video dan slide power point. Pelatihan pembuatan krim tabir surya ini melibatkan 50 Kader PKK yang dilaksanakan selama dua bulan. Hasil: Selama diskusi dua arah, antusiasme peserta terlihat dalam pertanyaan yang diajukan terkait teknis pembuatan krim dan manfaat tanaman tapak dara, menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap penggunaan kosmetik herbal dari tanaman TOGA. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan krim tabir surya dari ekstrak daun tapak dara di Desa Banjarsari merupakan upaya penginformasian kepada masyarakat tentang proses pembuatan krim dari tanaman TOGA dengan hasil pengabdian antusiasme masyarakat untuk diadakan kegiatan serupa.
PENGARUH BASIS MINYAK TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA BERSIH SABUN TRANSPARAN EKSTRAK KULIT SALAK (Salacca zalacca): THE EFFECT OF OIL CLENING POWER OF TRANSPARENT SOAP SNAKEFRUIT RIND EXTRACT (Salacca zalacca) Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Albari; Siti Choirun Nisak
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.311

Abstract

Pengolahan buah salak wedi menghasilkan limbah kulit salak yang mengandung antioksidan dan memungkinkan kulit buah salak untuk dikembangkan menjadi sediaan kosmetik, salah satunya sabun transparan. Proses pembuatan sabun transparan menggunakan minyak sebagai basis sabun. Perbedaan jenis minyak dapat mempengaruhi karakteristik dari sabun yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaketristik dan daya bersih sabun yang dikembangkan menggunakan ekstrak kulit salak dengan perbedaan jenis minyak yang digunakan dalam basis sabun. Kulit salak diekstraksi menggunakan metode maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 96%, pemeriksaan antioksidan kulit salak dilakukan dengan uji kualitatif DPPH, pembuatan sabun transparan menggunakan metode panas dengan 3 formulasi yang berbeda dalam pemilihan minyak, yaitu minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan kombinasi minyak kelapa dan minyak zaitun. Evaluasi sabun dilakukan dengan uji organoleptik, uji transparansi sabun, uji pH, pengukuran tinggi busa, uji kekerasan, uji daya bersih sabun dengan metode pengukuran kemampuan membersihkan dan kekesatan sabun oleh responden dan uji iritasi sabun dengan metode pemeriksaan tanda iritasi pada responden. Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah.  Ekstrak kulit salak yang dihasilkan berwarna coklat gelap, pekat dan memiliki aroma khas salak dan mengandung antioksidan. Sabun transparan memiliki bentuk padat, warna kuning kecoklatan dan putih dengan bau fragnance oil yang ditambahkan, transparan, nilai pH 10, tinggi busa 1,22 ± 0,41 sampai 5,18 ± 0,13 cm, kekerasan sabun 0,007-0,009 mm/g/s, nilai  daya bersih sabun berkisar 3,1-3,6. Uji iritasi sabun menunjukkan tidak adanya sukarelawan yang mengalami iritasi seperti merah, gatal dan bengkak. Ekstrak kulit salak dengan dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun transparan dengan menggunakan jenis minyak yang berbeda sebagai basis. Formulasi sabun memiliki sifat fisik yaitu pH 10 dan tinggi busa 1,22 ± 0,41 sampai 5,18 ± 0,13 cm yang sesuai dengan SNI, memiliki daya bersih yang baik dan tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Ada pengaruh penggunaan minyak  kelapa sawit, minyak kelapa dan kombinasi minyak kelapa dan minyak zaitun terhadap tinggi busa sabun transparan yang dihasilkan.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Jelatang (Urtica dioica L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus) Setyorini, Herny; Akhmad, Albari; Kisno, Saputri Romadhiyana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.580

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya jenis tumbuhan yang secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat adalah tumbuhan jelatang (Urtica dioica L.). Ekstrak etanol daun jelatang memiliki beberapa kandungan diantaranya flavonoid, alkaloid dan tannin yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sediaan krim ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus) dan mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) dalam sediaan krim yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian true eksperiemntal. Perlakuan pada kelompok F3 krim ekstrak etanol daun jelatang 15% menunjukkan waktu penyembuhan luka sayat mencit paling cepat pada hari ke-5. Berdasarkan hasil statistik One Way Anova (p <0,05) pada penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa krim ekstrak etanol daun jelatang (Urtica dioica L.) memiliki efektivitas yang signifikan terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus).
Aktivitas Antioksidan dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Kulit Salak Wedi sebagai Kosmetik Antiaging Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari; Siti Khoirun Nisak; Tika Roro Anti; Rika Amelia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.9590

Abstract

Wedi snakefruit is one of the local species snakefruit produced in Bojonegoro Regency. Antioxidant activity in salak fruit may be influenced by its cultivar. The peel of snakefruit is reported to have antioxidant activity as in salak fruit flesh. Antioxidants can prevent free radical damage to human skin and prevent aging so can be developed in cosmetic preparations. The current trend of antiaging cosmetic preparations leads to preparations with nanoparticle size. The objectives of this study is to determine the antioxidant activity and to characterisation of nanoparticles Wedi snakefruit peel extract that will be developed as anti-aging cosmetics. Wedi snakefruit peel extract was conducted using maceration method with 96% ethanol solvent, antioxidant activity test was conducted by DPPH method and total phenol content determination method using Folin-Ciocalteu method. Nanoparticles preparation of extract by ionic gelation method with characterisation through particle measurement using PSA and zeta potential measurement. Potential antiaging activity was measured through tyrosinase inhibition testing. The results showed the IC50 value measured by DPPH method of 56.10 ppm, total phenolic content of 13.41 mg GAE/g. PSA test results showed particle size of Wedi snakefruit peel extract 884 nm and zeta sizer value of 2 mv. Tyrosine inhibitory activity of Wedi snakefruit peel extract was 63.8%. The antioxidant activity of Wedi snakefruit peel extract is in the strong category, has not met the nanoparticle requirements and has tyrosinase inhibitory activity so that it has the potential to be developed as an antiaging cosmetic.