Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EVALUATION AND ANTIOXIDANT TEST OF SAFFRON FACE MIST AS A SKIN MOISTURIZER Al-Bari, Akhmad; Pratiwi, Shoffi Ajeng; Ni'am, Musfirotun
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.486

Abstract

Saffron (Crocus sativus L.) is a medicinal plant used as a spice in food, but recent times have shown that has a role in cosmetics. The saffron stigma has antioxidant activity and is useful in cosmetics. Antioxidants can protect the skin from various types of cell damage due to free radicals from ultraviolet light, motor vehicle fumes, chemicals in food, chemicals, and drugs. The antioxidant content of saffron stigma makes it an ingredient in cosmetics such as face mist. Face mist is a cosmetic skin freshener that refreshes facial skin, removes residual oil from the skin, kills some skin microorganisms, and helps close the pores. The aim of this study was to evaluate the antioxidant properties of the saffron face mist. The evaluation of saffron face mist includes an organoleptic test based on odor, color, and shape/texture, a pH test using a universal pH indicator paper, a specific gravity test using a pycnometer, and a moisture test using a skin moisture meter. The saffron stigma antioxidant test was performed using the DPPH assay. The results showed that the face mist had a rose aroma, golden yellow color, and moist form, the specific gravity ranged from 1.0637 to 1.0689 g/mL, the pH was 6, the moisture value of the facial skin after the application of the face mist to the face ranged from 47.77 ± 3.81 – 56.52 ± 0.72 % ...
Formulasi dan Uji Stabilitas Sunscreen Bedak Padat dari Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) : Formulation and Stability Testing of Compact Powder Sunscreen with Ethanol Extract of Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Leaves Inayatin, Laila Ulfi; Al-Bari, Akhmad; Zuhriyah, Ainu; Qoriati, Yani
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6387

Abstract

Daun Tapak Dara mengandung berbagai senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa aktif ekstrak etanol daun tapak dara dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang salah satunya disebabkan oleh paparan sinar UV. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ekstrak etanol daun tapak dara sebagai sediaan bedak padat tabir surya dan mengevaluasi stabilitas fisiknya. Metode yang dipakai yaitu secara kuantitatif menggunakan eksperimen true experimental. Ekstraksi daun tapak dara dilakukan menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang dihasilkan ada empat sediaan, yaitu F0 (0%), F1 (0,4%), F2 (0,8%), dan F3 (1,6%). Uji stabilitas fisik dilakukan melalui cycling test dan uji fotostabilitas, dengan pengamatan terhadap perubahan bau, warna, bentuk, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak dara bisa diaplikasikan sebagai bedak padat tabir surya dengan nilai absorpsi sinar UV yang semakin tinggi berbanding lurus dengan nilai konsentrasi ekstrak etanol daun tapak dara. Hasil stabilitas fisik menunjukkan hasil yang konsisten, di mana sediaan tidak mengalami perubahan bau, warna, dan bentuk selama pengujian cycling test termasuk pH.
PENENTUAN TOTAL FENOLIK, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT SALAK WEDI SEBAGAI SERUM ANTI-AGING Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari; Siti Khoirun Nisak; Tika Roro Anti; Rika Amelia
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.787

Abstract

Salak Wedi merupakan salak lokal yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Bagian kulit pada buah salak mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan alami dapat dikembangkan menjadi sediaan kosmetik anti-aging yang stabil dan efektif untuk mencegah penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit Salak Wedi yang digunakan sebagai serum anti-aging. Metode ekstraksi kulit salak Wedi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Pengujian ekstrak kulit salak Wedi dengan skrining fitokimia, penentuan total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu, penentuan kadar flavonoid total dengan metode kolorimetri, penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kandungan total fenolik dan flavonoid ekstrak kulit salak Wedi adalah 13,26±0,56mgGAE/g dan 1,95±0,18mgQE/g. Nilai IC50 ekstrak buah salak Wedi dan serum anti-aging dengan ekstrak 0%, 3%, 5% dan 7% adalah 32,72 ppm; 398,12 ppm; 283,58 ppm; 259,27 ppm dan 172,97 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak kulit Salak Wedi dalam kategori sangat kuat, sedangkan serum anti-aging ekstrak kulit salak Wedi dalam kategori lemah. Optimasi formulasi serum anti-aging dan pengujian metode aktivitas anti-aging perlu dilakukan untuk penelitian lebih lanjut.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER CLAY DARI SERBUK BIJI SALAK WEDI Yani' Qoriati; Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari; Rizka Amelya; Vilisa Ayu Wulandari
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.982

Abstract

Kulit mudah terpapar kotoran, sinar matahari dan polusi sehingga sangat rentan mengalami gangguan. Masker clay merupakan salah satu jenis masker wajah yang mudah digunakan, populer dan dapat menyebabkan kulit wajah menjadi bersih dan lebih cerah. Masker clay dengan tambahan ekstrak bahan alam telah dikembangkan dan terbukti memiliki efektivitas sebagai antioksidan, antibakteri dan antiaging yang berasal dari bahan aktif yang terdapat pada bahan alam. Biji salak memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri dan antiaging sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi masker clay. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kestabilan masker clay serbuk biji salak Wedi dan mengetahui formulasi terbaik masker clay serbuk biji salak Wedi. Pembuatan serbuk biji salak Wedi dilakukan dengan metode pembuatan simplisia dengan modifikasi penambahan proses perebusan dan penyangraian. Serbuk biji salak wedi yang dihasilkan berupa butiran halus, berwarna coklat gelap dengan aroma khas kopi. Masker clay dengan tambahan serbuk biji salak dibuat dengan 4 formulasi dengan perbedaan jumlah serbuk biji salak. Hasil evaluasi organoleptis menunjukkan bahwa warna sediaan berkisar warna putih kecoklatan hingga warna abu gelap dengan bau wangi dan tekstur semipadat, nilai pH berkisar 6,13 hingga 7,01. Masker clay tidak stabil secara organoleptik pada semua formula. Formula masker clay F4 yang paling baik berdasarkan uji pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan waktu kering yang sesuai persyaratan masker clay.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) BEDAK PADAT TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK DARA (Catharantus roseus L.) Afidatul Ummah; Akhmad Al-Bari; Abdul Basith
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1098

Abstract

Radiasi sinar UV matahari sangat berbahaya, oleh karena itu pemakaian tabir surya untuk pelindung kulit dari sinar UV sangat dibutuhkan. Daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) mempunyai kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, metiltranfarase, derivat quinon, dan juga alkaloid, sehingga dapat melindungi kulit dari eritema akibat paparan sinar UV yang berbahaya. Salah satu sediaan yang digunakan sebagai anti UV adalah bedak padat, peneliti memilih membuat bedak padat sebagai sediaan tabir surya karena sediaan bedak padat adalah salah satu pilihan yang efektif untuk kalangan wanita dikarenakan mempunyai bentuk yang padat serta tidak mudah tumpah, nyaman digunakan, dan mudah dibawa kemana-mana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dengan menggunakan desain RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil nilai SPF yang diperoleh pada formulasi 0 tanpa menggunkan ekstrak adalah 8,7, pada formulasi 1 dengan konsentrasi 2% adalah 18,98, pada formulasi 2 dengan konsentrasi 4% adalah 19,14 dan pada formulasi 3 dengan konsentrasi 8% adalah 30,71. Ekstrak daun tapak dara bisa dijadikan untuk membuat sediaan bedak padat dengan hasil evaluasi fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji kerapuhan dan uji iritasi yang diperoleh sudah sesuai dengan SNI dan hasil sediaan paling baik yaitu pada formulasi 3 dengan komsentrasi 8% dilihat dari uji penetuan nilai Sun Protection Factor (SPF).
EFEKTIVITAS GEL ANTIINFLAMASI EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) PADA MENCIT (Mus musculus L.) Dina Fitriani; Nawafila Februyani; Akhmad Al-bari
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1100

Abstract

Luka merupakan cedera yang paling sering dialami oleh manusia. Luka merupakan hilangnya integritas epitelial dari kulit. Epitelial merupakan organ yang sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari perlu adanya pengobatan topikal yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Keunggulan dari sediaan gel ini dapat menyembuhkan inflamasi lebih baik dari pada yang dijual dipasaran, karena gel yang sudah beredar banyak mengandung bahan kimia, sehingga memberikan efek yang berbahaya bila digunakan secara terus menerus. Aktivitas antiinflamasi dimiliki oleh metabolit sekunder flavonoid. Inflamasi (peradangan) adalah respon untuk perlindungan jaringan pembuluh darah dari infeksi dan juga kerusakan jaringan dengan membawa sel dan molekul perlindungan tubuh terhadap peredaran darah kelokasi yang dibutuhkan untuk menghilangkan pemicu yang mengganggu. Tujuan dari penelitian yaitu memformulasikan dan mencari formulasi sediaan gel ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L.) yang terbaik berdasarkan nilai penghambatan luka. Penelitian ini termasuk penelitian kuantatif dengan menggunakan desain RAL ( Rancangan acak lengkap). Metode yang digunakan menggunakan metode ekstraksi  maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan uji skrining fitokimia ekstrak biji ketumbar yang digunakan, untuk formulasi sediaan yang digunakan ada 3 yaitu F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%).  Pengamatan dilakukan dengan cara mengukur panjang luka dari hari ke-1 sampai hari ke-7. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyembuhan luka sayat pada mencit menggunakan gel dengan formulasi F3 4,5 gram ekstrak etanol ketumbar memberikan hasil yang efektiv terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit dibandingkan formulasi F0,F1,F2. Hasil evaluasi sediaan gel ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L.)  dengan berbagai uji yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji daya lekat sudah sesuai standar SNI dan farmakope indonesia.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus L.) Nurul Istiana; Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1126

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat mengganggu kesehatan kulit manusia sehingga perlu perlindungan tabir surya. Tabir surya alami dihasilkan oleh flavonoid yang merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder dari tapak dara. Sediaan spray gel mempunyai kelebihan antara lebih aman serta lebih praktis penggunaannya Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray gel ekstrak etanol daun tapak dara, serta mengetahui stabilitas fisiknya. Daun tapak dara diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan formulasi sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun tapak dara F1(2%), F2(4%), F3(6%). Spray gel ekstrak daun tapak dara yang dihasilkan diuji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji cycling test, uji fotostabilitas dan uji SPF. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun tapak dara dapat diformulasikan menjadi spray gel tabir surya yang sesuai standar dan stabil. sediaan spray gel memiliki warna hijau kekuningan pada formulasi 1, formulasi 2 berwarna hijau dan formulasi 3 berwarna hijau tua. Tekstur agak kental, mempunyai bau khas daun tapak dara, sediaan homogen, pH 6-7. Uji cycling test tidak ada perubahan warna, bau, bentuk sediaan dan nilai pH. Uji fotostabilitas formula 2 lebih stabil dibandingkan formula 1 dan 3. Uji SPF nilai yang paling tinggi pada formulasi 3 dengan nilai SPF 26,31.
Pelatihan deteksi skincare aman dan halal di Pondok Pesantren Bojonegoro Al-Bari, Akhmad; Qoriati, Yani’; Wahab, Charliandri Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29306

Abstract

AbstrakPenggunaan skincare di kalangan remaja santri semakin meningkat. Namun, banyak produk yang beredar di pasaran mengandung bahan tidak aman dan belum bersertifikasi BPOM maupun halal. Program pengabdian yang dilaksanakan di Pondok Pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam mendeteksi skincare yang aman dan halal. Kegiatan ini melibatkan 40 santri putri berusia 17–18 tahun yang dipilih melalui observasi awal. Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi tentang ciri-ciri produk skincare berisiko, pentingnya sertifikasi BPOM dan halal, serta pelatihan praktis untuk mengidentifikasi label dan menguji keberadaan bahan berbahaya merkuri dalam sampel skincare menggunakan reagen kit. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan para santri, dengan 96% peserta mencapai kategori baik. Sementara itu, keterampilan deteksi merkuri berada dalam kategori sangat baik. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya memilih produk yang sesuai dengan prinsip syariah dan standar keamanan. Diharapkan, santri dapat lebih bijak dalam memilih produk skincare, sehingga masalah kulit di kalangan santri dapat berkurang. Kata kunci: pelatihan deteksi; skincare; aman; halal; merkuri. AbstractThe use of skincare products among teenage students in Islamic boarding schools has been on the rise. However, many products on the market contain harmful ingredients and lack certification from BPOM or halal approval. This community outreach program, conducted at an Islamic boarding school, aims to improve students' knowledge and skills in identifying safe and halal skincare products.  The initiative involved 40 female students aged 17–18, selected through an initial observation process. The training commenced with sessions covering the traits of potentially harmful skincare products, the significance of BPOM and halal certification, and hands-on practice in analyzing product labels and testing for hazardous substances, such as mercury, in skincare samples using reagent kits.  The outcomes demonstrated a notable enhancement in students' understanding, with 96% achieving a "good" level of knowledge. Furthermore, their ability to detect mercury was rated as "outstanding." This program effectively heightened the students' awareness of the necessity of choosing products that comply with Islamic values and safety standards. It is expected that the students will make wiser decisions when selecting skincare products, helping to minimize skin-related issues within their community. Keywords: training on detecting safe; skincare; safe; halal; mercury
Formulasi dan Uji Stabilitas Sunscreen Bedak Padat dari Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.): Formulation and Stability Testing of Compact Powder Sunscreen with Ethanol Extract of Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Leaves Inayatin, Laila Ulfi; Albari, Akhmad; Zuhriyah, Ainu; Qoriati, Yani
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, No.1, Desember 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6387

Abstract

Daun Tapak Dara mengandung berbagai senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa aktif ekstrak etanol daun tapak dara dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang salah satunya disebabkan oleh paparan sinar UV. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ekstrak etanol daun tapak dara sebagai sediaan bedak padat tabir surya dan mengevaluasi stabilitas fisiknya. Metode yang dipakai yaitu secara kuantitatif menggunakan eksperimen true experimental. Ekstraksi daun tapak dara dilakukan menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang dihasilkan ada empat sediaan, yaitu F0 (0%), F1 (0,4%), F2 (0,8%), dan F3 (1,6%). Uji stabilitas fisik dilakukan melalui cycling test dan uji fotostabilitas, dengan pengamatan terhadap perubahan bau, warna, bentuk, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak dara bisa diaplikasikan sebagai bedak padat tabir surya dengan nilai absorpsi sinar UV yang semakin tinggi berbanding lurus dengan nilai konsentrasi ekstrak etanol daun tapak dara. Hasil stabilitas fisik menunjukkan hasil yang konsisten, di mana sediaan tidak mengalami perubahan bau, warna, dan bentuk selama pengujian cycling test termasuk pH.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN WAJAH SESUAI JENIS KULIT BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DI BOJONEGORO Akhmad Al-Bari; Romadhiyana Kisno Saputri; Yani’ Qoriati; Rika Amelia; Muhammad Habiburrohman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26670

Abstract

Abstrak: Remaja pada usia prapubertas atau pubertas rentan mengalami gangguan kulit seperti jerawat. Sekitar 84% santri Pondok Pesantren Adnan Al Charish mengalami gangguan kulit seperti jerawat kulit kering, gatal atau alergi dan infeksi kulit. Alternatif yang dapat dilaksanakan untuk menurunkan masalah kulit adalah dengan pembuatan sabun natural. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri terkait dengan kondisi kulit dan pembuatan sabun wajah sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki. Mitra merupakan santri putri santri putri dengan usia 17-18 tahun yang berjumlah 40 santri. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pemaparan materi tentang kondisi kulit yang dilanjutkan dengan diskusi, selanjutnya pelatihan pembuatan sabun wajah sesuai jenis kulit dilakukan dengan metode praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan mitra yang dinilai dari nilai pre-post test mengalami peningkatan, saat post test pengetahuan pada kategori sangat baik naik sebesar 47,5% dan pada kategori baik naik sebesar 22,5%. Pengukuran keterampilan membuat sabun di akhir pelatihan menunjukkan 55% mitra memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Adolescents at prepubertal or pubertal age are prone to skin disorders such as acne. About 84% of Adnan Al Charish Islamic Boarding School students experience skin disorders such as dry skin acne, itching or allergies and skin infections. An alternative that can be implemented to reduce skin problems is by making natural soap. Community service activities aim to increase the knowledge and skills of students related to skin conditions and making facial soap according to their skin type. Partners are female santri with the age of 17-18 years, totalling 40 santri. The method is carried out through a presentation on skin conditions, followed by a discussion. This is then followed by a hands-on training session on making facial soap tailored to different skin types.. The results of the activity show that partner knowledge assessed from the pre-post test scores has increased, when the post test knowledge in the excellent category increased by 47.5% and in the good category increased by 22.5%. Measurement of soap making skills at the end of the training showed 55% of partners had skills in the good category.