Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perancangan Model Indeks Prestasi dan Masa Studi Terbobot Pada Universitas Pattimura Ambon N. E. Maitimu
ARIKA Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.577 KB)

Abstract

The quality of education is the objective of every education institusion in order to be acknowledge by their outcome users. That is the reason that University of Pattimura tries to improve their quality assurance of education and duration of study. These have programmed for every student to finish their study on time according to curriculum with a satisfactory grade point. The university proposes Indeks Prestasi Masa Studi Terbobot method to describe the most qualified serviceable faculty, department or study program in accordance with vision dan mission of the university. A research is developed to analyze students performance on 8 faculties, 21 departments, and 50 study programs by calculating student-s grade point dan study duration of study base on graduated book of every graduation period.
Pengaruh Pengawasan dan Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota N. E. Maitimu; V. O. Lawalata; Tedi Hariadi
ARIKA Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.98 KB) | DOI: 10.30598/arika.2018.12.2.79

Abstract

Arah dan tujuan bisnis menjadi pedoman dasar bagi PT PLN (Persero) untuk meningkatkan produktivitaskerja sesuai harapan pemegang saham dan pelanggan. Oleh karena itu, pengawasan dan penerapan disiplin kerja karyawan cenderung dapat memberikan tingkat produktivitas kerja karyawan yang baik. Untuk itu, penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membuktikan signifikansi pengaruh pengawasan dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang disebarkan kepada 80 responden (karyawan) sebagai sampel. Metode analisis data yang dipakai adalah Partial Least Square (PLS) yang diolah menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pegawasan Kerja tidak memberikan pegaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja, sedangkan Disiplin Kerja memberikan pegaruh positif yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja karywan PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota. Disiplin Kerja dapat menerangkan 35,3117% dari keragaman Produktivitas Kerja karyawan PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota, dimana sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini.
Analisis Perancangan Bahan Baku Berbasis Listrik berdasarkan Metode Material Requirement Planning (MRP) pada PT. PLN (Persero) Pusat Listrik Masohi N. E. Maitimu; Anton Tonapa
ARIKA Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.461 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.1.1

Abstract

Permintaan akan tenaga listrik yang semakin meningkat membutuhkan persediaan bahan bakar dan material fast moving yang cukup sebagai bahan baku utama dalam penyediaan tenaga listrik. MRP suatu teknik atau prosedur logis untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (JIP) dari barang jadi atau end item menjadi kebutuhan bersih untuk beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan JIP. PT PLN (Persero) Pusat Listrik Masohi dalam melakukan permintaan bahan bakar untuk pembangkit listrik dilakukan secara bulanan dan dilakukan pemantauan secara online perhari dimana diperlukan ketepatan pelaporan dan penyediaan bahan bakar untuk penyediaan tenaga listrik yang dinamis. Kebutuhan bahan baku untuk produksi tenaga listrik PT PLN (Persero) Pusat Listrik Masohi telah menggunakan pendekatan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam proses pengadaan material bahan baku. Penelitian ini mendapatkan hasil penggunaaan Metode lot sizing Lot-For-Lot, Economic Order Quantity, Part Period Balancing yang optimal untuk digunakan pada Pusat Listrik Masohi adalah Part Period Balancing. Dengan menggunakan metode Part Period Balancing, perusahaan dapat mengurangi biaya persediaan sebesar Rp 1,739,053,883,- , atau sebesar 2,88 % dari total biaya dari metode perusahaan.
Penerapan Lean Manufacturing guna Meminimasi Waste pada Lantai Produksi M. L. Pattiapon; N. E. Maitimu; Irene Magdalena
ARIKA Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.378 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.1.23

Abstract

UD. Filkin adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang mebel. Salah satu produknya adalah pintu. Dalam produksinya, terdapat berbagai jenis waste yang sering terjadi tanpa disadari, karena telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan umum, padahal sesungguhnya sangat merugikan, dan seharusnya bisa dihindari, sehingga pada hasil identifikasi ditemukan beberapa jenis waste yang diantaranya waiting, innappropiateprocessing dan overproduction.Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penyebab waste yang terjadi dalam lantai produksi, dan juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi waste di lantai produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi atau mengeliminasi waste adalah dengan metode Lean Manufacturing.Pendekatan Lean Manufacturing dilakukan dengan menganalisis waste dengan value stream mapping, menentukan waste dan mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa dengan root cause analysis, dan merancang rekomendasi perbaikan untuk mengatasi waste tersebut.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tiga waste dengan rangking tertinggi adalah waiting dengan skor (17,1%), innappropiateprocessing (16,5%) dan overproduction (15,9%). Sehingga untuk mengurangi wastewaiting disarankan agar melakukan pelatihan dan penambahan pekerja. Untuk mengurangi wasteinnappropiateprocessing disarankan untuk meningkatkan pola pemahaman pekerja terhadap keinginan konsumen. Dan untuk mengurangi waste overproduction disarankan untuk melakukan perencanaan ulang terhadap produk yang akan dibuat, yang sesuai dengan permintaan pasar.
Analisis Implementasi Penilaian Kinerja Pegawai dengan Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Nasional (SIMKPNAS) Di PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara A. L. Kakerissa; N. E. Maitimu; Erlin Sampulawa
ARIKA Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.553 KB) | DOI: 10.30598/arika.2020.14.1.37

Abstract

Sistem penilaian kinerja pegawai merupakan salah satu cara peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara. PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara menerapkan sistem penilaian kinerja pegawai menggunakan Aplikasi Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Nasional (SIMKPNAS) untuk mengevaluasi atau mengukur kinerja pegawai. aplikasi ini sebagai wadah yang menyediakan form untuk dapat mendukung seluruh aktivitas penilaian kinerja pegawai PT PLN (Persero) mulai dari tahap perencanaan, tahap pengukuran serta menyimpan hasil penilaian itu sendiri. Penulisan tugas akhir ini bertujuan menganalisa sistem penilaian kinerja pegawai pada PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui studi lapangan yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja pada PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara dilakukan dua kali dalam setahun. Penilaian kinerja pada PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara ada dua jenis yakni penilaian hardskill dan penilaian softskill. Penilaian hardskill dinilai dari sasaran kinerja pegawai dan penilaian softskill dinilai dari kompetensi pegawai. Kedua jenis penilaian tersebut dimasukkan kedalam Aplikasi SIMKPNAS mulai dari perencanaan, pemantauan dan penilaian.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Algoritma Blocplan pada PT. X Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.694 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.104

Abstract

Suatu produksi yang memiliki jumlah mesin yang banyak dan aliran produksi yang panjang membutuhkan pengaturan tata letak dan pemindahan bahan yang efisien sehingga dapat mengurangi backtracking pada proses produksi. Springbed adalah kasur yang menggunakan lapisan busa dan pegas atau per pada kasurnya. Karena itu ada rasa membal ketika melompat-lompat di atas springbed karena material pegasnya. PT. X Ambon adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture dimana salah satu produk yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah produk springbed. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini adalah pengaturan tata letak tiap area kerja pada area produksi yang belum teratur mengakibatkan perpindahan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya terlalu jauh sehingga diperlukan usulan tata letak baru untuk mengatur ulang jalur material atau barang yang lebih sesuai dengan fungsi masing-masing stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang ulang tata letak fasilitas pada bagian produksi sehingga dapat meminimumkan ongkos material handling. Adapun tata letak antar stasiun kerja yang diterapkan saat ini kurang efesien sehingga menimbulkan ongkos material handling sebesar Rp. 311.995 dengan total jarak 159.027,7 m. Untuk menurunkan ongkos material handling dan jarak panjang lintasan, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode algoritma BLOCPLAN (Block Layout Overview with Layout Planning). Hasil penelitian diperoleh pada perancangan layout dengan menggunakan algoritma BLOCPLAN adalah ongkos material handling sebesar Rp. 51.267 dengan total jarak adalah 84,88 m.
Penerapan Good Manufacturing Practice pada UD. XYZ di Kota Tual Nil Edwin Maitimu; Marcy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 15 No 2 (2021): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.877 KB) | DOI: 10.30598/arika.2021.15.2.115

Abstract

Usaha kecil menengah berperan penting dalam mendukung ekonomi Nasional, terutama pada bidang pangan olahan hasil laut. Olahan hasil laut dalam bentuk abon ikan merupakan usaha home industry UD. XYZ. Kondisi usaha abon ikan akan terhambat dengan adanya kejadian-kejadian yang tidak diharapkan atau risiko negatif yang dapat menimbulkan kerugian. Hal ini berkaitan dengan proses sanitasi yang belum maksimal dalam hal sanitasi pekerja, sanitasi alat dan wadah, dan sanitasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengiplementasikan SSOP pada proses produksi Abon Ikan dan menghasilkan produk Abon Ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk, juga sebagai pedoman tatacara memproduksi bahan pangan dengan baik dan benar pada seluruh mata rantai produksi, dimulai dari pengadaan bahan baku hingga akhir dan menekankan higien pada setiap tahapan menggunakan metode Good Manufacturing Pratice (GMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOP pada Home Industry XYZ telah dilaksanakan secara baik dengan mengusulkan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) yang sesuai dengan standar operasi yang berlaku untuk mengurangi atau menghilangkan kontaminasi terhadap produk akhir abon ikan. Penerapan Good Manufacturing Practice, terdapat 12 sub kriteria yang tidak sesuai dengan peraturan. Dari tingkat penyimpangan yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pengolahan abon ikan berada pada level III dengan total skor 172 yaitu cukup memuaskan. Untuk itu perusahan perlu melengkapi penerapan GMP sesuai peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.75/M-IND/PER/7/2010.
PENERAPAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) GUNA MENGANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAGING BUAH PALA PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) HUNILAI DI DUSUN TOISAPU DESA HUTUMURI Nil Edwin Maitimu; Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.167-171

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman tahunan yang banyak diusahakan dalam industri adalah buah pala. Pala merupakan tanaman rempah asli kepulauan Maluku, yang telah diperdagangkan dan dibudidayakan secara turun temurun dalam bentuk perkebunan rakyat di sebagian besar kepulauan Maluku. Produk pala Indonesia termasuk unggul di pasar dunia karena memiliki aroma yang khas.Buah pala merupakan salah satu tumbuhan utama di Maluku. Namun, petani biasanya menggunakan buah pala ini untuk diambil bijinya sedangkan bagia lainnya seperti kulit dan daging tidak digunakan. Oleh karena itu bagian dari buah pala yang dianggap sebagai limbah menjadi sebuah ide untuk diolah menjadi Jus Pala. Memprediksikan permintaan secara tepat sangatlah sulit dikarenakan perusahaan tidak dapat memprediksikan keinginan konsumennya, Oleh karena itu setiap perusahaan harus tepat dalam mengendalikan persediaan bahan baku agar persediaan bahan baku selalu ada dan tidak mengalami kekosongan. Metoda manajemen persediaan yang paling terkenal adalah model-model economic order quantity (EOQ). Hasil Penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa jumlah pembelian bahan baku yang optimal dilakukan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebanyak 2.182 buah dengan totalbiaya Rp. 1.466.529 dengan persediaan bahan baku optimal sebanyak 2.182 buah pada bulan September 2017. Hal ini menyebabkan UKM Hunilai mengalami kerugian sebesar Rp. 2.336.772. Persediaan pengaman yang harus selalu tersedia digudang penyimpanan sebanyak 426 buah dan pemesanan kembali bahan baku pada saat persediaan bahan baku di lantai produksi sebanyak 1.426 buah agar tidak terjadi kekurangan persediaan bahan baku.
IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING GUNA MEREDUKSI WASTE (Studi Kasus : UD. X) Nil Edwin Maitimu; Marcy L. Pattiapon
ALE Proceeding Vol 3 (2020): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.3.2020.75-81

Abstract

Tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh profit setinggi mungkin. Profit yang tinggi yang akan diperoleh jika perusahaan bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran perusahaan dan melakukan efisiensi termasuk menekan pemborosan yang ada. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan perlu membuat proses produksi menjadi optimal. UD. X adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang mebel. Produk yang dihasilkan oleh UD. X adalah furniture seperti meja, kursi, lemari, jendela dan pintu. Faktor yang mengakibatkan terjadinya pemborosan terhadap waktu, tenaga, jarak, material, dan mesin sehingga mengakibatkan terjadinya waktu tunggu yang lama dan memperkecil ruang gerak pekerja. Kondisi ini apabila terjadi secara terus-menerus akan berpengaruh terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan, yang nantinya dapat merugikan perusahaan.Berdasarkan hasil penelitian maka urutan waste yang terjadi pada proses produksi pintu dalam UD. X dari rangking tertinggi sampai rangking terendah adalah waste waiting (17,1%), waste innappropiate processing (16,5%), waste overproduction (15,9%), waste inventory (15,3%), waste transportation (14,1%) waste unnecessary motion (11,8%) dan waste defects (9,4%). Dengan mengetahui waste yang terjadi maka dilakukan upaya untuk mengurangi waste yang terjadi. Metode Root Cause Analysis adalah sebuah metode yang bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa. Dengan menggunakan metode ini maka diharapakan dapat mengurangi waste yang terjadi pada sistem produksi pintu.
PENERAPAN LEAN CONSTRUCTON PADA PROYEK PT. PESONA GRAHA MANDIRI AMBON GUNA MEREDUKSI NON ADDED VALUE ACTIVITY Nil Edwin Maitimu; Marcy L Pattiapon
ALE Proceeding Vol 1 (2018): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.1.2018.168-175

Abstract

Abstrak Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan konstruksi, yang disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas para tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran yang membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai.Walaupun kegagalan tersebut tidak dapat dilihat secara nyata, namun jika berlangsung dengan intensitas yang besar dan terus-menerus maka kegagalan tersebut dapat terakumulasi dan dampaknya akan terlihat pada akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong dalam waste (non value addedactivity) jenis dan frekuensi kemunculannya serta mengidentifikasi penyebab waste serta memberikan usulan perbaikan yang bertujuan untuk mereduksi waste sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi perbaikan melalui pendekatan lean dan FMEA. Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar memberikan nilai kepelanggan.FMEA (FailureModeandEffectsAnalysis) adalah metode yang secara kualitatif untuk mengidentifikasi ragam kegagalan dan dampaknya secara kuantitatif dapat dihitung ragam kegagalan dengan prioritas tertinggi yang memerlukan tindakan perbaikan dengan segera. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Defect dengan bobot 3.91, Waiting dengan bobot 3.40 dan Innapropriate processing dengan bobot 3.17. Berdasarkan risk priority number maka diperoleh bentuk-bentuk waste sebagai berikut Plat beton pecah dengan risk priority number 147, Rework pada pemasangan keramik dengan risk priority number 126 dan Rework Pemasangan instalasi perpipaan yang kurang bagus dengan risk priority number 126.