Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Revitalisasi Institusi Al-Hisbah Pangan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Perspektif Maqosid Al-Syari'ah Farida, Ulfa Jamilatul; Munajat, Makhrus; Yusdani, Yusdani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4689

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis bagi Indonesia yang berpenduduk hampir 280 juta jiwa. Global Food Security Index (GFSI) menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 113 negara, menunjukkan masih adanya tantangan dalam ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan keberlanjutan pangan. Dalam perspektif Maqosid Al-Syari'ah, pangan termasuk bagian dari penjagaan jiwa (hifz al-nafs) dan harta (hifz al-mal), sehingga penguatan pengawasan pangan menjadi kebutuhan mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontekstualisasi dan merumuskan strategi revitalisasi institusi al-hisbah pangan di Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research, content analysis, dan kajian retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan pangan di Indonesia masih menghadapi kekosongan moral yang memicu penyimpangan regulasi, sehingga diperlukan revitalisasi institusi al-hisbah melalui penguatan tata kelola dan internalisasi nilai moral ekonomi syariah. Revitalisasi dilakukan dengan pendekatan persuasif yang dapat ditingkatkan menjadi represif bila terjadi pelanggaran serius, serta melibatkan koordinasi lintas lembaga dan pendidikan etika ekonomi syariah bagi seluruh pemangku kepentingan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi prinsip Maqosid Al-Syari'ah dalam desain kebijakan pangan nasional agar pengawasan tidak hanya administratif, tetapi juga berlandaskan integritas moral dan keberlanjutan.
Transformasi Penanganan Anak dalam Konflik Hukum: Kerangka Diversi dan Keadilan Restoratif Munajat, Makhrus
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/inright.v12i2.4838

Abstract

Indonesia, as a state governed by law, has ratified the Convention on the Rights of the Child and is committed to protecting children in conflict with the law (CICL). However, in practice, children’s rights such as protection from violence, access to legal assistance, and child-sensitive sanctions are not fully upheld. Diversion and restorative justice offer alternative approaches to reduce the adverse impact of formal criminal proceedings on children. This study employs a qualitative method with normative-juridical and sociological approaches. Data were collected through document analysis and interviews with law enforcement officials. The analysis is based on restorative justice theory and the principle of the best interest of the child. The study aims to identify practical barriers and propose legal strategies to optimize the application of diversion and restorative justice within Indonesia’s juvenile justice system. Findings reveal that the implementation of diversion and restorative justice remains limited and lacks systematic integration. The absence of technical guidelines and the lack of child protection perspectives among law enforcement are major obstacles. Strengthening technical regulations, providing specialized training, and fostering inter-agency collaboration are necessary steps to mainstream non-litigation approaches in handling juvenile criminal cases.   Indonesia sebagai negara hukum telah meratifikasi Konvensi Hak-Hak Anak dan berkomitmen untuk melindungi anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Namun, dalam praktiknya, hak-hak anak seperti perlindungan dari kekerasan, pendampingan hukum, serta sanksi yang sesuai dengan kepentingan terbaik anak masih belum terpenuhi secara optimal. Diversi dan keadilan restoratif menjadi pendekatan alternatif yang relevan untuk meminimalkan dampak negatif proses peradilan pidana terhadap anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan sosiologis. Data diperoleh melalui studi dokumen dan wawancara dengan aparat penegak hukum. Teori keadilan restoratif dan prinsip the best interest of the child digunakan sebagai landasan analisis. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kendala implementatif serta merumuskan strategi hukum yang mendukung optimalisasi diversi dan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan diversi dan keadilan restoratif masih terbatas dan belum terstruktur secara menyeluruh. Ketiadaan petunjuk teknis yang memadai serta minimnya perspektif perlindungan anak dalam praktik aparat hukum menjadi hambatan utama. Diperlukan penguatan regulasi teknis, pelatihan khusus bagi aparat, serta sinergi antar-lembaga untuk mendorong pendekatan non-litigatif menjadi bagian utama dalam penyelesaian perkara pidana anak.