Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A Conceptual Framework of The Islamic Human Development Index (I-HDI) and its Relationship with Maqāṣid Al-Sharī'ah Hasbi, M. Zidny Nafi'; Munajat, Makhrus; Qoyum, Abdul
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Univeristas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v7i2.10910

Abstract

Measurement of development in general uses the Human Development Index (HDI) indicator, but this concept cannot yet be a comprehensive measure of human development. The concept of HDI has an aspect of inequality and only measures the material session, while the spiritual is not measured. Therefore, the Islamic Human Development Index (I-HDI) is here to provide solutions for measuring human development in a complex way by measuring people's welfare through material, spiritual, and moral aspects. The purpose of this study is to explain the concepts and indicators of the human development index from an Islamic perspective and their relevance to maqāṣid al-sharī'ah. This research uses a method with a descriptive qualitative approach, which is an effort to understand the concepts found in the research process, using content analysis techniques and library research or literature review. The findings from this study indicate that the concept of the Islamic Human Development Index (I-HDI) provides an overview of the achievement of human development based on maqāṣid al-sharīʿah by measuring material and non-material aspects. I-HDI is an attempt to translate conventional development concepts into an Islamic perspective, in which the analytical tool used is based on the five maqāṣid al-sharīʿah dimensions as indicators of human needs both materially and spiritually. The I-HDI measurement is based on five maqāṣid al-sharīʿah, namely the protection and safeguarding of religion (ad-dien), protection of the soul (an-nafs), protection of the mind (al-aql), protection of offspring (an-nasl), protection of property (al-maal).
Revitalisasi Institusi Al-Hisbah Pangan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Perspektif Maqosid Al-Syari'ah Farida, Ulfa Jamilatul; Munajat, Makhrus; Yusdani, Yusdani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4689

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis bagi Indonesia yang berpenduduk hampir 280 juta jiwa. Global Food Security Index (GFSI) menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 113 negara, menunjukkan masih adanya tantangan dalam ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan keberlanjutan pangan. Dalam perspektif Maqosid Al-Syari'ah, pangan termasuk bagian dari penjagaan jiwa (hifz al-nafs) dan harta (hifz al-mal), sehingga penguatan pengawasan pangan menjadi kebutuhan mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontekstualisasi dan merumuskan strategi revitalisasi institusi al-hisbah pangan di Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research, content analysis, dan kajian retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan pangan di Indonesia masih menghadapi kekosongan moral yang memicu penyimpangan regulasi, sehingga diperlukan revitalisasi institusi al-hisbah melalui penguatan tata kelola dan internalisasi nilai moral ekonomi syariah. Revitalisasi dilakukan dengan pendekatan persuasif yang dapat ditingkatkan menjadi represif bila terjadi pelanggaran serius, serta melibatkan koordinasi lintas lembaga dan pendidikan etika ekonomi syariah bagi seluruh pemangku kepentingan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya integrasi prinsip Maqosid Al-Syari'ah dalam desain kebijakan pangan nasional agar pengawasan tidak hanya administratif, tetapi juga berlandaskan integritas moral dan keberlanjutan.