Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FEASIBILITY STUDY OF FLOATING SOLAR POWER PLANTS IN SITU TUNGGILIS CILEUNGSI BOGOR REGENCY Muliawati, Fithri; Annisa, Sarah Chairul; Wismiana, Evyta; Adzikri, Fikri; Waryani, Waryani
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i2.2582

Abstract

Currently in Bogor City there are many potential areas that can be used as tourism locations. Tourist locations can also be a source of pride for local residents because they can improve the economy of local residents. By having distinctive cultural heritage characteristics, legendary historical stories to natural potential that has its own appeal, all have an important role in developing the economic welfare of the local community. Supporting factors that cannot be ignored are the infrastructure and comfort offered to support it as a tourist destination. Situ Tunggilis is one of 93 lakes in Bogor Regency, has good tourism potential, but the facilities and infrastructure in Situ Tunggilis are still less than optimal. One of the things that is still an obstacle is access to electrical energy. Therefore, access to electricity must be done immediately to increase the appeal and service to tourists. In meeting the main electricity needs in Situ Tunggilis, one of the efforts put forward is to utilize environmentally friendly New and Renewable Energy (EBT) sources, namely floating Solar Power Plants (PLTS). Based on this feasibility study, it can be concluded that solar energy obtained around Tunggilis can be used as an energy source for floating PLTS. Thus, this study can be applied as an effort to improve sustainable ecotourism facilities and infrastructure in Situ Tunggilis.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI LORA UNTUK SISTEM PEMANTAUAN KONDISI SAWAH RIVAI, BLOKO BUDI RIJADI, dan EVYTA WISMIANA, M. JABBAR
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12826

Abstract

Sektor pertanian merupakan bagian penting dari negara agraris seperti Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia mencari nafkah dari bertani, Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, sebanyak 29,96% dari total 135,3 juta penduduk yang bekerja tercatat beraktivitas di sektor pertanian. Saat ini, sistem irigasi di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu kendala utama adalah metode pengecekan kondisi pertanian, dimana petani harus datang langsung ke sawah untuk memeriksa kondisi lahan pertaniannya dan melakukan buka tutup pintu irigasi secara manual. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkannya alat untuk memantau dan mengontrol pintu irigasi yang efektif sehingga para petani tidak harus datang langsung untuk membuka pintu irigasi dan melihat kondisi tanah pada lahan pertaniaannya, hal tersebut dapat dioptimalkan dengan menggunakan informasi secara real-time  dengan  memanfaatkan teknologi LoRa yang mampu beroperasi tanpa internet untuk mengirimkan dan menerima data sensor secara real-time. Sistem ini di rancang dengan Arduino Uno dan Lolin Wemos D1 R1 sebagai mikrokontroler, LoRa Ra-02 sebagai modul komunikasi jarak jauh, sensor soil moisture untuk mendeteksi kelembapan tanah dan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air, data sensor tersebut sebagai parameter untuk pengontrolan pintu air. Data hasil pengukuran sensor dapat dikirimkan menggunakan LoRa dari Trx1  ke Trx2 dengan menggunakan antena. Pengujian proses komunikasi data antara Trx1  ke Trx2 dilakukan dengan jarak mulai dari 50 meter sampai komunikasi tidak dapat dilakukan. Kemudian dilakukan pengujian packet loss dengan jarak 100 meter dalam kondisi NLOS dari 50 paket data yang dikirim mendapati persentase packet loss sebesar 34 % paket data yang hilang, dan persentase packet loss untuk kondisi LOS dari 50 paket data yang dikirim itu sebesar 4 % paket data yang hilang. Hal yang dapat mempengaruhi terjadinya packet loss karena adanya hambatan fisik seperti tembok, pohon, dan lain-lain. Dengan segala kekurangan dan kelebihan pada pengujian untuk sistem pemantauan kondisi sawah dengan teknologi LoRa dapat berjalan dengan baik yang dimana LoRa dapat melakukan pengiriman data sensor, dan sistem dapat berjalan secara otomatis maupun pengontrolan secara manual.Kata Kunci: Teknologi LoRa, Packet Loss , Trx1, Trx2,  Real Time ABSTRACT The agricultural sector is a vital part of an agrarian country like Indonesia. The majority of Indonesians earn their living from farming. According to data from the Central Statistics Agency (BPS) as of August 2022, 29.96% of the total 135.3 million employed population is registered as being involved in the agricultural sector. Currently, Indonesia's irrigation system still faces several challenges. One of the main obstacles is the method of checking agricultural conditions, where farmers must visit the fields directly to check the condition of their fields and manually open and close the irrigation gates. Therefore, a tool is needed to effectively monitor and control irrigation gates so that farmers do not have to visit the fields in person to open the irrigation gates and assess the soil conditions on their farms. This can be optimized by utilizing real-time information using LoRa technology, which can operate without the internet to send and receive sensor data in real time. This system is designed with Arduino Uno and Lolin Wemos D1 R1 as microcontrollers, LoRa Ra-02 as a remote communication module, soil moisture sensor to detect soil moisture and ultrasonic sensor to measure water level, the sensor data as a parameter for controlling the sluice gate. Sensor measurement data can be sent using LoRa from Trx1 to Trx2 using an antenna. Testing the data communication process between Trx1 to Trx2 was carried out with a distance starting from 50 meters until communication could not be carried out. Then a packet loss test was carried out with a distance of 100 meters in NLOS conditions from 50 data packets sent, the percentage of packet loss was 34% of lost data packets, and the percentage of packet loss for LOS conditions from 50 data packets sent was 4% of lost data packets. Things that can affect packet loss due to physical obstacles such as walls, trees, and others. With all the shortcomings and advantages in testing for the rice field condition monitoring system with LoRa technology, it can run well where LoRa can transmit sensor data, and the system can run automatically or manually controlled. Keywords: LoRa Technology, Packet Loss, Trx1, Trx2, Real Time
PEMANTAU LISTRIK PADA INDUSTRI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) SAPUTRA, MOCH. YUNUS, & EVYTA WISMIANA, YOGI
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13336

Abstract

Tingginya konsumsi listrik di lingkungan industri mendorong kebutuhan akan sistem pemantauan yang akurat, efisien, dan mudah diakses untuk mendukung efisiensi energi serta pengendalian biaya operasional. Pemantauan daya secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan energi, terutama untuk peralatan dengan beban tinggi seperti mesin chiller. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemantauan konsumsi daya listrik berbasis Internet of Things (IoT), yang ditujukan khusus untuk memonitor beban listrik tiga fasa pada mesin chiller berdaya 20 kW. Sistem ini dikembangkan agar dapat menyajikan informasi secara real-time, bersifat fleksibel, dan dapat diakses dari lokasi manapun. Komponen utama dalam sistem ini adalah Digital Power Meter (DPM), yang berfungsi mengukur parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, dan daya aktif. DPM terhubung dengan mikrokontroler ESP32 melalui protokol komunikasi RS-485, yang dikenal stabil untuk penggunaan di lingkungan industri. Untuk mendeteksi arus pada masing-masing fasa, digunakan Current Transformer (CT), sedangkan modul stepdown XL-4015 digunakan untuk menyesuaikan tegangan ke tingkat yang sesuai dengan ESP32. Pemrograman sistem dilakukan melalui Arduino IDE, yang memungkinkan proses konfigurasi dan kalibrasi secara fleksibel. Sebagai antarmuka pengguna, digunakan aplikasi Blynk yang memungkinkan pemantauan konsumsi daya secara langsung melalui smartphone, sehingga memudahkan pengambilan keputusan terkait efisiensi operasional. Berdasarkan hasil pengujian secara langsung dengan alat yang dibuat di PT Surya Marga Luhur dengan beban chiller 20 kW. Hasil pengukuran menunjukkan nilai rata-rata daya aktif tercatat sebesar 22,3 kW untuk fasa (RS), 21,4 kW untuk fasa (ST), dan 20,0 kW untuk fasa (TR). Adapun hasil perhitungan menunjukkan daya aktif sebesar 24,2 kW (RS), 23,2 kW (ST), dan 21,7 kW (TR). Data tersebut mencerminkan besarnya daya nyata yang digunakan oleh sistem secara akurat dan konsisten. Selisih antara hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan tingkat kesalahan sekitar 3%, yang masih berada dalam batas toleransi standar. Kata kunci : Pemantau listrik, ESP32, IOT, Blynk, Industri. ABSTRACT The high electricity consumption in industrial environments drives the need for accurate, efficient, and easily accessible monitoring systems to support energy efficiency and control operational costs. Continuous power monitoring has become an essential part of energy management strategies, especially for high-load equipment such as chiller machines. This research aims to design an Internet of Things (IoT)-based electrical power consumption monitoring system, specifically intended to monitor the three-phase electrical load on a 20 kW chiller machine. The system is developed to provide real-time, flexible information that can be accessed from anywhere. The main component of this system is the Digital Power Meter (DPM), which measures electrical parameters such as voltage, current, and active power. The DPM is connected to the ESP32 microcontroller via the RS-485 communication protocol, which is known for its stability in industrial environments. To measure the current in each phase, Current Transformers (CTs) are used, while an XL-4015 step-down module is utilized to adjust the voltage to a level suitable for the ESP32. The system is programmed using the Arduino IDE, enabling flexible configuration and calibration processes. For the user interface, the Blynk application is used, allowing real-time power consumption monitoring via smartphone, thereby facilitating decision-making related to operational efficiency.Based on direct testing of the device at PT Surya Marga Luhur with a 20 kW chiller load, the measurement results showed that the average active power was recorded at 22.3 kW for phase (RS), 21.4 kW for phase (ST), and 20.0 kW for phase (TR). Meanwhile, the calculated results showed active power of 24.2 kW (RS), 23.2 kW (ST), and 21.7 kW (TR). These data accurately and consistently represent the real power consumed by the system. The difference between the measured and calculated results indicates an error rate of approximately 3%, which is still within the standard tolerance range. Keywords: Power Monitoring, ESP32, IoT, Blynk, Industry
Design and Performance Analysis of a Floating Solar Power System in Situ Tunggilis Evyta Wismiana; Fikri Adzikri; Waryani; Ahmad Zulfa Zulhilmi Rizqi; Jaelani; Josua Panca Arjuna Manurung
Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika Vol. 23 No. 1 (2026): Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika.
Publisher : Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/komputasi.v23i1.87

Abstract

Situ Tunggilis is a regional government asset managed by the Public Works Department of West Java Province and is part of an optimization plan by the Central Government through the Ministry of Public Works. One way to utilize the Situ Tunggilis area is by developing it as a tourist destination. To support this, adequate infrastructure such as public street lighting and reliable internet facilities is essential. The implementation of a Floating Solar Power Plant offers a sustainable solution to meet these energy needs, especially considering the limited available land and the demand for operational cost efficiency. This study focuses on designing a floating solar power plant system to supply independent energy for lighting and internet services in the tourist area. The approach involves technical calculations based on field measurements and secondary data, combined with system performance simulations. The simulation results demonstrate that the floating solar power plants system can meet the electricity demand for lighting and internet services in the pedestrian area, achieving a performance ratio of 71% and utilizing approximately 75% of the available solar energy. Moreover, the planned Wi-Fi network meets the required internet coverage radius for the tourist area.
Pendampingan Perencanaan Infrastruktur Green Building Smart Homestay untuk Mendukung Konsep Smart Village di desa Lebakmuncang Fikri Adzikri; Evyta Wismiana; Heny Purwanti; Lia Megawati; Allisha Ariyanto; Refia Idzani
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i2.3031

Abstract

Salah satu ciri khas Desa Wisata Lebakmuncang adalah konsep menginap di rumah warga (homestay). Pemasalahan yang menjadi temuan adalah homestay warga yang selama ini digunakan menginap belum menerapkan konsep Green Building dan Smart Home. Hal ini terjadi dikarenakan minimnya infrastruktur pendukung dan minimnya kesadaran pengelola akan pentingnya penerapan Smart Home guna peningkatan daya saing homestay. Pendampingan Perencanaan Infrastruktur Green Building Smart Homestay dilakukan dengan  optimalisasi pencahayaan alami, penerapan sistem water harvesting, penggunaan material ramah lingkungan yang tersedia secara lokal dan Integrasi sistem IoT untuk meningkatkan efisiensi operasional homestay. Kegiatan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat setempat. Kegiatan ini mampu memperluas wawasan warga terkait pembangunan infrastruktur homestay yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan daya tarik pariwisata desa
Perancangan Sistem Otomatisasi Dan Monitoring Bak Sampah Berbasis Internet Of Things (Iot) Yamato Tan; Bloko Budi Rijadi; Evyta Wismiana; M. Singgih Prasetya; Seta Samsiana
JREC (Journal of Electrical and Electronics) Vol. 9 No. 2 (2021): JREC (Journal of Electrical and Electronics)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jrec.v9i2.3186

Abstract

Saat ini ada berbagai macam permasalahan dalam hal kebersihan lingkungan, misalnya bak sampah yang berlokasi ditaman sudah penuh namun belum juga dibesihkan petugas kebersihan. Adanya IoT memungkinkan dibangunnya sebuah sistem monitoring tempat sampah jarak jauh sehingga tidak aka nada lagi tempat sampah yang tidak kunjung dikosongkan. Sistem monitoring ini dirancang menggunakan Modul IoT Node MCU sebagai otak dari alat yang dirancang dengan menggunakan 2 sensor ultrasonik dengan fungsi yang berbeda dan 1 motor servo sebagai penggerak. Pada saat alat beroperasi, sensor ultrasonik 1 yang berfungsi mendeteksi jarak untuk membuka tutup bak sampah dengan jarak yang sudah ditentukan yaitu objek yang berada <50 cm dari sensor yang berada di depan bak sampah, jika objek berada >50 cm dari sensor yang berada di depan bak sampah maka tutup bak sampah tidak terbuka dan sensor ultrasonik 2 yang berada di dalam tutup bak sampah yang berfungsi untuk mendeteksi volume sampah.
Pendampingan Perencanaan Infrastruktur Green Building Smart Homestay untuk Mendukung Konsep Smart Village di Desa Lebakmuncang Fikri Adzikri; Evyta Wismiana; Heny Purwanti; Lia Megawati; Allisha Ariyanto; Refia Idzani
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1735

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Lebakmuncang dalam merencanakan infrastruktur green building smart homestay sebagai upaya mendukung terwujudnya konsep Smart Village di wilayah tersebut. Pemasalahan yang menjadi temuan adalah homestay warga yang selama ini digunakan menginap belum menerapkan konsep Green Building dan Smart Home. Hal ini terjadi dikarenakan minimnya infrastruktur pendukung dan minimnya kesadaran pengelola akan pentingnya penerapan Smart Home guna peningkatan daya saing homestay. Pendampingan Perencanaan Infrastruktur Green Building Smart Homestay dilakukan dengan  optimalisasi pencahayaan alami, penerapan sistem water harvesting, penggunaan material ramah lingkungan yang tersedia secara lokal dan Integrasi sistem IoT untuk meningkatkan efisiensi operasional homestay. Kegiatan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat setempat. Kegiatan ini mampu memperluas wawasan warga terkait pembangunan infrastruktur homestay yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan daya tarik pariwisata desa.