Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi H2SO4 (Asam Sulfat) pada Proses Hidrolisis dan Waktu Fermentasi Terhadap Pemanfaatan Limbah Sagu Menjadi Bioetanol Adrianto Ahmad; Sri Rezeki Muria; Hilmiyati Hilmiyati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2020: PROSIDING SNTKK 2020
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Asam Klorida (HCl) Pada Hidrolisis dan Waktu Fermentasi Terhadap Limbah Padat Sagu Menjadi Bioetanol Adrianto Ahmad; Sri Rezeki Muria; Rahani Rahani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2020: PROSIDING SNTKK 2020
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biosorpsi Kromium (Cr) Pada Limbah Cair Industri Elektroplating Menggunakan Biomassa Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) Shinta Elystia; Resna Rauda Putri; Sri Rezeki Muria
Jurnal Dampak Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.15.1.1-6.2018

Abstract

Electroplating industry is one of the industries producing liquid waste containing heavy metals. Among the heavy metals contained in the liquid waste is Chromium (Cr) which has a high toxicity. One technology that can be applied to eliminate Cr metal in liquid waste is by the method Biosorption using biomass derived from yeast bread (Saccharomyces cerevisiae). This study aimed to study the ability of bread yeast biomass (saccharomyces cerevisiae) in removing Cr metal on variations in biosorbent weight of 0.25; 0.5 and 0.75 grams, mesh size 80; 100 and 140 and contact time 1; 2; 3 and 4 hours. The results showed that the highest Cr removing efficiency occurred at 0.75 g biosorbent weight at 80 mesh and 4 hours contact time with efficiency of 54.7%. The biosorption process indicates that the adsorption isotherm type obtained is Langmuir isotherms assumed that the layer formed is monolayer with R2 value of 0.8819. The SEM analysis results show the difference of the morphological shape on the sample surface before and after the biosorption process
FERMENTASI KULIT NANAS MENGGUNAKAN CLOSTRIDIUM ACETOBUTYLICUM DENGAN VARIASI NUTRISI DAN INOKULUM Sri Rezeki Muria; Elvie Yenie; Mayang Sari
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.933 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n2.p56-60

Abstract

Bioetanol adalah hasil ekstraksi dari tanaman yang melalui proses fermentasi. Konsumsi energi yang terus meningkat seiring meningkatnya populasi penduduk dan fokus pada polusi atmosfir yang disebabkan oleh bahan bakar fosil yang digunakan maka menarik dunia untuk menggali sumber energi yang dapat diperbaharui dalam bentuk bioenergi. Konversi limbah hasil pertanian menjadi biofuel saat ini menjadi satu hal yang sangat menarik. Penelitian ini mengenai produksi bioetanol dari limbah kulit nanas menggunakan Clostridium acetobutylicum. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi inokulum, nutrisi dan waktu fermentasi terhadap yield produk yang dihasilkan dari fermentasi menggunakan Clostridium acetobutylicum. Pengerjaan penelitian dibagi menjadi tiga tahap yang termasuk preparasi inokulum, proses fermentasi dan analisa hasil. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa konsentrasi bioetanol tertinggi adalah 9% yang didapat pada hari ke-8 waktu inkubasi, menggunakan nutrisi urea dan konsentrasi inokulum 14%. Kandungan bioetanol meningkat seiring dengan lamanya waktu fermentasi sampai hari ke-8 dan setelah itu menurun pada hari ke-10. Dan hasil yang cukup mencolok adalah bahwa konsentrasi bioetanol meningkat dengan meningkatnya konsentrasi inokulum sampai dicapainya kondisi optimum. Nutrisi yang terbaik dari penelitian ini adalah menggunakan urea daripada menggunakan amonium sulfat.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BEAD ALGA Chlorella sp. DALAM FLAT-FOTOBIOREAKTOR UNTUK MENYISIHKAN NUTRIEN PADA PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) Shinta Elystia; Indah Darmayanti Darmayanti; Sri Rezeki Muria
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.05 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n1.p14-20

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. memanfaatkan nutrien yang terdapat di dalam POME sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhannya. Pada penelitian ini dilakukan penyisihan nutrien yaitu kandungan COD dan Nitrogen Total dengan memanfaatkan POME sebagai medium kultivasi di dalam flat-fotobioreaktor. Imobilisasi sel dilakukan untuk membentuk beads dikarenakan sel Chlorella sp. yang mikroskopis, berat jenis rendah, dan sulit dipisahkan dari medium. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan terbaik dilakukan variasi konsentrasi bead alga di dalam flat-fotobioreaktor sebesar 6, 8, 10, 12, dan 14 beads/mL air limbah serta waktu kontak 0, 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan COD dan Nitrogen Total terbaik terdapat pada flat-fotobioreaktor dengan konsentrasi bead alga sebesar 12 beads/mL air limbah pada hari ketujuh sebesar 77,8 % dan 83,5 %.
PEMANFAATAN MIKROALGA Chlorella sp. UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (POME) SECARA FED BATCH Sri Rezeki Muria; Chairul Chairul; Dina Citra Naomi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.17 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n1.p7-12

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. merupakan mikroalga yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan limbah cair. Mikroalga Chlorella sp. dapat bersimbiosis dengan bakteri pengurai untuk mempercepat proses metabolisme. Pada Penelitian ini dilakukan penyisihan kandungan COD dengan memanfaatkan POME sebagai medium kultivasi. Proses fed-batch dipilih untuk meningkatkan efisiensi penurunan COD pada POME dan specific growth mikroalga Chlorella sp. Variasi penambahan  POME yaitu 450 ml/ hari, 900 ml/2 hari, 1350/3 hari dan kultivasi dilakukan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan COD pada POME dan specific growth mikroalga Chlorella sp.  terbaik terdapat pada variasi penambahan POME setiap 2 hari yaitu sebesar 83,33% dan 0,092/hari.
PEMANFAATAN MIKROALGA Chlorella sp UNTUK PRODUKSI LIPID DALAM MEDIA LIMBAH CAIR HOTEL DENGAN VARIASI RASIO C:N DAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA Shinta Elystia; Sri Rezeki Muria; Sri Indira Puspa Pertiwi
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2019): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol11.iss1.art3

Abstract

Mikroalga memiliki kandungan lemak (lipid) dan asam lemak (fatty acid) yang dapat dikonversi menjadi salah satu energi alternative biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang tidak beracun dan dapat terurai secara alami. Kelimpahan dan pertumbuhan mikroalga Chorella Sp. yang sangat cepat dinilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi bioenergi. Disisi lain mikroalga membutuhkan nutrisi seperti karbon dan nitrogen untuk pertumbuhannya. Sumber nutrisi dapat diperoleh dari limbah cair, seperti limbah cair hotel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi terbaik untuk Chlorella sp memproduksi kandungan lipid dengan memvariasikan rasio C: N 100: 7, 100: 13, 100: 32 dan panjang gelombang cahaya menggunakan lampu cahaya putih (380-750 nm) , lampu biru (450-495 nm), lampu hijau (495-570 nm), dan lampu merah (620-750 nm) juga mengamati kemampuan Chlorella sp untuk mengurangi nutrisi dalam media limbah cair. Percobaan dilakukan pada suhu kamar di bawah pencahayaan 2000 lux selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chlorella sp menghasilkan konten lipid tertinggi (36,84%) pada rasio C: N 100: 7. Selain itu, Ketika alga dikultivasi dengan panjang gelombang cahaya berbeda menunjukkan bahwa Chlorella sp tumbuh lebih baik dan menghasilkan kandungan lipid sebesar 40,91% di bawah cahaya biru (450-495 nm) bila dibandingkan dengan jenis cahaya lainnya.
Produksi Bioetanol Dari Bungkil Inti Sawit Dengan Proses Fermentasi Nur Irfana Mardiyah; Silvia Reni Yenti; Sri Rezeki Muria
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 7 (2020): Edisi 2 Juli s/d Desember 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country with a growing human population, causing the need of energy also increases. Bioethanol has been widely used in transportation as a fuel that is increasingly reduced. Palm kernel expeller has a high enough potential to be developed into an alternative energy source, namely bioethanol because of its lignocellulosic content. The purpose of this study was to determine the composition of yeast in the fermentation process, and determine the optimal processing time for the formation of bioethanol in the Hydrolysis and Separate Fermentation (SHF) method. The stages in this study were the hydrolysis of palm kernel expeller using H2SO4 3M for 5 hours at 100 oC. The fermentation process is carried out with variations in time for 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours and 120 hours. The fermentation process is carried out with variations composition of yeast for 4 g/L, 6 g/L, dan 8 g/L. The results showed that in the fermentation using a sugar concentration of 22,11 g/L, obtained an optimal fermentation in 2,5 % (v/v) or 19,73 g/L at 6 g/L composition of yeast and 96 hours time on fermentation. The greater the concentration of Saccharomyces cerevisiae and the longer fermentation time, the more bioethanol is obtained. Keywords: Bioethanol, fermentation, palm kernel expeller, Saccharomyces cerevisiae,.
Produksi Bioetanol Dari Pati Sorgum Dengan Penambahan Tween 80 Dan Ekstrak Cordyceps Sinesis Myecelium : Variasi Konsentrasi Inokulum Bonita Esther FS; Elvi Yenie; Sri Rezeki Muria
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari Tahun 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy demands are still dependent on fossil fuels such as oil, coal and gas lead to the depletion of fossil resources (oil, natural gas, and coal). To overcome the dependence onfossil fuels, sorghum starch conversion into bioethanol as a renewable energy. In this research, sorghum starch saccharification process using enzymes α-amylase andglucoamylase and fermented by Saccharomyces cerevisiae using the method of simultaneous saccharification and fermentation (SSF) with addition of tween 80 and Cordyceps sinensis mycelium extract as supplement. The purpose of this study was to determine the effect of inoculum concentration and time of the acquisition bioethanol fermentation, fermentation was conducted in a 2L fermentor with variations of fermentation time: 24, 48, 72, and 96 hours and concentrations inoculum 2% (w/v), and 2.5% (w/v) with the addition of tween 80 0,2% (v/v) and Cordyceps sinensis mycelium extract as much as 0.5 gr/l. The higherconcentration of inoculum, the more the number of cells and the higher the bioethanol yield while the residual sugar content produced less and less at the end of fermentation. Sorghumstarch fermentation process produces the best conditions on the inoculum concentration of 2.5% (w/v) and fermentation time 72 hours with bioethanol about 1,320 (%v/v).Key words: α-amylase, bioethanol, cordyceps sinensis mycelium, glucoamylase, saccharomyces cerevisiae, simultaneous saccharification and fermentation, tween 80
Pengaruh Laju Alir Substrat Terhadap Konsentrasi Sel pada Fermentasi Reject Nanas Menjadi Bioetanol Secara Kontinu Rendy Hidayat; Adrianto Ahmad; Sri Rezeki Muria
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Wisuda Februari Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioethanol is a renewable alternative energy sources that can be used as an alternative fuel. A substance that potential as bioethanol feedstock is rejected pineapple, which it was wasted of pineapple plantation that never be used optimally. Glucose content of rejected pineapple can be converted into bioethanol through fermentation process. This research aimed to determine the effect of cells concentration on bioethanol conversion with substrates flow rate variation of rejected pineapple fermentation into bioethanol, determine the substrate flow rate influences of cell concentration, and determine the optimum residence time of rejected pineapple continuous fermentation process. Fixed variable used is 5 liters of holding capacity, 4.5 of pH, 0.3% contents of inoculum, 0.5% contents of urea, 0.08% contents of phosphorus and room temperature used as fermentation temperature. Varied variables is the variation of feed flow rate: 5 L / day; 2.5 L / day; 1.67 L / day; 1:25 L / day and 1L / day. Research procedures include pretreatment, inoculation, fermentation and purification using a vacuum evaporator. Analysis performed into cell concentration and ethanol concentration analysis. The results showed that the optimum flow rate was 2.5 L / day with the of ethanol 7% contents and 17.1 g / L of cells concentrationKeyword: Bioethanol, continuous, cells concentration, Saccharomyces cereviceae
Co-Authors Adella, Lufya Adli Satria Sandika Adrianto Ahmad Adrianto Ahmad Aisyah Sri Lestari Andhika Chandra Artha, Ulfa Dwi Aulia Masta Bahruddin Bahruddin Bahruddin Bonita Esther FS Boy Jansen Roberto Manik Chairul Chairul Chairul Chairul Darmayanti, Indah David Andrio Devita Ulfa Sari, Devita Ulfa Dewi Kusuma Nurmalasari Dian Larasati Dian Larasati Diana Aprila Dina Citra Naomi Dina Citra Naomi Harianja Doni Fozla Dwi Laura Pramita Elfina Noviarni Chandra Elgina May Lestari Elvi Yenie, Elvi Erlangga, Herta Furaida EVELYN EVELYN Evelyn Evelyn Fajril Akbar Fanani, Adita Suri Fauzani, Rhanti Fauzy Isnandar Febrina Adelina Sigalingging Fikri Miftahul Shiddiq Firmanto, Firmanto fitriyanti fitriyanti Gita Aziza Salis, Gita Aziza Hamzah, Nirwana Hasti, Fucy Adilla Hasti, Fucy Adilla Hengky Darma Satria, Hengky Darma Hilmiyati Hilmiyati Ida Zahrina Ikhsan ' Fajrin Indah Darmayanti Darmayanti Indah Kartika Zulfa Indah Kartika Zulfa Indra Purnama Insani, Suciati Dwi Irdoni HS Irma Damayanti Isabella Amalia Denisa Putri Jeckson, Edie Jelizanur Jelizanur Jessar Hendrianto Juarsa, Tri Khairat Komalasari Komalasari Larasati, Dian Lely Rahmawati Saragih Lidya Anggraini Lita Darmayanti M. Rafi Yunanda Masriza, Maya Masroah Tuljannah Mastiar Krisdayanti Sinaga Maya Ratna Sari Mayang Sari Meilano Ashari Akbar Meisy Dhyta Amelia Meisy Dhyta Amelia Meliana Dewi Mesy Susri Darsi Muhammad Rivai Mustika Chairani Mustika Chairani Mutia Nurrahmadhani Niken Triani Klaway Reza Nova Diyana Nurhanifah Nova Ramadhani Farnas Novebriantika Novebriantika Novira, Tria Bela Novriandi, Rizky Nur Irfana Mardiyah Nurul Annisa Nuryanti, Lidya Oding Sitorus Okky Rizky Sinaga Padil Padil Purwoko, Agus Putri, Aulia Dewi Putri, Bella Nadiah Rahani Rahani Rendy Hidayat Resna Rauda Pratiwi Resna Rauda Putri Resti Ossi P Riko Naldo Saputra Rizkya Ramadhani Rohaya, Rohaya Roin Nuretha Roy Ronald Siburian, Roy Ronald Rozanna Sri Irianty Sakinah Rhajani Sally Mandari Sandy Juliana Sari Santoso Nugroho Sari, Nurriya Mayang Sheilviana Angela Shindi Unada Shinta Elystia Silvia Reni Yenti Sitinjak, Jufri Suanto Sri Armita Sari Sri Helianty Sri Indira Puspa Pertiwi Sri Indira Puspa Pertiwi SUSANTO, RENO Syelvia Putri Utami Tantri Wilinda Julia Tasbieh, Hayatrie Tri Lusi Lisa Dila Vonny Meidina Rizani Vonny Meidina Rizani Wenny Andini Wulandari, Zarah Ayu Yelmida Azis Yolanda Amalia Yuliyana Rahmawati Zahra Nadia Elysahaq Zuchra Helwani Zul Fadly Khaira Zuqni Meldha