Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Struktur Bangunan Rumah Tradisional di Desa Pinggirpapas Anisah Nur Fajarwati; Medi Efendi; Suhariyanto Suhariyanto; Sudarmanto Sudarmanto
NALARs Vol 19, No 2 (2020): NALARs Volume 19 Nomor 2 Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.19.2.139-148

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur tradisional di Desa Pinggirpapas memiliki karakter dan kekhasan tersendiri. Karakter yang kuat dapat dilihat dari bentuk bangunan rumah tradisional yang mengandung nilai filosofis. Bangunan rumah tinggal di Desa Pinggirpapas terdiri dari tiga massa bangunan yang terikat dalam tanean atau halaman. Penelitian dengan judul Identifikasi Struktur Rumah Tinggal Tradisional di Desa Pinggirpapas, Kabupaten Sumenep bertujuan untuk mengenal bagian-bagian struktural konstruksi bangunan rumah tinggal tradisional yang masih menunjukkan jejak keaslian.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rasional-kualitatif yang bersifat deskriptif dan eksploratif, serta dalam pemilihan sampel bangunan digunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan berdasarkan pembagian struktur bangunan yang terdiri dari struktur bawah, tengah, dan atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tradisional di Desa Pingirpapas memiliki keragaman struktur mulai dari struktur pandemen (pondasi), struktur tana’ (lantai), struktur canggha dan sasaka ageng (kolom), dan struktur ata’ (atap). Struktur bangunan rumah tradisional dibuat dengan sistem bongkar – pasang sehingga dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Ketiga massa bangunan menggunakan perpaduan material alam. Kayu jati untuk keseluruhan rangka bangunan (badan bangunan dan rangka atap). Batu karang untuk kaki bangunan atau pondasi, dan genteng tanah liat dari Palembang untuk penutup atap. Kata kunci: Struktur, Rumah Tradisional, Desa Pinggirpapas ABSTRACT. Traditional architecture in the village of Pinggirpapas has its character and uniqueness. A strong character can be seen in the form of traditional house buildings that contain philosophical values. Residential buildings in the village of Pinggirpapas consist of three building masses bound in a Tanean or courtyard. Research with the title Identification of Traditional Residential Structures in Pinggirpapas Village, Sumenep Regency aims to recognize the structural parts of traditional residential building construction that still show traces of authenticity. The study uses descriptive rational-qualitative methods that are descriptive and exploratory, and in the selection of building samples, the purposive sampling method is used. The parameter used as a reference in this study is the suitability of secondary data (theory) with the building's empirical conditions. Data analysis was performed based on the division of building structures consisting of the lower, middle, and upper structures. The results showed that traditional houses in Pingirpapas village had a variety of structures ranging from Pandemen (foundations), tana' structures (floors), Canggha structures and Sasaka Ageng (columns), and structures to Ata (roofs). The construction of a traditional house building is made with a knock-down system to move from one place to another. The three-building masses use a combination of natural materials. Teak wood for the overall frame of the building (building and roof frame). A chunk of coral reefs for building footings and clay tile from Palembang for roofing. Keywords: Structure, Traditional House, Pinggirpapas Village
OPTIMIZING OF HEAVY EQUIPMENT IN EARTH WORK FOR THE PROBOLINGGO - BANYUWANGI TOLL ROAD PROJECT PACKAGE 1 A.Rizal Ramadhani; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8725

Abstract

This study focuses on excavation and embankment works on the Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Project, Package 1, fromSTA 0+000 to STA 5+000. As a large-scale infrastructure project, it involves the use of various heavy equipment, each withdistinct operational capacities and rental costs. Delays have occurred partly due to inefficient equipment usage and suboptimalmanagement. To address this, the study aims to optimize the selection and allocation of heavy equipment by analyzing totalcosts, identifying the most economical types of equipment, and determining the optimal number of units required. The analysisuses secondary data, including work volumes, implementation plans, technical specifications, rental prices, excavation volumeof 4,980.13 m3, embankment volume of 1,349,805.44 m3, and the project’s S-curve as a reference for scheduling and progressmonitoring. Optimization is conducted through a comparison between manual calculations and linear programming using theLINDO application. The results indicate that the optimal total cost for excavation work is IDR 204,426,192.00, utilizing 1 unitof KOMATSU PC 200-8 excavator and 7 units of HINO 500 FC 110 JS dump trucks. For embankment work in Zone 1, theoptimal cost is IDR 44,904,150,323.00 with 3 SANY SY285H excavators, 38 Hino Dutro 130 HD dump trucks, 2 Hidromek330MG motor graders, 4 Bomag BW 161 AD–50 tandem rollers, and 4 Isuzu NMR 71 water tank trucks. In Zone 2, the totalcost is IDR 32,087,623,131.00, using 3 SANY SY285H excavators, 26 dump trucks, 2 motor graders, 3 tandem rollers, and 3water tank trucks. This optimization ensures cost-efficiency, proper equipment allocation.
VALUE ENGINEERING IN CONSTRUCTION OF THE PUBLIC LECTURE BUILDING AND LABORATORY FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCES PHASE 2 UPN VETERAN EAST JAVA Yasinta Nuril Al Mas; Suhariyanto Suhariyanto; Fauzi Akbar Rahmawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9501

Abstract

The construction project of the Public Lecture Building and Laboratory for the Faculty of Social and Political Sciences Phase 2 at UPN “Veteran” East Java aims to support educational and research activities. To improve cost efficiency without compromising the building’s function and quality, the Value Engineering (VE) method was applied. This method is used to evaluate the main functions of a project and to find more economical and efficient alternatives in design, materials, or construction methods. The research was conducted through five VE stages: information, function analysis, idea generation, evaluation, and recommendation. The analysis focused on elements with the highest cost contribution, specifically structural beam work and slab work. The Velue Engineering results showed that the structural beam work could be replaced with a more efficient alternative. For example, Alternative 1 uses bamboo scaffolding with a diameter of 8–10 cm and a length of 4 m, and beam formwork made of 12 mm plywood. This alternative could save up to IDR 116,148,590.99 from the initial project budget. For slab work, the alternative includes using bamboo scaffolding with the same specifications and 12 mm plywood formwork. These alternatives were applied without reducing the building’s quality or function. The implementation of VE has proven effective in supporting decision-making in construction projects, especially for building higher education facilities that require efficiency and sustainability.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA Thedy Irvansyah; Joko Setiono; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3754

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Auditorium ini berlokasi di Area Kampus Utama Universitas Brawijaya dan dilaksanakan pada saat pelaksanaan perkuliahan sedang aktif, maka diperlukan penyusunan project planning agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana waktu, mutu dan biaya. Penulisan skripsi ini membutuhkan data berupa Gambar Kerja, Rencana Kerja dan Syarat, Analisa Harga Satuan, dan Bill of Quantity. Dengan data yang ada ini dapat dilakukan penyusunan Work Breakdown Structure, struktur organisasi, site layout dan traffic management dengan perhitungan safety index dan travelling distance, strategi dan metode pelaksanaan, pengendalian mutu, perencanaan K3L, selanjutnya dari data Analisa Harga Satuan, Work Breakdown Structure, strategi dan metode pelaksanaan dapat dilakukan penyusunan penjadwalan pekerjaan dan Rencana Anggaran Pelaksanaan. Hasil perencanaan ini struktur organisasi disusun menggunakan bentuk organisasi fungsional. (1) Perencanaan site layout disusun sesuai hasil perhitungan safety index serta travelling distance menggunakan alternatif 2. Penyusunan traffic management memiliki 2 akses keluar masuk, (2) Strategi dan Metode Pelaksanaan menggunakan metode zonasi, (3) Rencana mutu berdasarkan Standart Operational Procedure (SOP), (4) Perencanaan K3L berdasarkan analisis HIRARC (Hazard Identification Assasement and Risk Control), (5)  Perencanaan ini menghasilkan durasi proyek sebanyak 238 hari atau 34 minggu dengan (6) Rencana Anggaran Pelaksanaan sebesar Rp54.396.000.000.00.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JALAN TOL SOLO - YOGYAKARTA - NYIA KULON PROGO PAKET 1.1 Dewi Fortuna Raihani Octa; Suhariyanto Suhariyanto; Indah Ria Riskiyah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3779

Abstract

Proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo Paket 1.1  merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas masyarakat dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur untuk  mendukung  pengembangan daerah. Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo Paket 1.1 mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan karena kurang  optimalnya dalam melaksanakan strategi pelaksanaan yang telah direncanakan sehingga kurang tercapai sesuai dengan target yang direncanakan. Membuat alternatif project planning agar proyek tersebut tepat waktu, mutu, dan biaya. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk memberikan alternatif – alternatif pada Struktur Organisasi, Site Layout dan Traffic Management, Strategi Pelaksanaan, Metode Pelaksanaan, Penjadwalan, Rencana Mutu, Rencana K3L, Biaya dan Kurva S. Data yang diperlukan adalah gambar kerja, spesifikasi umum, dan harga satuan pekerjaan Kabupaten Klaten. Microsoft Project 2019 untuk membuat penjadwalan dan Microsft Excel 2019 untuk menghitung rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan Kurva S. Alternatif project planning menghasilkan struktur organisasi fungsional, site layout berdasarkan perhitungan safety index dan travelling distance dan traffic management memiliki 3 akses pintu masuk, namun dapat juga masuk ke area proyek melalui jalan desa maupun kabupaten yang terdekat dengan lokasi proyek, strategi pelaksanaan terbagi menjadi 2 zona dan 4 mulai alur pekerjaan, waktu pelaksanaan 554 hari kerja, mutu berdasarkan quality plan yang mengacu pada spesifikasi teknis, rencana K3L disusun terdiri atas tujuan, struktur organisasi, rencana penanganan keadaan darurat, tabel HIRADC, Upaya target zero accident, peralatan penunjang program K3L, dan jadwal program K3L, total rencana anggaran pelaksanaan (RAP) sebesar Rp 2.699.121.379.100,00.
EVALUASI KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL KARAWANG PREMIUM OUTLET MALL DI KARAWANG JAWA BARAT Novita Anggun Putri Cahyani; Suselo Utoyo; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4048

Abstract

Karawang Premium Outlet Mall seluas 88.720 m2 yang berlokasi di jalan J6VV+65, Wanasari, Telukjambe Barat, Karawang, West Java 41361 sedang dalam proses pembangunan. Sehingga peneliti ingin melakukan analisis kelayakan aspek teknis dan aspek finansial dalam proses pembangunan Karawang Premium Outlet Mall. Data Karawang Premium Outlet Mall yang dibutuhkan adalah gambar, spesifikasi mall, dan rencana anggaran biaya proyek. Data tersebut akan diolah dan ditinjau menggunakan parameter KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), KDH (Koefisien Dasar Bangunan) untuk analisa kelayakan teknis. Sedangkan untuk meninjau analisa kelayakan finansial menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Analisa Sensitivitas  yang ditinjau yaitu penurunan harga sewa unit. Hasil kelayakan teknis diperoleh nilai KDB sebesar 25% lebih kecil dari 60%; KLH sebesar 0,4 lebih kecil dari 1,6; KDH sebesar 75% lebih besar dari 20%; maka dapat disimpulkan untuk analisa teknis dapat dikatakan layak. Hasil kelayakan finansial diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 1.210.805.707.587; BCR sebesar 2,927; IRR sebesar 25%, dan PP selama 11 tahun, maka dapat disimpulkan untuk analisa kelayakan finansial dapat dikatakan layak. Analisa sensitivitas     terhadap penurunan harga sewa unit dikatakan layak apabila terjadi penurunan 10%-60%.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JEMBATAN SIMPANG SUSUN KARANGANOM JALAN TOL SOLO - JOGJA Usamah Abdul Aziz; Suhariyanto Suhariyanto; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5520

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Simpang Susun Karanganom di Jalan Tol Solo – Jogja terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan panjang bentang 92,31 meter. Proyek ini mengalami keterlambatan sebesar 5% dari target yang direncanakan. Perencanaan proyek dilakukan untuk memastikan ketepatan waktu, biaya, dan mutu. Skripsi ini bertujuan untuk memberikan beberapa alternatif pada struktur organisasi, tata letak lokasi, manajemen lalu lintas, strategi dan metode pelaksanaan, rencana mutu, rencana keselamatan konstruksi, rencana durasi, dan rencana anggaran pelaksanaan. Data yang dibutuhkan mencakup gambar kerja, spesifikasi umum, harga satuan upah, alat, dan bahan di Kabupaten Klaten tahun 2023. Microsoft Project digunakan untuk penjadwalan, dan Microsoft Excel untuk rencana anggaran pelaksanaan dan pembuatan Kurva S. Alternatif perencanaan proyek menghasilkan struktur organisasi fungsional yang dipimpin oleh manajer proyek, tata letak lokasi berdasarkan perhitungan indeks keselamatan dan jarak tempuh, manajemen lalu lintas dengan satu akses keluar masuk dari sisi Klaten, metode pelaksanaan dibagi menjadi dua zona untuk pekerjaan struktur bawah jembatan, waktu pelaksanaan proyek selama 124 hari kerja, mutu berdasarkan rencana mutu dan setiap item pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan target mutu, rencana keselamatan kerja yang mencakup tujuan, struktur organisasi, prosedur tanggap darurat, tabel IBPRP, upaya mencapai zero accident, peralatan penunjang K3, jadwal pelaksanaan program K3, serta total rencana anggaran pelaksanaan sebesar Rp26.077.773.100,00.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG 2 ITB INNOVATION PARK KOTA BANDUNG Febriansyah Ainur Rofiq; Suhariyanto Suhariyanto; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5668

Abstract

Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung adalah gedung perkuliahan yang berlokasi di Kota Bandung yang rencananya akan dibangun setinggi 12 lantai keatas dan 2 lantai basement pada area seluas 4.599 m². Pada perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan bekisting sistem dengan material baja dan perancah multiprop sebagai alternatif selain bekisting semi sistem dengan material multiplek dan perancah PCH yang dapat digunakan pada Proyek Pembangunan Gedung 2 ITB Innovation Park Kota Bandung. Perencanaan bekisting dan perancah dilakukan dengan cara menganalisa desain bekisting dengan menghitung jarak setiap item penyusun bekisting dan perancah, analisa waktu siklus bekisting dengan mempertimbangkan sistem zonasi, dan rencana anggaran biaya yang didapatkan dari perhitungan volume dan biaya bekisting untuk pekerjaan kolom, balok, dan plat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah gambar detail drawing, dan standarisasi harga satuan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Kota Bandung sebagai data sekunder. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan pekerjaan bekisting kolom adalah seluas 4.765,03 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, dan double hollow 50x50x1,6 mm. Pekerjaan bekisting balok adalah seluas 6.759,09 m² dengan menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 480 MP. Pekerjaan bekisting pelat adalah seluas 9.375,64 m² menggunakan pelat baja 5 mm, hollow 50x50x1,6 mm, steel waler SRZ 170 dan multiprop 625 MP. Durasi pelaksanaan pekerjaan bekisting sistem selama 153 hari dengan total biaya sebesar Rp12.421.499.100,00.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PADA PROYEK PEMBANGUNAN MONUMEN DAN MUSEUM REOG PONOROGO Tharisha Zaskia Purvita; Suhariyanto Suhariyanto; Agus Sugiarto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5985

Abstract

Bekisting dan perancah merupakan alat utama sementara beton yang dibentuk sesuai dengan ukuran, posisi, dan bentuk serta memiliki fungsi menahan beton sampai mampu menahan bebannya sendiri. Proyek Pembangunan Monumen dan Museum Reog Ponorogo, merupakan pembangunan infrastruktur yang memiliki lantai tipikal. Diperlukan  perencanaan serta pemilihan material bekisting dan perancah yang tepat. Bekisting aluminium dalam penggunaannya khusus pada lantai tipikal, dapat mempengaruhi metode pelaksanaan, waktu, dan biaya yang dibutuhkan pada perencanaan bekisting dan perancah. Perencanaan ini bertujuan sebagai alternatif menggunakan bekisting sistem aluminium pada pekerjaan gedung 14 lantai tipikal. Tahapan dalam melakukan perencanaan ini yaitu: pemilihan strategi pelaksanaan yang tepat, perhitungan analisis kekuatan material, perencanaan jadwal pelaksanaan, perencanaan anggaran biaya, dan meninjau aspek k3 pada pekerjaan bekisting dan perancah. Hasil perencanaan strategi pelaksanaan penggunaan bekisting 12 kali pakai pada pekerjaan bekisting kolom dan 7 kali berulang pada pekerjaan bekisting balok dan plat. Perhitungan analisis kekuatan bekisting sistem aluminium diperoleh hasil desain yang aman terhadap nilai yang diijinkan. Dari segi waktu pelaksanaan dengan bekisting sistem aluminium didapatkan 130 hari. Besar biaya yang diperlukan pada perencanaan ini sebesar Rp 7.088.579.319 atau 10% penggunaan dana dari anggaran biaya proyek pekerjaan struktur.
PROJECT PLANNING PROYEK JALUR LINTAS SELATAN LOT 6 KABUPATEN TULUNGAGUNG Alfado Rifqi Pramadana; Suhariyanto Suhariyanto; Diah Lydianingtias
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6153

Abstract

Proyek Jalur Lintas Selatan Lot 6 Kabupaten Tulungagung merupakan rangkaian Jalan Trans Jawa Selatan sepanjang 680 km di Pulau Jawa berada di seksi/Lot 6 dengan panjang 14,87 km dan lebar 13 meter. Lokasi proyek berada di Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung dan Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang berbatasan antar dua kabupaten berbeda. Keberhasilan proyek perlu direncanakan, diorganisir, diarahkan, dikoordinasikan, dan diawasi mulai dari perencanaan alternatif strategi dan metode pelaksanaan sampai selesai untuk memenuhi target tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk menentukan: (1) Struktur Organisasi; (2) Site Layout dan Traffic Management; (3) Strategi dan Metode Pelaksanaan; (4) Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan; (5) Mutu Proyek; (6) Penjadwalan; (7) Rencana Anggaran Pelaksanaan. Data-data penunjang yang diperlukan dalam penyusunan Project Planning ini diantaranya: Ulasan Proyek dan Spesifikasi; Gambar Detail Kerja; Rencana Kesehatan Keselamatan Kerja dan Mutu; Bill of Quantity; Harga Satuan Dasar Kabupaten Tulungagung Tahun 2020. Berdasarkan hasil pembahasan Project Planning diperoleh: (1) Struktur organisasi murni; (2) Site Layout dan Traffic Management aman dan efisien; (3) Strategi dan Metode pelaksanaan bottom-up secara paralel berbentuk seksi kerja; (4) Kesehatan Keselamatan Kerja sesuai dengan kondisi lapangan dan metode pelaksanaan; (5) Mutu Proyek masing-masing pekerjaan beserta tes mutu dan inspection test plan; (6) Waktu pelaksanaan 740 hari kalender kerja; (7) seharga Rp 565.098.081.957.