Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN FLY OVER PENGGANTI JPL 64 KM 38+897 LINTAS SURABAYA-SOLO Muhammad Zamzami Habibie; Indah Ria Riskiyah; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6198

Abstract

Proyek pembangunan Fly Over Penggantian JPL 64 KM 38+897 Lintas Suarabaya-Solo berlokasi di desa Jeruk Gamping, Kelurahan Krajan yang merupakan wilayah padat penduduk sehingga memiliki tingkat kemacetan dan risiko kecelakaan yang cukup tinggi, sehingga pembangunan fly over ini diharapkan nantinya bisa mengurangi masalah tersebut. Pembangunan fly over ini awalnya direncanakan selama 522 hari, namum kenyataannya proyek ini tidak dapat selesai tepat waktu sehingga perlu diadakan addendum, hal ini dipengaruhi oleh banyak aspek sehingga perlu disusun perencanaan proyek yang mencakup aspek tersebut dengan baik. Adapun tujuan dari penyusunan Project Planning ini adalah menentukan struktur organisasi, merencanakan Site Layout dan Traffic Management, menentukan strategi dan metode pelaksanaan, merencanakan rencana mutu dan rencana K3, menghitung durasi proyek, menghitung berapa Rencana Anggaran Pelaksanaan yang dibutuhkan. Untuk menyusun Project Planning diperlukan data-data berupa gambar kerja, rencana kerja dan syarat, dan Harga Satuan Dasar. Penyusunan rencana mutu dan rencana K3 berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahu 2021, penjadwalan proyek dibantu dengan software Ms. Project serta perhitungan RAP berdasarkan AHSP Permen PUPR No.8 Tahun 2023. Hasil penyusunan Project Planning ini adalah struktur organisasi fungsional, Site Layout dengan nilai Travelling Distance sebesar 485.286 dan Safety Index sebesar 404, Traffic Management dengan 3 jalan akses untuk keperluan mobilisasi dan demobilisasi. Strategi pelaksanaan dibagi menjadi 2 zona dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, rencana mutu yang ditunjukkan dengan SOP (standar operasional prosedur) dan rencana k3 dengan melengkapi daftar HIRARC untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja dalam pelaksanaan proyek, waktu pelaksanaan proyek selama 293 hari kalender dengan rincian hari kerja selama 7 hari dalam seminggu dan jam kerja selama 8 jam dalam sehari mulai dari pukul 08.00 sampai 17.00 dengan waktu istirahat mulai jam 12.00 sampai 13.00, serta rencana anggaran pelaksanaan sebesar Rp. 125.604.053.006.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JEMBATAN PAITON 2 STA 28+604 PADA JALAN TOL PROBOWANGI PAKET 3 Erick Sandy Dearcarisi; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8064

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Paiton 2 STA 28+604 pada Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Jembatan ini dirancang menggunakan struktur PCI Girder dengan panjang bentang 229 meter dan tinggi mencapai 40 meter, didukung oleh lima pier utama dengan diameter tiang pancang 120 cm. Perencanaan ini bertujuan untuk meninjau keterlambatan di lapangan yang mencakup perencanaan proyek yang komprehensif seperti perencanaan work breakdown structure (WBS), struktur organisasi, site layout, manajemen lalu lintas, strategi dan metode pelaksanaan, rencana mutu, rencana keselamatan dan lingkungan (K3L), penjadwalan, serta kurva S. Hasil perencanaan menunjukkan struktur organisasi berbentuk fungsional, site layout dirancang dengan mempertimbangkan indeks keselamatan dan jarak tempuh, serta dilengkapi site plan dan fasilitas pendukung di area proyek. Sistem manajemen lalu lintas disusun berdasarkan jalur akses alat berat ke lokasi. Strategi pelaksanaan dirancang mengikuti urutan pekerjaan dalam time table, sedangkan rencana mutu disusun berdasarkan quality plan dan metode kerja. Rencana keselamatan kerja mengacu pada pendekatan IBPRP dan prosedur tanggap darurat. Durasi pelaksanaan proyek ditetapkan selama 367 hari kalender, dengan total anggaran pelaksanaan sebesar Rp.190.479.451.183,00.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JALAN TOL PROBOLINGGO – BANYUWANGI PAKET 3 STA. 32+000 – STA. 36+300 Syellen Dwi Rahmawati; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8065

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 STA. 32+000 – ST. 36+300 bertujuan untuk meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa. Namun pada pelaksanaannya terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh tidak optimalnya penerapan strategi dan metode pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga berdampak pada tidak tercapainya target waktu dan biaya proyek. Oleh karena itu, penyusunan skripsi ini bertujuan sebagai alternatif perencanaan pelaksanaan proyek dengan optimalisasi pelaksanaan strategi, penyusunan struktur organisasi, metode pelaksanaan, rencana mutu, rencana keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3L), penjadwalan proyek, penyusunan RAP dan kurva S.Penyusunan skripsi ini menggunakan data berupa gambaran umum proyek ( Overview ), bill of quantity (BOQ), Design For Construct , rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), serta HSD Kab. Probolinggo tahun 2024. Proses perhitungan rencana anggaran pelaksanaan (RAP) dan penyusunan kurva S dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2021.Hasil perencanaan menunjukkan bahwa struktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi fungsional. Tata letak lokasi proyek ( site layout ) disusun berdasarkan analisis indeks keselamatan (safety index ) dan jarak tempuh ( traveling distance ), dengan pengaturan lalu lintas (traffic management ) melalui empat akses masuk ke lokasi proyek. Strategi pelaksanaan bagian menjadi empat zona kerja utama. Rencana mutu disusun berdasarkan rencana kualitas yang mengacu pada RKS dan spesifikasi teknis. Rencana K3L dirancang menggunakan pendekatan IBPRP dan dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat. Total durasi proyek adalah 245 hari kerja. Jumlah RAP sebesar Rp. 620.487.415.991,-.
STUDY OF HANDLING LAND ACQUISITION PROBLEMS ON THE YOGYAKARTA – BAWEN TOLL ROAD PROJECT SECTION 1 Anggun Primadhani; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8320

Abstract

The Yogyakarta–Bawen Toll Road Project Package 1, Section 1, is a government-initiated infrastructure development project aimed at enhancing regional economic growth and connectivity in the southern part of Java. However, the construction progress of the toll road, particularly at the at-grade section STA 75+150 – 75+250, has been delayed due to unresolved land acquisition issues. Therefore, a study on handling land acquisition problems for the Yogyakarta–Bawen Toll Road Project Section 1 is essential to ensure the project proceeds as planned. This study aims to address the land acquisition issue by proposing alternatives, such as realigning the road (trace) or constructing a bridge. The research involves designing basic alternatives for both the new road alignment and the bridge, followed by an analysis to determine the most effective and optimal solution. The steps taken include proposing a new road alignment, designing a bridge, estimating the construction time and cost for each alternative, and selecting the most efficient option. The study’s result show that the proposed new road alignment is located to the south of the current toll road construction, while the bridge design remains on the original alignment with a specific elevation adjustment. The estimated implementation time and cost for the new road alignment are 228.5 working days and IDR 87,907,195,901.12, respectively, whereas for the bridge, they are 249.5 working days and IDR 84,694,979,884.13. Based on these findings, it can be concluded that road realignment is the more effective and optimal solution.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FASAD BATA RINGAN DENGAN BETON PRECAST PADA PROYEK RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA SIDOARJO Ramadhani Putra Kurniawan; Fauziah Shanti Cahayani Siti Maisarah; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8429

Abstract

Penggunaan material bata ringan dan beton precast untuk fasad bangunan saat ini sering digunakan pada proyek bangunan gedung. Studi ini bertujuan untuk membandingkan kedua material tersebut dengan studi kasus proyek Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo. Pada tahap awal, dilakukan analisis struktur untuk mendapatkan desain struktur beton precast yang akan diaplikasikan pada fasad bangunan. Langkah selanjutnya adalah dengan merencanakan manajemen pabrikasi beton precast, metode pelaksanaan untuk kedua material, serta menghitung durasi dan biaya untuk pekerjaan fasad. Observasi di lapangan dilakukan untuk mendapatkan data produktivitas pekerjaan fasad. Data sekunder yang digunakan adalah spesifikasi teknis dan gambar kerja proyek Rumah Sakit Mitra Keluarga Sidoarjo serta Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Sidoarjo tahun 2024. Analisis struktur dikerjakan berdasarkan teori mekanika rekayasa, perhitungan durasi pekerjaan diperoleh dari perhitungan volume pekerjaan dibagi dengan produtivitas kerja, dan analisis biaya dilakukan dengan memasukkan data harga satuan pekerjaan dikalikan volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan diperoleh durasi pekerjaan fasad beton precast selama 544 hari terhitung lebih cepat 358 hari atau 39,69 % dari pekerjaan fasad bata ringan, biaya pekerjaan fasad bata ringan sebesar Rp 2.750.941.008 terhitung lebih murah Rp 1.172.845.887 atau 29,89 % dari pekerjaan fasad beton precast. Dengan demikian, pengambilan keputusan penggunaan material fasad tidak dapat hanya mempertimbangkan aspek biaya dan waktu, namun memerlukan pertimbangan aspek-aspek yang lainnya, seperti durability, construcability, dan insulasi.
PERBANDINGAN DEFLEKSI DAN BERAT MENARA PLTB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RANGKA DAN MONOPOLE Bobby Asukmajaya Raharjo; sugeng Riyanto; Achendri M. Kurniawan; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.9347

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik merupakan aspek fundamental pada era saat ini, mengingat hampir seluruh aktivitas manusia sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat penyediaan listrik yang baik di wilayah yang mudah dijangkau, pada wilayah kepulauan terpencil penyediaan listrik masih menjadi permasalahan, terutama karena ketergantungan pada bahan bakar minyak yang kurang efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang lebih ekonomis, salah satunya melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTB memiliki keunggulan berupa kebutuhan investasi awal yang relatif rendah serta ramah lingkungan dengan emisi karbon mendekati nol. Dalam konteks ini, peran menara (tower) sebagai struktur penyangga turbin angin untuk menangkap energi angin di wilayah terpencil menjadi sangat penting. Pembangunan tower di daerah tersebut menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan transportasi peralatan dan material ke lokasi, sehingga material yang dapat diangkut umumnya terbatas baik dari segi ukuran maupun berat. Oleh karena itu, tower direncanakan dalam bentuk rangka (lattice/truss) dan monopole. Perbandingan efisiensi kedua model, khususnya dari aspek berat struktur, diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan tipe tower. Penelitian ini membandingkan penggunaan model tower rangka (lattice) dan monopole pada PLTB dengan mengevaluasi respons lendutan (defleksi) akibat beban turbin serta beban lateral akibat angin.  Hasil analisis menunjukkan bahwa model lattice memiliki defleksi lateral yang lebih kecil, yaitu sebesar 0,021 m, sedangkan model monopole menunjukkan defleksi lateral terbesar sebesar 0,213 m. Nilai batas maksimum defleksi lateral yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan adalah sebesar 1% dari tinggi tower (24 m), yaitu 0,24 m. Hasil ini menunjukkan bahwa model lattice memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengendalikan defleksi lateral dengan tingkat optimalitas rasio penampang yang setara. Dengan demikian, model lattice lebih sesuai diterapkan pada wilayah dengan kondisi angin yang tidak stabil atau memiliki variasi dan fluktuasi kecepatan angin yang tinggi.