Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kurva Laktasi Induk Domba Jonggol (Domba Ekor Tipis) Berdasarkan Umur Induk yang Dipelihara dengan Sistem Penggembalaan Grazing System Jarmuji Jarmuji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.51-59

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this research were to know the effect of ewe’s age on curve of milk yield reared on grazing. This research was done in The Jonggol Animal Science Teaching, and Research Unit (JASTRU) located in Singasari Village, Jonggol, Bogor district. As many 100 local sheep comprises of pregnant and lactating ewes on average 1-4 years old were used in this research. The sheeps were grazed from 9 a.m. to 4 p.m. and housed on night. The result showed that ewe’s age different effect its of curve milk yield. Lactation peak is expected within 1-2 weeks of lambing, followed by a decreasing phase to the 16 weeks. Decreace of theewes 1 year age showed is not stable if comparation the ewes 3-4 year age.Key words : ewes, curve milk yield,grazing system. 
Pemanfaatan Kotoran Sapi untuk Budidaya Cacing Tanah dan Produksi Vermikompos di Wonoharjo Girimulyo Kabupaten Bengkulu Utara Urip Santoso; Jarmuji Jarmuji; Bieng Brata
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 2 (2020): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i2.12951

Abstract

Masalah petani di Desa Wonoharjo, Kecamatan Girimulya adalah tingginya pencemaran akibat penumpukan kotoran sapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengenalkan konversi kotoran sapi menjadi vermikompos. Tahapan kegiatannya adalah sosialisasi, pelatihan, demplot, uji coba lapangan dan evaluasi. Pada tahap sosialisasi diperkenalkan pemanfaatan kotoran sapi untuk pembuatan vermikompos. Pada tahap pelatihan dilakukan demplot vermikompos. Uji lapang vermikompos yang dihasilkan dilakukan dengan menguji 30 bibit kelapa sawit yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1 vermikompos, kelompok 2 pupuk kandang dan kelompok 3 NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tertarik untuk membuat vermikompos. Vermikompos dapat digunakan sebagai pupuk untuk bibit kelapa sawit pengganti NPK. Bisnis vermikompos memberikan penghasilan tambahan bagi petani. Jadi, pengabdian pada masyarakat memotivasi petani untuk menggunakan vermikompos.
Mekanisasi Pengolahan dan Manajemen Pemasaran Secara Online Terasi Udang Rebon Irkhos Irkhos; Isma Coryanata; Jarmuji Jarmuji; Nanang Sugianto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.5242

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di RT. 09 kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Mitra sasaran kegiatan pengabdian ialah perwakilan nelayan tradisional yang berada di RT. 09 Kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Mitra kegiatan berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari nelayan pembuat terasi dan ibu-ibu yang menjual terasi udang rebon. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan produksi dan manajemen pemasaran terasi udang rebon. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi terasi udang rebon serta memperluas target pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari; pelatihan penggunaan serta pengadaan mesin penggilingan bahan baku terasi udang rebon untuk meningkatkan produksi dan pelatihan pemasaran produk secara online melalui media penjualan online untuk memperluas target pemasaran produk. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas produksi bahan baku terasi dari 30 kg/hari secara manual menjadi 60 kg/hari menggunakan mesin penggilingan. Hasil lainnya adalah bertambahnya target pemasaran yang sebelumnya dipasarkan langsung di pinggir jalan, saat ini sudah dipasarkan secara online di e-commerce.
PENGARUH RAGI DALAM FORMULA SAKURA BLOK TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, PERTAMBAHAN BERAT BADAN DAN EFISIENSI PAKAN KAMBING LOKAL: The Effect Ragi in Sakura Block on Body Weight Gain, Dry Matter Consumption, and Feed Efficiency in Local Goat Jarmuji; Urip Santoso; I Badarina
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 3 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i3.1188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ragi dalam sakura blok terhadap konsumsi Bahan Kering (BK), Pertambahan Berat Badan (PBB) dan efisiensi pakan kambing lokal. Sakura blok adalah pakan suplemen dalam bentuk blok yang terbuat dari bahan-bahan seperti gula kelapa kualitas rendah, dedak padi, jagung giling, sagu, urea, TSP, garam, mineral mix dan top mix. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 4 ulangan dimana P1(rumput lapangan), P1 (rumput lapangan + sakura blok) dan P3(rumput lapangan + sakura blok+ragi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering P1(46.79 gram/hari), P2(53,76 gr/hari), P3 (54.71 gram/hari), pertambahan bobot badan P1(24,42 gram/hari), P2(32,83 gram/hari), P3(36,64 gram/hari) sedangkan efisiensi pakan P1(7,24%), P2(7,74) and P3(11,16). Kambing lokal yang mengkonsumsi sakura blok maupun sakura blok yang mengandung ragi nyata menghasilkan pertambahan berat badan lebih tinggi dibanding kelompok kambing yang hanya mengkonsumsi rumput lapangan saja. Kata kunci: Kambing Lokal, Sakura Blok, Ragi, Pertambahan Berat Badan
SUPLEMENTASI SAKURA BLOCK PLUS PADA RANSUM KOMPLIT BERBASIS LIMBAH SAWIT TERHADAP ASAM LEMAK BERCABANG: Supplementation of Sakura Block Plus in Complete Rations of Palm Waste on Branched Fatty Acids Jarmuji; Herdiansah, Riko
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1482

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan level sakura block plus sebagai pakan suplemen pada ransum berbasis limbah sawit dalam mengoptimalkan konsentrasi total branched fatty acid, isobutirat, isovalerat dan valerat pada cairan rumen. Sakura block plus merupakan pakan suplemen hasil modifikasi sakura block dengan menggunakan 6% cacing tanah dan bungkil sawit sebagai pengganti jagung. komposisi ransum berbasis limbah sawit terdiri atas : P0 (ransum berbasis limbah sawit+10% sakura block), P1(ransum berbasis limbah sawit+6% sakura block plus), P2 (ransum berbasis limbah sawit+8% sakura block plus), P3 (ransum berbasis limbah sawit+10% sakura block plus), P4 (ransum berbasis limbah sawit+12% sakura block plus) dan P5 (ransum berbasis limbah sawit+14% sakura block plus). Hasil penelitian menunjukkan suplementasi sakura block plus pada ransum berbasis limbah sawit nyata meningkatkan konsentrasi total branced fatty acid dan isovalerate. Konsentrasi total branched fatty acid dan isovalerat tertinggi dihasilkan pada suplementasi 14% sakura block plus ransum berbasis limbah sawit. Kesimpulan, semakin tinggi suplementasi sakura block plus pada ransum berbasis limbah sawit akan diikuti semakin tinggi juga konsentrasi total branched fatty acid dan isovalerat pada cairan rumen. Kata kunci: branched fatty acid, isovalerat, ransum berbasis limbah sawit, sakura block plus.
Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit, Bungkil Inti Sawit, dan Lumpur Minyak Sawit Dalam Pakan terhadap Kecernaan dan Pertambahan Berat Badan Sapi Hidayat, Hidayat; Akbarillah, Tris; Jarmuji, Jarmuji
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.135-142

Abstract

The research was conducted to evaluate three different diets, P1 (grass and concentrate non palm oil by-product) representing farmers rearing cattle out of oil palm estate, P2 (grass, chopped palm oil frond, and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate which is grass is still available, and P3 (chopped palm oil frond and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate, grass is absent. The result showed that digestibility coefficient of dry matter of P1, P2, and P3 in respective order were 61.67%, 57.54%, and 50.05%. TDN values of P1, P2, and P3 were 61.04%, 57.58%, and 55.19% respectively. In addition, the average of dry matter intake of P1, P2, and P3 were 3.338 kg/head/day, 1.954 kg/head/day, and 1.310 kg/head/day. The average daily gain of P1, P2, and P3 were 0.46 kg/head/day (P1), 0.17 kg/head/day (P2), and 0.06 kg/head/day respectively. The utilization of feedstuffs from oil palm estate origin needs to be improved, especially on formulation. So that they could be expected to replace grass which is missing as the canopy of oil palm trees covering the land.   Keywords: palm kernel cake, palm oil frond, Bali cattle   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber daya yang tersedia diperkebunan dan pabrik pengolahan sawit sebagai pakan untuk produksi ternak sapi. Percobaan ini akan menguji 3 perlakuan pakan yang akan dicobakan pada sapi. Dua belas ekor sapi dibagi menjadi 3 perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ulangan untuk menguji 3 macam diet, yaitu P1 (Rumput+konsentrat), P2 (Rumput+pelepah+konsentrat), dan P3 (pelepah+konsentrat), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan dilakukan selama 3 bulan. Peubah yang diamati adalah kandungan gizi dan energi untuk masing-masing perlakuan, rumput, pelepah sawit dan pakan konsentrat, palatabilitas, konsumsi dan kecernaan zat gizi pakan, serta perubahan berat ternak. Rerata koefisien cerna BK pakan P1, P2, dan P3 adalah 61,67%, 57,54%, dan 50,05%. Rerata nilai TDN pakan P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 61,04%, 57,58%, dan 55,19%. Rerata konsumsi bahan kering P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 3,338 kg/ekor/hari, 1,954 kg/ekor/hari, dan 1,310 kg/ekor/hari. Pertambahan berat badan sapi ini tercatat setara dengan 0,46 kg/ekor/hari (P1), 0,17 kg/ekor/hari (P2), dan 0,06 kg/ekor/hari. Penggunaan pakan berbasis kebun sawit dan limbah pabrik pengolahan sawit masih perlu diformulasikan lagi agar dapat memberikan tampilan yang setara dengan penggunaan rumput.   Kata kunci: bungkil inti sawit, pelepah sawit, sapi Bali.
Pengaruh Berbagai Campuran Media Pada Feses Sapi Kaur Yang Diberi Pakan Rumput Setaria Dan Pelepah Sawit Terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah Pheretima Sp Setiawan, Bagus Dimas; Brata, Bieng; Jarmuji, Jarmuji
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.15-22

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai campuran media pada feses sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit terhadap pertumbuhan cacing tanah Pheretima sp. Penelitian dilaksanakan Pondokan Edo Gang 3, Unib Belakang, Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan:P0 100% feses sapi kaur, P150% sekam, P2 50% jerami padi,P3 50% batang pisang dan P4 50% serbuk gergaji. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian campuran media pada feses sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan anak dan bobot badan anak per ekor cacing tanah Pheretima sp namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan induk cacing tanah Pheretima sp.Kata Kunci: Media, Feses Sapi Kaur,Cacing tanah, Pheretima sp.
Mekanisasi Pengolahan dan Manajemen Pemasaran Secara Online Terasi Udang Rebon Irkhos, Irkhos; Coryanata, Isma; Jarmuji, Jarmuji; Sugianto, Nanang
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.5242

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan di RT. 09 kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Mitra sasaran kegiatan pengabdian ialah perwakilan nelayan tradisional yang berada di RT. 09 Kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Mitra kegiatan berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari nelayan pembuat terasi dan ibu-ibu yang menjual terasi udang rebon. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan produksi dan manajemen pemasaran terasi udang rebon. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi terasi udang rebon serta memperluas target pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari; pelatihan penggunaan serta pengadaan mesin penggilingan bahan baku terasi udang rebon untuk meningkatkan produksi dan pelatihan pemasaran produk secara online melalui media penjualan online untuk memperluas target pemasaran produk. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas produksi bahan baku terasi dari 30 kg/hari secara manual menjadi 60 kg/hari menggunakan mesin penggilingan. Hasil lainnya adalah bertambahnya target pemasaran yang sebelumnya dipasarkan langsung di pinggir jalan, saat ini sudah dipasarkan secara online di e-commerce.
Supplementation of Sakura Block Plus in Beef Cattle Fed with Palm Fronds and Its Effect on Nutrient Digestibility jarmuji, jarmuji; Badarina, Irma; Warly, Lili
Buletin Peternakan Vol 48, No 2 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (2) MAY 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v48i2.88451

Abstract

Sakura Block Plus is a modification of Sakura Block, incorporating 6% earthworms and palm kernel cake as substitutes for corn. The objective of this study was to evaluate the supplementation of Sakura Block Plus in palm frond feed on the nutrient digestibility of beef cattle. The research design employed a Latin Square Design (LSD) with treatments P0 (10% Sakura Block Plus), P1 (8% Sakura Block Plus), P2 (10% Sakura Block Plus), and P3 (12% Sakura Block Plus).  Four male beef cattle, 18 months old, weighing approximately ± 110 kg, were utilized throughout four treatment periods, each lasting 15 days. The results of the study indicated a significant improvement in the 12% Sakura Block Plus treatment concerning the digestibility of Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), and hemicellulose. In conclusion, the supplementation of Sakura Block Plus at the 12% level in palm frond feed resulted in the most optimal nutrient digestibility.