Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Novel Cintaku di Lembata Karya Sari Narulita sebagai Media Promosi Pariwisata Lembata - NTT Rimalinda Lukitasari; Elsita Lisnawati Guntar; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 07, Nomor 02, Januari 2021
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2021.v07.i02.p06

Abstract

The designing of promotional media is an important thing in supporting the development of a tourism destination. With the tight competition among the destinations, the tourist choices are swinging choices. These days, the storytelling method is a method that highly buzzed in the marketing because it is considered effective to influence the future consumen emotionally. The novel of Cintaku di Lembata is a travellougue novel which tells about a tour to Lembata Island. Seing to its many predecors that has successfully raise the popularity of the destination that being used as the setting in the novel, then the potential of this novel to become a promostional media for Lembata – NTT is also worth to be researched. The purpose of this research is to know the potential of the novel of Cintaku di Lembata as a promotional media and the strategy that can be applied to maximize its utilization. The researched was conducted qualitatively with the data collection method of observation, interview, and focus group discussion (FGD). The theory that was applied was the theory of tourism promotion and the data analysis was done by using the SWOT method. The result shows that the novel of Cintaku di Lembata is very potential to become a tourism promotional media for Lembata because the content is informative and persuasive. However, there are some adjustments needed to maximize the utilization of the novel Cintaku di Lembata to promote Lembata – NTT. Those adjustments include, among others, in the matter of transforming the form into a film form and to choose the focus of attraction to be shown. Keywords: Promotion, Destination, Storytelling, Cintaku di Lembata, NTT, SWOT
Kearifan lokal dalam novel suara samudra karya maria matildis banda dan relevansinya sebagai media promosi pariwisata di lamalera - ntt Dinar Sukma Pramesti; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.679 KB) | DOI: 10.22334/jihm.v12i1.191

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya sebuah promosi untuk mendukung perkembangan suatu destinasi wisata. Salah satu media yang menarik dan belum banyak diminati banyak orang dalam mempromosikan pariwisata ialah media sastra (novel). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kearifan lokal yang terdapat dalam novel Suara Samudra serta mengetahui relevansinya sebagai media promosi pariwisata Lamalera – NTT. Teori yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah teori antropologi sastra dan teori promosi pariwisata. Novel Suara Samudra karya Maria Matildis Banda ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini diawali dengan mengkaji muatan nilai kearifan lokal dalam novel, kemudian diperkuat dengan melakukan wawancara terstruktur kepada pembaca novel dengan tujuan untuk menggali lebih dalam tentang nilai kearifan lokal Lamalera. Selanjutnya mengadakan focus group discussion (FGD) dengan menghadirkan praktisi pariwisata, budaya, dan sastra serta akademisi untuk mengulas lebih dalam relevansi novel Suara Samudra sebagai media promosi pariwisata Lamalera-NTT. Pada penelitian ini ditemukan sejumlah kearifan lokal dalam novel Suara Samudra yaitu ritual adat, gotong royong, sikap berbagi, tanda-tanda alam, larangan atau pantangan, keterampilan lokal, makanan khas Lamalera. Beberapa kearifan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai objek wisata budaya Lamalera. Potensi yang dapat dikembangkan di Lamalera berupa karya tradisional, kuliner khas lamalera, barter, ritual adat penangkapan ikan paus. Karya tradisional berupa paledang, tale leo, kella, bletu, buri, karya-karya tradisional ini menarik dan berpotensi untuk ditampilkan dalam event pariwisata Lamalera. Proses pembuatan jagung titi dan barter sebagai bagian dari rutinitas para wanita Lamalera berpotensi dapat meningkatkan daya tarik wisata Lamalera.
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI Ni Ketut Veri Kusumaningrum; Dinar Sukma Pramesti
Bina Cipta Vol 1 No 2 (2022): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.232 KB) | DOI: 10.46837/binacipta.v1i2.10

Abstract

Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu potensi wisata alam maupun potensi wisata budaya. Saat ini, Desa Wisata Bongan bekerja sama dengan Politeknik Internasional Bali bekerja bersama untuk mengembangkan seluruh potensi wisata yang ada di Desa Wisata Bongan. Kerja sama antara Desa Wisata Bongan dengan Politeknik Internasional Bali dilakukan untuk mengekplorasi seluruh potensi alam maupun budaya yang dimiliki Desa Wisata Bongan. Potensi yang dimiliki kemudian akan dikembangkan dan dikelola dengan baik sehingga dapat dikemas menjadi paket wisata yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Desa Wisata Bongan. Program pendampingan dari Politeknik Internasional Bali terhadap Desa Wisata Bongan berhasil masuk ke dalam 20 besar perguruan tinggi pendamping desa wisata terbaik se-Indonesia. Tahap selanjutnya adalah visitasi untuk menentukan enam besar perguruan tinggi pendamping desa wisata terbaik se-Indonesia tahun 2020. Mengingat pentingnya acara visitasi program pendampingan desa Wisata ini, maka perlu dilakukan persiapan yang matang. Salah satu hal yang dilakukan adalah pembuatan mural di DTW Air Terjun Gerembengan. Mural merupakan gambar ataupun lukisan yang dibuat diatas media dinding atau media luas lainnya yang permanen. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan kontribusi dalam program pendampingan Desa Wisata Bongan oleh Politeknik Internasional Bali. Untuk pembuatan mural Politeknik Internasional Bali juga bekerja sama Institut Desain & Bisnis Bali serta Dulux Waterpaint. Kegiatan pembuatan mural ini merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Internasional Bali kepada masyarakat Desa Wisata Bongan.
TANTANGAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PADA ERA MODERN: STUDI KASUS PADA MAHASISWA IKIP SARASWATI, TABANAN Ni Ketut Veri Kusumaningrum; Elsita Lisnawati Guntar; Muhammad Dedad Bisaraguna Akastangga
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2026): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v24i1.1092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan pendidikan modern di IKIP Saraswati, Tabanan. Transformasi pendidikan menuju digital dan hibrida telah memberikan dampak signifikan pada proses pembelajaran, baik dari segi teknologi, infrastruktur, metodologi, maupun aspek psikologis dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 60 mahasiswa aktif semester 3-8 sebagai responden. Kuesioner skala Likert digunakan untuk mengukur lima dimensi tantangan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan akses dan infrastruktur mendapat skor tertinggi (4,1), diikuti oleh teknologi pembelajaran (3,8), aspek psikologis dan sosial (3,7), dan metodologi pembelajaran (3,6). Temuan utama meliputi kesulitan beradaptasi dengan platform digital (48%), keterbatasan perangkat (63%), biaya internet yang memberatkan (50%), koneksi internet yang tidak stabil (45%), dan penurunan pemahaman materi (45%). Selain tantangan, mahasiswa juga menunjukkan strategi adaptasi seperti membentuk kelompok belajar daring (42%), memanfaatkan sumber belajar digital (67%), meningkatkan intensitas komunikasi dengan dosen melalui media digital (48%), dan mengembangkan jadwal belajar mandiri (51%). Studi ini merekomendasikan empat langkah strategis untuk mendukung transisi yang efektif dan inklusif menuju pendidikan modern. Pertama, penguatan infrastruktur melalui penyediaan jaringan internet stabil dan perangkat teknologi yang terjangkau. Kedua, pelatihan literasi digital secara berkala bagi guru, siswa, dan orang tua, mencakup penggunaan platform pembelajaran daring, keamanan siber, dan evaluasi informasi digital. Ketiga, implementasi model pembelajaran hibrida yang menggabungkan tatap muka dan daring secara proporsional melalui kurikulum yang fleksibel dan adaptif. Keempat, penguatan layanan dukungan psikososial di lingkungan sekolah guna mengatasi kecemasan, isolasi sosial, dan tekanan psikologis yang muncul akibat perubahan pola belajar.
Innovation Of Praline With Kacang Kapri Daun Jeruk: A Balinese Distinctive Culinary Souvenir Hansen Budi Gunawan; Ni Ketut Veri Kusumaningrum; Billy Tanius
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v9i1.325

Abstract

This study aims to develop a praline innovation by utilizing “kacang kapri daun jeruk”, a distinctive Balinese culinary Souvenir, as a filling, and to evaluate consumer acceptance of the product. The research employed a research and development (R&D) method which included the stages of identifying potentials and problems, data collection, product planning, initial product development, product testing, product revision, field testing, and final product revision of pralines using three types of chocolate which are white chocolate, milk chocolate, and dark chocolate, which in this study were also compared to determine their suitability and level of consumer acceptance. A hedonic test was conducted involving five expert panelists and twenty-five general panelists, assessing color, aroma, texture, taste, and overall acceptability. The milk chocolate variant achieved the highest overall score and received positive responses from the panelists, while the dark chocolate variant obtained the lowest overall score. In conclusion, milk chocolate pralines filled with “kacang kapri daun jeruk”, a distinctive Balinese culinary souvenir, have the potential to become an innovative value-added gift that strengthens Bali’s culinary identity with further opportunities to improve product quality.
The Development of Contemporary Balinese Cuisine: Sago Based Ravioli With Smoked Bebek Betutu Filling Fanesia Dapawole; Sandy Dwiputra Yubianto; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 4 No. 1 (2026): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v4i1.102

Abstract

This study is motivated by the need to revitalize Indonesian traditional cuisine, particularly Balinese gastronomy, through contemporary culinary innovation that aligns with modern consumer preferences while promoting the utilization of local food resources. The objective of this research is to develop and evaluate a contemporary dish in the form of sago flour ravioli filled with smoked bebek betutu, as an innovative adaptation of traditional Balinese cuisine. This study employed a Research and Development (R&D) method adapted from the Sugiyono R&D model, which includes the stages of product planning, product development, limited trials, expert validation, revision, and product testing through sensory evaluation. The product was evaluated using organoleptic (hedonic) testing involving 30 semi-trained and trained panelists (16 males and 14 females). The assessment used a five-point hedonic scale covering five sensory attributes: taste, aroma, color, texture, and appearance. The results of the organoleptic evaluation showed a high level of consumer acceptance. Taste was the most preferred attribute, with 90% of panelists responding positively (47% “like” and 43% “strongly like”). Aroma also received 90% positive responses, while color and appearance each obtained 80% positive responses. Texture showed comparatively lower acceptance, with 40% “like,” 53% neutral, and 7% “dislike,” indicating the need for further formulation improvement, particularly related to the physicochemical characteristics of sago-based dough. The novelty of this study lies in the integration of three key elements: (1) the use of sago flour as a gluten-free local raw material for ravioli dough, (2) the incorporation of smoked bebek betutu as a distinctive Balinese filling, and (3) the fusion of traditional Balinese culinary heritage with Italian pasta into a contemporary gastronomic product. This research demonstrates that local ingredients can be transformed into modern culinary innovations with strong sensory acceptance, supporting both culinary diversification and the preservation of Indonesia’s gastronomic heritage.
Pengembangan Produk Dessert Tiramisu Gluten Free Berbasis Umbi Lokal Nicole Eleanore Lee; I Gusti Ayu Ari Agustini; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 4 No. 1 (2026): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v4i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk dessert tiramisu bebas gluten (gluten-free) dengan memanfaatkan umbi lokal berupa tepung singkong sebagai bahan substitusi ladyfinger berbasis terigu, serta menganalisis preferensi masyarakat terhadap produk tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 22 panelis yang terdiri dari 20 orang berpengalaman di bidang dessert dan 2 expert chef. Pengujian dilakukan melalui uji organoleptik pada aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan. Hasil uji organoleptik menunjukkan rata-rata keseluruhan sebesar 4,46 (kategori sangat suka), dengan rasa memperoleh skor tertinggi (4,59) dan warna memperoleh skor terendah (4,27). Analisis kuesioner preferensi menunjukkan mayoritas panelis mendukung inovasi penggunaan umbi lokal sebagai bahan substitusi gluten-free pada tiramisu. Temuan ini mengindikasikan bahwa tepung singkong dapat dijadikan sebagai alternatif yang layak dalam pengembangan dessert tiramisu gluten-free yang diterima secara sensorik dan diminati oleh konsumen yang menjalani gaya hidup sehat.
Pengembangan Minuman Fermentasi Berbasis Ginger Bug dengan Rasa Nanas Sebagai Alternatif Minuman Bersoda Putu Bhagam Darmananda Bodhisattva; Ni Ketut Veri Kusumaningrum; I Gusti Ayu Ari Agustini
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 4 No. 1 (2026): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v4i1.137

Abstract

Tren konsumsi minuman bersoda komersial yang tinggi di masyarakat sering kali memicu kekhawatiran karena kandungan gula berlebih, pewarna buatan, dan gas karbonasi sintetis yang berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi minuman fungsional yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi kesehatan melalui pemanfaatan mikroorganisme alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman fermentasi berbasis ginger bug dengan penambahan rasa nanas sebagai alternatif minuman bersoda yang lebih sehat. Proses fermentasi dilakukan menggunakan starter alami berupa ginger bug yang dibuat dari campuran jahe segar, gula, dan air, kemudian dikombinasikan dengan sari buah nanas. Uji organoleptik dilakukan terhadap 31 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1-5 untuk menilai atribut aroma, warna, tampilan, rasa, dan tekstur/karbonasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh rata-rata penilaian aroma 4,35; warna 4,48; tampilan 4,45; rasa 4,39; dan tekstur/karbonasi 4,71. Mayoritas panelis menyatakan bahwa produk layak sebagai alternatif soda komersial. Penelitian ini membuktikan bahwa ginger bug dapat digunakan sebagai starter fermentasi alami untuk menghasilkan minuman berkarbonasi tanpa tambahan gas sintetis.
Breadfruit Flour Innovation in Making Celor Noodles Febe Hutabarat; Ni Ketut Veri Kusumaningrum; Billy Tanius
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 3 No. 2 (2025): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v3i2.77

Abstract

Penelitian ini berjudul "Inovasi Tepung Sukun pada Pembuatan Mi Celor" bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung sukun sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan mi kuning untuk hidangan mi celor, sebuah kuliner tradisional dari Palembang, Sumatera Selatan. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada aspek warna, aroma, rasa, dan penerimaan konsumen terhadap mi celor yang menggunakan tepung sukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif yang lebih berkelanjutan dan sehat dibandingkan dengan mi konvensional yang biasa digunakan dalam kuliner tradisional Indonesia. Metodologi yang digunakan meliputi pengembangan resep mi celor dengan tepung sukun, diikuti dengan uji hedonik untuk mengevaluasi kualitas sensorik dan penerimaan konsumen. Hasil uji menunjukkan bahwa mi celor berbahan tepung sukun memiliki warna, aroma, dan rasa yang sesuai dengan standar kualitas, serta diterima dengan baik oleh konsumen. Skor rata-rata dari uji hedonik mencerminkan penerimaan positif terhadap mi celor yang dihasilkan, menunjukkan bahwa tepung sukun dapat menjadi alternatif yang layak untuk tepung terigu.
An Exploration Of Traditional Entil Food In Tabanan Regency Owen Pratama; Billy Tanius; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 8 No. 1 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i1.237

Abstract

Entil is a unique traditional Tabanan dish made from rice wrapped in Kalingidi leaves, then boiled for 4-5 hours. This specialty food is primarily known to residents of Pupuan and Penebel sub-districts and is traditionally prepared during special occasions such as Ulihan and Nyepi rituals. Beyond its cultural significance, entil represents an untapped potential for culinary tourism development in the region. This research employs a descriptive qualitative method to explore the meaning and philosophy of entil in depth while examining its potential as a culinary tourism attraction. Data sources are divided into primary and secondary data, with collection techniques including literature studies, interviews, and direct observation. Data analysis focuses on qualitative information from literature and interviews using narrative and discourse analysis. The research applies Roland Barthes' food evolution/structuralist theory to understand the formation of philosophical meanings that reflect symbolic and ritual values in food. The results indicate that entil embodies three primary meanings: historical significance, cultural identity, and potential for creative economy development through culinary tourism. In the philosophy of the Tabanan people, entil is believed to be an offering to God during the Ulihan ceremony and is considered a "souvenir" for the god Pitara/ancestors when returning to heaven. This research also highlights how entil can serve as a unique selling proposition for culinary tourism in Tabanan, contributing to sustainable tourism development while preserving local culinary heritage.