Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS BALUASE Mutiarasari, Diah; Isyraq Raihan, Muh.; Mursid, Mursid
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.663 KB) | DOI: 10.22487/htj.v4i3.75

Abstract

Latar belakang: Dalam mewujudkan penanganan yang optimal kepada pasien gawat darurat termasuk jika berada di situasi bencana, maka diperlukan suatu sistem penanganan pasien atau korban yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi. Hal ini menjadi tanggung jawab setiap tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan untuk dapat menolong masyarakat yang berada dalam keadaan kegawat daruratan, sehingga seorang tenaga kesehatan seyogyanya memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai kompetensi dalam menangani pasien secara cepat dan tepat, sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat bahkan kematian pada pasien atau korban bencana. Salah satunya penanganan melalui pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada pasien.Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan Puskesmas Baluase mengenai BHD terhadap keterampilan dalam pelaksanaannya di kota Palu. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, yakni 38 tenaga kesehatan di Puskesmas Baluase. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji spearman. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh dari 38 responden, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 29 orang (76,6%). Sebagian besar responden memiliki keterampilan cukup yaitu sebanyak 28 orang (73,4 %), dan hasil uji perhitungan korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai p value 0,000 dan nilai r=0,743 yang berarti hubungan berkekuatan kuat dengan arah nilai r + (positif). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap keterampilan tenaga kesehatan Puskesmas Baluase dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
ANALISIS FAKTOR RESIKO ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT DAERAH TERPENCIL Putu Fery Immanuel White, I; Ardi Munir, Muh; Sumarni, Sumarni; Mutiarasari, Diah; Umar, Miranti; Kevin Poluan, Yosia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.12 KB) | DOI: 10.22487/htj.v6i2.85

Abstract

Anemia dalam kehamilan diketahui berhubungan erat dengan timbulnya perdarahan dalam kehamilan dan persalinan. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Maka mengatasi anemia dalam kehamilan merupakan hal yang penting dalam usaha menurunkan angka kematian Ibu. RSUD Tora Belo di Kabupaten Sigi yang merupakan daerah terpencil di Provinsi Sulawesi Tengah, aktif dalam penanganan anemia dalam kehamilan, guna menurunkan angka kematian ibu. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi faktor resiko dan analisisnya terhadap kejadian anemia dalam kehamilan di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi tahun 2018. Penelitian ini merupakan studi deskriptif - analitik retrospektif, data dikumpulkan dari berkas rekam medik di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi tahun 2018. Pada studi ini, kami temukan 446 pasien dengan anemia dalam kehamilan, 211 (47,3%) anemia ringan (Hb 10-10,9), 220 (49,3%) anemia sedang (Hb 7 – 10), dan 15 (3,4%) anemia berat. Faktor resiko yang di identifikasi: usia<20thn 83 (18,6%), 20-35 thn 283 (63,5%), >35thn 80 (17,9%), analisis p=0,038; Primigravida 142 (31,8%), Multigravida 282 (63,2%), dan Grande multigravida 22 (4,9%), analisis p=0,171; Trimester I 32 (7,2%), Trimester II 53 (11,9%), Trimester III 361 (80,9%); SD-SMA 394 (88,3%), dan Pendidikan Tinggi (11,6%), analisis p=0,589; Pengguna JKN-KIS 440 (98,6%), tanpa jaminan kesehatan 6 (0,013% ), analisis p=0,315. Faktor resiko yang dapat di identifikasi dan di analisis, ditemukan bahwa usia ibu yang digolongkan sebagai kehamilan remaja merupakan faktor yang paling berperan dalam timbulnya anemia pada kehamilan di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PASIEN PRALANSIA DAN LANSIA DI PUSKESMAS KAMONJI PALU Janrio Tandirerung, Fistra; Dwicky C. Male, Hendro; Mutiarasari, Diah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.178 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i2.115

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara sederhana untuk melihat status gizi orang dewasa. Saat ini obesitas dan penyakit kronis yang diinduksi obesitas berkembang sangat pesat dan menjadi permasalahan kesehatan pada banyak negara.Seiring dengan pertambahan usia, fungsi fisiologis cenderung mengalami deteriorasi akibat proses penuaan yang berakibat munculnya banyak penyakit tidak menular pada populasi lanjut usia, salah satunya adalah gangguan yang menyerang sistem muskuloskeletal.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode nonrandomized atau nonprobability sampling, yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 100 orang pralansia dan lansia yang datang berobat ke Puskesmas Kamonji. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil uji Chi Square menujukkan nilai p = 0,031. Artinya, terdapat hubungan indeks massa tubuh terhadap gangguan muskuloskeletal pada pralansia dan lansia di Puskesmas Kamonji. Terdapat hubungan indeks massa tubuh terhadap gangguan muskuloskeletal pada pralansia dan lansia di Puskesmas Kamonji.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TINGGEDE Mutiarasari, Diah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.573 KB) | DOI: 10.22487/htj.v5i2.119

Abstract

Anemia selama kehamilan adalah masalah kesehatan masyarakat utama secara global dengan berbagai faktor risiko antara lain usia ibu dan status gizi. Selama kehamilan masalah gizi sangat berdampak pada ibu dan janin, sehingga sangat diperlukan perhatian khusus. Pola makan yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi yang akan berdampak terjadi anemia. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia dari tahun 2013 sampai tahun 2018 masih mengalami peningkatan signifikan. Untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah 151 orang, dengan besar sampel sebanyak 61 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Instrumen penelitian adalah data rekam medis ibu hamil yang melakukan kunjungan di Puskesmas Tinggede. Analisis univariat, bivariat dengan chi square dan koefisien determinan. Hasil menunjukan tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian anemia P-value (0.613>0.05) dan terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia dengan P-value (0.012<0.05), dengan OR sebesar 6.500 dengan 95% CI pada 1.316-32.097. Selain itu, status gizi memberikan kontribusi sebesar 30.6% dalam mempengaruhi terjadinya kejadian anemia. Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia, dimana ibu hamil dengan status gizi baik cenderung berisiko tidak anemia sebanyak 6.500 kali dibandingkan status gizi kurang.
Studi Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan RSUD Takalar Fitriah Handayani; Diah Mutiarasari
Biocelebes Vol. 4 No. 2 (2010)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is devoted to investigating lodge patients satisfaction level of health service quality from tangible, reliability, responsiveness, emphaty, and assurance dimension. It is descriptive survey method wich used quisioner as instrument for data collecting. The number of sample was 51 respondens whoom nursing at Public Region Hospital Takalar, selected by purposive sampling. The research show patient satisfaction level from tangible is good (79,65%), reliability is good (77,13%), responsivenees is good (77,01%), emphaty is good (74,37%), assurance is good (70,92%). The conclusion lodge patients satisfaction level of healthy service quality is ”good” (75,82%). Key words: Satisfaction level, health service quality, lodge patients.
EVALUASI PROSES PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN CLINICAL PATHWAY KASUS STROKE ISKEMIK AKUT DI RUMAH SAKIT ANUTAPURA KOTA PALU Diah Mutiarasari; Rizaldy Taslim Pinzon; Gunadi Gunadi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.958 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.59

Abstract

Latar belakang: Stroke memiliki angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Stroke menjadi penyebab nomor 1 admisi pasien ke rumah sakit. Penggunaan clinical pathway dapat mengurangi variasi dalam tindakan medis untuk kondisi klinis yang sama sehingga meningkatkan kualitas pelayanan stroke. Penelitian mengenai pengembangan clinical pathway sesuai Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses pengembangan dan penerapan clinical pathway kasus stroke iskemik akut di RS Anutapura Kota Palu. Metode: Rancangan Penelitian ini adalah action research. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode melalui wawancara terstruktur, diskusi kelompok terarah, survei, observasi, dan telaah dokumen. Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) digunakan sebagai alat ukur. Subyek penelitian sebanyak 25 responden terdiri dari petugas kesehatan RS Anutapura dan tim clinical pathway, 1 responden keluarga pasien dan 30 responden pasien yang dirawat inap di bagian saraf RS Anutapura yang memenuhi kriteria eligibilitas. Hasil: Pada proses pengembangan hasil evaluasi dengan ICPAT menunjukkan dimensi 1 terpenuhi persyaratan secara keseluruhan. Dimensi 1 memberikan kepastian bahwa dokumen yang dikembangkan merupakan clinical pathway. Pada proses penerapan clinical pathway dilakukan evaluasi uji coba clinical pathway stroke iskemik akut sejak pasien masuk RS sampai pasien diijinkan keluar RS. Indikator proses pelayanan yang dinilai adalah pemeriksaan EKG sebesar 100%, penilaian kemampuan menelan sebesar 100%, pemberian antiplatelet (aspirin 80mg atau clopidogrel 75mg) diberikan 24-48 jam sejak masuk RS sebesar 100%, pemberian anti platelet (aspirin 325mg atau clopidogrel 300mg) diberikan 24-48 jam sejak masuk RS sebesar 46,7 % dan penilaian status gizi dan diet seawal mungkin sebesar 100%. Kepatuhan pengisian clinical pathway dokter dan case manager mencapai 80%. Kesimpulan: Berdasarkan evaluasi CP baru stroke iskemik akut menunjukkan kesesuaian dengan ICPAT. Sinergi seluruh manajemen RS, clinical champion, dokter spesialis saraf dan tim multidisiplin menjadi kunci keberhasilan pengembangan dan penerapan clinical pathway.
Knowledge Management for Professional Staffs in Hospital Diah Mutiarasari
Journal of International Conference Proceedings (JICP) Vol 1, No 2 (2018): Proceedings of the 2nd International Conference of Project Management (ICPM) Gor
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.746 KB) | DOI: 10.32535/jicp.v1i2.300

Abstract

In the era of National Health Security (NHS), every health service system is delivered under cost and quality controls so that efficient and effective health services could be achieved. Professional staffs of the hospital, including medical doctors, nurses, and midwives hold fundamental roles in hospital health services. Their fundamental roles are keys to the success of hospital perfomance. Hospital should realize the existance of professional staffs by paying attention to their knowledge, abilities, and skills. Development of knowledge, abilities, and skills is part of organization roles to manage knowledge resources in the hospital. The improvement of knowledge resources of professional staffs in the hospital provides key for the hospital to deliver the best services for the patients. Well-managed knowledge resources would improve knowledge management of hospital professional staffs and give the possibility of improving hospital perfomance. This literature study was focusing on how important knowledge management of hospital professional staffs in supporting hospital perfomance. Moreover, knowledge management would enable professional staffs learn continually by sharing experiences and improving themselves through continuing education so that improvement of service quality and profit of the hospital can be achieved. In the field of health, improvement of knowledge management for hospital staffs is expected to help understanding recent research and development, create good-quality services, decrease medical errors, and lower hospital costs, by which all of them are hoped to increase hospital competitiveness in the era of competition among hospitals. Keywords: Knowledge management, professional staff, hospital perfomance
Pengaruh Sanitasi Dasar terhadap Status Gizi Wanita Prakonsepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu Miranti Miranti; Gina Andyka Hutasoit; Gabriella Bamba Ratih Lintin; Diah Mutiarasari; Abd. Farid Lewa
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i2.579

Abstract

Salah satu periode status gizi yang paling menentukan adalah status gizi pada masa prakonsepsi. Permasalahan gizi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu salah satunya sanitasi dasar, sehingga perlu memastikan sanitasi lingkungan untuk wanita prakonsepsi yang memiliki masalah gizi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh sanitasi dasar terhadap status gizi wanita prakonsepsi di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional korelatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan kuisioner dan data antropometrik pemeriksaan panjang badan dan berat badan wanita prakonsepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 90 responden. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa semua variabel sanitasi dasar memiliki hubungan signifikan terhadap status gizi wnita prakonsepsi, dengan nilai signifikansi p< 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi signifikan antara variabel sanitasi dasar dengan status gizi. Peran sanitasi dasar menjadi hal krusial dalam status gizi Wanita prakonsepsi dalam mempersiapkan kehamilannya nanti.
Gambaran Karakteristik dan Asupan Gizi Mikro Ibu Balita di Puskesmas Labuan Miranti Miranti; Ketut Suarayasa; Diah Mutiarasari; Gabriella Bamba Ratih Lintin
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v4i2.24988

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik dan asupan gizi mikro ibu dengan anak stunting dan tidak stunting. Penelitian ini dilakukan khusus untuk Ibu dengan anak yang stunting dan ibu dengan anak yang tidak stunting yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala tahun 2023. Adapun jumlah sampel disetiap kelompok yaitu masing-maisng 50 orang. Variabel yang dikumpulkan adalah karakteristik responden yang meliputi umur, data tinggi badan ibu, berat badan ibu, dan asupan zat gizi mikro (vitamin A, Asam Folat, Fe, Yodium, dan Zink). Hasil yaitu Ada perbedaan karakteristik ibu dengan anak stunting dan tidak stunting. Ibu dengan anak stunting secara rata-rata lebih muda dan memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dibandingkan ibu dengan anak tidak stunting. Namun, ibu dengan anak tidak stunting memiliki berat badan yang lebih berat. Ada perbedaan asupan gizi mikro ibu dengan anak stunting dan tidak stunting. Ibu dengan anak stunting memiliki asupan gizi mikro yang lebih rendah dibandingkan ibu dengan anak tidak stunting. Hal ini terlihat dari nilai rerata asupan gizi mikro yang lebih rendah pada ibu dengan anak stunting untuk semua indikator gizi mikro. Kesimpulan yaitu asupan gizi mikro ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Ibu dengan asupan gizi mikro yang lebih rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki anak stunting.