Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Film Dokumenter Pengolahan Daur Ulang Limbah Organik sebagai Media Edukasi Perkebunan Kopi di Kabupaten Boyolali Nurul Fatimah Az Zahrah; Deny Tri Ardianto
IMATYPE: Journal of Graphic Design Studies Vol 2, No 1: February 2023
Publisher : Penerbit Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/imatype.v2i1.6605

Abstract

Desa Banyuanyar, Ampel merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan mayoritas profesi masyarakatnya adalah petani perkebunan kopi sekaligus peternak sapi. Hal yang menarik di desa ini terjadi proses pemanfaatan setiap limbah organik yang dihasilkan membentuk sebuah siklus daur ulang limbah organik antara perkebunan kopi dan peternakan yang dimiliki para petani. Sebuah proses daur ulang untuk mendukung konsep pertanian berkelanjutan yang penting untuk disebar luaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep perancangan film dokumenter sebagai upaya penyebarluasan proses daur ulang perkebunan kopi tersebut. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan lebih rinci mengenai fenomena-fenomena yang terjadi tanpa adanya rekayasa. Melalui analisis SWOT maka didapatkan perbandingan yang sesuai untuk mengoptimalkan perencanaan dari distribusi film ini. Film dokumenter menjadi pilihan bentuk audio visual yang diharapkan mampu memberikan pesan yang komunikatif dan edukatif kepada masyarakat serta penonton agar dapat lebih mengenal Desa Banyuanyar dengan sistem daur ulang limbah organik yang dimiliki.
Improving The Potential of Tourism Assets Through Souvenirs in Soko Village, Miri District, Sragen Regency Arif Ranu Wicaksono; Deny Tri Ardianto; Sayid Mataram; Anugrah Irfan Ismail; Rudy Wicaksono Herlambang
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v6i2.2519

Abstract

Villages have a variety of potential assets, one of which is the tourism sector. Under the management of Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), a centralized and profit-oriented village asset management unit, tourism assets can impact village progress. A medium that can provide information to the public about tourism assets and simultaneously generate profits is needed. Soko Village in Miri District, Sragen Regency, has potential tourism assets managed by BUMDes SOKO WIJAYA. This village uses tourist souvenir t-shirts that can introduce its tourism assets to the public and generate profits from their sales. Training for village youth as human resources is required to produce souvenir t-shirts with trend-setting designs and effective and efficient production. The result of this research and training activity can improve and introduce the village's potential by optimizing tourism assets and human resources.
Revitalisasi Sejarah Maritim: Penggunaan Bahan Ajar Digital untuk Memperkuat Rasa Nasionalisme di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Bagus Subagja; Sariyatun; Deny Tri Ardianto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis sejarah maritim Indonesia guna memperkuat rasa nasionalisme di kalangan siswa SMA yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan pengembangan, hingga evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap peran penting sejarah maritim dalam pembentukan identitas nasional. Siswa menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi dalam pembelajaran sejarah melalui media interaktif dibandingkan dengan metode konvensional. Guru juga merespons positif penggunaan media ini karena mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan teknologi pendidikan berbasis konten lokal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nasionalisme dan relevansi pembelajaran sejarah bagi siswa di wilayah pesisir. Kontribusi utama artikel ini terletak pada integrasi narasi sejarah maritim lokal dengan pendekatan digital interaktif, yang belum banyak dikembangkan dalam konteks pendidikan di daerah pesisir Indonesia.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Bahtiar Afwan; Nunuk Suryani; Deny Tri Ardianto
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era digital saat ini memudahkan manusia dalam penyampaian informasi. Hal ini juga berpengaruh dalam lingkup pendidikan khususnya pembelajaran sejarah di sekolah. Pembelajaran sejarah harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi pada era digital saat ini agar tujuan dari proses pembelajaran sejarah dapat tercapai. Pembelajaran sejarah saat ini masih dianggap sebagai mata pelajaran membosankan yang menyebabkan partisipasi peserta didik juga cenderung pasif. Sehingga hal ini dapat berdampak pada rendahnya kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan media interaktif sebagai kebutuhan pembelajaran sejarah di era digital. Penelitian ini melibatkan 1 guru mata pelajaran sejarah dan 20 siswa pada salah satu sekolah menengah atas di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan  observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh terbatasnya penggunaan media digital yang digunakan dalam proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan multimedia interaktif sangat dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran sejarah dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di era digital.Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Multimedia Interaktif, Era Digital, Analisis Kebutuhan 
Maritime Paradiplomacy of the 15th-Century Malay Sultanate: An Inspirational Model for Contemporary Archipelagic Regional Autonomy in Indonesia Bagus Subagja; Sariyatun Sariyatun; Deny Tri Ardianto
Journal of Maritime Policy Science Vol. 2 No. 1 (2025): April, 2025
Publisher : Center for Maritime Policy and Governance Studies. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmps.v2i1.7358

Abstract

ndonesia, the world’s largest archipelagic state, faces complex maritime governance challenges stemming from a disconnect between its decentralized legal framework and its centralist administrative practices. Despite constitutional provisions allowing regional entities to engage in international cooperation, bureaucratic hurdles undermine the effectiveness of maritime paradiplomacy, particularly in regions such as the Riau Islands and North Maluku. This study aims to address this gap by examining the 15th-century Melaka Sultanate as a historical model of decentralized maritime diplomacy that can inspire modern policy innovations. Utilizing a qualitative historical-comparative method, the research juxtaposes Melaka’s port-based paradiplomatic mechanisms such as the empowered role of syahbandars and strategic diaspora networks with Indonesia’s current regulatory constraints. Primary data were sourced from historical manuscripts including Suma Oriental and Yingya Shenglan, while contemporary policies were analyzed through legal documents and regulatory simulations. The findings reveal that Melaka's distributed sovereignty, pragmatic neutrality, and cultural diplomacy through maritime networks facilitated effective transregional cooperation, in stark contrast to Indonesia's modern procedural stagnation. As a conclusion, the study proposes the revival of localized diplomatic authorities through "Maritime Autonomy Zones," the establishment of port curator councils, and the integration of cultural heritage in international engagement strategies. By recovering indigenous governance models, Indonesia can transform its peripheral maritime regions into vibrant centers of diplomatic and economic agency. This research not only bridges historiographical, legal, and policy domains but also offers a feasible pathway for strengthening Indonesia’s maritime sovereignty through culturally resonant decentralization.
Development of Digital Teaching Materials on Solo Traditional Cuisine to Increase Cultural Awareness in History Education in Senior High Schools in Surakarta City Siti Rhohana; Djono Djono; Deny Tri Ardianto
Teknodika Vol 23, No 2 (2025): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/teknodika.v23i2.105698

Abstract

History learning is an effort to convey the study of local wisdom in the environment around students. One of the local history studies that can be studied in history lessons is the impact of Dutch colonialism in Indonesia. The impact of Dutch colonialism in Indonesia can be seen in various fields, for example in the cultural sector it can be seen from the development of traditional culinary delights in Solo. This material is compiled in a digital teaching material with the title Solo Traditional Culinary. The aim is to provide cultural basics to students at State High Schools in the City of Surakarta. It is hoped that this digital teaching material will have an impact on teachers and students in the learning process. The approach used in this research is descriptive qualitative. The research locations taken were SMA Negeri 1 Surakarta and SMA Negeri 4 Surakarta. It is hoped that the creation of digital teaching materials can increase cultural awareness and innovation in the development of teaching materials. Apart from that, students are expected to get better learning outcomes by having quality teaching materials.