Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perbedaan Kreativitas, Motivasi, dan Hasil Belajar Melalui Penerapan Model PBL Berbantuan Media Audio Visual pada Mata Pelajaran Front Office Ni Ketut Meliyani; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 2 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i2.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas, motivasi, dan hasil belajar melalui penerapan model PBL berbantuan media audio visual pada mata pelajaran front office. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Teknik sampling yaitu total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan 1 di SMK Wira Harapan yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan, pada pretest kreativitas diperoleh rerata sebesar 74.54, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 87.65. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 13.11. Pada pretest motivasi diperoleh rerata sebesar 102.89, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 132.47. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 29.58. Pada pretest hasil belajar diperoleh rerata sebesar 74.78, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 86.08. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 11.30. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kreativitas menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas melalui penerapan model PBL berbantuan media audio visual. Pada motivasi menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi melalui penerapan model PBL berbantuan media audio visual. Pada hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar melalui penerapan model PBL berbantuan media audio visual.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Frozen Food (khususnya Nuget Tahu, Nuget Ayam, dan Siomay) bagi Ibu-ibu PWDK Yudea Padang Luwih Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Wayan Suryanto; I Gusti Ayu Ika Monika P
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 2 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i2.2900

Abstract

PWDK Yudea Padang Luwih, Desa Dalung salah satu organisasi yang ada di GKPB JemaatYudea Padang Luwih yang beranggotakan kaum wanita sudah menikah atau belum menikahberumur maksimal 60 tahun, yang memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan danperekonomian yang berbeda-beda. Selain sebagai ibu rumah tangga, untuk meningkatkanperekonomian rumah tangga, anggota PWDK Yudea Padang Luwih memiliki pekerjaan yangberagam, ada yang bekerja sebagai praktisi hotel, pegawai negeri atau swasta, dan tidak sedikityang beralih sebagai pedagang, hal ini merupakan dampak dari adanya wabah Covid membuatibu-ibu kehilangan pekerjaan, khususnya yang bekerja dibidang pariwisata. Kemampuan atauketrampilan dalam memproduksi makanan, sampai pengemasan adalah potensi yang perludikembangkan untuk dapat menghasilkan makanan berkualitas, menarik, rasanya enak, amandimakan, bernilai gizi tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi ibu-ibu PWDKYudea Padang Luwih perlu dilakukan suatu upaya optimalisasi potensi dan pengembanganketerampilan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam proses pembuatan FrozenFood (khususnya Nuget Tahu, Nuget Ayam, dan Siomay), melalui tindakan nyata denganmemberi pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PWDK Yudea Padang Luwih dalampembuatan Frozen Food (khususnya Nuget Tahu, Nuget Ayam, dan Siomay). Luaran darikegiatan ini meliputi: ibu-ibu PWDK Yudea Padang Luwih memiliki pemahaman, pengetahuantentang jenis-jenis bahan makanan, peralatan yang dipergunakan, serta ketrampilan tentangteknik memasak yang tepat dalam pembuatan Frozen Food (khususnya Nuget Tahu, NugetAyam, dan Siomay).
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fushion Food I Gede Dharma Putra; I Wayan Suryanto; Ni Made Erpia Ordani Astuti
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA (JAKADARA)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v1i2.2288

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Fussion Food kelas XII TB SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan dan untuk mengetahui penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fussion Food kelas XII TB SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design, variabel luar masih memengaruhi variabel independen. Penelitian eksperimen ini belum menunjukkan bentuk eksperimen sungguh-sungguh sehingga pre-experimental design menjadi desain penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh XII TB 4 di SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan yang berjumlah 37 siswa. Pada tabel paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posstest Kreativitas menunjukkan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, dengan demikian penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan kreativitas secara signifikan pada mata pelajaran Fusion Food di kelas XII Tb 4 SMK Pariwisata Dwi Tunggal. Pada tabel Paired Sample Test di atas dapat dilihat Sig (2-tailed) menunjukkan pretest-posttest hasil belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.180 > 0.05 dengan demikian penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan pada mata pelajaran. Fusion Food di kelas XII Tb 4 SMK Pariwisata Dwi Tunggal.Kata kunci:Project Based Learning, Kreativitas, Hasil Belajar, Fushion FoodAbstractThe purpose of this study was to determine the application of the Project Based Learning model in increasing student creativity in the Fussion Food subject class XII TB SMK Wisata Dwi Tunggal Tabanan and to determine the application of the Project Based Learning model in improving student learning outcomes in the Fussion Food subject class XII TB SMK Tabanan Dwi Tunggal Tourism. This type of research is a pre-experimental design, external variables still affect the independent variables. This experimental research has not shown a real experimental form so that the pre- experimental design becomes the design of this study. The subjects in this study were all XII TB 4 at SMK Wisata Dwi Tunggal Tabanan, totaling 37 students. In the paired sample t-test table that compares the pretest-posttest Creativity shows a significance of 0.000 < 0.05, thus the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model is able to significantly increase creativity in Fusion Food subjects in class XII Tb 4 SMK Tourism Dwi Single. In the Paired Sample Test table above, it can be seen that Sig (2- tailed) shows the pretest-posttest learning outcomes show a significance of 0.180 > 0.05. Thus, the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model has not been able to significantly improve student learning outcomes in Fusion subjects. Food in class XII Tb 4 SMK Tourism Dwi Tunggal.Keywords:Project Based Learning, Creativity, Learning Outcomes, Fusion Food
Penerapan Model Pembelajaran STAD dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan Maximilianus Gilbert Hindawan; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA (JAKADARA)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v1i2.2289

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui apakah penrapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa apada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan. 2) untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran STAD dapat ,meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengetahuan bahan makanan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Objek dalam penelitisn ini yaitu aktivitas belajar belajar dan hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Boga 2 di SMK Pariwisata Dalung yang berjumlah 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran STAD pada kelas X Tata Boga 2, hal ini dapat dilihat dari: 1) peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh presentase rerata sebesar 60% sedangkan pada siklus II presentase rerata aktivitas belajar siswa mencapai 80% mengalami kenaikan sebesar 20%. 2) peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh presentase rerata sebesar 61,50% sedangkan pada siklus II presentase hasil belajar siswa mencapai 80,58% mengalami kenaikan sebesar 19,08%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan model pembelajaran STADdapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.Kata kunci:Model pembelajaran STAD, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pengetahuan bahan makananAbstractThe aims of this study were: (1) to find out whether the application of the STAD could improve student learning activities in the subject of food knowledge.2) to find out whether the application of the STAD can improve student learning outcomes in the subject of food knowledge this type of research is called classroom action research. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The objects in this study are learning activities and student learning outcomes. The samples in this study were student of class x catering 2 at the dalung tourism vocational school, totaling 40 people. Based on the result of this study, it can be seen that there was an increase in student learning activities and outcomes with the application of the STAD in class x catering 2. This can be seen from:1) the increase in student learning activities in the first cycle the average percentage was 61, 50%, while in the second cycle the percentage of student learning outcomes reahed 80,58%, an increase of 19,08%. The conclusion of this study is that the application of the STAD can improve learning activities and student learning outcomes.  Keywords:Learning model STAD, student activity, learning outcomes, food science lesson 
Penerapan Model CPS untuk Meningkatkan Kreativitas, Minat, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Produk Cake dan Kue Indonesia Ni Luh Sri Mita Dewi; Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Putu Pranatha Sentosa
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas, minat, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model CPS pada mata pelajaran produk cake dan kue Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen tipe one group pretest posttest yang dilakukan pada siswa kelas XI Jasa Boga 2 di SMK Wira Harapan. Teknik sampling menggunakan purposive sumpling. Jumlah responden berjumlah 37 siswa yang terdiri dari laki-laki 18, dan perempuan 19 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan metode observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pada pretest rerata kreativitas yang diperoleh sebesar 86.70, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 106.16. Dari hasil pengukuran tersebut terdapat peningkatan skor sebesar 19.46. Pada pretest rerata minat yang diperoleh sebesar 83.11, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 106.32. Dari hasil pengukuran tersebut terdapat peningkatan skor sebesar 23.21. Pada pretest rerata hasil belajar yang diperoleh sebesar 75.80, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 91.61. Dari hasil pengukuran tersebut terdapat peningkatan skor sebesar 15.81. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kreativitas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, pada minat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, dan pada hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Mengetahui Perbedaan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pastry and Bakery Ni Luh Putu Febby Sunari Dewi; Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Gusti Ayu Agung Sinta Diarini
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2666

Abstract

Rendahnya kreativitas dan hasil belajar siswa yang disebabkan Proses pembelajaran yang belum efektif, kurangnya pemahaman siswa terhadap meteri pembelajaran, serta guru yang kurang inovatif dalam menerapkan model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pastry and bakery dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest-Posttes Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI JB 2 di SMK Wira Harapan yang berjumlah 37 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, tes, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest dan posttest kreativitas belajar siswa adalah 83,57 dan 99,43, sedangkan skor rata-rata pretest dan posttest hasil belajar siswa adalah 78,07 dan 91,82. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan dimana hasil perhitungan diperoleh kreativitas belajar memiliki nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05 dan hasil belajar memiliki nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada kreativitas dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada mata pelajaran pastry and bakery. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai perbandingan dalam peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran lain yang diajarkan di SMK Wira Harapan.
PENGEMBANGAN DAN PENGOLAHAN ANEKA FROZEN FOOD SERTA PENGETAHUAN USAHA KECIL/ENTREPRENEURSHIP BAGI TIM PENGGERAK PKK KELURAHAN ABIANBASE KABUPATEN BADUNG Maria Fransiska; I Ketut Suarthana; I Gusti Ayu Ika Monik Prastyandhari; Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Putu Pranatha Sentosa; I Gusti Ayu Agung Sinta Diarini; I Wayan Suryanto; Putu Andyka Putra Gotama
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim Penggerak PKK Kelurahan Abianbase merupakan perwakilan ibu-ibu PKK dari 13 ( tiga belas banjar), yang terdapat dari kelurahan Abianbase Kabupaten Badung .Frozen Food merupakan makanan yang cukup diminati semua usia dan selain sebagai camilan dapat juga dikonsumsi sebagai lauk-pauk. Tujuan diadakan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengahasilan,dan keterampilan bagi Tim Penggerak PKK Kelurahan Abianbase.Permasalahan yang dihadapi adalah (1) belum memiliki pengetahuan tentang jenis bahan, penerapan metode memasak yang tepat, serta penggunaan peralatan dalam pengolahan hidangan aneka frozen food (chicken nugget,simoy,nugget tahu), (2) belum memiliki ketrampilan dalam pengolahan hidangan , dan (3) belum memiliki pengetahuan tentang pengembangan usaha kecil/entrepreneurship. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu ceramah menyampaikan materi frozen food dan pengembangan usaha ,demonstrasi pembuatan frozen food,pelatihan dan pendampingan.Pelatihan ini dihadiri oleh ibu rumah tangga dan ibu pekerja dengan jumlah 20 orang .Selama berlangsungnya kegiatan ini para mitra antusias dan senang dapat pelatihan membuat aneka frozen food .Hasil dari pelatihan tersebut dapat langsung dinikmati bersama-sama dan sisa nya dibawa pulang bersama-sama. Kesimpulan dari pelaksanaan pelatihan ini mitra sudah memiliki ketrampilan mengolah fozen food selain untuk konsumsi sendiri bisa juga dipasarkan menjadi usaha mandiri.
Pelatihan Pembuatan Makan Pagi, Penerapan Higinis dan Sanitasi, dan Pengelolaan Sederhana Pondok Wisata di Dusun Amplas, Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, Propinsi Bali Sidhi Bayu Turker; Ni Kadek Widyastuti; Ni Made Erpia Ordani Astuti
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.67

Abstract

Dusun Amplas, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan merupakan sebuah daerah tujuan wisata yang memiliki pemandangan yang indah memadukan antara persawahan, ladang pertanian, kehidupan masyarakat yang berkembang dan heterogin bidang pekerjaan penduduknya mulai dari petani, peladang, pedagang, wirausaha, pekerja di industry perhotelan dan pariwisata, dan pegawai swasta maupun negeri. Saat ini Dusun Amplas sedang disiapkan untuk menjadi Daerah Tujuan Wisata mengingat Dusun Amplas memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Daerah Tujuan Wisata yang memiliki keindahan alam dengan keragaman hayati flora dan faunanya yang berada di sisi selatan kaki Gunung Batukaru. Dusun Amplas yang baru saja memiliki Pengurus Pokdarwis bersama Pengurus PKK Dusun Amplas sedang melakukan pendekatan ke berbagai pihak untuk mempersiapkan diri menjadikan potensi Dusun Amplas sebagai daerah tujuan wisata melalui penyiapan pondok wisata / guest house dengan segala ketrampilan terkait yang dibutuhkan untuk bisa menerima kunjungan wisatawan. Pengurus PKK Dusun Amplas secara bertahap memerlukan dukungan secara bertahap pelatihan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola guest house dan penghidangan makan pagi termasuk pengetahuan mengenai pengenalan hygiene dan sanitasi.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Makanan Sehat, Penerapan Hygiene, Sanitasi bagi Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Widhya Asih Badung Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Gusti Ayu Ika Monika P; Sidhi Turker
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.82

Abstract

Widhya Asih Badung is a Child Social Welfare Institution (LKSA) which is under the auspices of the Widhya Asih Bali Sejahtera Foundation with the Vision "Breaking the chain of poverty in society through caring for underprivileged children in order to create superior human resources and have a better future". LKSA Widhya Asih has 23 childrens and Its location at Jalan Sang Hyang, Cica, Abianbase, Mengwi, Badung. They come from economically disadvantaged families and various other backgrounds. The education undertaken is Elementary School (1 child), Middle School (6 children), Vocational High School (11 children), High School (1 child) and College (4 children). Aims of the training are being made to increase the funds needed by carrying out simple and creative based economic businesses, including selling food under the brand-name name "PAON LKSA". "PAON LKSA" was founded during the COVID-19 pandemic and is still accepting orders for food and snacks both on a large and small scale using a pre-order system. Ability or skills in producing food, including packaging, are potential that need to be developed to be able to produce quality, attractive, delicious-tasting, healthy food. To improve the skills and competence of the management of the LKSA Widhya Asih Badung, It needed many aspects to optimize potential and develop skills by providing training and assistance in the process of making healthy food (Macaroni Schotel, Risol Mayo, and Nuget) and implementing Hygiene and Sanitation through real actions by providing training and assistance to the administrators of the Widhya Asih Badung Child Welfare Institution (LKSA) in making healthy food (Macaroni Schotel, Risol Mayo, and Nuget) as well as implementing hygiene and sanitation.The output of this activity includes: the administrators of the LKSA Widya Asih Badung. They have understanding, knowledge of the types of food ingredients, cooking equipment, as well as the skills to apply appropriate cooking methods in making healthy food (Macaroni Schotel, Risol Mayo, and Nuget).
Analysis of the Implementation of Independent Learning on Student Learning Motivation at SMK N 4 Denpasar: Analisis Implementasi Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMK N 4 Denpasar I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 2 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i2.4767

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, siswa akan lebih termotivasi karena diberikan keleluasaan untuk lebih memahami materi yang disampaikan guru, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mendalam. Dalam hal ini guru harus berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi siswa, sementara sekolah harus memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pembelajaran yang terbatas. Kondisi lingkungan sekolah, seperti fasilitas dan infrastruktur, juga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap dan baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi siswa, yang memungkinkan mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Tujuan: Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana kurikulum ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, serta untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru dan sekolah dalam proses implementasi kurikulum.