Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Wana Raksa

PROSPEK KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN KUNINGAN (Studi Kasus di Kawasan Hutan Rakyat Bekas Lahan Kritis Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan) Nina Herlina; Ika Karyaningsih; Agus Rianto
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1054

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha dan potensi hutan rakyat., menganalisis serta menghitung kesediaan masyarakat membayar retribusi kayu dari hutan rakyat. Penelitian telah dilaksanakan di Hutan Rakyat Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pada tahun 2014.Kawasan hutan rakyat di Desa Karang Sari Kecamatan Darma seluas 70 Ha. Berdasarkan luasan tersebut diambil sampel dengan nilai kritis e atau batas ketelitian sebesar 10% (0,1) (Sevila et al. 1993 dalam Singarimbun, 1987). Sehingga diketahui luas kawasan maksimal yang akan diamati sebesar 7 Ha, disesuaikan dengan luas kepemilikan lahan responden.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis kelayakan pada aspek perbandingan antara biaya dan Pendapatan masyarakat dari hasil hutan rakyat cukup tinggi. Oleh sebab itu usaha hutan rakyat sangat layak untuk masyarakat. Selain itu pada dasarnya masyarakat desa Karangsari bersedia untuk membayar retribusi hasil kayu hutan rakyat pada kondisi hasil yang diperoleh cukup tinggi.Kata Kunci : Hutan rakyat, potensi, analiss kelayakan
Keanekaragaman Tanaman Pangan Kehutanan Pada Lahan Agroforestri Di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Dian Rudiansah; Ai Nurlaila; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i2.4571

Abstract

Kebutuhan pangan terus meningkat dari tahun ke tahun dan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi pangan adalah dengan mengolah lahan hutan yang berpotensi tanaman pangan dengan sistem agroforestri yang terdapat di Desa Haurkuning. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2018 dan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman pangan kehutanan pada lahan agroforestri dan status budidayanya. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara kepada setiap petani agroforestri yang memiliki luas 0,25 ha dengan cara random sampling. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan: 35 / Kementerian Kehutanan-II / 2007 di Desa Haurkuning terdapat 19 jenis tanaman pangan yang terdiri dari 5 jenis tanaman sebagai sumber karbohidrat, 13 jenis tanaman penghasil buah dan 2 penghasil minyak lemak. 60% dari tanaman pangan ini dibudidayakan oleh masyarakat, yang meliputi penyiapan benih, penanaman, pemeliharaan, dan panen. Kata Kunci: Agroforestri; Status Budidaya; Keanekaragaman; Desa Haurkuning
POTENSI SISTEM PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAYU PADA HUTAN RAKYAT DI DESA KADATUAN KECAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN Sulistyono Sulistyono; Chandra Wirawan; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 11, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i01.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengelolaan pengusahaan hutan rakyat, menghitung jumlah potensi tegakan di hutan rakyat, dan mengetahui manfaat ekonomi yang diberikan dari pengusahaan hutan rakyat berupa tambahan pendapatan masyarakat terhadap petani hutan di Desa Kadatuan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kadatuan Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan mulai bulan Agustus-Oktober 2015. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan wawancara melalui kuisioner, studi data sekunder dan literatur. Untuk pengumpulan data potensi tegakan hutan rakyat menggunakan metode Stratified Random Sampling (penarikan contoh acak berlapis) dengan berdasarkan ketentuan strata kelas umur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani responden di Desa Kadatuan berusia produktif, berpendidikan rendah dengan kepemilikan lahan 0,25 s/d 0,50.  Berdasarkan silvikulturnya, jenis hutan rakyat di Desa Kadatuan menggunakan sistem agroforestry dan campuran. Pemanenan kayu hutan rakyat di Desa Kadatuan  dengan sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang sudah berdiameter  20 cm. Pemasaran kayu hutan rakyat dilakukan secara langsung dengan sistem tebasan oleh pengepul. Selain ituPotensi kayu di Desa Kadatuan mahoni 126.46 m3 dan sengon 104.92 m3 sedangkan jati 55.65 m3 pada luasan pengusahaan 11.14 ha.Kata Kunci: potensi kayu, hutan rakyat, potensi tegakan, agroforestry
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI (ORDO ANURA) DI WISATA ALAM PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Andreansyah Andreansyah; Iing Nasihin; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i2.4567

Abstract

Amfibi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses ekologi, serta dapat dijadikan bioindikator kondisi lingkungan. Secara ekonomi amfibi juga mempunyai manfaat yang sangat besar. Namun disisilain kerusakan lingkungan telah menyebabkan kuantitas dan kualitas amfibi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, morfologi dan kondisi habitat amfibi (ordo anura) di Wisata Alam Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey dan Line Transek dengan metode analisis data Indeks Keanekaragaman Shannon Wiener (H’), Indeks Kekayaan Margalef (R), Indeks Kemerataan Evenness (E) dan Analisis Vegetasi. Spesies yang ditemukan adalah 13 jenis dengan total 154 individu. Indeks keanekaragaman Shannon Weiner (H)’ adalah 2. Kekayaan spesies termasuk kedalam kategori rendah karena  di semua jalur pengamatan memiliki nilai  jenisnya R 2,5 yang berarti nilai kekayaannya rendah. Indeks kemerataan tertinggi yaitu pada jalur sebelah kanan pondok JICA dengan nilai E= 0,9 berarti komunitas stabil. Vegetasi  didominasi oleh kaliandra (Calliandra), kopi (Coffea) dan pinus (Pinus merkusii). Suhu udara di wisata alam pasir batang berkisar antara 17 - 23,4 °C, Kelembaban berkisar antara 73 % - 99 %, sementara itu suhu air berkisar antara 17 - 20,1 °C dan PH air antara 6,5 – 7,9. Keanekaragaman amfibi tergolong sedang.Kata kunci : Keanekaragaman, Vegetasi, Kondisi Lingkungan
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU DAN PEMANFAATANNYA DI KAWASAN HUTAN GUNUNG TILU DESA JABRANTI KECAMATAN KARANGKENCANA KABUPATEN KUNINGAN Sulistyono Sulistyono; Ika Karyaningsih; Atik Nugraha
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui keanekaragaman jenis, arsitektur dan pemanfaatan bambu di kawasan Hutan Gunung Tilu. Penelitian ini telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Gunung Tilu Kecamatan Karangkencana Kabupaten Kuningan pada bulan April-Mei 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, yaitu metode penelitian dengan menggambarkan hasil pengamatan dan menganalisisnya dengan menggunakan teori yang sudah ada.Dari hasil penelitian diketahui jenis bambu yang ditemukan di Gunung Tilu Desa Jabranti Kecamatan Karangkencana terdapat 9 jenis yaitu: jenis bambu Kirisik (Bambusa multiplex), jenis bambu Tali (Asparagus cochinchinensis), Jenis bambu Hijau (Gigantochloa apus), Jenis bambu tamiang (Schizostachyum blumei Nees), jenis bambu Temen (Gigantochloa  pseudoarundinacea), jenis bambu kuda, jenis bambu Surat ( Gigantochloa pseudoarundinacea), Jenis bambu Surat (Bambusa lako), Jenis bambu Hitam (Bambusa lako) danjenis bambu Kuning (Bambusa vulgaris).Kata Kunci: Keanekaragaman, Bambu, Hutan Lindung
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH SERTA LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK KENANGA (Cananga odorata (Lam.) Hook.f & Thomson) Egy Silvani Pratama Putri; Ai Nurlaila; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4648

Abstract

ABSTRAK. Kenanga merupakan jenis pohon penghasil bunga yang memiliki keharuman yang khas. Bunga kenanga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri karena baunya yang harum. Di Kuningan, pohon kenanga sudah dikenal banyak orang. Karena kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakannya, lama-kelamaan tanaman kenanga semakin jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, interaksi, dan perlakuan terbaik pemberian zat pengatur tumbuh dan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek kenanga. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu ZPT dan lama perendaman dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data akan dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh yang signifikan dari hasil analisis variasi, maka selanjutnya dilakukan uji beda nyata dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil ragam menunjukkan bahwa perlakuan ZPT dan waktu perendaman secara mandiri tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas dan tinggi tunas. Sedangkan interaksi antara ZPT dan waktu perendaman berpengaruh nyata terhadap jumlah parameter tunas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan Z2P3 (Rootone-F 200 ppm dengan lama perendaman 3 jam) menunjukkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan stek kenanga.Kata Kunci: Kenanga; Zat Pengatur Tumbuh; Rootone-F; Ekstrak Bawang Merah; Lama Perendaman
KEANEKARAGAMAN SATWA PADA AREAL PASCA KEBAKARAN DI HUTAN BINTANGOT TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Ika Karyaningsih; Sulistyono Sulistyono; Irvan Hidayat
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1053

Abstract

Kebakaran hutan mempunyai dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap populasi satwa liar. Dampak secara langsung adalah hilang dan berkurangnya jenis-jenis satwa. Sementara itu dampak secara tidak langsung adalah rusaknya habitat satwa serta vegetasi. Menurut BTNGC (2013) setiap tahun telah terjadi kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dari tahun 2006 sampai 2013. Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan salah satu kawasan  yang mengalami kebakaran hutan pada tahun 2012. Oleh karena itu perlu diadakannya penelitian tentang keanekaragaman satwa liar pada lahan pasca kebakaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragamaan jenis satwa liar pada lahan pasca kebakaran  di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai serta mengetahui jenis vegetasi pada lahan pasca kebakaran di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai.Penelitian ini di laksanakan di hutan Bintangot RESORT Mandirancan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), pengambilan data di lakukan pada areal pasca kebakaran yang memiliki luasan ±1,70Ha dan pengambilan data dilapangan diambil pada bulan Desember 2014.Hasil Penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis satwa yang didapatkan pada lokasi penelitian di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai diperoleh 16 jenis satwa dari dua kelas yaitu kelas Aves 15 jenis dan kelas Mamalia 11 jenis dengan jumlah individu sebanyak 69 individu. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa nilai keragaman satwa liar pada lokasi penelitian tidak terlalu tinggi, dan kemerataanya pada kategori kurang merata. Untuk nilai dominansi satwa, dari hasil penelitian diperoleh nilai jenis satwa yang dominan  berjumlah 8 jenis(78,26%), sedangkan jenis satwa yang sub-dominan berjumlah 5 jenis (17,39%), dan jenis satwa yang tidak dominan 3 jenis (4,34%).Kata Kunci: keanekaragaman jenis, dominansi , kemerataan, Kebakaran hutan
PENGARUH KULTUR TUNGGAL FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADA MEDIA BEKAS TAMBANG PASIR Fauziah, Fika; Karyaningsih, Ika; Nurlaila, Ai
Wana Raksa Vol. 18 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v18i01.9484

Abstract

The rehabilitation strategy for improving the fertility of ex-sand mining soil must be able to improve the ecological conditions of the damaged mining environment, so that its growth can then be symbiotic with indigenous AMF. The types of plants that have the potential to be developed and are quite well known to the public are the types of plants that have economic value for the community and also have ecological value, where these plants are cut down so that they can improve the ecosystem condition of the former sand mining land in the area. Types of MPTS that might be developed include jackfruit, soursop and sugar apple plants. The type of plant chosen is aimed at land reclamation and also has a social and economic function for the community. This research was conducted in April - August 2023 at the Green House and Silviculture Laboratory, Faculty of Forestry and Environment, Kuningan University. In this study there were 2 variables, namely the independent variable which included the mycorrhizal genus and plant type, while the dependent variable included plant stem height, plant root length, plant root volume, number of spores on the plant. This research uses a Factorial Completely Randomized Design (CRD) data analysis method using SPSS software with two-way Analysis of Variance (ANOVA) at an error rate of 5%. The results showed that the use of the mycorrhizal genus independently had a very significant influence on the number of spores, but did not have a significant influence on the growth of stem height and root length. The use of plant species independently had a very significant influence on the growth of stem height, root length and root volume, but did not have a significant influence on the number of spores. Meanwhile, the interaction between the mycorrhizal genus and plant type had a very significant influence on root volume and did not have a significant influence on the growth of stem height, root length and number of spores.
KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA LAHAN TANAMAN CABAI YANG BERBATASAN DENGAN HUTAN Firmansyah, Firmasnyah; Karyaningsih, Ika; Nurlaila, Ai
Wana Raksa Vol. 17 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i01.9057

Abstract

Karangsari Village, Darma district, Kuningan Regency is one area that has agricultural land which is mostly planted with vegetable crops, the presence of pollinating insects on agricultural land in Karangsari Village is very important in helping the pollination process, resulting in the production of vegetable crops. Karangsari Village is a forest edge area in Kuningan Regency which is rich in flora and fauna that have not been identified. The problems studied in this study are 1) How is the diversity of insect species on the chili plant field 2) What is the ecological function of the insects found on the chili plant field. The method used in this research is the survey method and scan sampling. Based on observations made for 7 days, there were 7 orders, 21 families, and 26 species with ecological roles such as pests, predators, parasites, decomposers, natural enemies, and pollinators while the Shannon-Wiener index value was 2.05.Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan merupakan salah satu daerah yang mempunyai lahan pertanian yang banyak ditanami tanaman sayuran, keberadaan serangga penyerbuk pada lahan pertanian di Desa Karangsari sangat penting dalam membantu proses penyerbukan sehingga menghasilkan produksi tanaman sayuran. . Desa Karangsari merupakan kawasan tepi hutan di Kabupaten Kuningan yang kaya akan flora dan fauna yang belum teridentifikasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana keanekaragaman jenis serangga pada lahan tanaman cabai 2) Bagaimana fungsi ekologis serangga yang terdapat pada lahan tanaman cabai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan scan sampling. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama 7 hari, terdapat 7 ordo, 21 famili, dan 26 spesies dengan peran ekologis seperti hama, predator, parasit, pengurai, musuh alami, dan penyerbuk sedangkan nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 2,05.