Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian Erosi Andisol Dibawah Vegetasi Tanaman Kopi, Campuran Kopi dan Kayu Manis, Kayu Manis Serta Hutan di Desa Nilau Dingin Hasriati Nasution; Yusfaneti; Asmadi Saad
Bulletin of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v4i2.1571

Abstract

The purpose of the study was to determine the erosion that occurs under coffee, cinnamon, a mixture of cinnamon and coffee and Andisol forest soil. Soil analysis was carried out at the Soil Physics and Chemistry Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jambi. Soil erosion Soil sampling for determining soil erosion in coffee soil, organic matter content, volume weight, total pore space and soil permeability was carried out by survey using the Proportional Random Sampling method in areas planted with coffee vegetation, a mixture of coffee and cinnamon, cinnamon and forest vegetation on a slope of 8% - 15%. The parameters observed were soil organic matter content, permeability, soil volume weight, total pore space, soil erodibility and soil erosion, soil texture. Each treatment was repeated 15 times. To distinguish the physical properties of Andisol under cinnamon, coffee, cinnamon mixed with coffee and forest soil. conducted using the Unpaired Mean Value Test at the 5% level (Steel and Torrie, 1995). From the results of the Unpaired Mean Value Test, it was found that under coffee vegetation and a mixture of coffee and cinnamon, the soil organic matter, permeability, volume weight, total pore space, erodibility and soil erosion were the same, but significantly different from the soil under cinnamon vegetation and forest. Under cinnamon vegetation and forest, there was no significant difference in the parameters of organic matter content, volume weight, total pore space, erodibility and soil erosion and only differed in soil permeability. The conclusion is that soil erosion in coffee vegetation and a mixture of coffee and cinnamon is the same erosion. However, it is different from cinnamon vegetation and forest.  
Demonstrasi Lapangan Peningkatan Produksi Mentimun melalui Penerapan Pupuk NPK Mutiara di Desa Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi Hayati, Islah; Nasution, Hasriati; Mulyati, Sri; Yusfaneti, Yusfaneti; Emanauli, Emanauli
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): IJPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.722

Abstract

Produktivitas mentimun di Desa Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi, masih rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah Ultisol dan minimnya pengetahuan petani tentang pemupukan yang efek-tif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen mentimun melalui demonstrasi lapangan penggunaan pupuk NPK Mutiara. Program ini melibatkan penyuluhan kepada Kelompok Tani Sumber Rezeki serta aplikasi teknologi pertanian berbasis pemupukan organik dan anorganik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap teknik pemupukan hingga 80%. Selain itu, hasil panen meningkat dari rata-rata 10 ton/ha menjadi 15 ton/ha setelah penerapan metode yang diajarkan. Program ini membuktikan bahwa kombinasi penyuluhan dan penerapan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas lahan Ultisol serta mendukung ketahanan pangan berbasis pertanian berkelanjutan.
Konversi Hutan Menjadi Tanaman Kayu Manis, Kopi Dan Campuran Kayu Manis Dan Kopi Terhadap Erodibilitas Andisol Di Desa Nilo Dingin Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin Afifa Aprillia Nasution, Hasriati; Suryanto, Suryanto; Yusfanety, Yusfanety
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v7i2.41328

Abstract

Andisol merupakan tanah yang berada di wilayah pegunungan vulkanik dengan ciri tanahyang berwarna hitam atau gelap yang disebabkan oleh tingginya bahan organik tanah. Andisoltersebar luas di Indonesia, salah satunya Provinsi Jambi dengan luas yaitu 340,479 ha dan luasAndisol pada Kecamatan Lembah Masurai yaitu 688,99 km2. Lahan Andisol di Kabupaten Meranginbanyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian salah satunya tanaman perkebunan kayu manis, kopidan camoran kayu manis dan kopi. Penggunaan lahan Andisol menjadi lahan pertanian akanmempengaruhi karakteristik fisika dan kimia Andisol. Hal ini dapat terjadi karena adanya aktifitaspengolahan tanah dan perkembangan tumbuhan itu sendiri. Pengolahan tanah merupakan salah satupnyebab terjadinya erodibilitas tanah. Tujuan penelitian adalah untuk melihat erodibilita vegetasihutan Andisol yang di konversi menjadi vegetasi kayu manis, vegetasi kopi dan campuran kayumanis dan kopi. Penelitian dilaksanakan di Desa Nilai Dingin Kecamatan Lembah MasuraiKabupaten Merangin . Desa ini terletak pada ketiggian tempat 1300 m diatas permulaan laut. JenisTanah Andisol. Waktu pelaksanaan 4 bulan. Analisis tanah di laksanakan di Laboratorium Fisikadan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Pengambilan sampel tanah dengan metodeproporsif random sampling untuk penentuan tekstur, struktur, kadar bahan organik, berat volumedan permiabelitas, total ruang pori dan erodibilisa tanah pada vegetasi kayu manis, kopi, campurkayu manis dan kopi dan vegetasi hutan primer pada kelerengan 8 % - 15 %. Parameter kadarbahan organik tanah, permiabilitas, berat volume tanah, total ruang pori, erodibilita tanah masingperlakuan di ulang 15 kali. Untuk membedakan erodibilitas Andisol pada vegetasi hutan, kayumanis, kopi, campuran kayu manis dan kopi dan tanah dilakukan dengan Uji Nilai TengahTidak Berpasangan pada taraf 5 %. Dari hasil Uji Nilai Tengah Tidak Berpasangan di dapatkanbahwa penggantian hutan berat volume sama dengan kayu manis, camporan kauyu manis dan kopisama tetapi berbeda dengan kopi. Permiabilitas dan total ruang pori tanah hutan berbeda denganvegetasi kauyu manis, kopi dan campuran. Sementara bahan organik dan erodilitas tanah padahutan sama dengn vegetasi Kayu Manis, Kopi dan campuran Kayu Manis Dan Kopi
PENGEMBANGAN DAN PENDAMPINGAN PENGRAJIN SONGKET JAMBI Margarettha, Margarettha; Nasution, Hasriati; Safelia, Nela
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.708 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i1.3721

Abstract

Di provinsi Jambi kain songket menjadi pakaian dalam kegiatan adat seperti acara perkawinan atau acara kebangsawanan. Kondisi ini menjadikan songket sebagai salah satu industri rumah tangga dan memunculkan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) di kalangan masyarakat khususnya kota Jambi. Program pengabdian masyarakat Universitas Jambi melalui Iptek bagi Produk Ekspor (IbPE) bertujuan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan bagi UKM songket jambi khususnya Susi Songket dan Parida Songket dalam peningkatan omset UKM serta perluasan wilayah pemasaran. Metode pelaksanaan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan untuk UKM mitra meliputi ceramah, pelatihan, diskusi, demonstrasi, praktek dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan untuk tahun berjalan 2016 adalah diperoleh peningkatan produksi UKM mitra, sehingga meningkatkan omset kedua UKM mitra dibandingkan sebelum ada program IbPE. Terjadi perluasan wilayah pemasaran UKM mitra Kerajinan Songket Jambi setelah program IbPE, melalui temu usaha tingkat nasional dan pemasaran secara online.
Pembuatan 3 Formulasi Pupuk Organik Booster Ramah Lingkungan dari Sumber Hayati Di Lingkungannya Maryani, Anis Tatik; Arzita; Fathia, Nyimas Myrna Elsa; Fitriani, Miranti Sari; Nasution, Hasriati
Buletin Dharmas Andalas Vol. 2 No. 1 (2025): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v2i1.23

Abstract

Kehadiran pupuk booster organik cair menjadi solusi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat, karena lebih mudah dalam pengaplikasiannya dengan bahan baku yang tersedia secara lokal. Pemanfaatan limbah rumah tangga secara langsung dapat menjadi solusi dalam mengurangi dampak negatif penggunaan bahan kimia pertanian terhadap lingkungan dengan cara mengganti pupuk kimia dengan pupuk booster organik cair. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan anggota KWT dan masyarakat Desa Ibru melalui kegiatan community sharing dan pelatihan pembuatan pupuk booster organik cair untuk mengatasi permasalahan pertanian skala rumah tangga. Selain itu, untuk membantu meningkatkan keterampilan dan memberikan penghasilan tambahan bagi KWT. Langkah awal kegiatan melalui persiapan yang meliputi persiapan penentuan jadwal perpanjangan dan lokasi perluasan di Desa Ibru. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan pupuk booster kepada ibu-ibu KWT dan masyarakat di Desa Ibru. Untuk mengetahui pemahaman sosialisasi yang diberikan yaitu dengan memberikan pertanyaan seputar pembuatan pupuk booster dengan bahan alami yang tersedia di setiap rumah. Peserta sosialisasi tampak antusias dalam mendengarkan apa yang disampaikan. Secara keseluruhan, pengabdian ini mampu meningkatkan tingkat pemahaman dan kemampuan mitra terkait pembuatan pupuk booster hingga 92%. Hasil ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pupuk booster sangat tinggi. Kedepannya, masyarakat dapat lebih mampu secara mandiri memanfaatkan berbagai bahan alami dari lingkungan sekitar sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang dapat meningkatkan hasil pertaniannya.
ABU BOILER DALAM MEMPERBAIKI C-ORGANIK DAN P-TERSEDIA SERTA HASIL CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA ULTISOL Sinambela, Esther Leoni; Ermadani, Ermadani; Nasution, Hasriati
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 7 No. 1 (2024): Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v7i1.42017

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki tingkat permintaan pasar yang tinggi. Budidaya tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan pada Ultisol dengan mengatasi kendala utama Ultisol yaitu tingkat kesuburan yang rendah. Pemberian hara dalam bentuk organik atau anorganik sangat membantu dalam perbaikan Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk memperlajari pemanfaatan pupuk buatan, pupuk kandang ayam dan abu boiler dalam memperbaiki pH, C-tersedia dan P-tersedia serta peningkatan produksi cabai merah. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Jambi dari bulan Juni sampai November 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan jumlah perlakuan 9 taraf yang diulang 3 kali. Taraf perlakuan adalah A0 Tanpa pupuk (kontrol), A1 (R), A2 (1/2 R + 5 ton/ha PKA), A3 (1/2 R + 10 ton/ha PKA), A4 (1/2 R + 5 ton/ha PKA + 5 ton/ha Abu Boiler), A5 (1/2 R + 10 ton/ha Abu Boiler), A6 (5 ton/ha PKA + 5 ton/ha Abu Boiler), A7 (5 ton/ha PKA + 10 ton/ha Abu Boiler) dan A8 (10 ton/ha PKA + 10 ton/ha Abu Boiler). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ½ rekomendasi + 10 ton/ha Abu Boiler mampu ningkatkan pH dan C-organik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan P-tersedia. Pemberian 1/2 rekomendasi pupuk buatan + 10 ton pupuk kandang ayam memberikan hasil panen tertinggi dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Kata kunci : Ultisol, pupuk kandang ayam, abu boiler, pupuk buatan, P-tersedia, C-organik dan Ph
Penyuluhan Pemberian Pupuk NPK Phoska untuk Tanaman Bayam Merah di Polybag pada Kelompok Ibu –Ibu PKK RT 23 Kelurahan Pasir Putih Kota Jambi Nasution, Hasriati; Yusfaneti, Yusfaneti; Saad, Asmadi; Mulyati, Sri
Studium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Studium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : WIDA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53867/jpm.v4i3.123

Abstract

The Red Spinach plant (Amaranthus sp.) has the characteristics of a soft stem, round in shape, growing straight up, unisexual compound type flowers, and generally green in color. This plant, which can grow throughout the year both at low and high altitudes, is known to have high iron, vitamin A, vitamin C, vitamin B and calcium. In order for Red Spinach plants to show red and fresh leaf growth, one of the requirements is the fulfillment of nutrients for plants by applying NPK Phonska fertilizer. This fertilizer promotes healthy root development, enhances greenness and freshness, and supports the formation of large leaves with sturdy stems. This community service aims to improve the skills of women in the PKK group RT 23, Pasir Putih Village, Jambi City, in planting red spinach so that they can thrive. The activity included two stages: delivering material and conducting field practice. The implementation team provided red spinach seeds, NPK Phoska fertilizer, polybags, soil media, water, machetes, hoes, and buckets. Post training, the participants' knowledge increased and is expected to be applied to produce red spinach that grows optimally.
Aplikasi Pemberian Pupuk Campuran Tithonia dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi untuk Tanaman Bunga Mawar di Pot di Kelompok Ibu-Ibu PKK RT 20 Kelurahan Pakuan Baru Kota Jambi Nasution, Hasriati; Suryanto, Suryanto; Saad, Asmadi; Yusfaneti, Yusfaneti
Studium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Studium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : WIDA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53867/jpm.v4i3.125

Abstract

Roses (Rosa sp.) are called the queen of all flowers because of their beauty, elegance, and fragrance. This ornamental plant possesses high economic value, attracts strong consumer demand, and can be cultivated commercially and systematically in alignment with market needs. In addition, many of the chemical contents in this flower make it a medicinal raw material, such as aroma therapy, anti-seizure, menstrual regulator, bile secretion medicine, and fever reducer. In order for rose plants to thrive and produce abundant flowers, they need sufficient nutrients, which can be provided through a mixture of Tithonia and cow dung manure. By mixing these two types of compost, the physical properties of the soil and the availability of microorganisms that decompose organic matter can be improved, allowing roses to grow more vigorously and produce more flowers. This community service activity aims to enhance the skills of PKK women in RT 20, Pakuan Baru Village, Jambi City in planting roses. The team conducted two stages, delivering material and direct practice. After the counseling, it was seen that the PKK women could receive the material explanation well.
Hubungan Beberapa Sifat Fisik Terhadap Kemantapan Agregat Ultisol Akibat Pemberian Campuran Pupuk Kandang Kotoran Sapi Dan Tithonia Defersifolia Pada Tanaman Kacang Kedelai Nasution, Hasriati; Saad, Asmadi; Mulyati, Sri
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i6.366

Abstract

The purpose of the study is to determine the optimal dosage of n mixture of cow manure and Thitonia Defprsofolia for soybean plants. The usefulness of the results of the research will be to make a recommendation of the fertilizer of cow manure, drum manure, and Tithonia Defersofolia to the stability of the aggregate and some physical properties of the soil so that the soil can be used sustainably. The research was conducted experimentally with the treatment of applying manure to cow manure and Tithodia Deserfifolia. By using the Group Design (RAK) with 6 treatments and 4 repeats so that there are 24 experimental plots with a plot size of 2 x 3 m. The observed parameters are percent aggregate, aggregate stability and C- organic concentration. Volume Weight, Total Pory Space, Moisture Content and Yield of Soybean Plant. The data analyzed were the aggregate percent and aggregate stability, organic - C content, soil volume weight, total pore space,, percent aggregate and stability of aggregate and soybean yield in the test using the Group Random Design and followed by the Duncan Distance Test at the level of 5% and to find the relationship between physical properties and aggregate stability using Linear Regression and Multiple Linear Regression. From the results of the research on the percentage of aggregate, aggregate stability, organic materials, vkemntaoan C-organic content, volume weight, total pore space, aggregate percentage and aggregate stability and highest crop yield were found at a dose of 20 tons of mixture of cow manure and Tithonia Based on the organic bahab double rengri test, volume weight, total pore noise to the aggregation stability R 2 =.0.89.
The Relationship Between Several Physical Properties of Soil to Soil Aggregate Stability Due to Distance in Acid Sulfate Histosol Soils in Oil Palm Plantations at Serdang Jaya Village Nasution, Hasriati; Yusfaneti, Yusfaneti; Saad, Asmadi
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.968

Abstract

The objective of this study is to examine the relationship between soil properties and aggregate stability in oil palm plantations, influenced by varying distances from the Betara River. Soil analysis was conducted at the Soil Physics and Chemistry Laboratory, Faculty of Agriculture, Jambi University. Soil samples were collected using the Proportional Random Sampling method across plantation areas located at distances of 50 m, 500 m, 1000 m, and 1500 m from the river. The parameters observed included soil organic carbon content, soil moisture content, bulk density, total pore space, percentage of soil aggregates, and aggregate stability. Each treatment was replicated 15 times. To determine the physical properties of the soil and their relationship with river proximity, an independent sample t-test at a 5% significance level was used, followed by multiple linear regression analysis (Steel and Torrie, 1995). The results showed that the distances of 50 m and 500 m had similar values for organic matter content, bulk density, total pore space, moisture content, permeability, aggregate percentage, and aggregate stability. However, these values differed significantly from those observed at distances of 1000 m and 1500 m. Furthermore, multiple linear regression analysis revealed that organic carbon content and soil moisture were the dominant factors influencing aggregate stability, with a correlation coefficient (R) of 0.77. This study provides empirical evidence on how river proximity affects soil physical properties and aggregate stability in oil palm plantations. It highlights the importance of soil organic carbon and moisture content as key determinants of aggregate stability, offering valuable insights for land management strategies in riparian agricultural areas.