Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Self-Management Pasien Diabetes Melitus Melalui Pemberdayaan Keluarga di Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan Arina Qona'ah; Laily Hidayati; Rifky Octavia Pradipta; Anestasia Pangestu Mei Tyas
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JIPPM - Desember 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.23 KB) | DOI: 10.54082/jippm.42

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang pengelolaannya masih kurang optimal. Keberhasilan pengelolaan pasien diabetes dapat dilakukan dengan meningkatkan self-management pasien. Pengabdian masyarakat di Desa Sukolilo, Lamongan bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan self-management melalui pendekatan keluarga pasien diabetes melitus. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat pada kegiatan ini adalah melalui edukasi terpadu, pemeriksaan fisik, anamnesa dan pemeriksaan laboratorium. Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat yaitu dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga bekerjasama dengan Ahli Gizi Puskesmas Sukodadi Lamongan. Dosen yang memberikan materi edukasi adalah dosen yang memiliki latar belakang keilmuan dalam bidang Keperawatan Medikal Bedah yang telah memiliki sertifikat serta pengalaman penelitian dan pengabdian masyarakat terkait diabetes mellitus. Sementara untuk pemeriksaan fisik dan laboratorium serta anamnesa akan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat bersama dengan perawat dan petugas laboratorium dari Puskesmas Sukodadi, Lamongan. Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan bahwa sebanyak 27 pasien diabetes yang nemiliki gula darah puasa diatas 100 mg/dL, telah lebih mampu mengontrol gula darahnya karena mendapat bantuan pengawasan dan dukungan dari keluarga mereka. Keluarga pasien berperan penting untuk membantu dalam pemilihan serta makanan yang dikonsumsi. Selain itu, kontrol rutin ke puskesmas dan PROLANIS juga dilakukan agar pasien DM tetap dapat mengetahui nilai gula darah secara teratur.
UPAYA PENCEGAHAN DEMENSIA MELALUI KEGIATAN OUTBOND KOGNITIF PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN KLAMPIS NGASEM, KOTA SURABAYA Elida Ulfiana; Joni Haryanto; Laily Hidayati; Alya Annisa Ilma; Elok Agustina Rahayu; Evi Novia Rahmawati; Ajeng Triska Permata Sari
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Klampis Ngasem merupakan salah satu wilayah di Surabaya bagian timur tepatnya pada kecamatan Sukolilo kota Surabaya. Kelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah” di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia yakni menurunnya partisipasi lansia untuk hadir di kegiatan posyandu lansia bahkan mencapai <75% lansia yang hadir dengan alasan ketidakhadiran yakni lupa dan malas. Alasan lupa menunjukkan bahwa lansia telah mengalami tanda gejala  penurunan kognitif terutama kemampuan orientasi. Bila kondisi situasi ini terjadi secara berkelanjutan dan dibiarkan, maka dapat menyebabkan menurunnya status kesehatan lansia, semakin cepat mengalami demensia serta dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan kegiatan peningkatan fungsi kognitif sehingga dapat mencegah munculnya tanda gejala demensia. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining kognitif, edukasi pencegahan demensia, hingga terakhir outbound kognitif yang diberikan pada 30 orang lansia beserta kader. Hasil dari proses kegiatan outbound kognitif ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia. Selain itu dapat meningkatkan rasa percaya diri, melepaskan kejenuhan, menumbuhkan semangat baru, membangun kerjasama antar tim, mengembangkan kemampuan sosial, serta meningkatkan kebugaran dan psikologis pada lansia
Psychosocial Adaptation Model on Tuberculosis Clients Using Uncertainty in Illness Theory Approach in Jember Anita Fatarona; Soedarsono Soedarsono; Laily Hidayati
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v10i2.376

Abstract

ABSTRACT Introduction: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that has a psychosocial impact on the sufferer. The government program, is still applicable to the treatment and transmission of disease. Objective: This study was to structural models of psychosocial adaptation in patients with tuberculosis (TB) who underwent treatment using the theory of uncertainty in the disease at Jember Health Centre. Methods: The research is included in the explanative survey method using a cross sectional approach. Samples were taken according to the inclusion criteria of 100 respondents. Sampling using simple random sampling technique. The independent variables in this study, among other: sex, age, marital status, duration of treatment, knowledge, expectations, ethnicity, stigma, occupation, family support, communication, education, uncertainty, coping and psychosocial adaptation. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Partial Least Square (PLS). Results: The result of the research showed that: cognitive factor gave significant effect to uncertainty (t statistic 2,686 >1,6), psychological factor did not give significant effect to uncertainty(t statistic 0, 418 <1,6), social factor gave significant influence to uncertainty (t statistic 7, 496 >1,6), factor uncertainty has a significant effect on coping(t statistic 5,572 >1,6), Coping factors have an effect on psychosocial adaptation(t statistic 7, 911 >1,6). This study cognitive knowledge has a direct influence on uncertainty. uncertainty decreases because the knowledge of TB clients increases. TB clients understanding of the information provided by health workers can reduce the worries and confusion. Conclusion: This psychosocial adaptation nursing model has good predictive relevance.
Relationship between Knowledge and Stigma with Attitude Towards People with Leprosy in Professional Nursing Students Ishomatul Faizah; Laily Hidayati; Ika Nur Pratiwi
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v12i1.39109

Abstract

The bacteria Mycobacterium leprae is the source of the chronic infectious illness leprosy (M. leprae). In society, leprosy still carries a shame. The erroneous impression of leprosy gives birth to stigma. Leprosy is thought to be brought on by curses, witchcraft, divine retribution, sin, or genetics. A person's perception of leprosy and lack of understanding about it might have an impact on how they feel about those who have it. Even among health students, information alone will not be sufficient to end the stigma against those who have leprosy; also, students need to learn how to develop greater empathy for those who have the disease. This study sought to ascertain the association between leprosy knowledge and stigma and attitudes among nursing students at the professional level. In this study, a cross-sectional methodology is used with a descriptive correlational design. A total 320 professional nursing students participated in the survey. Total sampling was used to select respondents based on inclusion and exclusion criteria. Utilizing the SPSS version 21, data were gathered by questionnaire and analyzed using the Spearman's rho test at a significance level of 0.05. The Spearman's rho test results revealed a positive link between attitude and knowledge (p=0.001), but a negative relationship between attitude and stigma (p=0.000). It was determined that attitudes toward people with leprosy were significantly influenced by information, stigma, and those attitudes. The better the mindset, the more one knows about leprosy. Leprosy patients are treated better when there is less stigma associated with their condition.
Tetanus Toxoid (TT) Injections as a Condition of Marriage Registration for Prospective Brides in the Maqashid Sharia Perspective Laily Hidayati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.1991

Abstract

Marriage is a legal and sacred place to develop the life of mankind through its off spring, so it is only natural for prospective brides to prepare everything from mental, physical and material preparation before going further to the level of marriage. One of the requirements for marriage, especially for prospective brides, is stated in the Joint Instruction of the Director General of Islamic Public Guidance and Hajj Affairs of the Ministry of Religion and the Director General of Communicable Disease Eradication and Environmental Health of the Ministry of Health Number 02 of 1989 concerning tetanus toxoid immunization of prospective brides. In the perspective of maqasid sharia, Tetanus Toxoid (TT) vaccination injections are allowed for the benefit and good of mankind, whereas when viewed from the point of view of maslahat, this tetanus injection is very good for couples who want to get married. With the information that the bride-to-be has been injected with tetanus toxoid (TT) vaccination to minimize or prevent the outbreak of tetanus disease, one of which can be sourced at the first time of sexual intercourse which can tear the hymen in women, the hymen that is injured due to conjugal relations if there is no prior prevention through tetanus toxoid (TT) vaccination can result in the outbreak of tetanus disease which can be dangerous to life.
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN KELUARGA PASANGAN SUAMI ISTERI BERPENDIDIKAN RENDAH DI DESA SURABAYA KECAMATAN SAKRA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR Laily Hidayati; Hurnawijaya Hurnawijaya
At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 1 (2024): At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/ath.v3i1.7091

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pola ketahanan keluarga pasangan suami isteri berpendidikan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola ketahanan keluarga bagi pasangan pendidikan rendah dan untuk mengetahui upaya keluarga pasangan pendidikan rendah dalam membina keutuhan keluarga di Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif. Data penelitian di kumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data melalui tahapan reduksi data, display data atau penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Pengabsahan data dilakukan dengan triangulasi data, teknik perpanjangan waktu peneliti, dan kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara landasan legalitas mereka cenderung kuat, ketahanan fisik mereka kuat, Ketahanan ekonomi mereka cenderung kuat, untuk ketahanan sosial psikologis mereka kuat, dan ketahanan sosial budaya pasangan pendidikan rendah cenderung kuat. Sehingga berdasarkan analisis kategori keluarga pasangan pendidikan rendah ditemukan empat pasangan yang pola ketahanannya stabil, Untuk pola ketahanan sedang ditemukan terdapat lima pasangan suami istri, Dan yang terakhir untuk pola ketahanan rentan atau lemah ditemukan hanya ada satu keluarga. Upaya untuk mempertahankan keutuhan keluarga di lakukan dengan cara saling pengertian, saling terbuka antara pasangan, kepercayaan pada pasangan, sikap saling mencintai, kasih sayang, menghormati antara pasangan, saling mengimbangi, serta sudah searah diantara pasangan dan juga sudah ada anak, menjalin komunikasi yang lancar dan jika ada masalah diselesaikan setelah kondisi emosional mulai membaik.
Tetanus Toxoid (TT) Injections as a Condition of Marriage Registration for Prospective Brides in the Maqashid Sharia Perspective Laily Hidayati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.1991

Abstract

Marriage is a legal and sacred place to develop the life of mankind through its off spring, so it is only natural for prospective brides to prepare everything from mental, physical and material preparation before going further to the level of marriage. One of the requirements for marriage, especially for prospective brides, is stated in the Joint Instruction of the Director General of Islamic Public Guidance and Hajj Affairs of the Ministry of Religion and the Director General of Communicable Disease Eradication and Environmental Health of the Ministry of Health Number 02 of 1989 concerning tetanus toxoid immunization of prospective brides. In the perspective of maqasid sharia, Tetanus Toxoid (TT) vaccination injections are allowed for the benefit and good of mankind, whereas when viewed from the point of view of maslahat, this tetanus injection is very good for couples who want to get married. With the information that the bride-to-be has been injected with tetanus toxoid (TT) vaccination to minimize or prevent the outbreak of tetanus disease, one of which can be sourced at the first time of sexual intercourse which can tear the hymen in women, the hymen that is injured due to conjugal relations if there is no prior prevention through tetanus toxoid (TT) vaccination can result in the outbreak of tetanus disease which can be dangerous to life.
Hubungan Status Nutrisi dan Gaya Hidup terhadap Tekanan Darah pada Remaja di Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya Retty Merdianti; Laily Hidayati; Candra Pandji Asmoro
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p218-226

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah tinggi memicu terjadinya banyak masalah penyakit jantung dan organ lain. Di Indonesia, terdapat prevalensi tekanan darah tinggi remaja yaitu 8,4% pada tahun 2013. Berbagai faktor dapat mendukung perubahan tekanan darah. Sebagai contoh yaitu status nutrisi dan gaya hidup.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status nutrisi dan gaya hidup terhadap tekanan darah pada remaja di Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi terdiri dari sebanyak 1288 remaja di kelurahan Lidah Kulon. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah konsekutif sampel dengan 297 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan spigmomanometer, stetoskop, statur meter, timbangan berat badan, kuesioner dan analisis menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan ≤ 0,05.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa status nutrisi dan gaya hidup terhadap tekanan darah remaja mempunyai korelasi dengan nilai (p = 0,000)Diskusi: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan korelasi antara status nutrisi dan gaya hidup terhadap tekanan darah pada remaja di Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah penelitian dengan deteksi kesehatan dini seperti penelitian ini terutama kepada generasi muda karena hal ini dapat menjadi masalah yang serius di masa depan
Co-Authors Abu Bakar Abu Bakar Achmad Tirmidzi Ajeng Triska Permata Sari Alfi Rahmawati Mufidah Alfrida Semuel Rabung Alit Armini, Ni Ketut Alya Annisa Ilma Andri Setiya Wahyudi Anestasia Pangestu Mei Tyas Anita Dewi Anggraini Anita Dewi Anggraini Anita Fatarona Arifin, Hidayat Arina Qona'ah Arina Qona'ah Arina Qonaah Arinda Naimatuz Zahriya Asmoro, Candra Pandji Astin Thamar Genakama Balmar Morangelita Nuach beny wahyudi Candra Pandji Asmoro Desak Noman Tri Bulan Trisna Wardhana Dian Naelatul Karimah Dorkas Day Mbati Eka MHas Elida Ulfiana Elok Agustina Rahayu Eni Puji Lestari Erna Dwi W Esti Yunitasari evi novia rahmawati Fadli Maulana Agitiyo Febrina Ramadhani S.Kep Gevi Melliya Sari Harmayetty, Harmayetty Hasanudin Hasanudin Hilda Mazarina Devi Hurnawijaya Hurnawijaya Husna Ardiana Ika Endah Kurniasih Ika Nur Pratiwi Ika Yuni Widyawati Ilma Rosida Rahmawati Iqlima Dwi Kurnia Ishomatul Faizah Joni Haryanto Kartika Indaswari Dewi Khoirunisa, Navisa Kristiawati Kristiawati Kristina Blandina Wea Kurniawati, Ninuk Dian Kusnanto Kusnanto Lailatun Ni&#039;mah Lailatun Ni’mah Lailatun Ni’mah Makhfudli Makhfudli Marini Stefani Baker Maulana Arif Murtadho Merdianti, Retty Merryana Adriani Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Amin Ni Putu Wulan Purnama Sari Nihayati, Hanik Endang Nimah, Lailatun Nursalam . Nursalam, Nursalam Pradanie, Retnayu R Endro Sulistyono Retty Merdianti Rifky Octavia Pradipta Rr Soenarnatalina M Rr Soenarnatalina M S. Soedarsono S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabila Nisak Sariati Sariati Setho Hadisuyatmana Siti Nur Qomariah Soedarsono Soedarsono Sofiyanti Normalinda Banoet Suhendra Agung Wibowo Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Ungkas Herlambang Yeni Setyorini Yulis Setiya Dewi