Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Banjir Bengawan Solo dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2007–2008 Arianto, Dimas Eka; Nawiyanto, S.
Historia Vol 5 No 1 (2022): Historia : Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : History Department, Faculty of Humanities, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhist.v4i2.25344

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai Banjir Bengawan Solo dan Pengaruhnya Bagi Kehidupan Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2007-2008. Permasalahan yang dikaji dalam pembahasan ini (1) Faktor yang menyebabkan seringnya terjadi banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro? (2) Proses terjadinya banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro ? (3) Dampak yang ditimbulkan akibat banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro (4) Bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro dalam mengendalikan bencana banjir?. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah (historiografi). Penulis mengkajinya mengunakan pendekatan sosiologi kebencanaan (Sociology of Disaster) dan teori bahaya alam dan manajemen bencana oleh Andrele Awatona sebagai acuan penulisan. Hasil penulisan ini adalah (1) Penyebab utama terjadinya banjir Sungai Bengawan Solo karena adanya curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan volume debit air naik tanpa terkendali dan berhasil menjebol tanggul Bengawan Solo dan didukung oleh kondisi ekologis, kondisi demografi dan kondisi ekonomi yang mengalami perubahan. (2) Banjir terjadi pada 26 Desember 2007 sampai dengan 7 Januari 2008 (3) Bencana banjir Sungai Bengawan Solo sebagai peristiwa bencana alam yang menimbulkan kerugian secara materil maupun non meterial bagi kehidupan masyarakat yang terdampak pada kehidupan ekonomi, sosial, maupun lingkungan sekitar. (4) Respons yang diberikan oleh pemerintah maupun masyarakat dapat dilihat dari proses penanganan terhadap bencana yang terjadi mulai dari tahap evakuasi, tanggap bencana, pemberian bantuan, sampai tahap tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca benacana.
Tanam Paksa di Keresidenan Tegal: Kajian Tentang Sistem, Pelaksanaan dan Dampaknya (1830–1870) Hanafi, Setia; Nawiyanto, S.
Historia Vol 5 No 1 (2022): Historia : Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : History Department, Faculty of Humanities, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhist.v4i2.27840

Abstract

This article discusses the cultivation system applied in the Tegal Residency starting from the system, its implementation and the impact that arose on the community in that period. Cultivation system, which was implemented from 1830 to 1870, has become an important momentum for the socio-economic changes of the people in the Tegal Residency. The research problems to be dealt with here include an overview of the conditions Tegal Residency before the cultivation system, the implementation of cultivation system the residency, and the impact of cultivation system. The research method used is the historical method which consists of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. This study employs an economic sociology approach. The research results indicate that plantation activities already existed but have not developed well. The application of cultivation system encouraged plantations to expand by utilizing available resources, namely land and labor, both of which are closely related in traditional ties. Productivity levels increased for both sugar, coffee, indigo and tea plantations from before the implementation of cultivation system, although indigo and tea developed more slowly. This had an impact on society with the emergence of wage labor, population growth, benefits for colonial officials, and peasant resistance movements.
MENYELAMATKAN NADI KEHIDUPAN: PENCEMARAN SUNGAI BRANTAS DAN PENANGGULANGANNYA DALAM PERPEKSTIF SEJARAH Nawiyanto, Nawiyanto
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 19 No. 3 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.817 KB) | DOI: 10.52829/pw.132

Abstract

Sungai mempunyai peran vital bagi berlangsungnya kehidupan. Mengingat begitu pentingnya sungai bagi kehidupan, keberadaan sungai telah menarik minat sejumlah peneliti untuk mengangkatnya dalam penulisan sejarah. Kajian-kajian historis tentang sungai cenderung melihat peran sentral sungai sebagai fondasi peradaban dan sungai sebagai sumber bencana dalam bentuk banjir. Belum banyak kajian sejarah yang menyoroti sungai sebagai elemen lingkungan yang sedang sekarat. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji problem pencemaran Sungai Brantas dan upaya penanggulangannya dalam perspektif sejarah. Sungai Brantas dijadikan sebagai fokus kajian dengan pertimbangan bahwa sungai ini merupakan sungai terbesar dan terpenting di wilayah Jawa Timur, serta kondisi cabang-cabang Sungai Brantas khususnya di kawasan kota Surabaya mengalami pencemaran. Tulisan ini bertujuan: 1) Mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan parahnya problem pencemaran yang terjadi di Sungai Brantas dan 2) Menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi problem pencemaran Sungai Brantas.____________________________________________________________River has a vital role for life. Given the importance of the river for life, the existence of the river has attracted the interest of a number of researchers to raise it in historical writing. Historical studies of rivers tend to see the central role of rivers as the foundation of civilization and as a source of disasters in the form of flooding. There have not been many historical studies that highlight the rivers as an element of the environment that is dying. Therefore, this paper intends to examine the problem of Brantas River pollution and efforts to overcome it in a historical perspective. The Brantas River is used as the focus of the study with the consideration that this river is the largest and most important river in the East Java region, and the condition of the Brantas River branches, especially in the Surabaya city area, has been polluted. This paper aims at examining the sources that caused the growing pollution problem that occured in the Brantas River and explaining the efforts that have been made to overcome the problem of Brantas River pollution.
Menambang Kali Brantas: Dari Krisis Menuju Jalan Keluar nawiyanto, nawiyanto; Krisnadi, IG; Endrayadi, Eko Crys; Handayani, Sri Ana; Salindri, Dewi; Calvaryni, Nina Mutiara
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 21 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.312

Abstract

Artikel ini membahas penambangan pasir di Sungai Brantas yang semula bermanfaat berubah menjadi ancaman dan diharapkan dapat lebih memperkaya historiografi sungai yang sejauh ini lebih banyak menyoroti sungai sebagai pusat peradaban, sumber bencana, dan pencemaran. Dengan bersandar pada sumber arsip, surat kabar sejaman, dan wawancara, diargumentasikan bahwa krisis sungai Brantas terjadi seiring akselerasi panambangan pasir, yang dipicu tumbuhnya permintaan galian pasir untuk pembangunan kota dan difasilitasi oleh penggunaan teknologi modern berupa mesin penyedot pasir mekanis. Penambangan pasir mekanis menimbulkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman di berbagai tempat di sepanjang sungai dari wilayah hilir yang terus merambat ke hulu, serta hilangnya kekayaan keragaman hayati. Upaya mencari solusi telah berlangsung lama, namun gagal menghentikan penambangan dan membawa Sungai Brantas keluar dari krisis. Kegagalan terjadi bukan karena ketiadaan payung hukum, melainkan sulitnya implementasi regulasi di lapangan akibat keterlibatan oknum aparat dan politisi dalam bisnis pasir Brantas, serta godaan keuntungan besar secara mudah dan cepat dari menambang di tengah keterbatasan alternatif pekerjaan yang tersedia.
Menulis Ulang Sejarah, Menghadirkan Kisah yang Terabaikan Nawiyanto, S.
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.110280

Abstract