Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter dan Cegah Aksi Bullying Sejak Dini Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah Ashar Ashar; Reski Idamayanti; Abrina Maulidnawati Jumrah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.942

Abstract

Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini ialah kelompok kerja kepala sekolah di kecamatan marioriwawo kabupaten soppeng provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahannya (1). Masih membutuhkan penguatan kepada guru dalam membentuk karakter anak didik, (2). Belum pernah diadakan sosialisasi untuk mengatasi perundungan di satuan Pendidikan (3). Perlunya pemahaman penanganan aksi bullying (4). Kurangnya kolaborasi orang tua dalam hal Pendidikan karakter dan mencegah aksi bullying. Metode yang digunakan pada kegiatan ialah ceramah, diskusi, Tanya jawab dan demonstrasi serta pendampingan. Hasil pengabdian diperoleh (1) Mitra memiliki pemahaman tentang konsep pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku anak sejak usia dini. Melalui penerapan berbagai konsep pendidikan karakter di TK, anak-anak dapat mulai memahami dan menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. (2). Mitra mememiliki pemahaman terkai aksi bullying pada usia dini dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun emosional. Karena anak-anak di usia TK masih dalam tahap perkembangan awal, penting bagi sekolah untuk menerapkan strategi penanganan yang tepat dan efektif. (3). Mitra memahami melibatkan orang tua dalam pendidikan karakter dan pencegahan bullying di sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.
PENDAMPINGAN KEPEMIMPINAN SEKOLAH DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDAMPAK PADA TK ABA DAN TK CALIO DI KABUPATEN SOPPENG Ashar, Ashar; Idamayanti, Reski; Wilda, Wilda; Syukriady , Dwi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2627

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah PAUD berperan penting dalam mutu layanan pendidikan, namun sering terkendala pengambilan keputusan yang kurang terstruktur, kolaboratif, dan reflektif. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan guru dan orang tua. Melalui Model 5T, kegiatan pengabdian ini memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam merancang keputusan partisipatif berbasis konteks, membangun rencana aksi, serta membentuk budaya kepemimpinan kolaboratif yang berdampak nyata di lingkungan PAUD. Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan yang berdampak di dua satuan PAUD. Permasalahan yang dihadapi adalah lemahnya praktik pengambilan keputusan yang terstruktur, kolaboratif, dan berbasis refleksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Pengabdian dilakukan melalui serangkaian kegiatan lokakarya, simulasi, dan pendampingan intensif dengan menggunakan pendekatan Model 5T (Telusuri, Tentukan, Tetapkan, Terapkan, Temukan) sebagai kerangka sistemik pengambilan keputusan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi lokakarya interaktif untuk penguatan konsep, simulasi pengambilan keputusan berbasis Model 5T, serta pendampingan intensif di sekolah. Proses dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, sehingga tercipta praktik kepemimpinan reflektif yang relevan dengan konteks masing-masing satuan PAUD. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman kepala sekolah terhadap proses pengambilan keputusan yang partisipatif, terstruktur, dan berbasis konteks nyata di satuan PAUD. Selain itu, kemampuan kepala sekolah dalam merancang rencana aksi yang terukur serta membangun mekanisme umpan balik efektif bersama guru dan orang tua juga mengalami perkembangan. Pendekatan pendampingan berbasis praktik reflektif dan kolaboratif ini terbukti mampu mendorong perubahan positif dalam tata kelola sekolah, memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan, serta membentuk budaya kepemimpinan yang berorientasi pada dampak nyata bagi mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Between Affect and Interaction: A Thematic Literature Review on the Determinants of Children's Social-Emotional Development Ashar Ashar; Reski Idamayanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.7769

Abstract

This study investigates factors influencing early childhood social-emotional development through a thematic literature review of 25 recent scholarly sources published between 2018 and 2025. A systematic search was conducted across major academic databases, including Google Scholar, ERIC, Elsevier, MDPI, Sage Journals, and Taylor Francis. The collected studies were analyzed using thematic synthesis to identify recurring patterns and key determinants. The results reveal four principal categories affecting social-emotional development: (1) internal affective factors, (2) external social interaction factors, (3) contextual and environmental influences, and (4) the integration of affective and interactive dimensions. The findings indicate that children’s social-emotional development is shaped not only by individual characteristics but also significantly by the quality of interactions with caregivers, peers, and the broader learning environment. In particular, supportive and responsive relationships emerge as critical components in fostering emotional regulation and social competence. The study concludes that a holistic approach, integrating both affective and social interactional aspects, is essential for optimizing early childhood development. These findings have important implications for educational practice and policy, highlighting the need for contextualized, evidence-based social-emotional learning models that are responsive to children’s developmental needs.
Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain Peran Nurhani Nurhani; Riskal Fitri; Ashar Ashar
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 3 No 3 (2025): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : PG PAUD Universitas Islam Makassar | LP2M-UIM | PPJ PAUD (Perhimpunan Pengelola Jurnal PAUD) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v3i3.780

Abstract

Independence is a fundamental developmental aspect that must be instilled from an early age; however, in reality, many children aged 5–6 years at TK Bukit Permai 2 Karampang Eja still demonstrate low levels of autonomy and high dependence on adults. This study aims to improve the independence of children aged 5–6 years through the implementation of structured, child-centered role-playing methods. This type of research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) adopting the Kemmis and McTaggart spiral model. The research subjects consisted of 15 children in Group B at TK Bukit Permai 2 Karampang Eja, Gowa Regency. The study was conducted in two action cycles, with each cycle encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through structured observation techniques using independence development assessment rubric instruments (covering indicators of physical ability, self-confidence, and responsibility) and reinforced by field notes and documentation. Data analysis techniques utilized descriptive percentage statistics for quantitative data and the Miles and Huberman interactive model for qualitative data. The results showed a highly significant escalation in the development of children's independence in each cycle. The average classical independence achievement of the children in the Pre-cycle condition was only 20.00%, which then increased to 42.22% at the end of Cycle I, and reached an optimal success rate of 82.22% at the end of Cycle II. This final figure successfully exceeded the predetermined action success indicator of 75%. The conclusion of this study proves that the role-playing method is empirically highly effective in holistically boosting early childhood independence.