Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Manajemen Pengetahuan dan Komunikasi di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Negoro, Sherly Hindra; Gregoria Arum Yudarwati; Alexander Beny Pramudyanto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9286

Abstract

Pusat Rehabilitasi Yakkum sebagai (PRY) lembaga yang berfokus di penanganan dan dukungan pada penyandang disabilitas sejak 1982 menghadapi tantangan terkait pengelolaan pengetahuan, pengalaman dan beragam praktik baik dari lembaga. Manajemen pengetahuan (knowledge management) PRY diperlukan untuk mengeksplorasi dan mengelola hal tersebut menjadi sumber pengetahuan yang dapat diakses lembaga ataupun pemangku kepentingan terkait agar dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan lembaga. Penulis sebagai tim pengabdi menjalankan program pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan secara partisipatif pewujudan sistem manajemen pengetahuan di PRY dengan model tahapan dalam siklus Discovery- Capture-Process-Benefit & Share. Pada tahapan Discovery dan Capture, penulis bersama tim Knowledge Management PRY mengeksplorasi pengetahuan, pengalaman dan praktik baik dengan menggunakan pendekatan kontekstual What, Who, When, Where, Why, How yang dielaborasikan dengan pendekatan komunikasi Source, Message, Channel, Receiver, Effect. Hasil pendampingan partisipatif ini, tim Knowledge Management PRY berhasil merancang formula Discovery pengetahuan berbasis milestone dan aktivitas untuk dua program, yakni 1) Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi pada Kelompok Disabilitas, 2) Pengembangan Pendidikan Inklusi. Melalui program kolaboratif ini, PRY dapat secara mandiri melakukan manajemen pengetahuan sehingga tacit knowledge yang ada dapat menjadi explicit knowledge yang bermanfaat bagi pengembangan lembaga maupun pengembangan pengetahuan bagi publik.
PICTORICAL WARNING PADA KEMASAN ROKOK: KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM KAMPANYE KESEHATAN Negoro, Sherly Hindra
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.412 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.11794

Abstract

Smoking has became the serious problem which always to be the classical dynamic ofhealth communication's field. Through health campaign by using pictorical warning incigarette packs, Indonesian Government has priority to reduce the number of smokersin Indonesia. Pictorical warning in cigarette packs was regard as one of communicationstrategic for implementing. Health campaign has outcome that could change thehealth behavior for the persuadee. Visualization by using image becomes persuasivecommunication tools cigarette packs as the communication media. EPPM model wasused to analysis this case. This paper was using literature study to understand thisproblem.
Brand evangelists’ expectations: consumption decisions towards digital corporate social responsibility communication Santoso, Nobertus Ribut; Negoro, Sherly Hindra
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 13, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v13i2.63764

Abstract

Background: Digital Corporate Social Responsibility (CSR) communication could effectively influence stakeholders’ decisions. Purpose: This study explores how the expectations of millennials as brand evangelists towards digital CSR communication contribute to purchasing behavior. Methods: Using a qualitative approach, this study examines Indonesian millennials’ perceptions and attitudes toward CSR activities communicated by Indonesian unicorn companies on Instagram. The data were collected through interviews with 15 Indonesian millennials who actively use Instagram and follow the official account(s) of at least one Indonesian unicorn company. Results: The findings reveal that millennials share positive experiences and support CSR initiatives through Instagram, with communication conveyed transparently and effectively. This demographic’s digital savviness improves expectations for CSR initiatives, which, in turn, influence consumption choices through partnerships with Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and through content that promotes their business sustainability. Conclusion: Indonesian unicorn companies adopt strategic digital CSR communications to meet the heightened expectations of Indonesian millennial consumers, who serve as brand evangelists, supporting, inspiring, and recommending their products. Implications: By aligning CSR initiatives with their brand and sharing them through digital channels, Indonesian unicorn companies can build consumer awareness, trust, engagement, and loyalty, ultimately promoting positive consumption decisions through rational and ethical actions that contribute to societal progress.