Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI GULA AREN SEMUT DI KABUPATEN LEBAK MELALUI MODERNISASI DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SPRAY DRYER MENUJU GMP DAN SII 2043-87 Ummi, Nurul; ., erwin; Dwisvimiar, Inge; Ferro Ferdinant, Putro; Irman Saeful Mutaqin S, Ade
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1512

Abstract

Lebak dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gula aren terbesar di Indonesia. Industri gula aren di kabupaten ini menyerap 5.406 tenaga kerja melalui 2.982 unit usaha. Kapasitas produksi per tahun Industri gula aren di kabupaten ini mencapai 2.249,4 ton yang tersebar di 44 sentra produksi. mengingat banyaknya sumber bahan baku gula aren di Lebak, Pemerintah Kabupaten Lebak menjadikan Industri Gula aren sebagai kompetensi inti Industri Kabupaten Lebak. Akan tetapi dalam pengembangan produksi gula aren semut ini terdapat beberapa kendala diantaranya; kendala produksi dan teknologi dan masih sederhana, sehingga kualitas produk gula semut yang dihasilkan kurang baik, serta kemasan produk juga masih sederhana, kondisi inilah yang menyebabkan daya saing dipasaran menjadi rendah. Oleh sebab itu pemerintah bersama-sama dengan masyarakat Lebak berkeinginan untuk dapat memproduksi gula aren yang berkualitas dan berdaya saing disertai dengan diversifikasi produk gula aren. Tujuan dari program HI-LINK ini adalah mewujudkan industri gula aren semut di Kabupaten Lebak yang berkualitas dan berdaya saing melalui Modernisasi dan Implementasi Teknologi Spray Dryer Menuju GMP Dan SII 2043-87. Hasil yang diperoleh adalah Tersedianya Mesin Vacum Evaporator dan Mesin Spinner Gula aren Semut, Pelatihan dan Pendampingan Proses Produksi Gula aren semut menggunakan Mesin Vacum Evaporator dan Mesin Spinner, Pelatihan Teknologi Pengolahan gula Aren Semut sesuai Good Manufacturing Practices (GMP), Pelatihan dan Pendampingan Aspek Finansial & Ekonomi, tersedianya alat-alat Kemasan Gula Aren Semut baik yang berbentuk bubuk maupun yang berbentuk gula cair, dihasilkan diversivifasi produk berupa Gula aren semut dan gula aren cair. Melalui sinergitas program HI-LINK antara Perguruan Tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Lebak dan Mitra Industri KUB Mitra Mandala diperoleh peningkatan kapasitas produksi pada proses pemasakan nira yang sebelumnya kapasitas produksi 20 liter/8 jam menjadi 100 liter/4 jam.  
Analysis of Service Quality on Customer Satisfaction Through Importance Performance Analysis and KANO Model Nurul Ummi; Nuraida Wahyuni; Iqbhal Apriadi
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62013

Abstract

Customer satisfaction is the level at which the perceived performance of the product will match the expectations of a customer. PT. Astra International Tbk-Daihatsu is a company that runs in the automotive field This study was conducted in the workshop division because it has a very high target in the customer satisfaction index which is 93. In addition, the failure of reaching the customer satisfaction index target in March represents the gap between customers and the company’s service. Also, the employees in the workshop service and spare parts get a warning in the form of a warning letter and income reduction in that period. The purpose of this research is to know the service attributes that need to be improved based on the integration of the Importance Performance Analysis (IPA) method and the KANO model. The results of this study show that in the IPA model there are 2 quadrants containing attributes that must be improved. Quadrant I is the main priority consisting of attribute 1, attribute 5, attribute 9, and attribute 11. On the other hand, the KANO model results in 3 attribute categories namely attractive consisting of attribute 1, attribute 2, attribute 7, attribute 9, then one dimensional consisting of attribute 3, attribute 4, attribute 5, attribute 6, attribute 8, attribute 10, attribute 11, attribute 12, attribute 14, attribute 15, attribute 16, attribute 17, attribute 18, attribute 19, attribute 20, and the last must be consisting of attribute 13. Furthermore, integration between the IPA and KANO models is carried out to produce service priorities that must be improved. From the results of the integration, it is found that the service attributes that are the priority for improvement are attribute 1, attribute 5, attribute 9, attribute 11, attribute 7, attribute 3 and attribute 14.
Pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek pembangunan transmisi pipa gas menggunakan metode CPM (Critical Path Method) Nurul Ummi; Tri Suci Febrianingsih; Evi Febianti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.031 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6506

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan di bidang proyek konstruksi perpipaan. PT. XYZ sebagai pikah ke - 3 yang mengerjakan salah satu proyek PT. ABC. Proyek yang dimaksud adalah pembangunan transmis i pipa gas 3,65 km di daerah Karawang P royek tersebut mengalami permasalahan yaitu ketidaktepatan waktu dalam pelaksanaan proyek yang melebihi rencan a yang seharusnya 172 hari menjadi 200 hari dengan masa peme liharaan 90 hari. Keterlambatan waktu dalam pengerjaan proyek mengakibatkan adanya penalty, maka dilakukan penegndalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek pembangunan transmisi pipa gas menggunakan CPM (Critical Path Method). Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan usulan alternatif pengendalian waktu dan biaya proyek yang lebih baik berdasarkan cr ash program yang dilakukan setelah mendapatkan hasil CPM. Hasil penelitian ini didapatkan pengendalian waktu dan biaya proyek dengan crash program kegiatan jalur kritis hasil perhitungan CPM yang menghasilkan delapan usulan alternatif pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek. Dari delapan usulan alterntif dapatkan hasil usulan alternatif yang lebih baik yaitu usulan alternatif dengan crashing kegiatan L, H, B, J, D, G, dan F dengan durasi 155 hari dan total biaya proyek Rp3.986.064.697,00, sert a keun tungan yang didapatkan Rp 1.013.935.303,00. H asil usulan penjadwalan yang lebih baik diharapkan kedepannya dapat menjadi usulan untuk proyek yang akan datang.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Analisis Semi Kuantitatif AS/NZS 4360:1999 Dan PUSLITBANG Teknologi Mineral dan BatuBara Pada PT XYZ Nurul Ummi; Ani Umyati; Rika Rahmawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4083

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan air. Perusahaan ini telah menerapkan SMK3 namun pada saat pelaksanaan audit K3 diperoleh hasil bahwa PT XYZ perlu melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko yang berkiblat pada OHSAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko menggunakan JSA, mengetahui tingkat risiko, memilih metode diantara AS/NZS 4360:1999 dan PUSLITBANG TEKMIRA untuk memberikan usulan pengendalian risiko pada divisi operasi, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis semi kuantitatif. Potensi bahaya yang ditemukan pada tiga dinas sebanyak 11 macam potensi bahaya. Metode analisis semi kuantitatif yang terpilih adalah metode AS/NZS 4360:1999. Aktifitas pekerjaan yang memiliki nilai Risiko > 70 di tiga dinas, diantaranya dinas air baku yaitu inspeksi jalur pipa, inspeksi rumah venting, inspeksi waduk, inspeksi bangunan pelimpah, inspeksi sempadan waduk, pemeliharaan rumah pompa, pengendalian air baku di control room, pada Dinas Pengolahan Air yaitu pengendalian pengolahan air di control room, Dinas Proses Labortaorium dan K3LH yaitu penggunaan perekasi pekat HCL, penggunaan Buffer PH 10, Pengukuran kebisingan. Usulan pengendalian risiko berdasarkan risiko tertinggi pada dinas air baku adalah menggunakan APD (gaiter), memasang safety sign, pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment, Dinas Pengolahan Air usulan yang diberikan adalah pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment, Dinas Proses Laboratorium dan K3LH usulan yang diberikan adalah memasang safety sign, memberikansilencer pada mesin pompa, menyediakan emergency shower, pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment.
IDENTIFIKASI RISIKO PEMBUATAN KUE GIPANG SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KHAS BANTEN DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Nurul Ummi; Akbar Gunawan; Muhamad Ridwan
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2107

Abstract

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan kue gipang sebagai salah makanan ringan olahan khas Banten membuat pemilik usaha (owner) dan beberapa karyawan yang merupakan sanak keluarga dan para tetangga sekitar rumah pemilik harus memperhatikan kualitas dan kuantitas produk kue gipang yang dihasilkan dengan beberapa risiko kendala yang harus dihindari seperti kurangnya stok produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan, kurangnya stok bahan baku (beras atau ketan kualitas super, kacang tanah, asam jawa, gula pasir) dan modal, cuaca buruk selama proses produksi hingga pengiriman, dan risiko kendala lain seperti penyimpanan produk jadi yang menumpuk di gudang produksi atau gudang distributor (supplier) sehingga dapat menyebabkan produk rusak. CV. Putri Jaya Mandiri adalah salah satu produsen industri rumahan (home industry) makanan lokal tradisional yang bergerak di bidang pembuatan kue gipang khas Banten. CV. ini terletak di Jalan Kharisma, Kampung Magelaran Cilik, Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Dalam satu pekan CV. ini dapat menghasilkan lima box kue gipang siap konsumsi, dimana tiap satu box berisi 20 bungkus besar atau 30 bungkus kecil kue dalam kemasan, dengan rata-rata permintaan konsumen pasar mencapai 10 box per-minggu terlebih saat menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti idul fitri atau idul adha. Dalam menghindari atau menurunkan risiko kendala produksi hingga pemasaran produk kue gipang dapat digunakan metode identifikasi risiko yang mungkin dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). 
PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN AIR MINUM DALAM KEMASAN PRODUK “QUELLE” DENGAN PENDEKATAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX DI PT. X Nurul Ummi; Ulya Shofiyyah S
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3193

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek “QUELLE”. Dalam kegiatannya PT X berorientasi pada keuntungan dengan tetap memperhatikan prinsip sosial bagi kepentingan masyarakat umum. Saat ini, banyak masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya khususnya kebutuhan akan air minum dengan cara yang praktis yaitu dengan membeli air minum dalam kemasan. Terdapat berbagai macam produk AMDK yang beredar di pasaran sebagai pesaing produk QUELLE, hal ini menjadikan produk QUELLE harus dapat mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada agar pelanggannya tidak berpaling ke produk lainnya. PT. X berkewajiban untuk memenuhi kualitas air dan manajemen mutu pada produksi air minum kemasannya, untuk itu PT. X mencoba meningkatkan kualitas produknya dengan cara melakukan pengukuran seberapa jauh tingkat kepuasan konsumen terhadap produk QUELLE. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai indeks kepuasan pelanggan Customer Satification Index (CSI) terhadap produk dengan merek “QUELLE” sebesar 85,32%. Nilai tersebut menunjukkan tingat kepuasan pelanggan sangat baik, dikarenakan nilai CSI yang diperoleh berada pada rentang 84%≤X≤87%. Untuk dapat meningkatkan nilai Customer Satification Index, PT. X perlu melakukan beberapa perbaikan yaitu perbaikan pada kecepatan dan ketetapan pengiriman produk, dan pelaksanaan perawatan dispenser secara berkala. Pelaksanaan perawatan dispenser secara berkala ini sangat dibutuhkan oleh pelanggan dikarenakan kebersihan dispenser sangat mempengaruhi kualitas air minum QUELLE