Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Nurse's motivation and job satisfaction In providing nursing services during pandemic covid-19 Dewi Murni; Yulastri Arif; Sidaria Sidaria; Nelwati Nelwati; Febrian Rahmat Suwandi; Silvia Zuela; Nicen Suherlin
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v11i2.679

Abstract

Background: Nurse job satisfaction is an important component of a nurse's life because it will have an impact on patient safety, productivity, performance and service quality. Job satisfaction felt by nurses appears with the motivation. The development carried out can help novice nurses become experts. This is also a process of maintaining the quality and increasing the competence of nurses. Objective: To analyze the work motivation of nurses on job satisfaction in providing nursing services during the pandemic. Method: This descriptive correlational study was conducted using Cross Sectional approach involving 55 nurses. NonProbability Sampling and Purposive Sampling. This research instrument uses a questionnaire Application Needs A. Maslow - Nursalam. Data collection with frequency distribution analysis and SEM PLS 3.0 analysis. Results: The final analysis showed This study illustrates that prehospital nurses obtained a positive mean value of 0.414 end obtained a development value the mean has a positive value of 0.517. The results showed that there were 2 dimensions of nurse motivation that were significantly related to job satisfaction, namely the Recognition of Job Satisfaction (p 0.007) and the Development Dimension of Job Satisfaction (p 0.000), meaning (sig value) < 0.05. Achievement (p 0.638), Nature of Work (p 0.621) and Responsibility (p 0.951) sig value > 0.05. Conclusion: Focus on the development of education and knowledge, and make a planned schedule related to nurse development. the existence of full managerial support for nurses to be able to improve their performance so that nurses can achieve success in their careers. This can make nurses feel satisfied with the work they do Keywords: Motivation; Job Satisfaction; Nurse; Pandemic Covid-19
Hubungan Depresi, Stres Akademik dan Regulasi Emosi dengan Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa Deko EKa Putra; Nelwati Nelwati; Feri Fernandes
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.689-706

Abstract

Kasus ide bunuh diri meningkat dikalangan mahasiswa. Jika ide bunuh diri tidak mendapatkan perhatian dan tindakan yang tepat, berdampak pada gangguan kehidupan akademik, meningkatnya risiko kesehatan mental dan kasus bunuh diri pada mahasiswa. Berbagai faktor yang mempengaruhi diantaranya, stress akademik, depresi dan regulasi emosi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan depresi, stress akademik dan regulasi emosi dengan ide bunuh diri pada mahasiswa. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 379 mahasiswa Universitas Andalas dengan purposive sampling. Instrumen untuk pengukuran depresi menggunkan kuesioner yang sudah tervalidasi diantaranya kuesioner DASS-21 dengan nilai croncbach alpha 0,879, kuesioner Perception of Academic Stres Scale (PAS) dengan nilai cronch bach alpha 0,905. kuesioner skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dengan nilai cronch bach alpha 0,938. Kuesioner Ide Bunuh Diri dengan cronch bach alpha 0,850. Data dianalisis menggunakan SPSS dan SEM PLS untuk hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat ide bunuh diri dalam kategori rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dan stress akademik dengan ide bunuh diri diperoleh nilai P Values < 0,05 sebesar (0,009 dan 0,0018) berbeda dengan regulasi emosi nilai P Value sebesar (0,716 ) tidak ada hubungan yang signifikan dengan ide bunuh diri pada mahasiswa.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN ADAPTASI PASIEN YANG MENGALAMI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH YANG MENGALAMI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DENGAN PEMASANGAN EXTERNAL FIXATION Ritta Farma; Nelwati Nelwati; Esi Afriyanti; Roni Eka Saputra; Emil Huriani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12899

Abstract

Pasien fraktur ekstremitas bawah sering menghadapi masalah ketika beradaptasi akibat pasca operasi pemasangan external fixation, pasien melaporkan mengalami hambatan beraktivitas, kehilangan pekerjaan, merasa gangguan body image, depresi dan harga diri rendah saat mereka berusaha untuk sembuh pasca operasi yang berdampak pada kesejahteraan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman adaptasi pasien yang mengalami fraktur ekstremitas bawah dengan pemasangan external fixation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah enam orang pengambilan data dengan cara purpose sampling dilakukan dengan pertanyaan terbuka dan semi terstruktur yang merupakan pasien di RSUP M. Djamil Padang. Analis data menggunakan tematik analisis dengan metode Collaizzi yang terdapat tujuh tema, yaitu bentuk dukungan, pengetahuan pasca operasi, respon psikologis, ketidaknyamanan fisik, dampak, mekanis koping dan penerimaan diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemasangan external fixation memberikan dampak fungsional dan psikologis yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi setelah pemasangan external fixation. Partisipan menggambarkan hal tersebut dengan mengungkapkan hambatan beraktivitas, kehilangan pekerjaan, harga diri rendah dan gangguan citra tubuh sehingga berdampak pada penurunan kesejahteraan hidup partisipan.
COMPETENCE DEVELOPMENT IN PROFESSIONAL NURSING CARING BEHAVIORS AMONG NURSING STUDENTS DURING ACADEMIC AND PROFESSIONAL PROGRAMS IN THREE NURSING EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN THREE PROVINCES IN INDONESIA Yulia, Yulia; Okti, Purwanti; Nelwati, Nelwati; Ernawati, Ernawati; Krisna, Yetty; Wendy, Abigail
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 9, No 1 (2024): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v9i1.663

Abstract

Introduction: Professional nursing caring behaviors can be learned through education. Indonesian research on this area remains limited. This study explores the development of nursing students' professional caring behaviors and clinical learning processes that support them. Method:This ethnographic study involved 34 observations of nursing student clinical practices, field notes, and six focus group discussions with students and clinical instructors from three nursing education institutions across three provinces. Data analysis was conducted using qualitative content analysis. Result: Ten themes revealed: professional nursing caring behaviors are understood as altruistic behaviours, holistic, therapeutic, and bureaucratic dimensions; instrumental caring predominates in student clinical practices; physical interventions serve as the entry point for communication; the provision of information is dominant in interpersonal communication; cultural sensitivity and touching are expressions of caring behaviors; clinical role models, knowledge, and experience are vital in developing professional caring behaviors; patient negative responses, clinical workload, and patient complexity pose challenges in developing professional nursing caring behaviors; insufficient clinical mentoring impacts the achievement of competencies; students' lack of self-confidence is perceived as 'uncaring' behaviors; and there is insufficient collaboration to ensure the attainment of non-instrumental caring competencies. Conclusion: Students' competencies in professional caring behaviors evolve during their educational journey, though the focus remains on instrumental caring. Knowledge, clinical exposure, experiences, role models, and self-confidence are crucial in enhancing professional nursing caring competencies. Clinical learning guidelines, such as preceptorship and collaborative learning models in professional nursing caring competencies, should be considered to develop the skills.
Gambaran Rerata Kelelahan pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Indah Marzalia Putri; Nelwati Nelwati; Emil Huriani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.14 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.3059

Abstract

This study aims to determine the average fatigue score in cancer patients undergoing chemotherapy treatment at RSUP. Dr. M. Djamil Padang. The type of research used is descriptive quantitative. The results of this study indicate that the average value of the respondent's level of fatigue is 28.78, with a minimum value of 19 and a maximum of 37 using 95% CI. If categorized as 66.6% of respondents experienced moderate fatigue, and as many as 33.4% experienced severe fatigue. In conclusion, the average value of the respondents' fatigue level mainly was in the intermediate fatigue category, and almost half of them were extreme fatigue. Keywords: Cancer, Fatigue, Chemotherapy
Karakteristik Kualitas Tidur Pasien ESRD yang Menjalani Hemodialisis Tri Wahyuni; Nelwati Nelwati; Rahmiwati Rahmiwati
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.441 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4668

Abstract

This study aims to describe the sleep quality characteristics of ESRD patients undergoing Hemodialysis at dr. Bratanata Jambi. This research method is observational research with a descriptive approach. The results showed that based on the characteristics of ESRD undergoing Hemodialysis, the majority were female (61.10%), the mother's education level was low (58.35%), the average duration of Hemodialysis was 3.72 ± 1.17, the average age average 53.33 ± 4.35. In conclusion, the characteristics that affect the sleep quality of ESRD patients undergoing Hemodialysis are gender, low level of education, age 45-59 Keywords: Hemodialysis, Sleep Quality, Duration of HD, Education, Age
TANTANGAN YANG DIHADAPI NERS FRESH GRADUATE SAAT BEKERJA PERTAMA KALI DI RUMAH SAKIT Maisa, Esthika Ariany; Nelwati, Nelwati; Putri, Zifriyanthi Minanda; Sidaria, Sidaria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2933

Abstract

Pelayanan keperawatan terus dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Instansi pelayanan berusaha memperkerjakan personil yang dapat memenuhi kriteria profesional seperti yang diharapkan, yaitu lulusan perawat profesi (ners). Seiring dengan hal ini, permasalahan lain yang muncul adalah bagaimana ners fresh graduate dengan minimal pengalaman kerja memenuhi tuntutan pekerjaan saat pertama kali bekerja. Penelitian ini bertujuan menggali tantangan lulusan ners fresh graduate saat bekerja pertama kali di rumah sakit. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi, perawat yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Kota Padang, Sumatera Barat, dipilih seabgai partisipan dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Didapatkan enam perawat yang berlatar belakang pendidikan Ners fresh graduate yang diwawancarai mengenai pengalaman mereka bekerja pertama kali di rumah sakit dengan menggunakan metode in-depth interview. Rekaman wawancara disalin menjadi bentuk transkrip verbatim, kemudian dilakukan diektraksi menjadi kategori dan subkategori. Penelitian ini mendapatkan tiga kategori, yaitu merasakan beban peran dan tanggung jawab yang besar, masalah komunikasi dengan sejawat, dan menemukan gap antara yang dipelajari di perkuliahan dengan yang dihadapi di rumah sakit. Diharapkan manajemen keperawatan di rumah sakit dapat menguatkan program orientasi bagi ners fresh graduate agar bisa menghadapi tantangan kerja saat bekerja pertama kali di rumah sakit.
Gambaran Kesadaran Kanker Payudara pada Remaja Putri di Kota Padang Sidaria Sidaria; Nelwati Nelwati; Yulia Mustika Sari
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2023): JIK-Oktober Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i2.885

Abstract

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia, dimana ada kecenderungan penurunan usia penderita kanker payudara pada kalangan remaja. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran remaja tentang kanker payudara dan pengaruh globalisasi pada gaya hidup remaja yang menyebabkan pilihan gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesadaran kanker payudara pada remaja putri di MAN 1 Kota Padang. Jenis penelitian deskriptif dengan sampel 180 remaja putri di MAN 1 Kota Padang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri (52,2%) memiliki pengetahuan umum yang buruk tentang kanker payudara, sebagian besar remaja putri (55,0%) memiliki pengetahuan yang sangat buruk tentang tanda dan gejala kanker payudara, hampir seluruh remaja putri (80,0%) memiliki pengetahuan sangat buruk tentang faktor risiko kanker payudara, dan sebagian besar remaja putri (70,0%) memiliki pengetahuan sangat buruk tentang kanker payudara. Hasil penelitian ini memberikan gambaran perlunya upaya peningkatan kesadaran kanker payudara pada remaja putri dengan pendidikan kesehatan yang lebih intesif dan mendalam dan diperlukan kampanye kesadaran kanker payudara yang ditujukan khusus untuk remaja putri melaui seminar, lokakarya, pameran, serta penggunaan media sosial untuk menyampaikan infromasi yang mudah diakses dan dimengerti oleh remaja putri.
Implementasi Metode Lean Healthcare untuk Mengurangi Waktu Tunggu Pasien: Implementation of Lean Healthcare Methods to Reduce Patient Waiting Time Arif, Yulastri; Muthmainnah, Muthmainnah; Putri, Zifriyanthi Minanda; Maisa, Esthika Ariany; Nelwati, Nelwati; Susmiati, Susmiati; Ananda, Yuanita; Sidaria, Sidaria; Murni, Dewi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.8973

Abstract

Outpatient waiting time is one of the national quality indicators. Most patients visiting outpatient clinics in Indonesian hospitals complain about the long waiting time before receiving healthcare services. Over the decades, the persistent issue of long waiting times and unresolved patient dissatisfaction has led hospitals worldwide to adopt Lean Healthcare management systems. These systems focus on improving the efficiency and effectiveness of service operations by eliminating waste. Siti Rahmah Hospital is a private type-C hospital facing outpatient waiting time issues exceeding 60 minutes. This community service aims to enhance nurses' knowledge and reduce service waiting times. This community service was conducted using a quantitative approach with an experimental design, and the primary data collection technique was through questionnaires. The implementation consisted of four main stages: preparation, socialization of lean healthcare methods, identification of waiting times, and mapping types of time waste in services. Nurses' knowledge about lean healthcare management increased significantly by 56.70% after the training, as shown by a pretest score of 36.6% and a post-test score of 93.3%. The knowledge components that improved substantially included understanding the outpatient waiting time standard of less than 60 minutes, identifying time-wasting activities in services, and using electronic medical records as a lean healthcare strategy to reduce service waiting times. The lean healthcare method is effective in reducing patient waiting times in outpatient care.
Gambaran Kelelahan Kerja Pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSI Siti Rahmah Padang Desrila Indra Sari; Nelwati Nelwati; Esthika Ariany Maisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51159

Abstract

Perawat merupakan tenaga profesional di bidang kesehatan yang memiliki peran sentral dalam penyelenggaraan pelayanan keperawatan secara holistik dan berkesinambungan kepada pasien. Tuntutan pekerjaan yang tinggi serta beban kerja fisik dan psikologis dapat menyebabkan kelelahan kerja. Kondisi ini, apabila tidak ditangani secara efektif dapat menurunkan kinerja perawat dan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah Padang. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSI Siti Rahmah Padang, dengan jumlah sampel 56 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) yang dikembangkan oleh Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) of the Japanese Association of Industrial Health untuk mengukur tingkat kelelahan berdasarkan keluhan subjektif perawat. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat mengalami kelelahan kerja sedang sebesar 64,3% dan kelelahan ringan sebesar 35,7%. Diperlukan upaya manajemen rumah sakit dalam mengatur beban kerja, menyediakan waktu istirahat yang cukup, dan menciptakan kerja yang nyaman guna menurunkan tingkat kelelahan kerja perawat Kata Kunci: Kelelahan Kerja, Perawat, Ruang Rawat Inap