Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Interleukin-6 (IL-6) dan Jalur NF-ΚB Target Kunci Inflamasi dalam Proses Penuaan Dewi, Ade Yasinta; Dewi, Ni Nyoman Ayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62478

Abstract

Aging is a complex biological process characterized by a gradual decline in physiological functions and increased susceptibility to degenerative diseases. A hallmark of aging is low-grade, chronic, non-infectious inflammation known as inflammaging. This phenomenon is driven by the accumulation of senescent cells that actively secrete pro-inflammatory mediators through the senescence-associated secretory phenotype (SASP). Among these mediators, Interleukin-6 (IL-6) and the transcription factor Nuclear Factor-kappa B (NF-κB) play central roles. NF-κB acts as a master regulator of pro-inflammatory gene expression, including IL-6, and is activated by various stimuli such as oxidative stress and DNA damage. IL-6 secreted by senescent cells activates the JAK/STAT3 pathway, which in turn enhances NF-κB activity, creating a positive feedback loop that sustains chronic inflammation. This mutual reinforcement between IL-6/STAT3 and NF-κB signaling drives progressive tissue damage, impairs regeneration, and increases the risk of age-related diseases such as atherosclerosis, diabetes, osteoarthritis, and neurodegenerative disorders. This review discusses the roles of IL-6 and NF-κB in the mechanisms of inflammaging and evaluates their potential as therapeutic targets to slow aging and prevent age-associated diseases.
Peran Latihan Aerobik dan Latihan Resistensi Untuk Mencegah Efek Penuaan Wanita Menopause Pakuan, Sheila Zivana; Dewi, Ni Nyoman Ayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63611

Abstract

Masa menopause ditandai dengan penurunan kadar estrogen yang berdampak pada berbagai aspek kesehatan wanita, termasuk meningkatnya risiko penyakit metabolik, kardiovaskular, sarkopenia, dan osteoporosis. Latihan fisik telah terbukti mampu mencegah efek penuaan, khususnya pada wanita menopause. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan mengulas peran latihan fisik, terutama latihan aerobik dan latihan resistensi, baik secara mandiri maupun kombinasi, dalam mencegah efek penuaan pada wanita menopause. Urgensi kajian ini terletak pada kebutuhan mendesak akan panduan berbasis bukti untuk praktik promotif-preventif yang dapat diakses dan diterapkan secara luas oleh tenaga kesehatan dan populasi target. Latihan fisik telah terbukti mampu mencegah efek penuaan, khususnya pada wanita menopause, melalui berbagai mekanisme. Latihan kombinasi menunjukkan efek sinergis terhadap peningkatan komposisi tubuh, sensitivitas insulin, serta keseimbangan sistem imun. Latihan mandiri jenis aerobik berfungsi menjaga jantung-paru, menurunkan lemak, meningkatkan energi dan mengurangi stres oksidatif. Latihan mandiri resistensi memiliki fungsi memperkuat otot-tulang, mencegah sarcopenia/osteoporosis, dan memperbaiki komposisi tubuh. Protokol latihan kombinasi yang dianjurkan meliputi frekuensi 2–4 kali per minggu, durasi 30–75 menit, dan intensitas sedang tergantung dengan kapasitas individu. Studi lebih lanjut diperlukan untuk merumuskan pedoman yang tepat bagi wanita pascamenopause. Latihan fisik merupakan strategi non-farmakologis berbasis bukti yang efektif memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kualitas hidup.