Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH WHISTLEBLOWING SYSTEM DAN MORAL REASONING DALAM PENGUNGKAPAN FRAUD KEUANGAN DENGAN PEMAHAMAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR SEBAGAI VARIABEL MODERASI Fatahillah Ruslan; Andi Wawo; Roby Aditiya
ISAFIR: Islamic Accounting and Finance Review Vol 3 No 1 (2022): ISAFIR Volume 3 No. 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/isafir.v3i1.29793

Abstract

This research aims to determine the influence of whistleblowing system and moral reasoning on financial fraud disclosure with the understanding of amar ma'ruf nahi mungkar as a moderation variable which is then conducted a study at the Makassar City Inspectorate Office. This research is quantitative research with a descriptive research approach. The population in this study is the Makassar City Inspectorate Office. The sampling technique in this study is porposive sampling, while the sample in this study is the auditor staff with a working period as an auditor of at least one year, knows the ins and outs of the organization of the Makassar City Inspectorate Office, and knows the processes that occur within the Makasar City Inspectorate Office. The method of data collection is by using questionnaires that are shared directly. The data used in this study is primary data collected through questionnaire surveys. The results of this study show that whistleblowing systems cannot affect the disclosure of financial fraud, while moral reasoning can affect the disclosure of financial fraud. Then the understanding of amar ma'ruf nahi mungkar also cannot strengthen the influence of whistleblowing system and moral reasoning on the disclosure of financial fraud.
PERAN AUDIT SYARIAH DALAM PENGAWASAN PRAKTIK SHARIAH COMPLIANCE PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Misbah Misbah; Mustakim Muchlis; Roby Aditiya
ISAFIR: Islamic Accounting and Finance Review Vol 3 No 1 (2022): ISAFIR Volume 3 No. 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/isafir.v3i1.29823

Abstract

This study aims to find out how the Role of Sharia Audit in Supervision of Shariah Complince at Bank Syariah Indonesia (KCP) Bima City. By focusing on three main topics of discussion, namely the role of the shariah compliance audit, the shariah audit framework, and the concept of monotheism contained in the shariah compliance audit. The research method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The informants from the Indonesian Sharia Bank (KCP) Bima City consisted of two informants, namely the Leader and the Branch Operational and Service Manager. The data used in this study is primary data obtained through direct interviews with informants and secondary data is data obtained from internet data. The results of this study indicate that, the role of shariah compliance audit at the Bank Syariah Indonesia Office (KCP) Bima City is the supervision of financial statements. Furthermore, in the implementation of the sharia audit framework at the Indonesian Sharia Bank Sub-Branch Office of Bima City, the guidelines on the DSN MUI fatwa for audits outside of the financial aspect and sharia PSAK as guidelines in auditing financial statements. And the concept of monotheism contained in the shariah compliance audit at Bank Syariah Indonesia (KCP) Bima City is to apply an honest and trustworthy attitude in the implementation of the audit.
Infak/Sedekah di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Kajian Akuntansi Syariah Della Fadhilatunisa; M Miftach Fakhri; Suhartono Suhartono; Namla Elfa Syariati; Roby Aditya
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19034

Abstract

COVID-19 membawa dampak yang cukup besar bagi sektor keuangan seluruh elemen masyarakat, khususnya pada pengemudi transportasi online. Dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19, kontribusi dari seluruh elemen masyarakat baik lembaga maupun personal sangat diperlukan. Kontribusi tersebut dapat berupa infak/sedekah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masyarakat itu sendiri. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah menyebutkan bahwa infak/sedekah adalah donasi sukarela, baik ditentukan maupun tidak ditentukan peruntukannya oleh pemberi infak/sedekah. Fleksibilitas dari Infak/sedekah menjadikan siapapun yang terkena dampak wabah COVID-19 dapat menerimanya. Selain itu, infaq atau sedekah sendiri tidak hanya bermanfaat bagi pribadi sebagai proses kehalalan harta seseorang, namun sebagai wujud kepedulian sesama dan tabungan akhirat bagi yang melakukannya. Tujuan penelitian adalah untuk menggali konsep kajian akuntansi syariah pada infak/sedekah dan mengetahui manfaat infaq dan sedekah bagi para pengemudi online (Gojek atau Grab). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pemikiran burhani sebagai metode. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara tidak terstruktur dan angket dengan instrumennya yaitu lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infak/sedekah dalam akuntansi syariah dimaknai sebagai pendapatan bagi para penerima infak/sedekah sehingga dapat mengurangi kesulitan COVID-19 dan respon pengemudi dari ketiga aspek yaitu fleksibilitas, kapabilitas dan profesionalisme berada pada kategori baik sehingga dapat disimpulkan bahwa pengemudi memiliki respon baik atau positif terhadap bantuan sosial atau infaq dan sedekah dalam wujud uang maupun bahan pokok.
Equity Crowdfunding for SMEs: Sharia Compliance Challenge amid the Covid-19 Pandemic Nur Rahma Sari; Lince Bulutoding; Roby Aditya; Raodahtul Jannah
Jurnal Iqtisaduna Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v6i2.19037

Abstract

Equity Crowdfunding (ECF) diyakini sebagai salah satu alternatif akses yang terjangkau dan mudah bagi UKM untuk mendapatkan bantuan finansial terutama di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perusahaan ECF di Indonesia, yaitu: Santara, Bizhare, dan CrowdDana membantu UKM selama pandemi Covid-19, dan menilai kepatuhan syariah perusahaan tersebut. Analisis tersebut diperlukan untuk mendukung rencana pemerintah dalam mendorong lahirnya ECF Syariah di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Metode eksplorasi kualitatif dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini. Data terdiri dari data primer yang dikumpulkan dengan melihat situs resmi dan media sosial masing-masing perusahaan, dan data sekunder dari regulasi, artikel, berita, video, dan preseden terkait ECF. Studi tersebut menemukan bahwa selain CrowdDana yang fokus pada investasi properti, baik Santara dan Bizhare terus berupaya membantu UKM mendapatkan bantuan finansial melalui pandemi Covid-19 dengan program mereka sendiri. Kepatuhan syariah yang dinilai harus bebas dari maysir, riba, gharar, tadlis, dan dharar serta memenuhi aspek kehalalan dari 'aqd, proyek, dana investor, bagi hasil, dan platform. Implikasi dari penelitian ini adalah mendorong pedoman dan regulasi yang layak dari otoritas (OJK dan MUI) untuk melengkapi kepatuhan syariah yang hampir dipenuhi oleh perusahaan ECF yang dianalisis dalam studi ini.
FORMULASI RASIO KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Roby Aditiya
Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiap.v8i2.32684

Abstract

This study aims to formulate ratio to measure the financial performance of local governments in Indonesia with a maqashid sharia perspective. This research is qualitative research with an exploratory approach. The results show that there are eleven elements of the ratio that can be used in measuring the financial performance of local governments in Indonesia with the maqashid sharia perspective. Objective of Individual education are measured by the ratio of education spending, the ratio of planning and research spending, the ratio of spending on human resource development, and the ratio of communication and information spending. Objective of creating justice, it is measured by the ratio of financial flexibility, functional distribution ratio, and the ratio of interest-free products. Meanwhile, objective of public interest, it is measured by budget solvency ratio, financial independence ratio, local government transfer ratio, and investment and fixed asset ratio.
Determinan Penggunaan Informasi Akuntansi Bagi Manajemen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Roby Aditiya
Jurnal AKMAMI (Akuntansi Manajemen Ekonomi) Vol. 3 No. 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The regression model used in this study is a multiple linear regression model with the help of SPSS. The sampling method for the study used the Random Sampling method (random) which obtained as many as 95 MSME owners/managers in Somba Opu District, Gowa Regency. The results showed that the variables of business scale, business age and accounting knowledge had a positive and significant effect on the use of accounting information in MSME’s Somba Opu District, Gowa Regency. The implication of this research is that MSME actors are expected to better understand and use accounting information, especially for financial information, to pay more attention because the existence of financial reports for MSMEs can help MSMEs in applying for credit to banks if they need capital. For the government and related agencies, they must help SMEs to use accounting information more, one of which is by holding trainings related to accounting information. In addition, further research with the same theme is expected to add other variables that can affect the use of accounting information, so that the results of the study can explain the contribution of all these variables to the use of accounting information.
Legal protection for whistleblowers in uncovering fraud in government Raodahtul Odha Jannah; Suhartono Suhartono; Farid Fajrin; Roby Aditiya
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v21i1.2112

Abstract

This study aims to examine the extent to which whistleblowers play a role in detecting fraud in government and how the legal system in Indonesia provides protection for whistleblowers. This study uses a type of qualitative research with a library research approach.namely binding legal materials consisting of basic regulations (the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and its amendments regarding the protection of a whistleblower in exposing). , fraudin government, as corruption is rampant so that it is appropriate for whistleblowers to receive legal protection Provisions for legal protection for whistleblowers are implicitly contained in Law Number 13 of 2006 concerning Witness and Victim Protection Institutions and SEMA Number 2011 concerning Treatment of Actors (Persons), Complainant) and Author Witnesses who work together (Justice contributors). The types of whistleblowers provided by Indonesia are physical and psychological protection, special treatment when testifying in court, protection of legal status, and the possibility of compensation in the form of leniency.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM BINGKAI SIPAKATAU; ELEVASI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Muh.Chaerullah Burhan; Muh. Wahyuddin Abdullah; Roby Aditiya
Assets: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol 12 No 2 (2022): Assets : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/assets.v12i2.32387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Corporate Social Responsibility bagi kesejahteraan masyarakat dengan kearifan budaya Sipakatau dalam pelaksaanaanya. Penelitian ini dilakukan pada PT Rezki Energi Abadi menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penilitian ini adalah Budayawan Bugis-Makassar, Manager keuangan PT Rezky Energi Abadi, Guru di TKA/ TPA Raodathul Jannah sebagai masyarakat. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan uji keabsahan data digunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program Corporate Social Responsibility PT Rezky Energy Abadi mampu meningkatakan kesejahteraan masyarakat. Nilai budaya Sipakatau yaitu sikap saling menghargai dan menghormati hak-hak orang lain, saling tolong menolong dan bekerja sama dalam menjalankan kehidupan dalam program CSR PT Rezky Energy Abadi memiliki keselaran yang tidak mementingkan satu aspek, mengedapankan kepentingan pribadi dan tidak mengabaikan hak-hak disekitarnya, Nilai budaya Sipakatau dalam program CSR PT Rezky Energi Abadi akan mencapai hasil yang lebih efektif dalam elevasi kesejahteraan masyarakat dari segi material, sosial dan spiritualnya.
ANALISIS PENDANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH DENGAN OBLIGASI DAERAH DAN AVAILABILITY PAYMENT (Studi pada Perluasan Bangunan dan Fasilitas RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo) Roby Aditiya
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.426 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59286

Abstract

Pembangunan infrastruktur daerah menjadi kebutuhan dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Nyatanya, tidak semua pemerintah daerah memiliki anggaran untuk memenuhi dana pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian alternatif sumber pendanaan pembangunan infrastruktur daerah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sumber pendanaan optimal untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates Kabupaten Kulon Progo dari alternatif obligasi daerah dan availability payment. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo jika ingin menggunakan alternatif pendanaan tersebut. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara alternatif pendanaan obligasi daerah dan availability payment, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebaiknya memilih pendanaan dengan skema obligasi daerah karena dapat memberikan efisiensi dana sebesar Rp501.710.622.361 dibanding ketika menggunakan sumber dari penerimaan umum APBD dan dapat memberikan efisiensi dana sebesar Rp71.019.098.453 dibanding ketika menggunakan alternatif pendanaan availability payment. Terdapat beberapa peluang dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo jika ingin menggunakan alternatif pendanaan tersebut. Peluang tersebut antara lain pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang sudah baik, adanya peluang pasar yang besar, banyaknya badan usaha yang berpengalaman, serta adanya lembaga-lembaga pendukung. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain ketergantungan terhadap transfer dari pusat dan provinsi, masih rendahnya kompetensi sumber daya manusia, masih rendahnya pemahaman serta kepercayaan masyarakat dan badan usaha, komitmen dari pimpinan eksekutif dan legislatif, membutuhkan usaha yang ekstra, dan terakhir ialah perlunya perubahan mindset sumber daya manusia.
Apakah Organisasi Nirlaba Telah Menerapkan PSAK No. 45 Secara Amanah? (Studi Kasus Pada LKSA Panti Asuhan Al-Isra) Roby Aditiya
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.463 KB) | DOI: 10.37531/bijak.v2i2.3045

Abstract

Saat ini masih banyak organisasi nirlaba yang belum menerapkan standar akuntansi untuk organissi nirlaba sesuai PSAK No. 45 dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencatatan keuangan yang di terapkan LKSA Panti Asuhan Al-Isra sebagai organisasi nirlaba, apakah PSAK No. 45 sudah diterapkan atau belum pada pelaporan keuangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan LKSA Panti Asuhan Al-Isra disusun masih sangat sederhana. Baik pelaporan maupun laporan keuangannya masih belum memenuhi standar PSAK No. 45. Hal tersebut disebabkan karena masih minimnya informasi dan pengetahuan para pengelola terkait standar akuntansi khususnya PSAK No. 45. Ditambah lagi sumber daya manusia belum memadai dalam menerapkan PSAK No. 45 serta kompleksitas dari PSAK No. 45 itu sendiri. Sehingga secara menyeluruh LKSA Panti Asuhan Al-Isra belum bisa dikatakan amanah dalam penerapan Standar Akuntansi untuk organisasi nirlaba karena pelaporan keuangannya tidak menerapkan PSAK No. 45 dengan baik.