Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Kompleks Gereja Katolik di Menganti, Gresik Kristian Ariel Pratama; Suci Ramadhani; Randy Pratama Salisnanda
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2845

Abstract

Mayoritas umat agama memiliki kecenderungan perkembangan ke arah yang lebih baik, termasuk umat agama Katolik. Perkembangan ini juga termasuk secara kuantitas, yang menuntut pengembangan fasilitas peribadatannya, berupa gereja. Pengembangan maupun penyediaan bangunan gereja yang salah satunya terjadi di Menganti, Gresik, tidak dapat begitu saja dibangun, melainkan harus menerapkan proses perancangan arsitektural. Kompleks Gereja dipilih sebagai wujud lingkup bangunan untuk menampung seluruh kegiatan umat Katolik agar sesuai dengan kebutuhan serta dapat mencukupi tuntutan para umat. Banyaknya kebutuhan serta aktivitas untuk melakukan upacara serta sakramen – sakramen Gereja menuntut dibuatnya komplek gereja. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode campuran yang mengkombinasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk mendapat hasil yang relevan terhadap permasalahan. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, survey, serta literatur oleh lembaga terkait. Tema yang digunakan adalah Arsitektur Kontemporer yang demonstratif dan ekspresif. Tema Arsitektur kontemporer dapat terwujud melalui penerapan Konsep Makro Adaptif terhadap Kebutuhan Umat Katolik. Konsep makro tersebut terkonstruksi dengan penerapan konsep mikro pada: (1) tatanan lahan yang terpusat; (2) tatanan bentuk yang ekspresif dalam menampilkan gaya; serta (3) tatanan ruang yang sakral.
Penerapan Tema Arsitektur Eco-Industrial pada Rancangan Bandai Hobby Center di kota Sidoarjo Zulfikar Maulana Hafiz; Randy Pratama Salisnanda; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4358

Abstract

Dalam kaitannya dengan ekonomi kreatif, Bandai Hobby Center sebagai wadah dari kegiatan-kegiatan terkait ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif daerah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya didukung dengan minat yang tergolong banyak dan besar dari para penggiat Hobby mainan dan hobby terkait. Pada penerapan desain bangunan serta tema yang diambil, dibutuhkan sebuah analisa tapak hingga transformasi bentuk bangunan yang dapat menonjolkan kegiatan dari bangunan Bandai Hobby Center ini. Dengan melakukan penelitian secara deskriptif dapat diperoleh kumpulan data dari studi kasus bangunan-bangunan serupa yang kemudian bisa diambil kelebihan desainnya sehingga didapati tahap rancangan yang tepat dan sesuai. Setelah melakukan pengumpulan data tersebut, pembuatan konsep rancangan semakin matang dan diperoleh penerapan “Analogi Simbolik” pada Konsep Makro bangunan yang mendukung kegiatan didalam bangunan Bandai Hobby Center dengan membuat bentuk bangunan yang mengibaratkan sebuah mainan Gundam secara tersirat. Lalu pada Konsep Mikro diperoleh tatanan lahan linier yang mengibaratkan sebuah Runner mainan Gundam, pada bentuk bangunan diibaratkan bagian badan dari mainan Gundam yang masing-masing bangunan memiliki bentuk berbeda yang dibagi melalui zonanya masing-masing, serta pada ruang diterapkan konsep ecologically benign yang mendukung tema eco-industrial pada rancangan ini. Dengan Makro dan Mikro konsep yang kuat dan mendukung secara konsep maupun tema, maka tercipta sebuah desain yang menonjolkan kegiatan-kegiatan yang ada pada bangunan Bandai Hobby Center ini yang dapat menarik pengunjung baik itu para penggiat hobby terkait maupun masyarakat secara umum.
Penerapan Konsep Pale Blue Dot Dalam Rancangan Bentuk Planetary Center Cintya, Anindita; Hendra, Failasuf Herman; Salisnanda, Randy Pratama
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planetarium as educational tourism is a building that presents star shows in a unique dome building, with a museum and observation area as additional facilities. In Indonesia itself, several planetariums are spread across several regions, from simple ones, to planetary with real-time star observation facilities.At the Planetary Center, visitors are like being in an imaginary space that develops various other facilities such as education, interactive museums, and collaborative projects. The design aims to describe the boundaries, uniqueness and beauty of outer space and its planets.Apart from facilities, the shape and facade of the building also have an important role in attracting interest and maintaining people's enthusiasm for returning visits. With a Futuristic Architecture theme approach, the Planetary Center takes the idea of Pale Blue Dot as the macro concept and Planet Earth as the micro concept of the building. Because the idea for the concept itself originates from space, the Pale Blue Dot concept becomes an important point on the building facade as the identity of the Planetary Center.
PENERAPAN KONSEP METAFORA INTANGIBLE FISIOLOGIS DAUN PADA TATANAN LAHAN Amrillah, Mutiah; Oktafiana, Brina; Salisnanda, Randy Pratama
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 8 No. 1 (2023): Aksen : Journal of Design and Creative Industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/aksen.v8i1.3667

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan yang semakin sempit di Kota Surabaya. Kejadian peralihan fungsi sektor pertanian menjadi sektor non-pertanian yang memiliki nilai ekonomis semakin meningkat, dan kurangnya minat masyarakat terhadap pengetahuan tentang teknologi pertanian semakin membuat masyarakat terasa asing pada bidang pertanian. Meningkatnya jumlah penduduk membuat permintaan bahan pangan hasil panen juga meningkat. Namun, ketersediaan lahan pertanian yang terus menurun di Kota Surabaya. Teknologi, Vertical farming menjadi metode yang banyak di gunakan pada pertanian. Tipe Controlled Environment Agriculture merupakan bentuk pertanian berbasis hydroponic yang dapat tumbuh dalam lingkungan terkendali untuk mengoptimalkan praktik hortikultura. Sehingga memerlukan desain bangunan yang bisa meningkatkan kapasitas hasil pertanian dalam suatu luas lahan yang semakin sempit. Perancangan bangunan harus selaras dengan penyediaan fasilitas pada lahan yang dapat membantu dalam mengedukasi masyarakat pada umumnya, dan masyarakat akademik pada khususnya, serta sebagai atraksi wisata yang menarik bagi masyarakat. Metode desain arsitektural yang digunakan adalah studi banding terkait objek fasilitas pertanian, tema metafora, dan tatanan terkait aspek arsitektural. Untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan (sayur dan buah) yang berkualitas dengan keterbatasan lahan, bangunan pusat pertanian dilengkapi dengan fasilitas edukasi dan rekreasi dengan Tema Metafora Intangible Fisiologis Daun. Konsepsi manifestasi daun yang identik dengan metabolisme tanaman, dengan meninjau karakter fungsi bangunan, diterapkan lebih lanjut dan detail pada bangunan melalui konsep Gerak Ria “Setangkai Daun” dan “Fisiologis Daun” pada tatanan lahan terkait zoning dan sirkulasi.
RANCANGAN BANGUNAN KOMPLEKS OLAHRAGA MOTOR EKSTRIM DI SIDOARJO BERTEMAKAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Adam, Fachrudian Misbachul; Ratniarsih, Ika; Salisnanda, Randy Pratama
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 7 No. 2 (2023): Aksen : Journal of Design and Creative Industry
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/aksen.v7i2.3871

Abstract

Kabupaten Sidoarjo adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, memiliki berbagai macam komunitas motor yang cukup besar di Jawa Timur, salah satunya Komunitas motor ekstrim, tetapi belum ada wadah atau tempat khusus yang bisa di gunakan untuk menyalurkan hobi olahraga motor ekstrim di Sidoarjo dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif mengenai beberapa bangunan yang dijadikan sebagai objek studi banding. Studi banding ini terdiri dari studi lapangan dan studi literatur mengenai objek yang berkaitan dengan rancangan kompleks kegiatan olah raga motor ekstrim. Pemilihan tema futuristik untuk menggambarkan masa depan dengan bentukan bangunan yang mengejutkan dan pemakaian material yang lebih modern untuk menampilkan bangunan futuristik Sehingga dibutuhkan rancangan bangunan kompleks kegiatan olaraga motor ekstrim yang memiliki tema desain arsitektur futuristik yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Rancangan bangunan kompleks kegiatan olaraga motor ekstrim ini bertujuan memberikan wadah khusus pecinta hobi olahraga motor ekstrim dan komunitas menyalurkan hobi serta mengasah bakat. Diharapkan kompleks kegiatan olahraga motor ekstrim ini dapat mengurangi kegiatan negatif yang biasa di lakukan oleh para penghobi motor ekstrim di luar sana dan mengurangi pandangan negatif masyarakat umum pada dunia otomotif, terutama di bidang olahraga motor ekstrim.
Penerapan Konsep Ikonik pada Bangunan Utama Sasana Olahraga Tinju di Kecamatan Tenggarong Leores, M Adhitia; Hidayat, Moch Junaidi; Salisnanda, Randy Pratama; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 2 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i2.6479

Abstract

Olahraga, sebagai aktivitas yang mendukung kesehatan tubuh, memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah seni bela diri, termasuk tinju. Di Kecamatan Tenggarong, tinju sangat diminati dari anak-anak hingga dewasa, dengan beberapa klub yang aktif. Tinju adalah olahraga intermittet yang menggabungkan aktivitas anaerobik dan aerobik, memerlukan kecepatan tinggi. Penerapan konsep arsitektur ikonik pada bangunan utama sasana olahraga tinju di Kecamatan Tenggarong bertujuan untuk memadukan budaya lokal dengan desain modern, menciptakan identitas unik yang mencerminkan karakter daerah Kutai Kartanegara. Arsitektur ikonik, yang telah ada sejak awal sejarah peradaban manusia, mencerminkan kekuatan struktural, lokasi strategis, desain menarik, dan nilai simbolis yang penting untuk menandai suatu kawasan. Dalam perencanaan dan perancangan sasana ini, konsep makro arsitektur neo-vernakular digunakan untuk mengintegrasikan elemen budaya lokal dengan modernitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi. Hasil desain menunjukkan penempatan ruang yang fungsional dan estetis, dengan penekanan pada aksesibilitas dan kenyamanan. Bangunan utama mengadopsi konsep Urban Morfologi dan menggabungkan motif Dayak dengan desain modern, menghasilkan struktur yang elegan dan identitas lokal yang kuat. Detail arsitektur termasuk penggunaan laser cutting dan finishing ACP berwarna coklat, yang memperkuat ciri khas daerah tersebut.
Pendekatan Konsep Zero to Hero Pada Arsitektur Kontemporer Pusat Inkubator dan Akselerator Pembinaan Bisnis Hidayat, Fadli Rifqi; Salisnanda, Randy Pratama; Nareswarananindya, Nareswarananindya
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dengan pusat bisnis yang cukup berkembang pesat setiap tahunnya. Usaha atau bisnis yang muncul juga bervariasi mulai dari usaha konvesional sampai usaha digital seperti startup. Hanya saja permasalahan yang dihadapi yaitu belum ada fasilitas pembinaan pendanaan jangka panjang untuk para pelaku usaha ini seperti sarana Inkubator dan Akeselerator yang berfokus pada Usaha Mikro Menengah dan Startup. Sehingga maksud dan tujuan dari perencanaan ini yaitu memfasilitasi para pelaku usaha yang ingin memulai maupun mengembangkan agar mendapatkan akses pembinaan serta pendanaan secara mudah. Para pelaku usaha ini nantinya akan dibimbing dengan para ahli yang sudah berpengalaman serta mendapatkan akses dengan para investor untuk mewujudkan mapun mengambangkan bisnisnya. Dengan mengusung tema arsitektur kontemporer akan menghasilkan bentuk fungsi bangunan yang adaptif dan mampu mewadahi kegiatan pembinaan tersebut. Didukung dengan Konsep Makro Zero to Hero yang berfokus untuk menciptakan para pelaku usaha baru serta Konsep Mikro Tatanan Lahan Terintegrasi yang berfokus pada orientasi, penataan dan sirkulasi lahan dan bangunan berdasarkan fungsi. Kemudian Konsep Mikro Bentuk Analogi yang berfokus pada implementasi dari Proses Memulai, Bertumbuh dan Dikenal untuk menunjukkan makna usaha rintisan yang ditampilkan pada susunan bentuk dan fasad bangunan. Dan yang terakhir yaitu Konsep Mikro Ruang  Komunikatif yang mampu memberikan interaksi kolaborasi pada Sumber Daya Manusia.
Application of Independence Land Use with Contemporary Architecture Approach in Human Rights History Museum Ulfatah, Miftakhul Maulidyah; Widjajanti, Wiwik Widyo; Salisnanda, Randy Pratama
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2023.v2i2.4916

Abstract

Indonesia is a state of law that has a recognition to protect the rights of every citizen, every human being has the right to live, grow and develop without discrimination. Surabaya is a city that has a lot of history as well as being the capital of East Java Province and the second largest city in Indonesia. The design location is on Dr. Ir. Soekarno (Merr) street, Surabaya City. Human rights are owned by all human beings from birth and are valid for life, but human rights currently tend to be ignored, so that many people do not get their rights fairly, there is no mutual respect, are oppressed and treated inhumanely in violation of existing norms. Using descriptive and qualitative methods to determine case studies. The selection of the theme of Contemporary Architecture with the macro concept of Independence which means free or independent, so that the design of the Human Rights history Museum design applies freedom of work but still adheres to existing norms. The design result of the transformation of the land concept results in a micro-landscape that is extensive and has a wide-reaching nature. With the existence of the Museum of Human Rights History, it is hoped that it can become a means of education and knowledge for all groups, both for the public, students, and students so that they can respect each other regardless of differences in any aspect to raise awareness of the importance of Human Rights as a message of peace to be free in accordance with the norms of Pancasila.
DESIGN OF CIRCULATION HOSPITAL SERVICE IN THE NEW NORMAL ERA Salisnanda, Randy Pratama
Jurnal IPTEK Vol 27, No 1 (2023): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2023.v27i1.3725

Abstract

Health care buildings are experiencing extreme challenges due to the COVID-19 pandemic worldwide, the high global death rate due to the pandemic has forced hospitals to make changes and improve health service strategies to minimize the impact of transmission and hospital readiness in dealing with other infectious diseases. The design of this service circulation design is expected to be able to improve the quality of service to the community and users related to the ideal, thorough, thorough, fast, precise and correct service excellence principles. Using analytical methods, data sources were obtained through studies on hospital building planning with a separate circulation system, government regulations related to infectious diseases, and the shortcomings of the previous hospital building circulation system, the conclusion resulted in a building circulation design planning that has 3 zoning (red, yellow, red zones). and green) by providing differentiation in circulation related to the function of each room, the classification of visitors and the flow of patients in and out, to improve hospital services and safety against unpredictable conditions in the future such as the current pandemic era.
Penerapan Arsitektur Industrial Pada Perancangan Pusat Pengolahan Dan Perdagangan Besi Tua Dan Loak Di Surabaya Ramadhan, Zam Zami; Salisnanda, Randy Pratama; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.6794

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui masalah lingkungan seperti banyaknya sampah yang berserakan dan kerapkali tidak diperhatikan penanganannya. Salah satunya adalah barang rongsokan yang masih layak jual. Maka dari itu proyek ini bertujuan untuk menangani permasalahan pengelolaan dan pemasaran barang rongsok di daerah kota Surabaya dengan merancang pusat besi tua dan loak. Pasar ini dirancang menggunakan konsep desain Arsitektur Industrial bertujuan untuk menekankan pada fungsi, keamanan dan pertimbangan ekonomi/biaya. Tampilannya sederhana sebagai wadah aktivitas industri. Untuk memunculkan kesan industrial yang lebih kuat maka dibuat pemilihan bentuk geometrik dan garis-garis tegas, penyesuaian warna-warna asli material maupun warna monokrom, menggunakan material mentah, serta ekspos sistem utilitas tanpa plafon. Sebagai bentuk penerapan aspek fungsional dan efisien, elemen industri serta materialnya (Hamdani dan Hantono, 2021: 27). Dengan proyek ini diharapkan akan menjadi wadah bagi pengepul, pedagang dan pembeli rongsokan yaitu besi tua dan loak di Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan studi banding, hal tersebut dikarenakan butuhnya data identifikasi, studi lapangan dan studi literatur yang bersifat induktif guna menemukan sebuah konsep rancangan. Dalam hal ini pembangunan Pusat Besi Tua Dan Loak tersebut sebagai upaya mempertimbangkan kesehatan dan kelestarian lingkungan karena tidak selamanya barang rongsok harus berada di kotak sampah. arang rongsok bisa menjadi peluang untuk menjadi lahan pekerjaan bagi orang yang mampu melihat peluang bisnis, serta kreatifitas dan inovasi tinggi. Dibuatnya pusat besi tua dan loak ini diharapkan dapat mewadahi aktifitas pengepul, pengelola, pedagang dan pembeli, tentunya juga mengangkat ekonomi masyarakat sekitar dan mensejahterakan pengepul.