Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hambatan Dalam Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (Ppk-Blud) Puskesmas Di Kabupaten Bengkalis Hafizah Maulia; Reno Renaldi; Sri Wardani; M.Dedi Widodo; Welly Sando
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss2.8

Abstract

Provinsi Riau memiliki 237 Puskesmas dari 12 Kabupaten yang telah ditetapkan sebagai puskesmas yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), namun diantara 12 Kabupaten tersebut terdapat 4 Kabupaten yang belum menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) salah satunya adalah Kabupaten Bengkalis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah puskesmas di Kabupaten Bengkalis telah ditetapkan menjadi Puskemas yang sudah layak untuk menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, tetapi sampai saat ini masih belum diterapkan di Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hambatan dalam penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Puskesmas di Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan telaah dokumen serta wawancara mendalam kepada 7 orang informan yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Kepala Puskesmas, Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran. Lokasi Penelitian yaitu di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Puskesmas Bengkalis dan Puskesmas Selat Baru. Waktu penelitian ini dilaksanakan dari 22 Maret –20 April 2022. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hambatan dalam penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Puskesmas di Kabupaten Bengkalis dikarenakan tidak tersedianya sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan dan belum disahkan regulasi untuk membentuk SOP mengenai penerapan PPK-BLUD. Saran dari penelitian ini adalah Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar tetap aktif berkoordinasi dan mencari solusi untuk dapat segera menerapkan kebijakan tersebut..
Analysis of Hygiene Sanitation of Cage Workers and Density of Flies in Laying Hens in Nagari Tigo Jangko, Tanahdatar Regency, West Sumatra Province in 2022: Analisis Hygiene Sanitasi Pekerja Kandang Dan Kepadatan Lalat Pada Kandang Ayam Petelur Di Nagari Tigo Jangko Kabupaten Tanahdatar Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 Nurul Anisyah Pratiwi; Sri Wardani; Benny Yulianto
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.69

Abstract

On chicken coops in Nagari Tigo Jangko Village, Tanah Datar Regency, there were 7 chicken coops. Among the 7 chicken coops, researchers found a chicken coop with a total of 8000 chickens, where the hygiene of the workers and the sanitation of the cage were problematic, causing a lot of flies and affecting the surrounding community.. The purpose of this study was to analyze hygiene and density levels of laying hens cage flies in Nagari Tigo Jangko, Tanah Datar Regency. The method used was qualitative with a case study approach this research was conducted in a layer chicken coop in Nagari Tigo Jangko in May 2022 with a total of 5 informants. Data collection tools using observation sheets and fly grill, as well as data processing using triangulation techniques. The results of the study showed that the personal hygiene of the coop workers did not use PPE at all, did not regularly wash their hands with soap due to not wearing protective clothing and the skin hygiene of the workers experienced itching and for sanitation, chicken manure was cleaned once a week, there was no special reservoir for manure. , the distance of the cage is too close, which is 15 meters from the house and the unavailability of a hand washing place at the location of the cage. The result of a very high fly density level is >20. It is recommended to cage owners to provide personal protective equipment and pay more attention to cage sanitation in terms of cleaning the cage such as a place to wash hands with soap and the availability of a holding tank so as not to cause flies and cage workers to care more about personal hygiene and use personal protective equipment when working in the field.
Analisis Pemeliharaan Inkubator Bayi di Rumah Sakit Ibu Anak Annisa Pekanbaru Tahun 2024 Meliana Putri; Sri Wardani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.201

Abstract

Pemeliharaan alat kesehatan adalah suatu kegiatan menjaga kondisi alat kesehatan agar memenuhi persyaratan mutu, keamanan, manfaat, keselamatan, dan laik pakai. Inkubator bayi merupakan salah satu dari sekian banyak alat kesehatan yang sangat dibutuhkan ketersediaannya di Rumah Sakit atau instansi kesehatan lainnya, inkubator bayi juga membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan untuk menghindari kegagalan fungsi inkubator bayi. IPSRS adalah suatu unit fungsional untuk melaksanakan kegiatan, agar fasilitas yang menunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit selalu berada dalam keadaan layak pakai. Tujuannya penelitian ini untuk mengetahui pemeliharaan inkubator bayi di RSIA Annisa Pekanbaru Tahun 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2024 di RSIA Annisa Pekanbaru. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari Manajer IPSRS, PJ IPSRS, PJ ruangan inkubator bayi, Staff inkubator bayi, dan Pj Bidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan inkubator bayi di RSIA Annisa Pekanbaru Pada unsur input SDM masih kekurangan tenaga kerja, SOP yang ada sudah bagus tapi belum sempurna di laksanakan, Sarana dan Prasarana masih belum memadai dengan sempurna masih kurangnya inkubator bayi dan ruangan untuk pemeliharaan, Anggaran sudah ada namun belum maksimal Pada proses inventarisasi/ pencatatan kurang maksimal karena masih terjadi keterlambatan dan menggunakan pihak ketiga, proses pemeliharaan pemantauan fungsi/ inspeksi belum berjalan dengan baik, proses pemeliharaan korektif/ perbaikan belum maksimal karena keterbatasan alat. Diharapkan RSIA Annisa menciptakan pemeliharaan inkubator bayi yang efektif, produktif dan berstandar serta terbentuknya pemeliharaan inkubator bayi yang baik agar semakin efektifnya pemeliharaan inkubator bayi di RSIA Annisa Pekanbaru