Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin Keslingmas

Gambaran Implementasi Sanitasi lingkungan pada Masyarakat (Studi pada masyarakat di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang) Tahun 2020 Laylatul Hasanah; Enza Resdiana
Buletin Keslingmas Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.254 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6766

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu hal yang sering kita dengar yang meliputi mencakup penyediaan air bersih, pembuangan kotoran,  pembuangan sampah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Implementasi sanitasi lingkungan pada masyarakat di Desa Banra’as  Gili Iyang di Kabupaten Sumenep tahun 2020. Peneilitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan wawancara dan Observasi lapangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang pada bulan september tahun 2020. Obyek pada penelitian ini adalah Kepala Desa, perangkat Desa dan Masyarakat sebanyak 10 orang sebagai informan. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan lembar observasi untuk menggambarkan kondisi masyarakat di pulau Gili Iyang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Banra’as belum menerapkan sanitasi dengan baik ditunjukkan oleh hasil wawancara bahwa 50% masyarakat masih menggunakan WC terbuka, 50% masyarakat membuang limbah ke ruang terbuka, 700 KK masih tidak memiliki sumber air bersih sendiri, dan 100% masyarakat di Banra’as membakar limbah rumah tangga (sampah) di lahan terbuka
PARTIPASI MASYARAKAT DALAM KEBERLANJUTAN PROGRAM (PAMSIMAS) PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI DESA AENG DAKE KECAMATAN BLUTO TAHUN 2019 Laylatul Hasanah
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.311 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4083

Abstract

AbstrakPenyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat  bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan peri-urban, dengan  program penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Obyek penelitian diantaranya 1 pelaksana Program penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Dusun Tambiyu Desa Aengdake Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan lembar observasi yang menggambarkan program penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Dusun Tambiyu Desa Aengdake. Hasil penelitian didapatkan hasil 95% dari 72 rumah masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pemeliharaan program penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat memiliki pola hidup bersih dan sehat. 
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD MOH.ANWAR SUMENEP Laylatul Hasanah
Buletin Keslingmas Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.639 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5495

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki filosofi sebagai suatu pokok upaya untuk menjamin kebaikan baik secara fisik atau non fisik karyawan serta budaya menuju masyarakat yang sejahtera. Menurut ilmunya yakni merupakan pengetahuan dan penerapan dalam suatu bentuk usaha agar tidak terjadi kecelakaan serta penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan. Kesehatan dan keselamatan kerja memang tidak dapat dipisahkan dari proses produksi serta jasa maupun di industri. (Abdul Rohman, 2017).Pelaksanaan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sudah mulai menjadi hal yang dirasa penting baik bagi pasien, keluarga pasien, tamu yang berkunjung, atau pelanggan yang berasal dari internal serta steakholder dari rumah sakit lainnya. Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja mulai dikembangkan keberadaannya dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dirumah sakit. (Kun, 2017)Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan dalam system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Metode penelitian bersifat deskriptif bersifat observasional karena melakukan pengamatan di lapangan. Ditinjau dari tempat penelitian termasuk penelitian lapangan karena mendapatkan data primer dari pengukuran, wawancara dan observasi di tempat kerjaBerdasarkan waktudigunakan penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dengan pengetahuan komitmen dan kebijakan kurang 68,75%, perencanaan kurang 43,75%, penerapan kurang 43,75%, pengukuran dan evaluasi 50%,tinjauan ulang manajemen 56,25%. Kesimpulan pengetahuan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit Moh.Anwar kurang.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGOLAH SAMPAH DI KECAMATAN KALIANGET (Studi pada Masyarakat di Desa Karang Anyar, Marengan Laok dan Pinggir Papas) Laylatul Hasanah; Sri Sumarni
Buletin Keslingmas Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i3.8589

Abstract

Sampah merupakan suatu hal yang sudah tidak butuhkan atau digunakan oleh masyarakat dihasilkan melalui kegiatan rumah tangga, industry, sekolah dan kegiatan lainnya, sampah terbagi menjadi dua yakni sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organic merupakan sampah yang dapat terurai dan sampah anorganik merupakan sampah yang dapat digunakan kembali yang kita kenal dengan istilah Reuse, Reduce dan Recycle. Lokasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah kecamatan Kalianget pada Desa Marengan Laok, Pinggir papas dan Karang Anyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengambilan data berupa penyebaran kuisioner kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan mengenai fernomena yang ditemukan di lapangaan atau ketika pengambilan data, dan analisis bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk menguji hipotesis antara dua variabel yang digunakan : tingkat pengetahuan dan sikap (variabel bebas), perilaku (variabel terikat), dan analisis statistik yang digunakan yaitu ChisQuare.
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RSUD MOH.ANWAR SUMENEP Hasanah, Laylatul
Buletin Keslingmas Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5495

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki filosofi sebagai suatu pokok upaya untuk menjamin kebaikan baik secara fisik atau non fisik karyawan serta budaya menuju masyarakat yang sejahtera. Menurut ilmunya yakni merupakan pengetahuan dan penerapan dalam suatu bentuk usaha agar tidak terjadi kecelakaan serta penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan. Kesehatan dan keselamatan kerja memang tidak dapat dipisahkan dari proses produksi serta jasa maupun di industri. (Abdul Rohman, 2017).Pelaksanaan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sudah mulai menjadi hal yang dirasa penting baik bagi pasien, keluarga pasien, tamu yang berkunjung, atau pelanggan yang berasal dari internal serta steakholder dari rumah sakit lainnya. Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja mulai dikembangkan keberadaannya dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dirumah sakit. (Kun, 2017)Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan dalam system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Metode penelitian bersifat deskriptif bersifat observasional karena melakukan pengamatan di lapangan. Ditinjau dari tempat penelitian termasuk penelitian lapangan karena mendapatkan data primer dari pengukuran, wawancara dan observasi di tempat kerjaBerdasarkan waktudigunakan penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan dengan pengetahuan komitmen dan kebijakan kurang 68,75%, perencanaan kurang 43,75%, penerapan kurang 43,75%, pengukuran dan evaluasi 50%,tinjauan ulang manajemen 56,25%. Kesimpulan pengetahuan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit Moh.Anwar kurang.
Gambaran Implementasi Sanitasi lingkungan pada Masyarakat (Studi pada masyarakat di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang) Tahun 2020 Hasanah, Laylatul; Resdiana, Enza
Buletin Keslingmas Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v40i1.6766

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu hal yang sering kita dengar yang meliputi mencakup penyediaan air bersih, pembuangan kotoran,  pembuangan sampah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Implementasi sanitasi lingkungan pada masyarakat di Desa Banra’as  Gili Iyang di Kabupaten Sumenep tahun 2020. Peneilitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan wawancara dan Observasi lapangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Banra’as Pulau Gili Iyang pada bulan september tahun 2020. Obyek pada penelitian ini adalah Kepala Desa, perangkat Desa dan Masyarakat sebanyak 10 orang sebagai informan. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, dan lembar observasi untuk menggambarkan kondisi masyarakat di pulau Gili Iyang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Banra’as belum menerapkan sanitasi dengan baik ditunjukkan oleh hasil wawancara bahwa 50% masyarakat masih menggunakan WC terbuka, 50% masyarakat membuang limbah ke ruang terbuka, 700 KK masih tidak memiliki sumber air bersih sendiri, dan 100% masyarakat di Banra’as membakar limbah rumah tangga (sampah) di lahan terbuka