Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengolahan Limbah Cair Batik Banten secara Koagulasi Menggunakan Tawas dan Adsorpsi dengan Memanfaatkan Zeolit Alam Bayah fitriyah Fitriyah; Tauny Akbari; Irfan Alfandiana
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The batik industry produces liquid waste from the coloring, washing and rinsing processes. This study was aimed to analyze the quality of Banten batik effluent before and after treatment. The processing is carried out using an experimental method with a batch system by coagulation using alum and adsorption using Bayah's natural zeolite by performing 3 variations of coagulant mass and adsorbent for the dye test parameters, TDS and TSS. The results of the test before treatment were the results for dyes of 344 TCU, TDS 620 mg/L, and TSS 218.5 mg/L. Based on the coagulation treatment using alum, the most efficient coagulant results were obtained to reduce the levels of dyestuffs and TDS, namely by using alum coagulant as much as 1500 mg/L which resulted in 96.6 TCU and 330.0 mg/L respectively, then to reduce TSS levels obtained an efficient coagulant that is 500 mg/L with a yield of 10 mg/L. The adsorption treatment using Bayah natural zeolite can reduce the levels of TDS and TSS with the most efficient results using an adsorbent of 150 g/L obtained for TDS 189.3 mg/L and TSS 13.3 mg/L. So based on the results of processing using coagulation and adsorption methods, it is hoped that the batik industry can apply it in processing the liquid waste produced.
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN EKONOMI PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG MELINJO (Gnetum gnemon) SEBAGAI BRIKET Tauny Akbari; Fernando Panjaitan; Fitri Dwirani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.941 KB) | DOI: 10.47080/jls.v5i2.2044

Abstract

Emping melinjo merupakan salah satu komoditi utama di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Namun, hingga saat ini belum dilakukan pengolahan pada limbah cangkang melinjo yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis (kadar air, kadar abu, nilai kalor) dan ekonomi (Benefit Cost Ratio, Pay Back Period) pengolahan limbah cangkang melinjo sebagai briket. Briket dibuat dengan kombinasi bahan baku cangkang melinjo : sekam padi : arang tempurung kelapa (briket A 1:1:2, briket B 2:1:2) lalu diberi perekat tapioka sebesar 10% dari berat arang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air briket A (6,11%) dan briket B (6,16%) telah memenuhi persyaratan SNI (maks 8%), namun kadar abu briket A (24,36%) dan briket B (24,81%) belum memenuhi persyaratan SNI (maks 8%). Nilai kalor briket A (5.783 Kal/grºC) dan briket B (5.893 Kal/grºC) telah memenuhi syarat SNI (min 5.000 Kal/grºC). Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa massa cangkang melinjo kurang berkorelasi dengan nilai kadar air dan kadar abu, namun tepat berkorelasi dengan nilai kalor, ini menunjukkan massa cangkang melinjo hanya mempengaruhi nilai kalor briket. Proyek pengolahan limbah cangkang melinjo sebagai briket dinyatakan layak secara ekonomi dengan asumsi seluruh produk terjual, karena memperoleh nilai BCR (1,4)>1 dan nilai PBP (3,6)<5 tahun.
Peran Kombinasi Sampah Organik Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kadar Fosfor, Kalium dan Kalsium Pada Kompos Tauny Akbari; Afni Khadijah; Namira Awaliyatun Nisa; Frebhika Sri Puji Pangesti
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.03.1

Abstract

ABSTRAK Sampah organik rumah tangga yang tidak diolah dapat berdampak pada kesehatan lingkungan, sehingga perlu diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kombinasi sampah organik rumah tangga dalam meningkatkan kadar fosfor, kalium dan kalsium pada kompos dan penggunaan kompos pada tanaman cabai rawit. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan 2 kombinasi perlakuan bahan baku (sisa kulit sayur-buah (2 kg), nasi basi (0.5 kg) dan tepung cangkang telur (0.25 kg), yaitu kompos A (tanpa cangkang telur) dan kompos B (dengan cangkang telur). Variabel tetap adalah penambahan EM4 (15 ml dalam 500 ml air) dan starter kompos matang (20%). Kualitas kompos dibandingkan dengan standar kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 dan Permentan Nomor 70 Tahun 2011. Penggunaan kompos pada tanaman cabai rawit dilakukan pada kompos A, B dan C (kompos organik komersial) selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi bahan baku berupa penambahan cangkang telur hanya berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap peningkatan kadar fosfor dan kalsium. Parameter yang hanya memenuhi standar SNI adalah Fosfor (kompos A 0.38%; Kompos B 0.48%), Kalium (kompos A 0.84%;  kompos B 0.73%) dan Kalsium (kompos A 1.09%). Kompos B (dengan cangkang telur) memberikan tingkat keberhasilan terbaik (95%) pada pertumbuhan tanaman cabai rawit. Kata kunci: kompos, sampah organik, sampah rumah tangga  ABSTRACT Unprocessed household organic waste can have an impact on environmental health, so it needs to be processed into more useful products such as compost. This study aims to analyze the role of the combination of household organic waste in increasing the levels of phosphorus, potassium and calcium in compost and the use of compost in cayenne pepper plants. The method used is an experiment with 2 combinations of raw material treatments (remaining fruit-vegetable shells (2 kg), stale rice (0.5 kg) and eggshell flour (0.25 kg), namely compost A (without egg shells) and compost B (with shells). eggs) The fixed variable was the addition of EM4 (15 ml in 500 ml of water) and cooked compost starter (20%). The quality of the compost was compared to the compost standard based on SNI 19-7030-2004 and Ministry of Agriculture Number 70 of 2011. The use of compost on cayenne pepper plants was carried out on compost A, B and C (commercial organic compost) for 14 days. The results showed that the combination of raw materials in the form of adding egg shells only had a significant effect (p < 0.05) on increasing phosphorus and calcium levels. The parameter that only met the SNI standard was Phosphorus ( compost A 0.38%; Compost B 0.48%, Potassium (compost A 0.84%; compost B 0.73%) and Calcium (compost A 1.09%). Compost B (with egg shells) provides the best success rate (95%) on chili plant growth r lasting. Keywords:  compost, organic waste, household waste
PENGOLAHAN PUPUK CAIR ORGANIK KOMBINASI LIMBAH PERTANIAN DAN KOTORAN SAPI Rizqi Agustian; Tauny Akbari; Ade Sumiardi
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 5, No 2 (2022): EnviroSan Desember 2022
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v5i2.1188

Abstract

Limbah pertanian dan kotoran sapi berdampak pada kebersihan lingkungan, sumber penyakit sehingga perlu adanya pengolahan menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan parameter fisika selama proses pembuatan pupuk organik cair, untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan baku (kotoran sapi) terhadap parameter kimia pupuk organik cair matang dan perbandingan dengan standar kualitas peraturan Menteri Pertanian no. 261 tahun 2019. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan 2 perlakuan A (kotoran sapi 1kg sekam padi dan daun kering 0,50kg) dan B (kotoran sapi 1,5kg, sekam padi dan daun kering 0,5kg) selanjutnya pengujian data menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian pengolahan pupuk cair organik kombinasi limbah pertanian dan kotoran sapi maka dapat kesimpulan sebagai berikut. Proses pengomposan berjalan dengan baik ditunjukan dengan perubahan parameter fisika yang berjalan normal yaitu pH pada rentang 5-7. Kombinasi bahan baku (kotoran sapi) berpengaruh secara signifikan (α < 0,05) terhadap peningkatan nilai parameter C-organik, N total, Fosfor dan Kalium. Semakin besar penambahan kotoran sapi maka semakin besar nilai C-organik, N total, Fosfor dan Kaliumnya. Nilai parameter kimia terbaik yang memenuhi standar kualitas Peraturan Menteri Pertanian No. 261 Tahun 2019 adalah C-organik 12,95%, N total 3,27%, Fosfor 3,57%, dan Kalium 3,02% yang berasal dari Pupuk Organik Cair B.
Studi Efektivitas Koagulan Kitosan-Kapur Dalam Menurunkan COD, MBAS dan Fosfat pada Limbah Laundry Fitriyah Fitriyah; Nur Fatimah; Tauny Akbari
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5913

Abstract

Abstract. Environmental pollution that is often encountered in daily life that comes from laundry waste. Laundry waste includes pollutants or substances that pollute the environment because in it there is a substance called linear alkylbenzene sulphonate (LAS). LAS is a detergent that is classified as hard to brake down by microorganisms (non-biodegradable) so that it can cause environmental pollution. One method that is often used in laundry wastewater treatment is coagulation using chitosan and lime as a coagulant. The purpose of this study was to analyze the efficiency and effectiveness in reducing pollutant levels in laundry waste using chitosan-lime coagulant. This study used a completely randomized design with 200 mg/L chitosan and 0.1-0.5 g lime. The test parameters used were COD, MBAS, and phosphate. Data were analyzed using calculation of efficiency and effectiveness of reduction, linear regression, and one-way ANOVA test. The results showed that under the best conditions, chitosan 200 mg/L and lime as much as 3.5 g resulted in a reduction efficiency of 68.52%, 9.15%, and 92.44%. Chitosan-lime is effective in reducing MBAS and phosphate levels to quality standard, but chitosan-lime coagulant is less effective in reducing COD levels because it still exceeds the the established quality standards
EFEKTIVITAS KOAGULAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DAN PAC (Poly Alumunium Chloride) DALAM MENURUNKAN KADAR PENCEMAR PADA LIMBAH CAIR BATIK Agusti Hidayatullah; Anis Masyruroh; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v6i1.2425

Abstract

Perkembangan industri batik saat ini belum diiringi dengan pengolahan limbah yang dihasilkan sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan. Pengolahan limbah cair batik dapat dilakukan dengan metode koagulasi-flokulasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas koagulan lidah buaya dan PAC dalam menurunkan BOD, COD, TSS, dan warna pada limbah cair batik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan sampel di teliti adalah limbah cair industri batik yang berasal dari lokasi Batik Banten. Pengujian sampel menggunakan jar test dan diperoleh hasil bahwa dosis optimum koagulan Lidah Buaya dalam menurunkan kadar BOD, COD, TSS, dan warna pada limbah cair batik adalah 20 mL/L sedangkan dosis optimum koagulan PAC adalah 40 mL/L. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan koagulan lidah buaya secara signifikan terlihat lebih efektif dalam menurunkan BOD, COD, TSS, dan warna pada limbah cair batik dibandingkan dengan penambahan PAC.
Sosialisasi Digital Marketing Untuk Pemasaran Produk Umkm Di Desa Kurungdahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang Tauny Akbari
Media Abdimas Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Media Abdimas Vol 3 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v3i2.2770

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan perekonomian Nasional. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pemasaran UMKM adalah digital marketing. Desa Kurungdahu yang terletak di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang memiliki empat UMKM yang bergerak di bidang kuliner, yaitu Ranggining, Sempring, Keripik Singkong dan Bakso Ayam. Pemasaran produk UMKM tersebut belum menggunakan e-commerce karena masih terbatas pada relasi teman dan keluarga baik secara langsung, maupun melalui media sosial whatsapp. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan digital marketing melalui penggunaan e-commerce untuk meningkatkan pemasaran UMKM di Desa Kurungdahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa: pergantian kemasan produk, pembuatan logo merek setiap produk UMKM, sosialisasi digital marketing, pembuatan akun e-commerce Shoppee ‘tokoonlinekurungdahu’ dan sosialisasi penggunaan e-commerce.
PENGARUH KUALITAS UDARA AMBIEN TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF GANGGUAN PERNAPASAN SEBAGAI BAHAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Arul Amirullah; Muhlisin Muhlisin; Tauny Akbari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i2.260

Abstract

Aktivitas transportasi di Terminal Kadu Agung Mandala berpotensi menghasilkan emisi berbahaya bagi kesehatan pernapasan masyarakat pengguna terminal. Sehingga, diperlukan kebijakan dalam pengendalian kualitas udara ambien agar tidak berdampak terhadap gangguan pernapasan masyarakat pengguna terminal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas udara ambien (SO2 dan NO2), tingkat keluhan subjektif gangguan pernapasan serta pengaruh kualitas udara ambien terhadap keluhan gangguan pernapasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu masyarakat pengguna terminal dan jumlah sampel yang diambil dengan purposive sampling sebanyak 45 responden. Pengukuran kualitas udara ambien (SO2 dan NO2) dilakukan satu kali pada tiga titik lokasi terminal. Hasil penelitian yaitu kualitas udara ambien parameter SO2 yakni 23,1 µg/Nm3 dan NO2 yakni 14,17 µg/Nm3 masih berada di bawah baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 77,1% atau 34 masyarakat pengguna mengalami keluhan subjektif gangguan pernapasan. Meskipun jumlah konsentrasi polutan di bawah baku mutu. Tetapi pengaruh SO2 sebesar 23,1 µg/m3 berada pada konsentrasi yang menyebabkan iritasi tenggorokan, iritasi mata, dan batuk. Pengaruh NO2 sebesar 14,17 µg/m3 berada pada konsentrasi yang menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk. Kebijakan pengendalian kualitas udara ambien dilakukan dengan melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan gas emisi karbon, perluasan wilayah ruang terbuka hijau serta pengawasan terhadap uji kir dan spot check terhadap kendaraan bermotor guna memenuhi standar emisi gas buang.
STRATEGI PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SERANG BERBASIS TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Tauny Akbari; Muhlisin Muhlisin; Gina Maslahat
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v8i1.267

Abstract

Population growth, increasing urban development and the high rate of conversion of green land into construction land pose a serious threat to the reduction of green open space (RTH) in Serang City. This research aims to determine the current condition of existing green open space, the need for green open space based on area, number population and oxygen needs, as well as strategies for optimizing green open space development in Serang City. The method used is quantitative descriptive with spatial analysis using remote sensing techniques and Geographic Information Systems (GIS). The results of the study show that Serang City's green open space in 2023 has met the city's minimum need for green open space of 30% of the total area, namely amounting to 59.64%. Serang City's need for green open space, if calculated based on its area, is 7,958.68 ha, based on its population, it is 1,440.72 ha, and based on its oxygen needs, it is 1,812.93 ha. The green open space management strategy that can be implemented in Serang City is a Growth Oriented Strategy which is oriented towards utilizing internal assets and external opportunities based on regional characteristics, active community participation, allocation of financial resources, establishing partnerships, developing infrastructure and a sustainable approach.
Studi Efektivitas Koagulan Kitosan-Kapur Dalam Menurunkan COD, MBAS dan Fosfat pada Limbah Laundry Fitriyah Fitriyah; Nur Fatimah; Tauny Akbari
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5913

Abstract

Abstract. Environmental pollution that is often encountered in daily life that comes from laundry waste. Laundry waste includes pollutants or substances that pollute the environment because in it there is a substance called linear alkylbenzene sulphonate (LAS). LAS is a detergent that is classified as hard to brake down by microorganisms (non-biodegradable) so that it can cause environmental pollution. One method that is often used in laundry wastewater treatment is coagulation using chitosan and lime as a coagulant. The purpose of this study was to analyze the efficiency and effectiveness in reducing pollutant levels in laundry waste using chitosan-lime coagulant. This study used a completely randomized design with 200 mg/L chitosan and 0.1-0.5 g lime. The test parameters used were COD, MBAS, and phosphate. Data were analyzed using calculation of efficiency and effectiveness of reduction, linear regression, and one-way ANOVA test. The results showed that under the best conditions, chitosan 200 mg/L and lime as much as 3.5 g resulted in a reduction efficiency of 68.52%, 9.15%, and 92.44%. Chitosan-lime is effective in reducing MBAS and phosphate levels to quality standard, but chitosan-lime coagulant is less effective in reducing COD levels because it still exceeds the the established quality standards