Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PENGELOLAAN LIMBAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI DESA SINDANGSARI, KECAMATAN PABUARAN, KABUPATEN SERANG Tauny Akbari; Moch Chairul Anwar
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 6 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v6i1.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan produksi bersih pada pengelolaan limbah budidaya jamur tiram. Pengamatan dilakukan pada salah satu usaha budidaya jamur tiram di Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang. Metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif penerapan produksi bersih adalah quick scanning terhadap keseluruhan proses produksi budidaya jamur tiram. Hasil identifikasi sumber limbah menunjukkan bahwa tahapan produksi yang berpotensi menimbulkan limbah adalah pembuatan baglog, perebusan dan sterilisasi media tanam, serta penanaman bibit jamur. Berdasarkan penentuan skala prioritas opsi produksi bersih diperoleh hasil urutan prioritas penerapan produksi bersih pada usaha budidaya jamur tiram yaitu (1) memanfaatkan arang sisa pembakaran sebagai pupuk, (2) mengolah limbah media tanam sebagai material kompos, (3) penggunaan kembali plastik bekas layak pakai sebagai baglog, dan (4) mendesain tungku pembakaran ramah lingkungan. Pembudidaya jamur tiram dapat menerapkan produksi bersih berdasarkan urutan skala prioritas tersebut sehingga usaha budidaya jamur tiram tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, namun juga menguntungkan secara lingkungan. Kata Kunci: Produksi bersih, pengelolaan limbah, budidaya jamur tiram.
STRATEGI PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SERANG BERBASIS TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Tauny Akbari; Muhlisin Muhlisin; Gina Maslahat
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v8i1.267

Abstract

Population growth, increasing urban development and the high rate of conversion of green land into construction land pose a serious threat to the reduction of green open space (RTH) in Serang City. This research aims to determine the current condition of existing green open space, the need for green open space based on area, number population and oxygen needs, as well as strategies for optimizing green open space development in Serang City. The method used is quantitative descriptive with spatial analysis using remote sensing techniques and Geographic Information Systems (GIS). The results of the study show that Serang City's green open space in 2023 has met the city's minimum need for green open space of 30% of the total area, namely amounting to 59.64%. Serang City's need for green open space, if calculated based on its area, is 7,958.68 ha, based on its population, it is 1,440.72 ha, and based on its oxygen needs, it is 1,812.93 ha. The green open space management strategy that can be implemented in Serang City is a Growth Oriented Strategy which is oriented towards utilizing internal assets and external opportunities based on regional characteristics, active community participation, allocation of financial resources, establishing partnerships, developing infrastructure and a sustainable approach.
PEMANFAATAN LIMBAH PASIR SILIKA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PASIR UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOCK. Gelar Yogha Luthfizar; Frebhika Sri Puji Pangesti; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 1 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.614 KB)

Abstract

Pada proses penghalusan permukaan baja untuk menghilangkan karat menggunakan media pasir silika, akan menghasilkan limbah Sandblasting yang mengandung silika ± 60%. Dari limbah Sandblasting yang tak terolah tersebut maka dilakukan penelitian untuk pemanfaatan kembali bahan tersebut sebagai bahan pengganti pasir sungai atau pasir biasa pada paving block. Parameter yang di uji adalah kuat tekan, penyerapan air. Tujuan dari penelitian ini adalah Pemanfaatan limbah Sandblasting sebagai bahan pengganti alternatif, sehingga limbah pasir Sandblasting milik PT. Cilegon Fabricators Serang dapat digunakan maupun diproduksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan komposisi pasi silika 100% dari komposisi standar mampu menambah kekuatan paving blok dengan umur mencapai 28 hari dengan nilai 44,1 Mpa, penyerapan air sebesar 2,15 %.
Indeks Kualitas Udara Provinsi Banten Frebhika Sri Puji Pangesti; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 2 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.295 KB) | DOI: 10.47080/jls.v2i2.671

Abstract

Penggunaan energi dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terjadi di Kota –kota besar yang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.Kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas, penggunaan bahan bakar minyak, dan kurangnya ruang terbuka hijau merupakan beberapa faktir yang bisa mempengaruhi penurunan kualitas udara. Pencemaran udara merupakan permasalahan yang sering dihadapi di wilayah perkotaan yang memerlukan perhatian khusus karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.Dampak dari polusi udara mengakibatkan penurunan kesehatan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup sangat diperlukan agar masyarakat memahami kondisi lingkungan dan pentingnya kualitas lingkungan hidup.Indeks kualitas udara di Provinsi Banten tahun 2018 termasuk dalam rentang kategori baik yaitu sebesar 72,63, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2017 sebesar 75,57.
PENGARUH LIMBAH KOTORAN SAPI, SISA PAKAN SAPI DAN SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS KOMPOS DENGAN METODE VERMIKOMPOSTING Vina Nur Rahmawati; Tauny Akbari; Fitriyah Fitriyah; Risma Rizkia Nurdianti
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v6i2.2438

Abstract

Pemanfaatan kotoran sapi, pakan ternak dan sekam padi sebagai kompos memerlukan waktu yang sangat lama, sehingga diperlukan bahan pembantu seperti cacing tanah dengan metode vermikomposting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bahan baku vermikomposting terhadap parameter kimia kompos (rasio C/N, P dan K) serta membandingkan kualitasnya dengan standar kualitas kompos SNI 19-7030-2004 dan Permentan No. 70 Tahun 2011. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua variasi perlakuan kotoran sapi : sisa pakan sapi : sekam padi (A 40% : 45% : 15% dan B 50% : 35% : 15%) serta penambahan 0,4 kg cacing tanah (Lumbricus rubellus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahan baku berupa penambahan kotoran sapi hanya berpengaruh signifikan (p < 0,005) terhadap peningkatan nilai Kalium dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai rasio C/N dan Fosfor. Nilai parameter kimia terbaik yang memenuhi standar kualitas kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 adalah variasi kompos B dengan nilai Rasio C/N 16, Fosfor 1,23 % dan Kalium 0,76%. Nilai parameter tersebut telah sesuai dengan standar SNI 19-7030-2004, namun belum memenuhi standar Permentan No 70 Tahun 2011.
PEMULIHAN LOGAM BESI (Fe) PADA AIR LINDI TPAS CILOWONG DENGAN MEMANFAATKAN ADSORBEN CANGKANG TELUR PUYUH Muhamad Faturahman Kurniawan; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i1.3502

Abstract

Cangkang telur puyuh merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga dan industri makanan. Cangkang telur memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) dan protein asam mukopolisakarida yang dapat dijadikan sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi penurunan kadar Fe serta pengaruh massa adsorben cangkang telur puyuh dan waktu kontak adsorben terhadap penurunan Fe pada air lindi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi waktu pengadukan yang digunakan yaitu 30 menit dan 60 menit, sedangkan massa adsorben yang digunakan sebesar 0,5 g, 1,0 g, 1,5 g, 2,0 g dan 2,5 g. Hasil penelitian menunjukkan adsorben cangkang telur puyuh dengan waktu kontak 30 menit diperoleh efisiensi dengan nilai 80,10% sedangkan pada waktu kontak 60 menit diperoleh efisiensi 84,88%, dengan hasil uji statistik ANOVA two way menyatakan waktu kontak dan massa adsorben berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Fe.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN ADSORBEN BUBUK CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) Fany Indah Pertiwi; Fitriyah Fitriyah; Tauny Akbari; Dafi Dinansyah Wiradimadja
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i2.3591

Abstract

Industri batik menghasilkan kandungan limbah cair berbahaya logam berat berupa Kromium total. Salah satu upaya dalam menurunkan kandungan Kromium total dalam limbah cair batik adalah dengan melakukan proses adsorpsi dengan adsorben alami. Cangkang kerang hijau merupakan salah satu adsorben alami yang tersusun dari zat aktif pengikat polutan seperti logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan pengaruh penambahan dari adsorben bubuk cangkang kerang hijau, serta mengetahui gugus fungsi aktif pada adsorben. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan penambahan massa adsorben aktivasi secara fisika (pemanasan) dan tanpa aktivasi 10 g, 20 g, dan 30 g pada masing-masing 1 L sampel limbah. Uji adsorpsi dilakukan pada pengadukan 200 rpm dengan jartest selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan adsorben dapat menurunkan kadar Cr total hingga di bawah baku mutu yang berlaku yaitu 1 mg/L. Efisiensi penurunan terbesar (99,68%) diperoleh adsorben tanpa aktivasi dengan hasil Cr total 0,0195 mg/L. Penambahan kedua adsorben memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam menurunkan kandungan kromium total pada air limbah. Aktivasi secara fisika dengan pemanasan menghasilkan gugus fungsi baru pada adsorben teraktivasi.
PRO ENVIRONMENTAL RECYCLING BEHAVIORS BEHAVIOR BASED ON EDUCATION LEVEL (STUDY CASE IN BENDUNGAN VILLAGE, INDONESIA) Dafi Dinansyah Wiradimadja; Hisatsuna Mori; Tauny Akbari
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v7i2.3675

Abstract

The countless debates and controversies that have taken place between communities, individuals, and organisations in Indonesia have contributed to the complexity of the country's environmental problems. These inconsistencies and contradictions may, in essence, be linked back to the factors that led to the environmental problems that we are experiencing and the possible remedies to those problems. People who live in Bendungan Village, Bogor Regency, Indonesia, are used as the sample's units of analysis when taking quantitative data. The goal of community sampling is to get first-hand information about things like trash, recycling, and eco-village activities that happen in the community. The research methodology utilised in this study is a mixed-methods approach. Based on the findings, it has been determined that there exists a discrepancy between the knowledge and actions of the individuals residing in Bendungan Village. This would be the case since their ideas are in direct antagonism to their behavior.The fact that people in the area have adequate information does not make them more likely to engage in environmentally conscious conduct; rather, it demonstrates that there are other factors outside education that influence people's behavior toward environmental sustainability.
PRODUKSI BERSIH PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMAH TANGGA TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN Azolla microphylla DENGAN METODE FITOREMEDIASI Tauny Akbari; Radiant Ray Moslem
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/jls.v8i1.3963

Abstract

Industri Rumah Tangga Tahu X menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan, sehingga perlu diterapkan produksi bersih pada proses produksinya. Limbah cair tahu dapat diolah dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla microphylla. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis tahapan proses produksi tahu serta input proses dan output pada setiap tahapan proses pembuatan tahu di Industri Rumah Tangga Tahu X, (2) Menganalisis opsi alternatif penerapan produksi bersih di Industri Rumah Tangga Tahu X dan (3) Menganalisis perkiraan manfaat lingkungan dan ekonomi penerapan produksi bersih dengan metode fitoremediasi. Pengumpulan data yang digunakan berupa data primer untuk penerapan produksi bersih dan data sekunder untuk fitoremediasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui tahapan produksi tahu terdiri dari pencucian kedelai, perendaman kedelai, penggilingan, pemasakan, penyaringan, penggumpalan, pencetakan, pengepresan, dan pemotongan tahu. Strategi produksi bersih pada Industri Rumah Tangga Tahu X diprioritaskan pada pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode fitoremediasi dengan tanaman Azolla mycrophylla. Penggunaan tanaman Azolla mycrophylla tersebut diprediksi mampu menurunkan TSS 98%, COD 96% dan BOD 96% hingga memenuhi baku mutu limbah cair industri tahu dan memberi keuntungan ekonomi sekitar Rp.400.000,-/bulan.